Taqdir Cinta

Taqdir Cinta
Anugrah dan Amanah


__ADS_3

...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...25.Al-Furqฤn : 74...


...ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู†ูŽุง ูˆูŽุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุงุชูู†ูŽุง ู‚ูุฑู‘ูŽุฉูŽ ุฃูŽุนู’ูŠูู†ู ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู†ูŽ ุฅูู…ูŽุงู…ู‹ุง...


...Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."


...


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Bertapa bodohnya diri ini yang berbangga dengan kemampuan, Tampa menyedari siapa yang memberi kemampuan sehingga kita Mampu.


Diri yang merasa mulia Karna Mampu melalukan seauatu yang Di inginkan, yang merasa hebat Karna merasa memiliki kelebihan.


Yang merasa bangga Karna memiliki harta, kekuasaan. Tampa menyedari sesuguhnya Dia adalah Si hina yang tercipta Dari saripati yang hina Dan hanya menunggu waktu untuk terhina, saat waktunya tiba Kehebatannya tidak akan berguna. harta, kekuasaan nya tak Mampu membantu, Dia akan terbujur kaku, menjadi santapan belatung, Dan cacing tanah yang selama ini Dia angap hina.


Berapa bodohnya diri ini yang merasa tau tapi pengetahuannya tak bisa membantu, yang terjebak Di dalam agan2 yang membinasakan, yang selalu merasa aman degan ketenagan, yang Ia ciptakan, padahal Dia tau tak Ada keselamatan kecuali


Ridho yang pencipta Alloh aja wajalla.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Sepulang dari klinik Syarip pun mengajak Hafid dan Ana mampir di rumahnya, kebahagiaan sedang menyelimuti mereka berempat.


Tak henti-hentinya kalimat syukur terucap dari lisan Syarif begitupun Azizah dan juga yang lainnya, Setelah lebih dari 1 tahun Penantian,


Akhirnya Apa yang di ditunggu-tunggu pun akan mereka dapatkan.


Tidak lupa Syarip pun mengabarkan kepada keluarga-keluarga terdekatnya, termasuk Khairul.


Syarip mengambil ponselnya dan mulai mengabarkan kabar gembira itu, satu per satu keluarganya iya kabari.


Khairul pun sangat bersyukur dengan kabar gembira yang diterimanya, tak lupa dia mengucapkan selamat kepada kakaknyaโ€ Hadiah tak selalu di bungkus dengan indah.


Kadang Tuhan membungkusnya dengan masalah dan penantian. Meski begitu, di dalam hadiah itu tetaplah berkah penantian akang tak akan sia-sia, kehadiran anak yang menggemaskan akan membuat akang sadar inilah buah dari kesabaran.โ€ Ucap Khairul kepada kakanya .


Syarip pun sangat bersyukur dia pun mengatakan rasa Syukur ya.


Ya Allah, ini adalah anugerah-Mu. Alhamdulillah atas kebahagiaan ini. Sebuah amanah besar, titipan calon jabang bayi. Bertambah nikmat tanggung jawab kami. Bertambah kewajiban kami untuk belajar dan menempa diri menyambut kedatangan sang buah hati. Juga menyiapkan diri menjadi orangtua yang baik dan saleh.


Syaripun mengatakan kepada istri tercintanya. Nikmat Allah ini sungguh luar biasa. Kita tak akan mampu menghitung berapa banyak nikmat yang sudah diberikan Allah kepada kita.


Allah Taโ€™ala berfirman:


ูˆูŽู…ูŽุง ุจููƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูุนู’ู…ูŽุฉู ููŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู


(53)


โ€œDan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)โ€ฆโ€ (QS. An-Nahl: 53)

__ADS_1


Allah Taโ€™ala berfirman:


ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽุนูุฏูู‘ูˆู’ุง ู†ูุนู’ู…ูŽุฉูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ุงูŽ ุชูุญู’ุตููˆู’ู‡ูŽุง (18)


โ€œDan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.โ€ (QS. An-Nahl: 18).


Syarip pun menceritakan kepada Hafid bagaimana perjuangan dia dan istrinya untuk mendapatkan keturunan yang Meraka nanti-matikan.


Berkat rasa cinta yang Allah titipkan kedalam relung hati kami, alhamdulillah rasa cemas yang sempat hinggap, berubah menjadi kepasrahan. Tawakal atas bagaimana kelahiran si kecil nanti. Menyiapkan yang terbaik, apapun hasilnya.


Ini adalah nikmat dalam rumah tangga kami dan sudah sepatutnya kami bersyukur.


Kami sadar, ada banyak kawan yang telah lama menunggu saat-saat istimewa seperti yang kami rasakan. Kesabaran mereka begitu luar biasa.


Kami yakin, ikhtiyar mereka tidak ada yang sia-sia. Allah pasti membalasnya dengan pahala yang berlipat-lipat. Bukankah Allah Maha Teliti hisab-Nya?


Syaripun masih bercerita dengan Hafid, dia pun mengatakan pada Hafid.


Anak adalah amanah dari Allah untuk meneruskan perjuangan. Karena itu, jagalah anak dan didiklah sebaik mungkin agar perjuangan menegakkan kalimat Allah tetap berlanjut.


pertanggung jawaban terhadap amanah Allah itu, maka orang tua berkewajiban untuk membesarkan dan mendidik anak, termasuk mengajarinya shalat dan sebagainya.


โ€œKewajiban kita sebagai orang tua wajib ditunaikan. Tidak sekadar memberinya makan, membelikan baju dan keperluan hidup lainnya, tapi yang lebih penting adalah mengarahkannya menjadi orang baik,โ€


Tugas orang tua saat ini cukup berat. Sebab cukup banyak godaan yang membuat anak lalai, bahkan mengacuhkan nasehat orang tua.


Sehingga mau tidak mau, orang tua harus bekerja keras untuk menjaga anaknya, termasuk dari pergaulan bebas.


kita tidak boleh lengah, dan terus berusaha untuk menjadikan anak kita sebagai anak yang shaleh-shalehah. Kita harus terus memantau arah kecenderungan pergaulannya ,โ€ ucapnya.


Syarip menambahkan bahwa keberhasilan para orang tua dalam membangun keluarga, termasuk menjaga anak-anaknya akan berdampak luas terhadap pembangunan bangsa. Sebab, negeri ini isinya adalah susunan antar keluarga.


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Pagi itu Halimah sedang bermain dengan Farid, farid pun kini sudah mulai merangkak, Halimah terus mengikutin Farid,yang kini mulai aktif.


Hari ini hari Minggu, jadi Halimah punya banyak waktu dengan Farid, terdengar suara salam dari seorang yang begitu dia hafal suaranya.


Halimah pun cepat menggendong Farid dan membukakan pintu, Halimah menyambut kedatangan an Khairul seperti seorang istri yang sedang menyambut datangnya suami tercinta.


Halimah pun mempersilahkan Khairul masuk, saat melihat anaknya digendong Halimah rasa rindu kepada anaknya pun begitu menggelora.


Khairul mengambil farid dari gendongan Halimah kemudian menciuminya, dan melepaskan rasa Rindunya kepada anaknya itu.


Halimah pun mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Khairul, Halimah membiarkan Khairul dengan Farid dia pergi ke dapur untuk membikin kan minum untuk Khairul.


Di dapur kalimah ditanya bibinyaโ€ Farid sama siapa Nakโ€ tanya istrinya pak Ardi.


โ€œAda bapaknya baru datangโ€ jawab halimah pada bibinya.


โ€œoh sudah lama Khairul datang, ko bibi ga tauโ€ kata bi Dewi(istrinya pak Ardi).


โ€œBaru saja datang bibi, ini halimah lagi bikin minum buat kang Irulโ€ jawab halimah pada bibi nya.


โ€œiya belajar melayani Khairul dari sekarang siapa tau dia jadi suamimu nakโ€ goda bi Dewi pada Halimah.

__ADS_1


โ€œAh bibi, jangan gitu becanda nya tar kedengaran orang ya kan ga enakโ€ jawab Halimah malu-malu.


โ€œIh emang kenapa ga salah kan, dia juga bukan suami orang, kamu juga bukan istri orang, lagian kalau di liat-liat dari segi manapun kalian itu cocok.


Bibi sangat bersyukur kalau kalian bisa menikah nak, Khairul laki-laki terbaik yang bibi kenal kamu ga akan meyesal kalau menikah sama diaโ€ ucap bi dewi memberi penjelasan pada Halimah.


โ€œUdah ah Halimah kasih minuman dulu buat Kang irulโ€ ucap Halimah sambil membawa segelas kopi yang baru saja ia buat.


โ€œDi coba dulu siapa tau asin, takut ya bukan gula tadi yang di bikin tar garam lagi, biasanya kalau orang gerogi suka salah ambilโ€ bi Halimah menggoda keponakan cantiknya itu.


โ€œIh bibi apa an sih, ga segitu ya juga kali bibiโ€ Halimah pun berlalu membiarkan bibi nya mentertawakanya.


โ€œini kang di minum dulu kopinya, biar farid sama Halimah aja akang cape baru datangโ€ Halimah pun mengambil farid dari gendonganya Khairul.


โ€œEh ada nak Khairul, gimana kabarmu nak?โ€ tanya bu dewi yang baru saja datang dari dapur.


โ€œAlhamdulillah, sehat bunโ€ jawab Khairul pada ibu mertuanya itu.


โ€œMinggu depan bunda sama ayah mau ke subang nak, mau kerumah Halimah, kebetulan ada acara di sanah kalau kamu ga keberatan kami minta kamu ikut kesana yahโ€ ucap ibu dewi penuh harap.


โ€œSebenarnya Irul mau aja bunda, kan hari minggu emang waktunya irul sama farid, hanya saja Irul sudah ada janji, Irul mau ngantar Rahmat teman Irul dia mau mengkhitbah, Nisa putrinya ustadz solehโ€ Khairul menjelaskan pada mertuanya.


โ€œOh Alhamdulillah, Nisa temanmu itu kan yang pake niqob, yang sepupunya suaminya Ana?โ€ tanya ibu dewi pada menantunya.


โ€œIya bunda, maaf kayanya Irul ga bisa nemanin, bunda sama ayahโ€ Khairul memastikan.


โ€œGa apa-apa nak, Nisa dah mau dilamar, denger-denger Ana dan Azizah juga lagi hamil, terus kamu kapan mau ngelamar Halimah?โ€ ucap bu Dewi sambil tersenyum ke arah halimah.


Khairul yang tak menyangka akan mendapat pertayaan seperti itu dari mertuanya, menjadi salah tingkah, dia bingung mau menjawab apa.


Saat Khairul dalam kebingunganya itu tiba-tiba Halimah menyahut.


โ€œAh bibi apaan sih, mana mau kang Irul sama Halimah, dia kan sukanya sama cewe berniqob kaya ka Nissa, Astagfirullahโ€ Halimah pun menyadari kalau dia keceplosan.


Mendengar apa yang di katakan Halimah , Khairul pun semakin serba salah entah apa yang harus iya katakan untuk jawaban mereka, tampa pikir panjang Khairul pun menjawab singkatโ€ Kalau Irul terserah Halimah aja bunda kapan dia siap.โ€


Bu Dewi pun tersenyum puas melihat mereka berdua yang salah tingkah, dia tau sebenarnya Keponakan ya itu menyukai Khairul, dan bu Dewi juga tau kalau sebenarya Khairul menyukai Halimah hanya saja Khairul masih belum tau kalau dia mencintai Halimah atau rasa sayang nya pada halimah itu hanya sekedar kerinduan ya pada mending putri tercintanya Sopy.


โ€œKamu juga berhak bahagian nak. Sopy pasti sangat senang melihat kamu bahagia, jangan teikat sama masa Lalu kamu juga harus melihat masa depanmu, kebahahiamu mu jugaโ€ bu dewi menasehati menantunya itu.


โ€œiya bunda Irul mengerti maksud bunda, terima kasih nasihatnya, irul mau ke masjid dulu bentar lagi adzan Dzuhurโ€ Khairul meminta ijin pada mertua nya iti.


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


NB:


Wasiat Nabi Khidir Alahissalam kepada Sayyidina Umar bin Abdul Aziz ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ketika bertemu di Madinah,


โ€œWahai Umar janganlah engkau menjadi seorang wali dihadapan khalayak ramai, sedang engkau menjadi musuh Allah ketika engkau bersendiri, jika keadaanmu tidak sama ketika di luar dan dalam keadaan sendiri maka itu adalah munafiq, sedang orang-orang yg munafik berada di paling dalamnya neraka.โ€


Kemudian Sayyidina Umar Bin Abdul Aziz ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ menangis sampai janggutnya basah.


(Tanbihul Mughtarrin )


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€

__ADS_1


SEMONGA BERMANFAAT.


TERIMAKASIH


__ADS_2