Taqdir Cinta

Taqdir Cinta
Pergi untuk kembali


__ADS_3

🌺 Pergi untuk kembali 🌺


...🌹🌹🌹


...


...59.Al-Ḥasyr : 18


...


...يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ


...


...Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.


...


...🌷🌷🌷


...


...Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


...


...كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُونَ


...


...“Setiap anak Adam (manusia) banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang (mau) bertobat.” (HR. At-Tirmidzi dari sahabat Anas bin Malik radhiallahu anhu dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi, no. 2499, cet. Al-Ma’arif).


...


...🌹🌹🌹


...


🍂🍂🍂🍂🍂


🍃 Belajarlah menerima mawar beserta durinya


Belajarlah menerima hidup kesusahan dan kemudahannya


🍃 Apabila kita bertemu dengan kesulitan , ketahuilah bahwa ALLAH sedang mendidik kita tentang arti SABAR


Dan jika kita bertemu dengan kesenangan , ketahuilah bahwa ALLAH sedang mengajarkan kepada kita tentang arti SYUKUR


🍂🍂🍂🍂🍂


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Nisa pun termenung duduk sendiri di kamarnya, pikirannya tidak tenang seolah ada hal yang mengganjal.


Dia sudah berusaha untuk menghilangkan segala beban yang ada di dalam pikirannya, tapi hatinya tetap risau, entah apa yang ada di dalam pikirannya.


Nisa pun mengambil air wudhu dan mulai melantunkan ayat-ayat suci Alquran dia mulai merasakan ketenangan dan sedikit demi sedikit kerisauan di hatinya mulai hilang.


Akhirnya terbesit di dalam pikirannya dia ingin menenangkan pikirin ya, keesokan harinya Nisa merundingkan kerisauan hatinya kepada kedua orangtuanya.

__ADS_1


Awalnya kedua orang tuanya tidak mengizinkan tapi setelah Nisa terus membujuk dan meyakinkan kedua orang tuanya, nya Akhirnya orang tuanya pun mengijinkan.


Ustad Sholeh pun sebenarnya tidak merasa risau karena, tempat yang di tuju nissa adalah tempat kaka iparnya, yang sedikit keberatan adalah ibunya.


Yang ibunya inginkan Nisaa cepat-cepat berumah tangga, Nisa pun meyakinkan kepada ibunya bahwa Apapun yang terjadi sudah digariskan kita tinggal menjalani apa yang sudah ditetapkan dan ketentuan dari Allah.


“Siapa tahu Nisa ketemu jodohnya di sana umi” ucap Nisa bercanda kepada ibunya.


Hari itu Nisa pun mempersiapkan semua yang dibutuhkan nya, setelah mendapat izin dari kedua orangtuanya.


Nisa sudah bulat dia ingin meninggalkan kampung halamannya untuk sementara, dia ingin menimba ilmu dan ingin menenangkan pikirannya.


Untuk sementara waktu menghilangkan kemelut yang ada di dalam jiwanya dan ingin menghilangkan keresahan yang selama ini bergelut di dalam sanubarinya.


Dia tak ingin yang terbaik untuk hidupnya, mungkin ini cara Allah yang Allah tunjukkan kepada-nya untuk memperbaiki diri untuk menjadi insan yang lebih baik.


Nisa tau bahwa manusia diciptakan untuk memberikan penghambaan semata-mata hanya untuk Allah subhanahu wa ta’ala. Firman-Nya,


وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ


“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (adz-Dzariyat: 56)


Inilah hikmah penciptaan manusia. Oleh karena itu, barang siapa belum mewujudkan beragam penghambaan yang harus diberikan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, berarti pada dirinya ada aib yang harus segera diobati.


Sedikit dan banyaknya aib seseorang terkait dengan apa dan seberapa bentuk penghambaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang belum terealisasikan.


Apabila kita ingin mengetahui kekurangan diri kita lebih jauh di hadapan syariat, hendaklah kita menelaah ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam.


Dengan cara demikian, kita akan mengetahui seberapa banyak perintah Allah dan Rasul-Nya yang masih terabaikan dan seberapa banyak pula larangan-Nya yang masih sering dilanggar.


Memang, terkadang aib diri itu tidak diketahui oleh pemiliknya sehingga malah tidak dihiraukan. Andaikan seseorang mengetahui aibnya, belum tentu juga dia mau mengobatinya karena obatnya yang pahit, yaitu bersiap menyelisihi hawa nafsunya.


Seandainya dia mau bersabar dengan pahitnya obat, belum tentu juga dia akan mendapatkan dokter yang ahli.


Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,


“Ketahuilah bahwa apabila seorang hamba dikehendaki kebaikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.


Dia akan menjadikannya sebagai orang yang mengetahui kekurangannya. Orang yang terbuka mata hatinya, niscaya tidak akan samar segala kekurangannya.


Jika dia mengetahui kekurangan dirinya, dia bisa mengobatinya.


Namun, sayang sekali, kebanyakan orang tidak mengetahui kekurangannya.


Bahkan, salah seorang dari mereka bisa melihat kotoran kecil yang melekat pada mata saudaranya, tetapi tidak bisa melihat batang pohon yang ada di matanya sendiri.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Keesokan harinya ustadz soleh beserta yang lainya mengatakan Nisa kebandara, ada rasa berat dia melepas kepergian putri tercintanya itu.


Tapi dia percaya dengan putrianya itu mungkin saja pengalaman akan menempatya menjadi manusia yang lebih baik, toh niat kepergian ya untuk menuntut ilmu, di tempat sanak saudara jadi tidak seharusnya dia terlalu mengkhawatirkan ya.


Terlihat Rahmat yang bingung dan serba salah, entah apa yang harus dia bicarakan untuk melepas kepergian pujaan hatinya itu.


Padahal minggu depan dia ingin melamar Nisaa, dia belum sempat mengutarakan niatnya itu teryata Nisa lebih dulu pergi.


Rahmat pun bingung entah harus bagaimana, dia kenal betul Nisa, Nisa adalah wanita yang teguh pendirinya, dia akan melakukan apa yang dia inginkan dan menurut ya benar.


Setelah keberangkatan Nisa semua ya pun, pergi meninggalkan bandara tidak lupa ustadz soleh menelpon kerabat ya untuk menjemput di Nisa di bandara kararna Nisa sudah terbang dari jakarta.

__ADS_1


Di perjalan Rahmat tidak bayak bicara dia hanya fokus mengemudi, dia masih belum bisa menerima kenyataan kalau apa yang sedang ia rencanakan berantakan begitu saja.


🍂🍂🍂🍂


Hari sabtu sore Khairul pergi ke bandung dia ingin bertemu dwngan farid anaknya, tingkah farid yang semakin mengemaskan, membuat Khairul tak bisa lama-lama berpisah dengan anak mendiang istrinya itu.


Sebenarnya dia ingin mengantar Rahmat, tapi setelah mendengar kabar dari Rahmat bahwa acaranya tidak jadi karna Nissa telah berangkat.


Kerumah kerabatnya dan tak tau sampai kapan dia akan kembali, mendengar kabar itu, Khairul pun kaget, entak dia harus senang atau sedih mendengar kabar itu, mungkin dia senang karna Nissa tidak jadi di lamar Rahmat.


Tapi di sisi lain dia pun merasa sedih dan kehilangan, sampai kepergian ya pun Nisa tak memberi kabar kepadanya.


Khairul pun tak ingin bayak berharap, dia tau siapa dirinya, dia bukan siapa-siapa nya Nisa, kenapa dia harus meminta ijin kepadanya.


Tak terasa Khairul pun sudah sampai di rumah pak Ardi kebetulan beliau sedang duduk santai di teras, sedang bermain sama cucu kesanyanya itu.


Khairul pun mengucapkan salam dan mencium tangan mertuanya itu, kemudian dia mengendong dan mencium putra yang ia rindukan itu.


Pak Ardi pun memanggil Halimah, dan meminta ya untuk membuatkan kopi untuk Khairul, seulas senyum yang begitu manis, yang akan kemabukan setiap laki-laki yang melihat ya terulas di wajah cantik halimah.


Khairul pun langsung menunduk malu saat ia menatap gadis cantik yang membawakan secangkir kopi ke hadapan ya itu.


“Ini kang di minum kopinya” ucap halimah ramah.


“Iya makasih neng dah ngerepotin” jawab Khairul tak kalah ramah.


“Besok kamu ikut ayah ke subang nak” tanya pak Ardi kepada Khairul.


“Insaallah ayah, tadinya Irul ingin mengantar Rahmat, teryata tidak jadi, emang besok ada acara apa di subang yah?” Khairul pun menanyakan perihal ajakan mertuanya tadi.


“Ga ada acara apa-apa nak kita ingin liburan aja, ayah sama bunda mu sudah lama tidak main kesana” jawab pak Ardi yang sudah menganggap Irul anaknya.


“Lo katanya bunda kemarin ada acara di sanah ayah!” Khairul masih ingat ucapan ibu mertuanya tempo hari.


“Bunda hanya bercanda nak, kalau mau bikin acara besok di sana boleh, acara lamaran mu sama Halimah yah” ucap Bu dewi yang baru datang dari dalam rumah sambil tersenyum menggoda menantunya itu.


“Dah bun jangan di godain terus dia, kasian dah kaya kepiting rebus tuh mukanya merang ga karuan” ucap pak Ardi mengingatkan istrinya.


Sementara Halimah pura-pura tidak mendengar obrolan mereka dia asyik bermain sama farid, padahal dalam hatinya dia tertawa geli melihat sikap serba salah Khairul saat di godain paman sama bibi nya itu.


Jauh di dalam lubuk hatinya dia pun sangat berharap kalau Khairul mau melamar nya,


Dia takan merasa keberatan jika Khairul ingin melamar nya, bahkan seandainya Khairul mau langsung menikahinya pun dia tidak akan menolaknya.


Lain halnya dengan Khairul, dia tidak tau dengan perasan ya sendiri, jujur dia harus mengakui bahwa dia merasa nyaman berada di dekat Halimah, tapi dia belum yakin dengan dirinya sendiri.


Dia masih bingung kenyanan yang dia rasakan itu berasal dari rasa cintanya atau rasa rindunya kepada mendiang istrinya, atau kekagumanya kepada sosok Halimah.


🍁🍁🍁🍁🍁


NB:


Yang menyebabkan seseorang tamak kepada kehidupan dunia ada tiga perkara. Salah satunya adalah seseorang memandang dunia dengan pandangan yang indah, sehingga ia ingin tetap hidup kekal di dunia untuk bersenang-senang.


Kedua, mengagungkan manusia menurut kedudukannya masing-masing. Hal itu menyebabkan setiap orang saling berbangga dan berlumba-lumba mengumpulkan kekayaan.


Adapun yang ketiga adalah, perasaan seseorang bahwa yang tidak mempunyai harta, maka ia tidak bernilai sedikitpun dimata manusia yang lainnya, sehingga dari sebab itu, lalu timbul rasa bakhil dan takut menjadi miskin.


Al-Imam Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad ‎رحمه الله تعالى ~

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


TERIMA KASIH


__ADS_2