
๐น Kabar dari Rahmat ๐น
...๐ท๐ท๐ท
...
...Ada tiga perkara yang wajib diperhatikan oleh setiap Muโmin di dalam seluruh keadaan, yaitu:
...
...1. Melaksanakan segala perintah Allah
...
...2. Menjauhkan diri dari segala yang haram
...
...3. Ridho dengan hukum-hukum dan ketentuan Allah
...
...
...
...Ketiga perkara ini jangan sampai tidak ada pada seorang Muโmin. Oleh karena itu seorang Muโmin harus memikirkan perkara ini, bertanya kepada dirinya tentang perkara ini dan anggota tubuhnya melakukan perkara ini.
...
...(Kitab futuhul ghoib)
...
...๐ท๐ท๐ท
...
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Khairul melangkahkan kakinya, ke ruang tunggu yang tertera di boarding pas, setelah melakukan cek in. Sesampainya di ruang tunggu Khairul mencari kursi duduk .
Baru saja ia duduk dia di kaget kan dengan suara salam dari arah belakangnya. Khairul begitu terkejut saat melihat siapa yaang mengucapkan salam.
โ waโalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhโ
Khairul menjawab salam dari rahmat.
โLo mau kemana rul?โ tanya Rahmat setelah menjabat tangan temanya itu.
โSaya mau ke Kalsel kang, akang sendiri mau kemana?โ jawab Khairul sambil balik bertanya kepada rahmat.
โOh mau ke Kalsel, kenapa ga bareng sama ustad sholeh, padahal beliau 3 hari yang lalu juga pergi ke Martapura Kalsel sama istrinya, sekalian mau membicarakan soal pernikahan Nissaโ Rahmat mengabarkan pada Khairul.
Saat Rahmat hendak menlajutkan pembicara nya, terdengar suara pemberitahuan keberangkatan pesawat yang menuju balikpapan, Rahmat pun pamit pada Khairul.
โRul pesawat Ana dah mau terbang, jangan lupa tar sampai Kalsel main-main ke Balik papan ga jauh ko Kalsel-kaltim tar Ana kirimin alamat ya ke wa Antaโ
Ujar Rahmat kepada Khairul iya pun mengucapkan salam dan meninggalkan Khairul.
Sepeninggalan Rahmat Khairul termenung sendiri, ada perasan sakit yang tak ia sadari ketika mendengar kabar dari rahmat bahwa untadz soleh sedang berada di Martapura untuk membicarakan soal pernikahan Nissa wanita yang pernah dan selalu ada di dalam doa yang sering dia ucapkan.
Khairul teringat perkataan Hafidz waktu malam itu, dia mengabarkan Bahwa Rahmat telah melamar Nisa kepada Ustadz sholeh.
__ADS_1
Kini dia sudah bisa menarik benang merah tentang persoalan lamaran itu, pasti bukan hal kebetulan kepulangan Rahmat ke balik papan dan keberangkatan ustadz sholeh ke Martapura, dan yang paling ia kaget teryata selama ini Nissa pergi dan tingga di kalimantan, Khairul tau kalau keluarga ibunya nisa di Kalimantan, tapi iya tidak menyangka selama ini nisa tingal di Kalimantan.
Separuh jiwa Khairul seakan hilang, badanya terasa lemas bagai tak bertulang, pikiranya pun jauh melayang, baru saja dia merasakan kebahagian karna hubungan ya dengan keluarganya kembali terjalin erat, baru saja dia merasakan kebahagian karna melihat kebahagian keluarganya.
Melihat senyum Anisa rahma yang mengijak remaja, kebagian Dan kemesraan Hidayat dengan Halimah yang terlihat bahagia, begitu juga kebahagian kakanya Syarip yang sedang menanti buah hatinya.
Kini seakan semuanya sirna, saat dia mendapat kenyataan wanita pujaan hatinya akan menikah, Harus ya Khairul bahagia, bukan kan itu yang ia kata kan pada Hafidz malam itu, tapi hatinya tak bisa do bohongi, jauh dari lubuk hatinya sebenarnya ia tak rela melepas Nissa menikah dengan laki-laki lain, walaupun itu dengan sahabatnya sendiri.
Sebagai hamba Allah, Khairul yakin bahwa apapun yang terjadi di dunia ini adalah atas iradah (kehendak)-Nya. Kemudian sebagai orang yang beriman, Khairul yakin bahwa apapun yang terjadi di dunia pasti berhikmah. Termasuk kebaikan atau keburukannya. Begitu juga dengan ujian dan musibah.
Adakalanya musibah ini sebagai ujian. Allah berfirman :
ููููู ููููุณู ุฐูุงุฆูููุฉู ุงููู ูููุชู ููููุจููููููู ู ุจูุงูุดููุฑูู ููุงููุฎูููุฑู ููุชูููุฉู ููุฅูููููููุง ุชูุฑูุฌูุนูููู
โSetiap yang mempunyai nafas akan merasakan maut, dan kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada kamilah kamu akan kembali.โ Q.S. Al-Anbiyaโ: 35
Setiap manusia pasti mempunyai ujian masing-masing, apapun bentuk ujian itu. Semakin tinggi derajat sesorang pasti akan semakin berat ujiannya. Ibaratnya kalau kelas satu naik kelas dua, pasti ada ujiannya, demikian seterusnya. Ujian Juga diperuntukkan ketika lulus SD menuju SMP, begitupulah dari SMP ke SMA. Semakin tinggi jenjang yang dituju, maka semakin berat pula ujian yang harus dilalui.
Demikian pula dengan keimanan dan ketakwaan sesoerang. Semakin tinggi derajat ketakwaan sesorang, tentu semakin berat pula ujian yang harus dilalui. Ujian yang diberikan Allah ada dua;
Pertama,
ุจุงูุดูุฑูู)
(keburukan)
dengan bentuk macam-macam, sebagai contoh musibah, bencana, penyakit atau apapun bentuknya.
Suatu ketika baginda nabi ditanya,
ุงููู ุงูููุงุณู ุฃูุดูุฏูู ุจููุงูุกู ุ
โSiapa manusia yang paling berat cobaannya?โ
Baginda menjawab,
โYang paling ujiannya adalah para nabi, kemudian yang semisalnya.โ
Semisalnya yang dimaksud di sini adalah para sahabat, para tabiโin, para wali, para ulamaโ. Merekalah yang ujiannya berat.
Ketika ujian yang diberikan berupa keburukan, maka tujuannya tak lain untuk mengukur seberapa jauh ketakwaan sesorang, hingga timbul kesabaran darinya.
Sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ayyub. Beliau diberi cobaan yang sangat berat, hingga kehilangan harta kehilangan keluarga, kolega, teman, dan sahabat. Akan tetapi cobaan itu tidak menyurutkan sedikitpun rasa syukurnya kepada Allah. Akhirnya dengan kesabaran dan rasa syukur inilah, semua yang dimiliki nabi Ayyub dikembalikan seperti sedia kala.
Yang kedua, adakalanya ujian yang diberikan oleh Allah itu berupa ุฎูููุฑู (kebaikan).
Bisa jadi berupa harta, tahta, kekuasaan, dan jabatan. Fungsinya tak ayal untuk mengukur seberapa besar rasa syukur kita. Sampai dimana rasa syukur dan amanah kita kepada Allah. Apakah ketika diberi harta dan kekuasaan bertambah adil dan amanah ? Atau justru semakin menyeleweng?
Sebab kebanyakan orang merasa diuji adalah ketika diberi keburukan oleh Allah. Mereka lalai bahwa kenikamatan-kenikmatan kadang termasuk dalam ujian. Jadilah kemudian orang yang jarang bersyukur, maka janji Allah :
ููุฆููู ุดูููุฑูุชูู ู ููุฃูุฒููุฏููููููู ู ููููุฆููู ููููุฑูุชูู ู ุฅูููู ุนูุฐูุงุจูู ููุดูุฏููุฏู
โSungguh jika kamu bersyukur atas nikmatku maka aku tambah, jika kamu mengingkarinya, maka pasti siksaku sangat berat.โ Q.S. Ibrahim: 7.
Di tengah lamunanya Khairul di kaget kan dengan pemberitahuan bahwa pesawat yang akang iya tumpangi akang segera tebang, iya pun bergegas memasuki pesawat setelah melewati pemeriksaan boarding pas.
Setelah memastikan tempat duduk sesuai yang tertera di boarding pas, Khairul pun langsung duduk, pikiran ya kembali menerawang jauh entah kemana, hatinya masih terasa sakit, bagai ada ribuan jarum yang menghujani, dan menusuk hatinya.
Jauh dari lubuk hatinya Ia tak rela Rahmat menikahi Nissa, tapi akal sehat ya pun, berbisik dia harus menerima kenyataan bahwa Nisaa bukan lah wanita yang Alloh taqdirkan untuknya di dunia.
Khairul tak ingin berlarut dalam kesedihan karna patah hati, dia teringat kisah orang mulia yang pernah mengalami patah hati karna di tingal wanita yang di cintai menikah dengan orang lain.
Khalifah Utsman bin Affan pun sempat patah hati, saat mengetahui syaidah Ruqayyah binti Rasulullah menikah dengan Utbah putra Abu Lahab.
__ADS_1
Peristiwa itu terjadi sebelum turunnya wahyu Islam kepada Nabi Muhammad SAW. Ruqayyah, putri kedua Nabi Muhammad SAW dari Siti Khadijah adalah pujaan hati Usman.
Dia adalah adik dari Zainab, putri pertama Rasulullah.Saat mendapat kenyataan bahwa, syaidah Ruqayyah menikah dengan Utbah bin Abu Lahab, Syaidina Utsman bin Affan sedih, dia patah hati.
Syaidina Utsman bin Affan yang saat itu adalah salah satu saudagar sukses di tanah Arab mengadu pada bibinya Saida binti Kuraiz.
Dia menyesal tidak berani melamar Ruqayyah lebih dulu hingga putri Rasulullah SAW tersebut dinikahi orang. Saida dengan sabar menasihati keponakannya untuk tidak lama-lama bersedih. Kepada Utsman, Saida cerita bahwa di bumi Arab sudah muncul agama baru, Islam. Dia meminta Utsman mencari tahu seputar Islam.
Syaidina Utsman lega, dan terhibur hatinya oleh nasihat sang bibi. Tak perlu lama dia patah hati. Syaidina Utsman kemudian menemui syaidina Abu Bakar yang waktu itu juga seorang saudagar.
Syaidina Utsman pun kemudian masuk Islam.
Tak lama setelah Ustman masuk Islam, Utbah menceraikan Ruqayyah. Adalah Abu Lahab yang kala itu keras menolak datangnya Islam meminta putranya, Utbah untuk menceraikan Ruqayyah. โAku tidak akan melihat wajahmu hingga kamu menceraikan anak Nabi Muhammad SAW,โ kata Abu Lahab seperti tertulis dalam kitab Al-Halabi dan Insan Al-Uyun,
dikutip dari buku Golden Stories of Sayyida Khadijah RA.
Abu Lahab juga meminta putranya yang lain, Utaibah untuk menceraikan Ummu Kultsum, putri Rasulullah SAW. Dia berharap dengan Utbah menceraikan Ruqayyah, maka wibawa Rasulullah Muhammad SAW akan rusak.
Namun harapan Abu Lahab tak terkabul. Syaidina Utsman yang mendengar Ruqayyah dicerikan Utbah, segera meminta tolong Syaidina Abu Bakar melamarkan untuknya.
Syaidina Usman pun menikah dengan Ruqayyah binti Rasulullah SAW.penunjukkan Utsman bin Affan sebagai suami dari Ruqayyah tidak main-main.
Seperti diceritakan Abdullah bin Abbas, Rasulullah SAW menerima perintah dari Allah SWT untuk menikahkan keduanya.
Sesuai perintah tersebut, Ruqayyah resmi menjadi istri Utsman bin Affan. Penantian sang khalifah, yang sempat โambyarโ saat Ruqayyah menikah dengan Utbah, akhirnya berbuah manis. Selama penantiannya, khalifah Utsman menempa diri menjadi pribadi yang berkualitas dan ikut berjuang demi Islam.
Khalifah Utsman dikenal sebagai pribadi yang dermawan, pemalu hingga malaikat pun merasa malu padanya, dan sangat tampan. Sementara Ruqayyah dikenal sebagai salah satu wanita paling cantik dengan akhlaq sempurna. Seperti diceritakan Usama bin Zaid, pasangan tersebut dikenal sebagai yang paling cantik dan tampan.
Utsman bin Affan dan Ruqayyah adalah pasangan suami istri kedua yang hijrah bersama setelah Nabi Luth AS dan istrinya. Saat itu, Utsman dan Ruqayyah hijrah ke Abyssinia (kini Ethiopia). Ketika menikah dengan Ruqayyah, Utsman bin Affan memiliki seorang anak, Abdullah. Namun Abdullah wafat saat masih balita.
Kisah Ruqayyah dan Utsman bin Affan memberi pelajaran, hati yang โambyarโ jangan dibiarkan terlalu lama. Ada baiknya segera move on dan menjadi pribadi yang lebih baik, seperti yang dilakukan Khalifah Utsman selama menanti Ruqayyah. Atas izin Allah SWT, Ruqayyah akhirnya menjadi istri Utsman bin Affan dengan kehidupan rumah tangga yang bahagia dan penuh berkah.
๐๐๐๐๐๐๐
โโโ
***Manakala seorang hamba Allah diuji oleh Allah, maka mula-mula ia akan melepaskan dirinya dari ujian atau cobaan yang menyusahkannya itu.
Jika tidak berhasil, maka ia akan meminta pertolongan kepada orang-orang lain seperti para raja, para penguasa, orang-orang dunia atau para hartawan.
Jika ia sakit, maka ia akan meminta pertolongan kepada dokter atau dukun. Jika hal inipun tidak berhasil, maka ia kembali menghadapkan wajahnya kepada Allah SWT untuk memohon dan meratap kepada-Nya.
Selagi ia masih bisa menolong dirinya sendiri, ia tidak akan meminta pertolongan kepada orang lain. Dan selagi pertolongan orang lain masih ia dapatkan, maka ia tidak akan meminta pertolongan kepada Allah***.
***Jika ia tidak mendapatkan pertolongan Allah, maka ia akan terus meratap, shalat, berdoa dan menyerahkan dirinya dengan sepenuh harapan dan kecemasan terhadap Allah Taโala, Sekali-kali Allah tidak akan menerima ratapannya, sebelum dia memutuskan diri dari keduniaan.
Setelah ia terlepas dari hal-hal keduniaan, maka akan tampaklah ketentuan dan keputusan Allah pada orang itu dan lepaslah ia dari hal-hal keduniaan, selanjutnya hanya ruh sajalah yang tinggal padanya***.
***Dalam peringkat ini, yang tampak olehnya hanyalah kerja atau perbuatan Allah dan tertanamlah di dalam hatinya kepercayaan yang sesungguhnya tentang Tauhid (ke-Esa-an Allah).
Pada hakekatnya, tidak ada pelaku atau penggerak atau yang mendiamkan, kecuali Allah saja. Tidak ada kebaikan dan tidak ada keburukan, tidak ada kerugian dan tidak ada keuntungan, tidak ada faidah dan tidak pula ada anugerah, tidak terbuka dan tidak pula tertutup, tidak mati dan tidak hidup, tidak kaya dan tidak pula papa, melainkan semuanya di tangan Allah***.
Hamba Allah itu tidak ubahnya seperti bayi yang berada di pangkuan ibunya, atau seperti orang mati yang sedang dimandikan, atau seperti bola di kaki pemain bola; melambung, bergulir ke atas, ke tepi dan ke tengah, senantiasa berubah tempat dan kedudukannya. Ia tidak mempunyai daya dan upaya. Maka hilanglah ia keluar dari dirinya dan masuk ke dalam perbuatan Allah semata-mata.
***Hamba Allah semacam ini, hanya melihat Allah dan perbuatan-Nya.
Yang didengar dan diketahuinya hanyalah Allah. Jika ia melihat sesuatu, maka yang dilihatnya itu adalah perbuatan Allah. Jika ia mendengar atau mengetahui sesuatu, maka yang didengar dan diketahuinya itu hanyalah firman Allah.
Dan jika ia mengetahui sesuatu, maka ia mengetahuinya itu melalui pengetahuan Allah. Ia akan diberi anugerah Allah. Beruntunglah ia karena dekat dengan Allah. Ia akan dihiasi dan dimuliakan. Ridhalah ia kepada Allah. Bertambah dekatlah ia kepada Tuhannya.
Bertambah cintalah ia kepada Allah. Bertambah khusyulah ia mengingat Allah. Bersemayamlah ia, di dalam Allah. Allah akan memimpinnya dan menghiasinya dengan kekayaan cahaya ilmu Allah. Maka terbukalah tabir yang menghalanginya dari rahasia-rahasia Allah Yang Maha Agung. Ia hanya mendengar dan mengingat Allah Yang Maha Tinggi. Maka ia senantiasa bersyukur dan shalat di hadapan Allah SWT.
โโโ***
__ADS_1
๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Terima kasih.