
🌸 Janji orang tua 🌸
...🌷🌷🌷
...
...8.Al-Anfāl : 72
...
...إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا ۚ وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
...
...Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada Muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun bagimu melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. (Tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
...
...🌷🌷🌷
...
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Terkadang kita lupa, itu wajar karna kita manusia.
Terkadang kita salah, itu pun wajar karna kita manusia.
Yang jadi masalah bukan soal salah dah lupa, tapi ketika salah dan lupa itu berulang -ulang kita lakukan bahkan menjadi alasan karna kita tau manusia tempat nya salah Dan Lupa.
Ketika kita berbuat salah Kepada sesama munusia, kita bisa meminta maaf, dan mereka bisa memaafkan kita,tapi kita tak pernah tau bagaimana sebenarnya hatinya. Ibarat sebuah paku ketika kita tancabkan Di kayu, kita bisa mencabutnya walaupun butuh proses untuk mencabutnya, tapi kita bisa liat lubang yang Di tingalkan setelah kita cabut paku itu sendiri.
Begitulah ketika kita menyakiti sesama walaupun dia sudah memaafkan kita tapi tapi lukanya akan tetap berbekas. Hati2 jagan sampai kita meningalkan luka pada sesama.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Setelah salat subuh Pak Ardi sekeluarga pun berangkat ke Subang, sepanjang perjalanan Khairul banyak berdiam, dia fokus mengendarai mobil, sesekali dia menjawab pertanyaan dari Pardi dan menanggapi guyonan dari Ibu Dewi.
Khairul sangat merindukan suasana kebersamaannya bersama keluarganya dulu, sepeninggalan kedua orang tuanya kini keluarganya sangat sibuk dengan urusannya masing-masing, sehingga jarang sekali mereka berkumpul seperti dulu.
Khairul hanya tinggal sendiri di rumah, sesekali Iya ditemani Anisa atau Hidayat saat mereka libur sekolah.
Sementara Halimah dia asyik bermain sama Farid yang berada di dalam gendongannya, Halimah sangat antusias sudah lama dia tidak pulang ke rumah, rasa Rindunya kepada kedua orangtuanya pun sebentar lagi akan terbayarkan.
Dia pun rindu suasana rumahnya, rindu masakan ibu tercintanya, rindu pelukan hangat ayahnya, rindu canda tawa kedua adiknya
Pak Ardi minta Khairul untuk mengambil rute yang melewati Wanayasa, beliau sudah lama tidak singgah di situ Wanayasa.
Sesampainya di situ Wanayasa,Pak Ardi meminta Khairul untuk menepikan mobilnya, mereka beristirahat sebentar dan tidak lupa Pak Ardi pun membeli oleh-oleh khas Wanayasa yang banyak dijajakan di pinggir jalan di areal situ Wanayasa.
Berbagai macam manisan khas Wanayasa ada di sana, begitu juga makanan yang lainnya, setelah cukup beristirahat Mereka pun melanjutkan perjalanan tidak sampai 1 jam dari daerah Wanayasa mereka sudah sampai di dirumahnya Halimah.
__ADS_1
Mereka pun disambut hangat oleh orangtuanya Halimah, tak lupa Pardi memperkenalkan Khairul kepada saudara iparnya itu.
Saat pertama kali melihat Khairul, Pak Sopian merasa tidak asing dengan wajah Khairul, ia mencoba mengingat-ingat di mana Dia pernah bertemu dengan Khairul, wajah khairul merasa tidak asing baginnya.
Pembawaan Khairul yang ramah, membuat dia mudah di terima, dan mudah bergaul, mereka asik mengobrol kesana, kemari.
Sedangkan di dapur para ibu-ibu pun tak kalah hebohnya, Halimah jadi bahan candaan mereka, ibu Halimah yang sejak tadi mperhatikan pandangan Halimah kepada Khairul pun terus bertanya tentang siapa Khairul.
Jiwa kepo ibu-ibu ya pun sudah berada dalam level 12(dah kaya bon cabe✌✌✌). Halimah yang mendapat pertanyaan bertubi-tubi dari ibunya bagaikan tersangka yang sedang di interogasi 😜😜😜, terlihat malu wajah cantik ya semakin terpancar saat wajah putihnya memarah bagai kepiting rebus.
Halimah hanya pasrah, hanya bu dewi yang dari tadi menjawab pertanyaan-pertanyaan dari ibunya Halimah, mendengar penuturan dari saudaranya itu besar harapan ibu Sinta (ibunya Halimah), kalau halimah bisa berjodoh dengan menantu Adiknya itu.
🍂🍂🍂
Sementara di dalam rumah kaum adam pun tak kalah heboh, sama seperti Halimah Khairul pun mendapat pertanyaan-pertanyaan yang membikin dia tertunduk malu.
Saat khairul menceritakan tentang asal,usulnya, tiba-tiba Pak Sopian teringat akan Satu Nama, pak Sopian bertanya kepada Khairul “nak khairul kan tinggal di Purwakarta, Bapak dulu punya teman dari Purwakarta namanya miftahudin setelah Bapak perhatikan Ada kemiripan di antara kalian berdua Apakah nak Khairul mengenalnya?”
“Apa yang Bapak maksud miftahudin bin Dahlan kalau beliau yang Bapak maksud beliau adalah orang tua Khairul” jawab Khairul sopan.
Ah bapak kurang tahu kalau nama ayahnya,Tapi bapak masih menyimpan foto bapak sama sahabat bapak itu sebentar ya Bapak ambil kan, tidak lama kemudian Pak Sofyan pun membawa sebuah foto Usang foto hitam putih dan menunjukkannya kepada Khairul.
Saat melihat foto itu, tak terasa cairan bening mengalir di kedua pipi Khairul rasa rindu yang begitu menggebu kepada sosok ayahnya itu tak tertahankan lagi.
Khairul yakin kalau foto yang ditunjukkan itu adalah foto almarhum ayahnya, Khairul Yaqin walau terlihat agak berbeda, tapi dia yakin kalau itu adalah foto ayahnya.
Pak sopiqn pun kaget dia memeluk Khairul dan menguatkan Khairul “maaf Bapak tidak tahu dengan apa yang menimpa orang tua mu nak” ucap Pak Sofyan sambil melepaskan pelukannya.
Bapak sudah lama mencari keberadaan Abi mu dulu ketika Halimah masih berumur 3 tahun kami secara tidak sengaja bertemu di daerah Purwakarta di daerah situ buled.
Dan bapak pun tak mendapatkan petunjuk di mana kampung halaman ayahmu, bapak hanya tahu ayahmu tinggal di Purwakarta.
Beberapa kali bapak mencarinya dan bertanya kesana, kemari namun tidak satupun orang yang mengenal ayahmu.
Apakah ayahmu pernah bercerita tentang bapak atau pernah berwasiat sesuatu yang berhubungan dengan bapak.
Khairul pun mengingat-ingat akhirnya Khairul ingat sesuatu dulu ayahnya pernah bercerita saat menempuh pendidikan kan di Jakarta, beliau memiliki sahabat dekat, Mereka pun pernah berjanji akan mengikat tali kekerabatan di antara mereka.
Temannya pun berjanji kepada ayah akan menikahkan ayah ah dengan adiknya setelah selesai studi mereka tapi ternyata setelah Mereka menyelesaikan studinya adik dari sahabatnya itu itu telah menikah karena merasa tidak enak temannya itu berjanji akan menikahkan Putri atau putranya kelak dengan Putra atau Putri dari ayah.
Ayah pun pernah bercerita kepada Khairul saat Irul berusia 4 tahun dia sempat bertemu dengan sahabatnya itu.
Ayah pun memberikan alamat kepada sahabatnya itu, namun sayang sahabat yang di tunggu-tunggu itupun tak kunjung datang.
Ayah pernah mencari sahabatnya itu ke Semarang dan ternyata sahabatnya itu sudah tidak tinggal di Semarang lagi dan ayah tidak mendapatkan petunjuk dimana sahabatnya itu itu tinggal.
Sampai suatu ketika mereka secara tidak sengaja ketemu di situ buled Purwakarta, Ayah pun sangat senang dan ayah memberikan alamat kepada temannya itu.
Ayah melihat temannya itu memiliki seorang putri maka ayah berniat ingin menjodohkan salah satu diantara kami, untuk menikahi putrinya dia ingin menepati janji nya dulu.
Namun setelah sekian lama teman yang ditunggunya pun tak kunjung datang sampai Ayah meninggal di dalam kecelakaan belum bisa memenuhi janji nya itu.
Pak Sopian pun tak kuasa menahan tangis mendengar cerita tentang sahabat lamanya itu, Dia pun bertanya kepada anak dari sahabatnya itu “apakah kamu mau memenuhi harapan ayahmu nak” Tanya pak Sopian kepada Khairul.
__ADS_1
Insyaallah Khairul adalah salah satu ahli waris dari Almarhum ayah, maka Khairul akan berusaha semampunya untuk memenuhi tanggungan almarhum termasuk tentang janji-janji beliau yang belum sempat terpenuhi.
Seseorang itu akan dikatakan sebagai orang yang baik dan mulia jika ia menghiasi dirinya dengan akhlak-akhlak yang terpuji ketika bergaul dengan sesama, dan salah satunya adalah menepati janji.
Al-Qur’an telah memperhatikan masalah janji ini dan mendorong manusia untuk menepatinya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَلَا تَنقُضُواْ ٱلۡأَيۡمَٰنَ بَعۡدَ تَوۡكِيدِهَا
“Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah, setelah diikrarkan.” (an-Nahl: 91)
Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman,
وَأَوۡفُواْ بِٱلۡعَهۡدِۖ إِنَّ ٱلۡعَهۡدَ كَانَ مَسُۡٔولًا
“Dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.” (al-Isra: 34)
Demikianlah perintah Allah subhanahu wa ta’ala kepada para hamba-Nya yang beriman agar senantiasa menjaga dan melaksanakan janji mereka.
Menepati janji adalah bagian dari iman. Barang siapa tidak menjaga perjanjiannya, maka tidak ada agama baginya. Demikian pula dengan ingkar janji, ia termasuk salah satu tanda kemunafikan dan bukti rusaknya hati.
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Tanda kemunafikan ada tiga: apabila berbicara, ia berdusta; apabila berjanji, ia ingkar; dan apabila dipercaya, ia justru berkhianat.”
(HR. Muslim, “Kitabul Iman”, “Bab Khishalul Munafiq”, no. 107 dari jalur Abu Hurairah radhiallahu anhu)
Seorang mukmin tentu berbeda dengan munafik. Apabila dia berbicara, jujur ucapannya. apabila telah berjanji, ia akan berusaha menepatinya, dan jika dipercaya untuk menjaga ucapan, harta, dan hak, ia akan menjaganya.
Menepati janji akan membedakan orang yang baik dari yang jelek, dan orang yang mulia dari yang rendahan. (Lihat Khuthab Mukhtarah, hlm. 382—383).
Pak Sopian pun bangga dengan putra sahabat ya itu, dia pun semakin tertarik, dan kagum dengan dengan sosok anak muda yang ada di depan ya itu.
Pak Sopian pun meminta ijin pada adik iparnya itu ingin berbicara dengan Khairul, pak Sopian mengajak Khairul berbicara 4 mata, di saung yang ada di atas kolam di belakang rumah nya.
Sepeninggalan mereka berdua pak Ardi ke dapur ingin mengambil Farid, dia ingin bermain-main dengan jagoan kecilnya itu.
Saat mengambil farid bu dewi pun bergaya pada suaminya itu “ada masalah apa Khairul sama kang Sopian kayanya serius baget” tanya istri ya kepo.
“Dah mau tau aja urusan laki-laki, ayah juga ga tau mungkin mau rundingin pernikahan Halimah kali” jawab pak Ardi sambil tersenyum kearah halimah, dia sengaja menggoda keponakan ya itu.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
NB:
Wasiat Sayyidina Sofyan At-Tsauri Ra
Kepada Sayyidina ‘Ali bin Al Hasan As-Salmiy Ra.
Hendak-nya teman berkumpulmu adalah seseorang yang membuat dirimu tidak cinta kepada dunia, Yang selalu memberikan semangat agar engkau cinta kepada akhirat.
Hati-hati dirimu dari berkumpul dengan para pecinta dunia yang mana mereka selalu berbicara hanya urusan dunia Karena mereka ini akan merusak diri, agama & hati-mu, Perbanyak-lah mengingat kematian
Perbanyak-lah istighfar atas dosa-dosa yang telah engkau laksanakan Dan selalu mintalah kepada Allah keselamatan dari sisa umurmu.
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
TERIMA KASIH.