Taqdir Cinta

Taqdir Cinta
Mencoba memahami


__ADS_3

🌺 Mencoba memahami 🌺


......🌷🌷🌷...


.........


......“Kesombongan menyebabkan seseorang mengingkari atau sulit menerima kebenaran kerana beranggapan yang menyampaikan kebenaran tersebut berasal dari seseorang yang lebih rendah darinya. Terimalah kebenaran dari siapapun bahkan dari seorang anak kecil sekalipun.”...


.........


......🌷🌷🌷...


.........


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Ketika kau punya masalah jangan langsung


Mengambil hanfone, terus buat status di media sosial, tapi


ambillah air Wudhu, kemudian solatlah


Minta pada Allah agar memudahkan semua


Masalahmu, karena tidak semua orang peduli


dengan masalah yang kau hadapai, selain itu


mintalah pada Allah.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Kalian telah diciptakan untuk berpasangan


Dan selamanya kalian berpasangan


Bersamalah, hingga Sang Maut memisahkan


Bersamalah, tapi biarkanlah ada, Tempat angin surga menari-nari bersama kalian


Berkasih-kasihlah, tapi jangan membelenggu cinta


Biarkanlah cinta itu bergerak merasuki jiwa


Seperti aliran sungai yang mengalir Hinga ke muara


Merasuk dan meresap sampai ke belahan jiwa


Isilah cawan-cawan cintamu


Tapi jangan saling membelenggu


Saling berbagilah


Dan berjuang tanpa menyerah


Bernyanyilah dan menarilah bersama


Dalam segala bahagia, suka maupun duka


Tapi biarkan masing-masing mengikuti alurnya


Menghayati kesendiriannya


Walau lagu yang mirip sangat menggetarkan jiwa


Tapi gitar miliki tali bersama dengan suara yang tak sama


Berikan hatimu, tapi jangan sekali-kali saling menguasai


Sebab Cuma Tuhan sang penguasa kehidupan


Yang miliki kuasa ilahi


Berdirilah kalian sejajar, tapi jangan sangat dekat


Sebab tiang-tiang masjid pun tidak dibangun sangat rapat


Begitu pula pohon jati


Begitu pula pohon cemara, dan mahoni.


🍂🍂🍂


Menikah adalah sebuah dambaan semua orang yang telah dimadu asmara, betapa tidak, pernikahan adalah pintu menuju kebersamaan yang halal secara agama dan juga formal, secara legal pemerintah.

__ADS_1


Ketika seseorang menikah, maka dari norma apapun, jiwa raga sudah jadi milik pasangan pengantin tersebut.


Jadi wujud sastra yang di idamkan membahas perihal pernikahan atau perkawinan, mengungkap kebahagiaan yang dirasakan oleh setiap mempelai dan pasti sensasi malam pertama.


Yang bakal menggetarkan setiap jiwa yang dilanda puncak kebahagiaan.


Itulah yang di rasakan Hidayat saat ini, saat mimpinya menjadi kenyataan, mempersunting wanita idaman, istrinya adalah wanita yang cantik, kecantikan ya bagai bidadari yang ada dalam bayangan ya.


Wanita yang begitu mempesona di balik senyumnya, akan terlihat lesung pipit yang mengalahkan keindahan mutiara.


Lembut suaranya, begitu merdu bak nyanyian sahdu, yang menggambarkan syair-syair terindah para pujangga cinta.


Istri ya pun wanita yang baik dari keturunan orang-orang baik, wanita sholehah yang yang menjadi dambaan setiap pria.


Iya begitu berterima kasih kepada kakanya tercinta, saat kepulangannya tempo hari, dia medengar kabar bahwa kakanya akan melamar Halimah.


Seorang wanita yang mengetarkan hatinya saat pandangan pertama, ketika pemakaman ibundaya tercinta dia melihat halimah, untuk pertama kalinya.


Benih-benih cinta itu pun hadir tanpa di minta, dia merasuki jiwa dan bersemayam di dalam hatinya, cinta yang hadir dari pandangan yang tak terjaga.


Hatinya begitu hancur saat menerima kenyataan kalau wanita idamanya itu akan di lamar kakanya, tapi ia tak ingin berebut hati dengan kaka yang sangat ia hormati.


Dia pun hanya bisa memendam dan menelan pil pahit kisah cintanya, dia berusaha tegar untuk kebahagian kakanya.


Tapi jodoh itu rahasia tuhan, dan akan datang pada orang yang sudah di gariskan, dia tak pernah berniat untuk merusak kebahagian kakanya.


Sampai saat waktunya tiba hari di mana kakanya ingin melamar pujaan hatinya, dia baru tau bahwa tanpa sepengetahuannya.


Kaka tercintanya mengajukan lamaran kepada mertuanya, untuk dirinya saat Pak Sopian berkunjung ke rumah mereka tempo hari.


Kakanya tau kalau dirinya mencintai Halimah, setelah di kasih tau Ana saudaranya, Hidayat tak pernah mengira, keluh kesahnya, tentang perasan hatinya itu di sampaikan Ana kepada kakanya.


Mungkin ini lah cara Alloh, mempersatukan dirinya dengan istrinya, dia berjanji dalam hatinya akan menjaga dan dan mengukir kisah indah dengan istri yang baru saja di nikahin ya.


🍂🍂🍂


Setelah selesai acara malam itu keluarga Hidayat pamit pulang, Hanya Khairul yang menemani Adiknya Hidayat yang tingal.


Khairul pun baru saja menyerahkan anaknya farid kepada nenenya, setelah sekitar 1 jam lebih dia bermain sama anaknya itu.


Kini dia terlihat Asyik berbincang-bincang dengan mertuanya(pak Ardi). Mertuanya sempat kaget saat mengetahui kalau Hidayat yang akan melamar Halimah.


Selama ini dia mengira Khairul yang akan menikahi keponakan ya itu. Khairul pun menceritakan, sejak awal memang dirinya yang bermaksud untuk mengajukan lamaran Untuk Halimah, dan dia pun sudah merundingkan dengan keluarga nya.


Khairul pun tak ingin apa yang ia rasakan dulu ketika kakanya menikahi wanita pujaan nya itu, di rasakan sama adiknya.


Dia sudah merasakan bertapa sakitnya harus menerima kenyataan kalau orang yang kita cintai harus menikah dengan orang yang sangat kita hormati, Khairul tak ingin apa yang pernah menimpah dirinya menimpah adiknya juga.


Mulai saat itu Khairul mencoba mencari tau seberapa serius cinta Adiknya itu kepada Halimah, dan setelah iya yakin kalau adiknya itu bisa membahagiakan Halimah. Khairul pun mengajukan lamaran acara lisan kepada Pak Sopian saat beliau berziarah ke pusara ayahnya tempo hari.


🍂🍂🍂


Hidayat melangkahkan kakinya memasuki kamar Halimah, yang sekarang menjadi kamarnya juga, dilihat sosok cantik istrinya yang sedang duduk di tepian ranjang.


Hidayat mengucapkan salam yang di balas salam oleh istrinya sambil mencium punggung tangan Hidayat, terlihat wajah malu dari istrinya.


“Sudah sholat isya neng?” tanya Hidayat pada istrinya.


“Alhamdulillah udah kang,” jawab Halimah singkat.


“boleh akang bacain doa barokah?” tanya Hidayat sambil memandang wajah istrinya yang menunduk.


Halimah pun mengaguk menandakan dia menyetujui permintaan suaminya itu.


Hidayat pun meletakan tangan kanan ya di ubun-ubun istrinya dan membacakan doa barokah, kemudian mencium kening istrinya, hidayat mengengam tangan istrinya dia pun menaseehati wanita yang baru di nikahinya itu.


“Setiap orang memutuskan melangkah ke jenjang pernikahan, tujuannya memang untuk bahagia. Kalau nggak bahagia ngapain nikah.


Walau pada kenyataannya tidak sedikit pasangan yang setelah bersanding di pelaminan justru merasa kebahagiaannya terengut.


Kalau pun sempat merasai bahagia, paling hanya semasa mengecap masa pengantin baru atau ketika pernikahannya baru berumur sekitar satu-lima tahun.


Selanjutnya kehidupan pernikahan yang ia jalani menjelma penderitaan. Kebahagiaan yang dirasakan di awal-awal pernikahan lenyap begitu saja. Tak ada lagi bahagia.


Mempertahankan rasa bahagia dalam pernikahan memang bukan suatu hal yang mudah. Dengan cinta saja tidak cukup. Butuh komitmen. Penerimaan yang lebih. Ketulusan. Keikhlasan. Saling percaya. Saling memahami dan tentu saja ketaatan. Sebab pernikahan bukan hanya tentang hubungan antara AKU dan KAU melainkan AKU, KAU dan TUHAN.


Sejatinya pernikahan adalah ibadah. Kita menikah untuk menjalani ibadah bersama. Kita menikah untuk menyempurnakan agama yang masih separuh. Kita menikah untuk mengikuti sunnah rasul. Kita menikah untuk mengharap berkah dari Ilahi.


Bukan hanya untuk bahagia atau menikah hanya karena cinta yang semu.


kebahagiaan hanyalah makmum di dalam kehidupan pernikahan kita. Hanyalah makmum bagi ibadah dan berkah yang kemudian kita tegakkan.


Artinya apa? Selama ibadah dan berkah yang menjadi imam dalam kehidupan pernikahan kita ditegakkan, bahagia akan senantiasa mengikuti. Ia akan setia menjadi makmum.


Sebaliknya, jika ibadah ditinggalkan, rumah tangga bakal jauh dari berkah. Kalau udah gitu, jangan ngarep ada bahagia.

__ADS_1


Bahagia hanya akan menjadi makmum dalam pernikahan yang di dalamnya diwarnai ibadah dan dihiasi berkah.


Nah, terlepas dari bahagia yang dianalogikan sebagai makmum dalam pernikahan, ada berupa-rupa perasaan lain yang bakal muncul di hati pasangan yang baru saja menyabet status sebagai pasangan suami istri.


Jangan mengira ketika menikah kita hanya akan merasakan satu macam perasaan, yang ada malah sebaliknya.


Ada banyak macam perasaan yang bakal menghiasai kehidupan pernikahan kita baik berupa perasaan positif maupun negatif.


Kita akan belajar bersama-sama untuk mengarungi rumah tangga kita, maafkan akang kalau akang bukan suami yang eneng harapkan.” Hidayat menasehati istrinya.


Halimah pun menangis “maafkan Halimah akang tolong bimbing Halimah, Ajari Halimah untuk mengerti serta memahami apa hak dan kewajiban Halimah sebagai seorang istri kepda suaminya.


Sebab kelak yang Halimah rindukan adalah syurga akang, sementara Halimah masih belum bisa memenuhi syarat menjadi istri yang taat pada akang.


Ajarilah Halimah menjadi seorang istri yang taat pada suami dan juga agama, bimbinglah Halimah dengan pengetahuan yang akang punya.


Ajak Halimah menjadi lebih baik sebaik akang atau mari sama-sama menjadi lebih baik dalam rumah tangga ini.


Selama ini Halimah hanya menjalani apa yang benar bagi Halimah dan tidak menyakiti orang lain. Halimah tak pernah belajar menjadi Istri yang baik dan taat.


Kita dipertemukan karna Niat menikah, tidak dipertemukan karena cinta namun karena takdir membuatku tidak tau dan tidak memberikan kita kesempatan untuk saling membicarakan rumah tangga seperti apa yang akan kita bangun setelah menikah.


Tak seperti kebanyakan orang diluar sana yang memiliki banyak kesempatan, yang bisa merencanakan, yang saling membicarakan masa depan bersama, Halimah tidak memiliki kesempatan untuk itu.


Maka ajarilah Halimah untuk mengerti dan melihat hak dan kewajiban Halimah dan Halimah harus bagaimana untuk mengerti akang.


BERSAMBUNG


🍂🍂🍂


...🌹🌹🌹...


...Beginilah Al-Qur’an bertutur, ...


...membuat sebuah panduan yang berharga untuk setiap muslim, bahwa apa yang kita tuju menentukan cara kita untuk sampai kepadanya....


...1.Urusan berdzikir (sholat), perintahnya adalah “Berlarilah!”...


...“Wahai orang yang beriman, ...


...apabila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jum’at, ...


...maka BERLARILAH kalian mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli” ...


...(QS. Al-Jum’ah : 9)....


...2. Urusan melakukan kebaikan, perintahnya adalah “Berlombalah!”...


...“Maka BERLOMBA-LOMBALAH dalam berbuat kebaikan” (QS. Al-Baqarah : 148)....


...3. Urusan meraih ampunan, ...


...perintahnya adalah “Bersegeralah!”...


...“Dan BERSEGERALAH kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan menuju surga.…” (QS. Ali Imron : 133)....


...4. Urusan menuju Allah Ta'ala, perintahnya adalah “Berlarilah dengan cepat!”...


...“Maka BERLARILAH kembali ta’at kepada Allah” (QS. Adz-Dzaariyat : 50)....


...5. Tapi.. urusan menjemput rizki (duniawi), ...


...perintahnya HANYALAH “Berjalanlah!”...


...“Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, ...


...maka BERJALANLAH di segala penjurunya dan ...


...makanlah sebagian dari rizki-Nya” (QS. Al-Mulk : 15)....


...Semestinya kita memahami, ...


...kapan kita perlu BERLARI, atau menambah kecepatan lari kita, dan kapan CUKUP BERJALAN saja....


...Jangan-jangan, selama ini kita merasa lelah, karena malah berlari mengejar dunia yang seharusnya ...


...CUKUP DENGAN BERJALAN saja....


...🌹🌹🌹...


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


TERIMA KASIH.


MAAF BAYAK TYPO

__ADS_1


__ADS_2