Taqdir Cinta

Taqdir Cinta
Aku melihat mu


__ADS_3

...๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒป...


... ุนูŽู†ู’ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูŽุนู’ู‚ูŽู„ู’ ุจูู†ู’ ูŠูŽุณูŽุงุฑู’ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุงูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู… ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูŠุณ ู‚ูŽู„ู’ุจู ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุงู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽู‚ุฑูŽุคูู‡ูŽุง ุฑูŽุฌูู„ูŒ ูŠูุฑููŠู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽุงู„ุฏู‘ูŽุงุฑูŽ ุงู’ู„ุงูŽุฎูุฑูŽุฉ ุงูู„ุงู‘ูŽ ุบูŽููŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุงูู‚ู’ุฑูŽุคูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽูˆู’ุชูŽุงูƒูู…ู’ )ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงูŽุจููˆู’ ุฏูŽุงูˆูุฏู’, ุงูุจู’ู†ู ู…ูŽุงุฌูŽู‡ู’, ุงูŽู„ู†ู‘ูุณูŽุงุฆูู‰, ุงูŽุญู’ู…ูŽุฏู’, ุงูŽู„ู’ุญูŽูƒููŠู’ู…, ุงูŽู„ู’ุจูŽุบูŽูˆูู‰ู’, ุงูุจู’ู†ู ุงูŽุจูู‰ู’ ุดูŽูŠู’ุจูŽุฉู’, ุงูŽู„ุทู‘ูŽุจู’ุฑูŽุงู†ูู‰ู’, ุงูŽู„ู’ุจูŽูŠู’ู‡ูŽู‚ูู‰ู’, ูˆูŽุงุจู’ู†ู ุญูุจูŽุงู†ู’...


...Dari sahabat Maโ€™qal bin Yasar r.a. bahwa Rasulallah s.a.w. bersabda : surat Yasin adalah pokok dari al-Qurโ€™an, tidak dibaca oleh seseorang yang mengharap ridha Allah kecuali diampuni dosa-dosanya. Bacakanlah surat Yasin kepada orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian. (H.R. Abu Dawud, dll)....


...๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒป...


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Jika nasib tak bisa di duga, Dan taqdir tak bisa di rubah, maka ketahuilah Doa bisa memperbaiki segalanya.


Di saat pedang tak bisa menebas baja, dan busur pun tak bisa menembus besi, maka yakinlah doa bisa mengalahkan segalanya .


Jangan mengeluh saat kita rapuh, Jagan menyerah saat kita terjatuh, karna kita masih memiliki doa.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Seminggu berlalu Khairul pulang-pergi rumah sakit kebadung, dia ke bandung ke rumah mertuanya untuk menghadiri tahlilan di rumah mertuanya.


Karna sudah menjadi kebiasaan masyarakat disana akan mendoakan almarhun, atau masyarakat di sana menyebut ya tahlilan.


Sedangkan tahlilan itu sendiri terjadi perbedaan pendapat ada yang menganjurkan ada yang melarang


Khairul masih teringat akan penjelasan dari guru nya.


Tahlilan merupakan kegiatan membaca serangkaian ayat Al-Qurโ€™an dan kalimat thayyibah (tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir).


Di mana pahala bacaan tersebut dihadiahkan untuk para arwah (mayit) yang disebutkan oleh pembaca atau oleh pemilik hajat.


Tahlilan biasanya dilaksanakan pada hari-hari tertentu, seperti tujuh hari berturut-turut dari kematian seseorang, hari ke-40, ke-100, atau ke-1000-nya.


Tahlilan juga sering dilaksanakan secara rutin pada malam Jumat atau malam-malam tertentu lainnya. Setelah tahlilan, biasanya pemilik hajat akan memberikan hidangan makanan untuk dimakan di tempat atau dibawa pulang.


Dengan demikian, inti tahlilan adalah:


Pertama, menghadiahkan pahala bacaan Al-Qurโ€™an dan kalimat thayyibah kepada mayit.


Kedua, mengkhususkan bacaan itu pada waktu-waktu tertentu, yaitu tujuh hari berturut-turut dari kematian seseorang, hari ke-40, ke-100, dan sebagainya.


Ketiga, bersedekah untuk mayit, berupa pemberian makanan untuk peserta tahlilan.


Bahkan Imam Nawawi dalam kitab Majmuโ€™-nya menerangkan bahwa tidak hanya tahlil dan doa, tetapi juga disunahkan bagi orang yang ziarah kubur untuk membaca ayat-ayat Al-Qurโ€™an lalu setelahnya diiringi berdoa untuk mayit.


Begitu juga Imam al-Qurthubi memberikan penjelasan bahwa, dalil yang dijadikan acuan oleh ulamaโ€™ kita tentang sampainya pahala kepada mayit adalah bahwa.


Rasulallah SAW pernah membelah pelepah kurma untuk ditancapkan di atas kubur dua sahabatnya sembari bersabda


โ€œSemoga ini dapat meringankan keduanya di alam kubur sebelum pelepah ini menjadi keringโ€.


Imam al-Qurtubi kemudian berpendapat, jika pelepah kurma saja dapat meringankan beban si mayit, lalu bagaimanakah dengan bacaan-bacaan al-Qurโ€™an dari sanak saudara dan teman-temannya Tentu saja bacaan-bacaan al-Qurโ€™an dan lainlainnyaakan lebih bermanfaat bagi si mayit.


Para ulama berbeda pendapat tentang hukum menghadiahkan bacaan Al-Qurโ€™an dan kalimat thayyibah kepada mayit.

__ADS_1


Mayoritas ulama meliputi ulama mazhab Hanafi, sebagian ulama mazhab Maliki, ulama mazhab Syafiโ€™i, ulama mazhab Hanbali, membolehkannya. Sedangkan, sebagian ulama mazhab Maliki yang lain melarangnya.


Sedangkan para ulama sepakat bahwa bersedekah untuk mayit hukumnya boleh, dan pahala sedekah sampai kepadanya.


Mereka berpedoman pada hadits riwayat Aisyah radhiyallahu anha:


ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ุฃูŽุชูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูู…ู‘ููŠูŽ ุงูู’ุชูู„ูุชูŽุชู’ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ุชููˆุตู ูˆูŽุฃูŽุธูู†ู‘ูู‡ูŽุง ู„ูŽูˆู’ ุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุชู’ ุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ูŽุชู’. ุฃูŽููŽู„ูŽู‡ูŽุง ุฃูŽุฌู’ุฑูŒ ุฅูู†ู’ ุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ู’ุชู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง. ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซู†ูŽุนูŽู…ู’ยป.


Seseorang mendatangi Nabi shallallahu alaihi wasallam, lalu berkata:


โ€œHai Rasulullah. Sesungguhnya ibuku meninggal dalam keadaan tiba-tiba, dan belum berwasiat. Saya rasa seandainya sebelum meninggal dia sempat berbicara, dia akan bersedekah.


Apakah dia mendapatkan pahala jika saya bersedekah untuknya?โ€ Rasul bersabda: โ€œYa.โ€


Mengomentari hadits di atas, Imam Nawawi berkata, hadits ini menjelaskan bahwa bersedekah untuk mayit bermanfaat, dan pahala sedekah sampai kepadanya.


Para ulama bersepakat tentang sampainya pahala sedekah kepada mayit.


(Lihat: Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Shahih Muslim bi Syarhi An-Nawawi, juz 7, h. 90).


Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Tahlilan diperbolehkan dalam Islam, sebab mayoritas ulama menegaskan kebolehan menghadiahkan pahala bacaan Al-Qurโ€™an dan kalimat thayyibah kepada mayit, sebagaimana mereka menyatakan kebolehan mengkhususkan waktu tertentu untuk membaca Al-Qurโ€™an dan kalimat thayyibah.


Para ulama juga sepakat akan kebolehan bersedekah untuk mayit. Wallahu Aโ€™lam.


Malam ini malam ke 7 hari meninggalnya istri tercintanya.


Setelah selesai Khairul pun pamit kepada mertuanya, dia pun minta ijin, kemugkinan dia nanti bisa ke bandung lagi di hari ke 40 nya .


Karna dia harus menjaga ibunya di rumah sakit, sang mertuapun meminta maaf karna mereka belum bisa menjenguk ibunya Khairul.


Dia begitu sangat menyayangi menantunya itu, sayangya doa hanya memiliki seorang putri dan sekarang mutiara hatinya itu pun telah tiada.


Bersyukur Alloh talah kirimkan malaikat kecil, sebelum kepergian putrinya untuk selamanya.


Seorang bayi laki-laki, yang begitu tampan, bagaikan intan permata bagi pak Ardi dan istrinya.


Merekapun sudah sepakat dengan Khairul bahwa bayi yang si beri nama muhamad farid, Khairul sengaja mberi nama farid karna nama ada lah doa, sedangkan farid itu sendiri Bermakan yang istimewa, permata.


Bahwa farid akan dia asuh dan di besarkan oleh pak ardi, sebenarnya Khairul merasa keberatan karna dia bertanggung jawab atas mendiang istrinya dan dia pun haris bertanggung jawab atas putra dari istri tercintanya.


Walaupun dia tidak punya kaitan darah sama putranya itu, Khairul sangat menyayagi putra nya itu, hanya saja Khairul pun ingin melihat mertuanya itu hidup bahagia.


Setidaknya dengan ada ya farid di sisi mertuanya bisa mengobati kerinduan ya pada putri tercintanya yang telah tiada.


Pak Ardi pun meminta Khairul untuk mengurus perusan genting dan batu bata yang ada di Ci teko tak jauh dati kampunya Khairul untuk di kelola, karna pak Ardi ingin fokus pada usahanya yang di bandung.


Setidaknya dengan Khairul mengurus salah satu usahanya, dia masih mengikat hubungan dengan Khairul.


Awalnya Khairul menolak tapi karna di desak mertuanya terus akhirnya Khairul menyagupi tapi tidak untuk sekarang karna dia harus fokus pada ibunya.


Pak Ardi pun punya keinginan menikahkan Halimah,keponakan istrinya yang sekarang tingal di rumahnya karna sedang menempuh pendidikan di Bandung, dengan Khairul agar tali kekerabatan mereka masih tersambung.


Bahkan pak Ardi sudah membicarakanya pada istri dan keponakan ya itu, hanya saja dia belum membicarakanya dengan Khairul karna, saat ini bukan lah saat yang tepat.


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

__ADS_1


Waktu pun terus berlalu hari ini Khairul akan pergi ke bandung untuk menghadiri acara tahlil mendiang istrinya si hari ke 40.


Perjalanan hanya memakan waktu lebih dari satu jam aja dalam keadaan normal, hanya saja dia sengaja berangkat lebih awal.


Sudah lama dia tak melihat anak ya,dia ada perasan rindu pada anak ya itu. Dia berharap dengan melihat anaknya bisa mengobati rindunya pada mendiang istrinya.


Sesampainya di di bandung Khairul di sambut hangat oleh mertuanya itu, Khairul meminta untuk menemui putranya.


Pak Ardi terseyum dan mengantar Khairul melihat bayi mungil yang sedang di gendok oleh seorang gadis cantik,mengunakan jilbab biru.


Pak Ardi pun memanggil gadis itu โ€œHalimah bawa Farid ke sini ayahnya mau ketemu sama farid.โ€


Saat ngadis berjilbab biru yang bernama Halimah itu memberikan bayi mungil pada kakenya , dan melilik ke arah Khairul dia pun mengucapkan salam dan terseyum manis ke arah Khairul.


Khairul termenung, dunia seakan berhenti berputar,


Dia tak percaya dengan apa yang di liat ya, dia merasa kalau dia melihat istri yang selama ini dia rindukan.


Saat terdengar salam dia baru sadar, diaa pun menjawab salam gadis itu dan segera menundukkan pandangan ya.


Pak Ardi yang mengetahui kerisawan hati menantunya itu pun mencoba mencairkan suasana,โ€kenalin nak ini Halimatusadiya dia sepupunya Sopy keponakan ibumu, orang tuanya tingal di Subang, dia tingal tempat bapak sedang kuliah di Unjani.


Dia juga yang sering membantu ibumu merawat farid, dulu dia tak datang di pernikahan kalian karna pernikahan kalian kan mendadakโ€ ucap pak Ardi pada Khairul.


Setelah mendengar penjelasan dari mertuanya ,Khairul pun berterima kasih pada Halimah karna telah merawat putraya.


Jujur dalam hati Khairul riasau ,entah apa yang dia rasakan hatinya begitu bergejolak, sebenarnya Khairul bukan lah tipe laki-laki yang mudah jatuh cinta,juga bukan tipe pria yang mudah terpesona oleh kecantikan seorang wanita.


Hanya saja rasa rindunya pada mendiang istrinya, yang membuat ia sedikit kehilangan akal sehat ya, bagaimana tidak setelah sekian lama ia merindukan istri tercintanya.


Tiba -tiba saja yang di rindukan datang di, kalau Khairul boleh berkata jujur mau di lihat dari sisi manapun Halimah memang mirip mendiang istrinya.


Apalagi jilbab yang di pakai halimah saat itu, adalah jilbab yang Khairul belikan saat ulang tahun sopy yang pertama dan terakhir dalam rumah tangga mereka.


Dan jilbab biru itu, jilbab yang terakhir Khairul lihat di kenakan istri tercintanya, saat melepas kepergian Khairul untuk menjenguk uminya.


Khairul tak menyangka kalau malam itu adalah malam perpisanya, dengan kekasih halalnya, wanita yang sangat ia cintai, dan baru ia sadari ketika dia telah tiada.


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Maaf ya keranjang dosa di sini haya menulis dari pandangan ulama- yang memperbolehkan tahlilan.


Intinya kita saling menghormati, kalau kalian tidak setuju keranjang dosa ini mohon maaf yang sebesar-besarnya.


Dan yang perlu kita ingat perbedaan pendapat di kalangan ulama itu biasa, selama bukan masalah tauhid.


Hidup rukun dalam perbedaan itu sudah menjadi identitas bangsa kita


Salam damai


Terima kasih


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


ini utuk pemanis aja ya kira-kira kalau di gambarkan seperti ini gambaran tentang tokoh Halimatusadiyah

__ADS_1



__ADS_2