Taqdir Cinta

Taqdir Cinta
Jangan menunda hal baik


__ADS_3

...๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป...


...Wahai anakku yang tercinta,...


... Kemudian engkau bertanya kepadaku tentang hakikat โ€˜ubudiah. โ€˜Ubudiah itu mengandungi tiga perkara,...


......Pertama : Menjaga hukum hukum syariat....


......Kedua : Rhidha dengan Qadaโ€™ dan Qadar dan pembahagian Allah Taโ€™ala....


......Ketiga : Bahawa engkau mencari keredhaan Allah Taโ€™ala walaupun engkau terpaksa meninggalkan keredhaan dirimu sendiri.โ€...


......Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali...


...๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป...


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Ada untaian hikmah yang ditulis oleh Syekh Nawawi al Bantani dalam karyanya Maraqi al โ€˜Ubudiyyah.


โ€œLidahmu adalah singamu. Jika kamu melepaskannya, ia akan menerkammu tapi jika kamu menahannya, ia akan menjagamuโ€


Sungguh jari jemari di atas layar hp hari ini lebih berbahaya ketimbang lidah yang berada di mulut


Semoga Allah menjaga kita semua dari segala yang tidak disukai-Nya.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Seperti biasanya pagi hari setelah pulang dari masjid Khairul menemani abah guru Sayuti, mereka mengobrol di belakang rumah.


Setelah mendengar nasihat-nasihat dari gurunya, Khairul pun berniat untuk pamit pada gurunya, Khairul mengabarkan pada gurunya tentang kelahiran putra kaka dan adik sepupunya.


Sebenarnya jauh dari lubuk hati Khairul dia ingin berlama-lama apalagi jika ia boleh berkata jujur sebenarnya dia merasa bahagia bisa berada di sekitar Khairunisa.


Hanya saja Khairul tak yakin dia sanggup terlalu lama memendam perasaan ya jika iya selalu ada di sekitar Nisa, apalagi Khairul mendengar siang ini orang tua Nisa akan datang ke Rumah guru Sayuti mereka akan membahas tentang pernikahan Nisa.


Khairul hanya bisa berdoa untuk kebahagian pujaan hatinya itu, dia berharap Nisa bisa berbahagia siapapun yang akan menjadi suaminya.


Guru Sayuti mengijinkan Khairul untuk pulang ke kampung halaman ya, tapi sebelum pulang guru Sayuti meminta Khairul jangan terburu-buru, pertama nanti siang ustadz soleh akan datang, guru sayuti meminta Khairul untuk menjumpainya dulu, kedua guru Sayuti akan menyangupi permintaan Khairul tempo hari, beliau sudah punya calon untuk Khairul.


Guru Sayuti meminta Khairul untuk menemui ya lagi bada dzuhur nanti, dia juga menanyakan kesiapan Khairul.


Guru Sayuti menasehati Khairul bahwa niat baik jangan di tunda-tunda, jangan mempersulit sesuatu yang Allah mudahkan karna ketika orang mempersulit apa yang dimudahkan Allah, mereka akhirnya benar-benar mendapati keadaan yang sulit dan nyaris tak menemukan jalan keluarnya.


Banyak orang yang mempertimbangkan nunda pernikahan tanpa alasan yang syarโ€™i dan akhirnya mereka benar-benar takut melangkah di saat hati sudah sangat menginginkannya. Atau ada yang sudah benar-benar gelisah tak kunjung ada yang mau serius


Bila di usia dua puluh tahunan, umumnya para bujangan pernikahan karena takut dengan ekonominya yang belum mapan. Namun menjelang menjelang tiga puluh hingga tiga puluh lima sudah berubah lagi.


Laki-laki mengalami sindrom kemapanan (meski wanita juga banyak yang demikian, terutama usia 30). Mereka (laki-laki) menginginkan pendamping dengan kriteria yang sulit dipenuhi.


Seperti hukum kategori, semakin banyak kriteria yang semakin sedikit yang masuk kategori. Begitu pula โ€œkriteria tentang jodohโ€, ketika menentukan kriteria yang terlalu banyak maka akhirnya tidak ada yang sesuai dengan keinginan kita.


Sementara wanita yang sudah berusia sekitar 35 tahun, cacatnya bukan kriteria tetapi apakah ada orang yang mau menikah dengannya?


Ketika usia 40-an, ketakutan kaum laki-laki sudah berbeda lagi, kecuali bagi mereka yang tetap menjaga jiwa.


Jika sebelumnya banyak kriteria yang dipasang pada usia 40-an muncul ketakutan apakah dapat mendampingi isteri dengan baik.


Lebih-lebih lagi ketika usia beranjak 50 tahun, ada ketakutan lain yang mencekam. Yakni angapan ketidakmampuan mencari nafkah sementara anak masih kecil.


Atau ketika masalah nafkah tak merisaukan peringatan kematian lebih dahulu menjemput sementara anak-anak masih banyak yang perlu dinasihati.

__ADS_1


Abu Hurarirah radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: โ€Apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridha akan beragama dan akhlaknya maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar di permukaan bumi โ€(HR. Tirmidzi)


Jangan ditunda-tunda apa yang menghimpit saudara kita sehingga mereka sanggup menitiskan air mata.


Awalnya adalah karena mereka memperhatikan apa yang harus disegerakan, mempersulit apa yang seharusnya dimudahkan. Padahal Rasulullah saw berpesan:


Wahai Ali, ada Tiga perkara jangan ditunda-tunda; Solat telah tiba waktunya, Jenazah persetujuan telah siap penguburannya, dan perempuan telah datang laki-laki yang sepadan meminangnya. โ€ (HR Ahmad)


Hadits ini menujukkan agar tidak boleh mempersulit pernikahan baik langsung maupun tak langsung. Secara โ€˜lansungโ€™ adalah menuntut mahar yang terlalu tinggi. Atau yang sejenis dengan itu. Ada lagi yang โ€˜tidak secara langsungโ€™.


Mereka membuat kebiasaan yang mempersulit, meski nyata-nyata menuntut mahar yang tinggi atau resepsi yang mewah.


Sebagian orang mengadakan acara peminangan sebagai acara yang tidak boleh kalah mewah dari resepsi pernikahan sebahagian lainnya melazimkan acara penyerahan hadiah atau uang belanja untuk biaya pernikahan terpisah.


Bila seseorang tidak kuat menahan beban, maka bisa saja melakukan penundaan pernikahan semata-mata hanya karena masalah ini.


Kita sangat khawatir akan niat keruhnya dan bergesernya tujuan, sehingga pernikahan itu kehilangan barokahnya. Naudzubillah!


Penyebab lain adalah keyakinan keyakinan kita bahwa Allah pasti akan memberi rezeki atau boleh jadi cerminan dari tidak qonaโ€™ah (mencukupkan diri dengan yang ada).


Suatu saat ada yang datang menemui Al Hasan (cucu Rasulullah). Ia ingin bertanya sebaiknya dengan siapa putrinya menikah? Maka Al Hasan ra berkata:


โ€œKawinkanlah dia dengan orang yang bertakwa kepada Allah. Ini karena, jika laki-laki mencintainya, ia memuliakannya, dan jika ia tidak menyenanginya, ia tidak akan bertanya zalim kepadanya. โ€


Nasihat Al- Hasan menuntun kita untuk menjernihkan fikiran. Jika kita menikah dengan orang yang bertakwa, cinta yang semula tiada meski Cuma benihnya, dapat bersemi indah karena komitmen yang memenuhi jiwa.


Insyallah wanita yang abah pilih kan untuk mu adalah wanita yang shalihah, dia begitu taat kepada tuhan ya, begitu mencintai nabinya, dan begitu bangga terhadap agamanya.


Dia juga insaallah termasuk kriteria wanita yang di anjurkan Rosulluloh untuk di nikahi seperti sabda beliau:


โ€œPerempuan itu dikawini atas empat perkara, yaitu: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat.โ€ (H.R. Bukhari dan Muslim).


Dia juga seorang gadis perawaan


Rasulullah SAW bersabda kepada Jabir ketika beliau kembali dari perang Dzatur Riqaโ€™:


โ€œWahai Jabir, apakah nanti kamu akan kawin?โ€ Saya menjawab: โ€œ Ya, wahai Rasulullah.โ€ Sabdanya: โ€œ Dengan janda atau perawan?โ€ Saya menjawab: โ€œ Janda.โ€ Sabdanya: โ€œ Mengapa bukan perawan, supaya kamu dapat bergurau dengannya dan ia pun dapat bergurau denganmu?โ€ Saya menjawab: โ€œ Sesungguhnya bapakku telah wafat saat perang Uhud, sedangkan beliau meninggalkan tujuh anak perempuan kepada kami. Oleh karena itu, aku menikah dengan seorang janda perempuan yang โ€˜mumpuniโ€™, ia dapat mengasuh mereka dan melakukan kewajiban terhadap mereka.โ€ Sabdanya: โ€œ Engkau benar, insya Allah.โ€ (H.R. Bukhari dan Muslim)


Hadits tersebut memberikan dorongan kepada kaum laki-laki untuk memilih calon istri yang perawan, yaitu perempuan yang belum pernah bersetubuh atau belum pernah menikah. Perempuan-perempuan yang masih perawan belum pernah mengenal kemesraan dengan laki-laki sehingga hatinya masih polos dan bersih.


Tapi bukan berarti seorang laki-laki muslim tidak boleh memperistri perempuan janda. Sebab keutamaan wanita solehah ada pada ketaatannya beragama.


Dia juga termasuk wanita penyabar, istri yang sabar tidak hanya memberikan semangat dan dorongan hidup kepada suaminya dalam menghadapi segala macam tantangan dan rintangan, ia juga dapat menjaga kehormatan suami di hadapan anak-anak dan orang lain.


Setiap laki-laki perlu memperhatikan sifat calon istrinya. Apakah dia penyabar atau pemarah, tabah menempuh kesulitan atau manja.


Hal ini perlu diketahui sebab sifat-sifat buruk banyak berpengaruh dalam hidup berumah tangga. Bukankah tidak ada orang yang mau membangun rumah tangga dengan suasana penuh pertentangan, perselisihan dan permusuhan yang hanya akan menciptakan hidup penuh derita dan nestapa.


Dia juga termasuk wanita yang memikat hati,


Allah berfirman dalam Q.S. An-Nisaaโ€™ ayat 3 :


โ€œJika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi, ...โ€


Ayat tersebut menyebutkan agar laki-laki memilih perempuan yang memikat atau menyenangkan hatinya sebagai istri.


Kata-kata yang dipergunakan pada ayat di atas yaitu โ€œthaabaโ€ . Kata ini berarti sifat baik hati, akhlaq dan kepribadian perempuan yang membuat calon suaminya merasa tertarik dan senang.


Tanpa adanya faktor-faktor tadi, rasa tertarik, senang dan terpikat tidak akan muncul. Daya tarik yang utama dan bertahan lama, bahkan sampai akhir hayat, adalah akhlaq dan ketaatan perempuan yang bersangkutan kepada Allah dan Rasul-Nya.


Istri yang bisa membuat suaminya merasa senang dan tertarik akan semangat untuk bersama-sama membangun rumah tangga yang sakinah dan damai.


Tanpa rasa senang dan terpikat sulit akan tercipta kemesraan dan keintiman dalam hidup berumah tangga.

__ADS_1


Insaallah Dia juga seorang wanita yang Amanah


Allah berfirman dalam Q.S. An-Nisaa' ayat 34:


" ...Oleh sebab itu, wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara (dirinya dan harta suami) ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah (menyuruh) memeliharanya..." Disebutkan dalam Hadits berikut: Rasulullah SAW bersabda:


"Sebaik-baik istri yaitu yang meyenangkanmu ketika kamu lihat; taat kepadamu ketika kamu suruh; menjaga dirinya dan hartamu ketika kamu pergi" . (H.R. Thabarani, dari 'Abdullah bin Salam)


Dia juga Insaallah sekufu dalam agama dengan mu


Kufu' dalam beragama ini ialah kualitas akhlaq dan ketaatan beragama calon pasangan benar-benar setara.


Apabila suami lebih baik, sedang istri kurang, keduanya dikatakan kurang kufu'. Sebaliknya, jika istri lebih baik, ia dikatakan tidak kufu' sebab suami dituntut memiliki kualitas lebih baik atau setidak-tidaknya setara.


Islam menganjurkan memilih istri yang kufu' dalam beragama agar kelak tercipta suasana sakinah dan mawaddah dalam hidup berumah tangga.


Bila antara suami istri terdapat perbedaan-perbedaan mencolok dalam bidang akhlaq dan ibadah, apalagi istri jauh lebih rendah daripada suami, hal ini semacam ini akan menghambat upaya menciptakan rumah tangga yang dipenuhi kemesraan, kebahagiaan, dan penuh tanggung jawab kepada Allah.


Dia juga seorang wanita yang Cerdas dan Berperangai Baik


Kecerdasan akal merupakan tuntutan dalam kehidupan rumah tangga, karena rumah tangga yang baik tidak dihasilkan dari orang yang bodoh, dalam artian tidak dapat mengatur rumah tangganya sendiri.


Begitupun dengan kebaikan akhlak dan perangainya, supaya anak-anaknya dapat meneladani orangtuanya.


Hal ini karena istri yang cerdas juga akan berpengaruh pada kecerdasan anak yang nantinya lahir.


Sebagaimana yang kita tahu bahwa anak-anak nantinya sebagian besar waktunya akan dididik oleh istri, apalagi ketika belum waktunya mengenyam pendidikan.


Sesuai dengan pepatah yang menyebutkan bahwa istri (Ibu) adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya.


Dan juga dia seorang wanita yang Pandai Menjaga Silaturahmi


Perempuan yang baik untuk dijadikan istri adalah perempuan yang suka menjalin ikatan silahturahmi dengan keluarga dan kerabat.


Peranan seorang istri sangat besar dalam mempererat hubungan suaminya dengan keluarga dan kerabatnya.


Bila seorang istri suka menjaga dan memelihara hubungan dengan kerabat-kerabatnya, baik dari pihaknya sendiri maupun dari puhak suaminya, jaringan hubungan kekeluargaan akan menjadi luas, sehingga memudahkan mereka untuk saling menerima dan memberi bantuan.


BERSAMBUNG.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


NB:


Setiap manusia memiliki pandangan yang berbeda terhadap diri kita. Sebab, mereka memiliki sudut pandang yang berbeda pula. Maka, di dunia ini, dapat kita temukan orang-orang yang menyayangi dan membenci kita.


Orang yang menyayangi diri kita, tentu mendapatkan tempat yang paling nyaman dalam hati. Tapi, bagi orang yang membenci diri kita, tentu keberadaannya mengusik ketenangan hidup. Di mana mereka selalu tidak suka atas apa yang kita raih. Dan mereka selalu mencari celah, kelemahan yang kita punya.


Hinaan, cacian dan makian sudah menjadi santapan sehari-hari bagi kita, dari mereka yang tidak suka terhadap kita. Mungkin kita sendiri tidak tahu mengapa mereka berbuat demikian. Namun, satu yang pasti, mereka hanya ingin kita gagal dalam menjalani hidup ini. Dan tidak ingin melihat kita sukses dalam meraih mimpi.


Jika hal itu menimpa diri Anda, maka Anda tak perlu menyimpan dendam yang luar biasa dalam hati. Sebab, dendam hanya akan menyisakan rasa sakit yang cukup sulit untuk disembuhkan.


Anggaplah orang-orang yang menghina Anda bagaikan pupuk.


Anda pasti tahu pupuk bukan?


benda berbau tak sedap ini digunakan untuk menyuburkan tanaman. Tanaman akan tumbuh dan berkembang dengan baik jika diberi pupuk. Meski ternyata, pupuk terbuat dari bahan-bahan yang menjijikkan.


Seperti itulah orang-orang yang menghina Anda. Anggap mereka sebegai pupuk. Di mana dengan hinaan mereka, dapat menjadi motivasi bagi kita untuk tetap berjuang meraih mimpi. Semakin sering mereka menghina, maka akan semakin kuat mental yang akan kita terima. Dengan begitu, kita akan tumbuh dan berkembang sebagai orang yang sukses.


**H***inaan dan cacian bukanlah suatu hambatan. Melainkan, sebagai energi dalam diri kita. Adanya mereka, bisa membuat diri kita sebagai pribadi yang kuat dan tahan banting. Maka, masalah seberat apapun, ketika akan mewujudkan mimpi, akan terasa mudah untuk dilewati*.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ

__ADS_1


__ADS_2