Taqdir Cinta

Taqdir Cinta
Nasihat Nissa


__ADS_3

🌹 Nasihat Nissa. 🌹


...🌷🌷🌷...


...SEMPURNANYA AKAL ITU ADALAH MENGIKUTI KERIDHOAN ALLAH TA’ALA DAN MENJAUHI MURKA-NYA....


...🌷🌷🌷...


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Cinta Ilahi itu bagai gelombang laut.


Kadang cintanya bergelora dengan banyak ketaatan.


Kadang cintanya hampa karena dosa dan kemaksiatan.


Para kekasih Allah berusaha agar cintanya tetap bersemi.


Mereka selalu taat, rela berkorban, dan berkhidmat setiap saat.


Para kekasih Allah berusaha agar cintanya tidak surut.


Mereka selalu patuh, menjauhi maksiat zhohir dan maksiat hati.


🍁🍁🍁🍁


Semenjak pertemuan pertama kali dengan Khairul, saat di kebun. Habibah merasa ada yang berbeda di dalam dirinya, dia sering bertanya pada dirinya apakah dia sedang jatuh cinta.


Dia pun tak segan-segan bertanya kepada kaka sepupunya yang kebetulan sama-sama tingal di rumah julak (kaka orang tua bahasa banjar) mereka.


Kebetulan beberapa bulan terakhir Nisa(kaka sepupu) Habibah tingal di rumah guru Sayuti, Habibah pun tau kalau Nisa bayak mengetahui tentang Khairul.


Habibahpun tak sanggup lagi menahan gejolak perasan ya, dia tak pernah merasakan jatuh cinta karna selama di Martapura dia tingal di asrama putri, dia ga pernah berhubungan dengan mahluk yang namanya laki-laki.


Begitu pula saat orang tuanya menitipkan dia di rumah julaknya, dia pun jarang selali berhubungan dengan laki-laki walaupul saat pengajian ribuan orang yang datang di majelis julaknya, hanya saja laki-laki dan perempuan terpisah.


Dah, jarang sekali ada murid laki-laki yang ke rumah julaknya Karana kebetulan rumah guru Sayuti, aga jauh dari pondok putra.


Malam itu sebelum tidur, Habibah meminta pendapat Nisa bagaimana dia harus bersikap tentang perasan ya itu.


Sebenarya Nisa pun tak tau harus memberi saran seperti apa, karna dia sendiri merasa bingung dengan masalah perasan.


Nisa mengatakan pada Habibah cInta merupakan fitrah yang pasti dialami oleh manusia, bahkan nabi dan orang soleh sekalipun tidak pernah ada yang luput dari rasa cinta.

__ADS_1


Cinta bukanlah aib karena dari rasa cinta manusia bisa menemukan jati diri dan ketenangan jiwa jika cinta itu didapatkan dengan cara yang Allah ridhoi, namun yang menjadi masalah banyak orang yang terjebak rasa cinta hingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan cinta itu sendiri.


Sering kita temui wanita remaja bebas berjalan-jalan dan bergandengan di Mall dengan laki-laki yang belum halal baginya. Hinga banyak media memberitakan kasus aborsi yang dilakukan karena pergaulan bebas. Padahal Allah telah melarang kita untuk mendekati zinta walau hanya sedikitpun.


Terdapat kisah yang mashyur β€˜Laila Majnun’ seorang yang gila karena penyakit Al Isyq (mabuk cinta). Hingga membuat Qais giladan menjadi gelandangan karena penyakit cinta itu sendiri. Bukan hal mustahil jika seseorang yang telah terjerat mabuk cinta akan lepas dari jeratannya asal ia pasrahakan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.


Jatuh cinta tidaklah dosa karena itu adalah hal yang wajar, namun bagaimana kita mengelola diri kita agar tidak terjadi zina mata, zina hati sampai zina kelamin yang menyebabkan murka Allah. Karena sebaik-baik muslimah ialah dia yang bisa menjaga diri dan menahan pandangannya.


Jawaban terbaik dari jatuh cinta adalah menikah, namun jika menikah itu belum bisa dilakukan maka Shobr β€˜tabah hati’ dan selalu memohon kepada Allah agar diberi kekuatan dan kesabaran dari jahatnya godaan setan melalui penyakit Al Isyq. Serta bersabar menjaga diri dan memohon agar Allah segera mempersatukan dengan laki-laki yang soleh, bukan malah megobral diri sehingga jatuh harga dirimu sebagai muslimah.


Jagalah dirimu dari berbagai bentuk syahwat. Banyak-banyaklah berpikir dan berdzikir kepada Allah karena Al Isyq adalah ujian di dunia, jika kamu lulus dari ujian dunia maka kamu akan merasakan manisnya nikmat Allah.


Sempurnakanlah ibadahmu dengan begitu Allah akan menjaga kesucianmu, kehormatanmu dan harga dirimu di dunia dan akhirat. Jangan takut kehilangan cinta yang tidak halal bagimu, teruslah berprasangka baik kepada Allah dan terus memperbaiki dirimu.


Lalu, jika ada laki-laki yang kita cintai mengajak berpacaran harus bagaimana? Saudariku, laki-laki baik tidak akan mau mengajakmu mendekati zina. Laki-laki sholeh dan taat kepada Allah ia akan memuliakanmu melalui pernikahan. Bagaimana dia bisa membimbing dan menjagamu jika dia sendiri saja melanggar larangan Allah.


Beruntung dirimu mencintai orang yang tebat Bibah, karna teteh tau, Khairul itu salah satu laki-laki terbaik dari yang baik.


Khairul adalah laki-laki sholeh jelas dia akan mencari wanita shalehah untuk pendamping hidupnya.


Wanita sholeha adalah idaman setiap orang. Harta yang paling berharga, dari sebaik-baiknya perhiasan.


Nabi Muhammad SAW bersabda, β€œDunia seluruhnya adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholeha.”


Yang harus kamu lakukan sekarang meminta sama sang pemilik hati, minta supaya pujaan hatimu, memiliki perasaan yang sama sepertimu.


Jangan merendahkan dirimu bibah, sebesar apapun cintamu pada Khairul, dirimu harus bisa menjaga harga diri sebagai muslimah,jangan merendahkan sesuatu yang sudah Alloh mulia kan, hiasi mahkota kemualianmu dengan rasa malu.


Yakinlah jodoh mu adalah yang terbaik, bukan pujaan hatimu, karna pujaan hatimu saat ini belum tentu menjadi jodohmu.


Ingat jangan kita mengikuti kata hati kita, tapi jika kata hati itu tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah hukum Alloh, maka ikutilah.


Biarlah taqdir yang mengantarkan kita kepada jodoh yang Alloh taqdirkan, saran teteh kalau memang kamu tidak mampu menahan gejolak perasaanmu, lebih baik kamu bicarakan sama abah Sayuti.


Melamar lelaki sholeh buat wanita itu bukan aib, syaidina umar pernah melakukanya, saat putrinya mejanda dulu.


Umar bin Khattab sedih melihat putrinya hidup menjanda.


Setelah berpikir panjang, Umar memutuskan untuk mencarikan seorang suami yang akan menjadi penggugah keceriaan bagi putrinya sehingga putrinya itu bisa menemukan kembali kedamaian kembali seperti dulu.


Beberapa saat kemudian, Umar ibn Khaththab memutuskan untuk memilih Abu Bakar ash-Shiddiq , orang yang paling dicintai Rasulullah . Dengan sifat toleran, sederhana, dan teguh yang dimiliki, Abu Bakar cukup pantas untuk menjadi pelindung bagi Hafshah.


Umar ibn Khaththab tidak merasa ragu dengan pilihan yang diilhamkan oleh Allah. Saat itu juga, ia pun pergi menemui Abu Bakar ash-Shiddiq untuk bercerita tentang Hashah dan cobaan yang dialaminya menjadi seorang janda muda.

__ADS_1


Abu Bakar ash-Shiddiq mendengar cerita Umar dengan penuh perasaan dan simpati. Oleh karena itu, Umar segera menawarkan putrinya untuk dinikahi Abu Bakar. Ia yakin bahwa Abu Bakar tidak akan ragu untuk menerima perempuan muda yang bertakwa.


Namun ternyata Abu Bakar hanya terdiam dan tidak menjawab sepatah kata pun. Alhasil, Umar ibn Khaththab pergi meninggalkan Abu Bakar dengan lunglai menghadapi kondisi yang terjadi. Ia hampir tidak percaya bahwa Abu Bakar menolak untuk menikahi Hafshah yang ditawarkan oleh ayahnya sendiri.


Umar ibn Khaththab kemudian pergi menuju kediaman Utsman ibn Affan yang istrinya, Ruqayyah binti Muhammad, juga telah meninggal dunia karena menderita penyakit campak setelah kaum Mukminin mendapat kemenangan gemilang dalam Perang Badar.


Umar ibn Khaththab bercerita mengenai keadaanya kepada Utsman ibn Affan sebelum menawarkan putrinya, Hafshah, dengan perasaan yang masih teriris oleh penolakan Abu Bakar untuk menikahi putrinya itu.


Utsman meminta untuk diberi waktu dalam beberapa hari. Lalu beberapa hari kemudian, Utsman mendatangi Umar dan berkata, β€œSaat ini aku belum ingin menikah.”


Duka dan kesedihan Umar semakin mendalam karena penolakan Utsman. Umar tertekan karena ditolak kedua sahabatnya itu. Padahal keduanya adalah sahabat karib yang sama-sama mengetahui kedudukan Umar. Oleh karena itu, Umar merasa sedih dan terpukul kemudian pergi menghadap kepada Rasulullah untuk mengadukan nasibnya dan bagaimana sikap Abu Bakar dan Utsman ibn Affan terhadap tawarannya untuk menikahi putrinya.


Rasulullah tersenyum kemudian bersabda, β€œHafshah akan menikah dengan orang yang lebih baik daripada Abu Bakar dan Utsman sementara Utsman akan menikah dengan wanita yang lebih baik daripada Hafshah.”


Dengan hati yang dicekam oleh perasaan kaget, Umar ibn Khathab mengulang-ulang sabda Nabi Muhammad SAW, β€œHafshah akan menikah dengan orang yang lebih baik daripada Utsman.”


Akankah Nabi menikahi putriku, Hafshah? Tanya Umar di dalam hatinya. Sejatinya penolakan tak selalu berakhir kepedihan. Allah selalu menyediakan jawaban yang lebih baik.


Wajah Umar menjadi ceria karena kehormatan besar itu. Kesedihan yang dirasakan pun mendadak hilang.


Ia bergegas pulang untuk menyampaikan kabar gembira itu kepada siapa saja yang ia inginkan. Abu Bakar adalah orang pertama yang ia temui. Begitu melihat wajah Umar, Abu Bakar segera mengetahui mengapa Umar begitu riang dan bahagia.


Abu Bakar mengulurkan tangan untuk mengucapkan selamat sekaligus meminta maaf. Ia berkata, β€œJanganlah engkau marah kepadaku wahai Umar karena Rasulullah pernah menyebut Hafshah, tetapi aku tidak mau menyebarkan rahasia Rasulullah. Andai beliau meninggalkan Hafshah, aku pasti menikahinya.”


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


NB:


Setiap manusia memiliki pandangan yang berbeda terhadap diri kita. Sebab, mereka memiliki sudut pandang yang berbeda pula. Maka, di dunia ini, dapat kita temukan orang-orang yang menyayangi dan membenci kita.


Orang yang menyayangi diri kita, tentu mendapatkan tempat yang paling nyaman dalam hati. Tapi, bagi orang yang membenci diri kita, tentu keberadaannya mengusik ketenangan hidup. Di mana mereka selalu tidak suka atas apa yang kita raih. Dan mereka selalu mencari celah, kelemahan yang kita punya.


Hinaan, cacian dan makian sudah menjadi santapan sehari-hari bagi kita, dari mereka yang tidak suka terhadap kita. Mungkin kita sendiri tidak tahu mengapa mereka berbuat demikian. Namun, satu yang pasti, mereka hanya ingin kita gagal dalam menjalani hidup ini. Dan tidak ingin melihat kita sukses dalam meraih mimpi.


Jika hal itu menimpa diri Anda, maka Anda tak perlu menyimpan dendam yang luar biasa dalam hati. Sebab, dendam hanya akan menyisakan rasa sakit yang cukup sulit untuk disembuhkan. Lalu, harus bagaimana?


Anggaplah orang-orang yang menghina Anda bagaikan pupuk. Mengapa? Anda pasti tahu pupuk bukan? Ya, benda berbau tak sedap ini digunakan untuk menyuburkan tanaman. Tanaman akan tumbuh dan berkembang dengan baik jika diberi pupuk. Meski ternyata, pupuk terbuat dari bahan-bahan yang menjijikkan.


Seperti itulah orang-orang yang menghina Anda. Anggap mereka sebegai pupuk. Di mana dengan hinaan mereka, dapat menjadi motivasi bagi kita untuk tetap berjuang meraih mimpi. Semakin sering mereka menghina, maka akan semakin kuat mental yang akan kita terima. Dengan begitu, kita akan tumbuh dan berkembang sebagai orang yang sukses.


Ya, hinaan dan cacian bukanlah suatu hambatan. Melainkan, sebagai energi dalam diri kita. Adanya mereka, bisa membuat diri kita sebagai pribadi yang kuat dan tahan banting. Maka, masalah seberat apapun, ketika akan mewujudkan mimpi, akan terasa mudah untuk dilewati.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2