Taqdir Cinta

Taqdir Cinta
Halimatussadiyah


__ADS_3

...🌻🌸🌼🌸🌻...


... ...


...لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا , وَ لِسَانًا ذَاكِرًا , وَ زَوْجَةً مُؤْمِنَتًا تُعِيْنُ أَحَدَكُمْ لأَمْرِآخِرَتِهِ...


...“Hendaklah kalian berusaha memiliki hati yang, senantiasa, bersyukur, memiliki lisan yang, senantiasa , berdzikir dan memperoleh isteri yang sholehah, yang selalu membantu kalian dalam perkara akhirat”....


...(H.R. Ahmad, At-Tirmidzî dan Ibnu Mâjah....


...🌻🌸🌼🌸🌻...


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Fitrah wanita itu, menjadi makhluk terindah di dunia ini, kemudian Allah mengkaruniakan hidayah pada wanita.


Maka inilah hal yang paling indah dalam hidup wanita.


Namun sayang, banyak sebagian dari kaum wanita yang tidak menyadari betapa berharganya dirinya. Sehingga banyak dari kaum wanita merendahkan dirinya dengan menanggalkan rasa malu.


Sementara Allah telah menjadikan rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.


Terkhusus bagi seorang muslimah, rasa malu adalah mahkota kemuliaan bagi dirinya.


Rasa malu yang ada pada dirinya adalah hal yang membuat dirinya terhormat dan dimuliakan.


Namun sayang, di zaman ini rasa malu pada wanita telah pudar.


Sehingga hakikat penciptaan wanita yang seharusnya menjadi perhiasan dunia dengan keshalihahannya, menjadi tak lagi bermakna.


Di zaman ini wanita hanya dijadikan objek kesenangan nafsu dan menjadi perhiasan beranda media sosial,


Hal seperti ini karena perilaku wanita itu sendiri yang telah menanggal kan rasa malu mereka.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Khairul mulai menatap masa depannya, dia tahu tidak baik terus berlarut dalam kesedihan.


Dia pun tahu ujian yang menimpa nya, tidaklah seberapa jika dibandingkan ujian orang-orang terdahulu.


Bagaimana beratnya kehidupan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.


Raslullh shallallhu ‘alayhi wa sallam diuji sejak kecil. Telah diuji oleh Allh Subhnahu wa Ta’la lahir dalam keadaan tidak berayah. Sungguh perkara yang sangat menyedihkan, tidak memiliki ayah.


Kemudian ibunya meninggal tatkala Beliau berumur enam tahun. Tatkala beliau pulang dari bersafar bersama ibunya dari kota Mekkah ke kota Madnah , tatkala di suatu tempat yang namanya Abwa’, maka sang ibupun (Aminah) kemudian sakit parah, dan sang anak yang masih kecil Muhammad Shallallhu ‘alayhi wa sallam, melihat bagaimana sakitnya sang Ibu, melihat bagaimana ibunya yang sekarat, dan menghadapi sakaratul maut.


Kemudian, tatkala Raslullh shallallhu ‘alayhi wa sallam berdakwah, di awal dakwah beliau seluruh orang mendustakannya. Akan tetapi istri beliau, Khadjah Radhiyallhu Ta’la ‘anh membantu suaminya dengan penuh pengorbanan, dengan seluruh hartanya.


Disaat Nabi Shallallhu ‘alayhi wa sallam sangat butuh dengan bantuan sang kekasih, bantuan istrinya Khadjah, Allh Subhnahu wa Ta’la memanggil Khadjah, mencabut nyawa Khadjah Radhiyallhu Ta’la ‘anh.


Sehingga Raslullh shallallhu ‘alayhi wa sallam tatkala itu sangat bersedih.


Sangatlah bersedih dengan meninggalnya istrinya yang sangat dia cintai yang selama ini membantunya dengan seluruh harta, dengan seluruh perasaan, dan seluruh kasih sayang dari sang istri.


Kemudian setelah itu paman beliau yang bernama Ab Thalib, yang selama ini membela Muhammad Shallallhu ‘alayhi wa sallam, sang paman tidak membiarkan seorang pun dari kfir Quraishy untuk mengganggu sang keponakan (Muhammad Shallallhu ‘alayhi wa sallam) akhirnya sang paman pun meninggal dunia.

__ADS_1


Sehingga tatkala itu Raslullh shallallhu ‘alayhi wa sallam pun sangat bersedih, ditinggal oleh Khadjah dan juga pamannya, Ab Thalib.


Raslullh shallallhu ‘alayhi wa sallam pun berjalan dengan linglung, tidak sadar, tiba-tiba Beliau sudah berada di suatu tempat.


Kenapa beliau sampai linglung?


Karena kesedihan yang amat sangat, sehingga para ulam tatkala itu menamakan tahun tersebut sebagai tahun kesedihan yang dialami Raslullh shallallhu ‘alayhi wa sallam.


Setelah itu beliau pergi ke Tha’if untuk berdakwah, ditemani oleh Zaid bin Haritsah.


Namun Beliau akhirnya diusir oleh penduduk Tha’if, bahkan tatkala beliau keluar dari kota Tha’if disambut dengan dua barisan.


Dengan dua barisan, buat apa? Untuk menyambut Nabi Shallallhu ‘alayhi wa sallam dengan lemparan batu.


Hari ini Khairul berjanji akan bertemu dengan mertuanya, untuk melihat perusahaan genteng dan batu bata yang akan dikelolanya.


Walau Khairul merasa keberatan, tapi dia tidak mau mengecewakan mertuanya Dia pun tahu apa yang dipikirkan mertuanya.


Setelah segala urusannya selesai, Khairul pun ikut pulang ke rumah mertuanya di Bandung dia ingin melihat Farid anaknya.


Setibanya di rumah mertuanya Khairul menemui anaknya, Khairul sangat menyayangi Farid walaupun sebenarnya Farid bukanlah darah dagingnya.


Bagi Khairul Farid adalah hal terindah peninggalan istrinya, Dia berjanji tidak akan menyia-nyiakan Farid.


Saat bersama anaknya Farid Khairul merasakan kebahagiaan tak terlukiskan sesaat ia bisa melupakan kemelut di dalam hatinya.


Tiba-tiba Khairul dikagetkan oleh suara salam dari seorang wanita yang sangat dia kenal, siapa lagi kalau bukan Halimatusadiah wanita yang akhir-akhir ini Ini ada di dalam hidupnya.


“Baru pulang Neng” sapa Irul kepada Halimah.


“Iya Kang dah lama akan datang ?”Halimah menjawab pertanyaan Irul.


“Imah tinggal dulu sebentar ya Kang Halimah belum salat ashar” Halimah pamit kepada Irul.


“Oh ya silakan tidak baik menunda salat, sholat awal waktu itu lebih dianjurkan dan banyak terdapat padillah serta keutamaannya” Irul menjelaskan kepada Halimah.


Sepeninggalan Halimah Irul termenung sendiri, entah apa yang ada di dalam pikirannya dia selalu melihat sosok bayangan istrinya dalam diri Halimah.


Senyumnya wajahnya suaranya semua mengingatkan dirinya pada mendiang istrinya.


“ astaghfirullahaladzim “ Irul cepat-cepat membuang pikiran yang seharusnya tidak ada dalam benaknya, Irul sadar Kerinduan kepada istrinya membuat pikiran yang yang seharusnya tidak ada di dibenaknya.


Irul pun tak ingin menyakiti Halimah, Irul harus bisa melihat realita dan menerima kenyataan bahwa istrinya telah tiada, Halimah bukanlah Sopy. dan istrinya itu tidak mungkin akan kembali.


Halimah pun datang dan mengambil Farid dari gendongannya Khairul, Halimah sangat menyayangi Farid Entah mengapa Halimah begitu senang saat bersama Irul.


Terkadang dia bertanya kepada dirinya sendiri apakah dia telah mencintai Irul, selama ini Halimah belum pernah merasakan jatuh cinta.


Dan dia pun tak pernah dekat dengan pria karena sejak kecil dia selalu dididik oleh orang tuanya untuk tidak berpacaran.


Karena tidak ada kebaikan di dalam berpacaran itu sendiri, Halimah diminta untuk tidak mencintai pria dengan berlebihan.


Karena hakikat cinta yang sejati itu adalah kecintaan kita kepada ilahi robbi, cinta terhadap manusia itu terkadang menyesatka, apalagi ketika Cinta itu datang pada saat yang tidak tepat.


Karena Cinta itu suci harusnya menjalaninya pun dengan ikatan yang suci pula tapi kalau kita mencintai tanpa ikatan yang seharusnya maka cinta itu akan menjadi duri.


Mungkin kebersamaan Halimah dengan Khairul akhir-akhir ini yang menumbuhkan benih-benih cinta di dalam dirinya.

__ADS_1


Setiap hari Sabtu dan Minggu Khairul pasti menyempatkan untuk datang ke Bandung menjenguk anaknya, begitu pula dengan Halimah di akhir pekan dia pun lebih memilih tinggal di rumah, karena Halimah bukan wanita yang suka menghabiskan waktu untuk liburan.


Apalagi dia tidak tega melihat bibinya kerepotan mengurus Farid seorang diri, kelebutan,tutur kata dan sikap Khairul pun membuat Halimah begitu mengagumi Khairul.


Dia tidak pernah melihat sosok Laki-laki yang melebihi Khairul pantas saja dulu Sopy begitu tergila-gila padanya.


Apalagi hampir tiap waktu bibi dan Pamannya itu menceritakan kebaikan sosok seorang Hairul.


Bagaimana Khairul memperlakukan Sopi dengan begitu baik walaupun saat itu Khairul belum mencintai Shopy,


Halimah pun bayak tau sosok Khairul dari Ana.


Kemarin malam Ana bermalam di rumah bibinya saat mengantarkan undangan untuk pernikahannya.


Halimah pun banyak bercerita dengan Ana, termasuk tentang Khairul sepupunya.


Ana menceritakan Bagaimana perjalanan cinta Khairul kehidupannya Khairul, ketegarannya Khairul, semua yang Halimah dengar tentang kebaikan Khairul.


Hampir semua orang yang mengenal Khairul selalu menyanjung kelebihannya, membuat Halimah semakin penasaran tentang sosok seorang Hairul.


Bahkan pamannya sendiri, Pak Ardi pernah mengatakan kepada dirinya bahwa Khairul layak untuk diperjuangkan.


Pak Ardi pun pernah menanyakan kesediaan Halimah untuk dijodohkan dengan Khairul.


Tapi Halimah tidak ingin pernikahannya dilaksanakan karena keterpaksaan, dia ingin lebih mengenal sosok Khairul lebih dulu.


Dia meminta kepada pamannya untuk menyerahkannya kepada takdir yang sudah tertulis di Lauhul Mahfudz.


Biarlah waktu yang akan menjawab, semuanya kalau memang dia ditakdirkan untuk Khairul maka Allah pun akan menyatukan nya, dengan cara yang tidak pernah mereka ketahui.


Pak Ardi tahu Halimah bukanlah Sopy, Halimah adalah seorang gadis yang lemah lembut penurut dan seorang gadis sholehah.


Usia Halimtusadiya hanya terpaut satu tahun dari Sopy, hanya saja dulu dia lulus MA, tidak langsung melanjutkan kuliahnya.


Karna ibunya memasukan Halimah ke pondok pesantren, milik kerabat ya.


Baru tahun ini dia, di ijinkan untuk kuliah, dia ingin mengapai cita-citanya menjadi seorang bidan.


Ibunya mengijinkan dengan syarat dia kuliah di Bandung ,tepatnya di daerah Cimahi ,kebetulan universitas berada di sekitar rumah saudaranya.


Yang di maksud ibunya Halimah itu pak Ardi.


Halimah adalah seorang gadis, cantik, lembut, baik tutur katanya,juga seorang gadis pemalu, dari sejak kecil dia sudah di didik dengan Ahlak mulia seorang wanita Solehah.


Halimah Anak pertama dari 3 bersaudara, Walaupun dia wanita satu-satunya dalam keluarganya,tapi tidak membuat halimah, menjadi anak manja.


Halimah adalah seorang gadis yang mandiri, dia selalu berusaha untuk berdiri dengan kakinya sendiri, dia selalu berusaha untuk tidak meroptkan orang lain termasuk keluarganya.


Tapi Halimah pun seorang anak yang penurut, saat Ibunya melarang untuk dia berkuliah dia pun menuruti ibunya.


Padahal menjadi bidan adalah cita-citanya sejak masih kecil, karena dia inggin berbakti kepada ibunya dan tidak ingin mengecewakan ibunya, dia pun mengorbankan cita-citanya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


MOHAON MAAF KALAU DALAM PENULISAN TIDAK SESUAI KAIDAH BAHASA YANG BENER


KERANJANG DOSA BUKAN SEORANG PENULIS MOHON BIMBINGANYA .

__ADS_1


DI TUNGGU KOMEN UNTUK MEMBAGUN.


TETIMA KASIH.


__ADS_2