Taqdir Cinta

Taqdir Cinta
Madu pernikahan


__ADS_3

🌸 Madu pernikahan 🌸


......🌺🌺🌺...


......Hati-hati dengan harta, pangkat dan kemasyhuran. Barangsiapa yang besederhana, maka sebenarnya dia adalah orang yang kaya. Barangsiapa yang ikhlas, maka dia akan dicintai oleh Allah سبحانه وتعالى. Barangsiapa yang rendah hatinya, maka dia adalah orang yang kuat. Ketahuilah, kemasyhuran dan kemuliaan yang sebenar itu hanyalah di akhirat nanti yang kekal abadi....


.........


...Habib Umar bin Hafidz...


.........


...🌺🌺🌺...


☘☘☘☘☘☘☘


Semuanya telah tersurat dalam takdir


Kubimbing sama rindu yang bersemayam di hati


Aku bersyukur di atas pertemuan ini


Tuhan pun menjadi saksi sebuah ikatan


aku mencintaimu, Apapun dirimu adanya


Akan kucoba tetap setia, Begitu pun aku adanya


Meski awalnya kau asing bagiku


Dan aku pun terlihat aneh di hadapanmu


Tetaplah di sini menjadi pengantin sejatiku


Kita tak mungkin sempurna, hanya berharap pada sang maha Sempurna.


☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


🍁🍁🍁🍁🍁


Hidayat membiarkan istrinya menangis dalam pelukannya, perlahan Hidayat menarik istrinya dia memandang wajah istri yang sayu.


Ia pun menghapus air mata yang mengalir di pipi istrinya. Hidayat berkata “sudah jangan menangis, mulai sekarang jangan biarkan mata ini menangis lagi.


Akang akan berusaha agar mata ini, tidak lagi mengeluarkan air mata. tapi akang ingin melihat mata ini melihat kebahagiaan untuk rumah tangga kita.”


Hidayat teringat nasihat kakanya Khairul.hendaknya seorang lelaki bersikap lemah lembuh kepada kaum wanita kerena kelemahan mereka dan kelemahan akal mereka.


Wanita mungkin tidak akan selamanya lurus dalam suatu keadaan. Karenanya, hendaknya para lelaki menyesuaikan diri agar kehidupan rumah tangga bisa harmonis.


Wanita digambarkan diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Sifat ini tak bisa dimungkiri. Maka, jangan sekali-kali seorang lelaki memaksakan kehendaknya kepada wanita.


Karena jika ia bersikeras meluruskannya, tulang tersebut akan patah. Namun, jika seorang lelaki memilih jalan nabi, bersabar dan menerima segala kekurangannya, maka wanita akan menjadi partner hidup yang sempurna. Sadari dan terima kekurangan, kelemahan akal dan perangainya serta kebengkokan-kebengkokan lainnya.


Dengan menyadari kondisi wanita secara psikologis tersebut, mudahlah seorang lelaki untuk menyesuaikan diri. Untuk bersikap terbaik, berusaha mengejar akhlak mulia yang dicontohkan Sang Baginda SAW.


Janganlah para lelaki membenci semua yang ada pada wanita bersebab pada kelemahan yang ada padanya. Bisa jadi seorang wanita memiliki kekurangan. Amat mungkin banyak kekurangan.


Namun, di balik kekurangan, pastilah terdapat kelebihannya. Mari, sekali lagi kita simak anjuran Nabi SAW.


“Janganlah seorang mukmin laki-laki memarahi seorang mukminat. Jika ia merasa tidak senang terhadap satu perangainya, maka ada perangai lain yang dia sukai.” (HR Muslim).


Jangan pernah membenci seseorang dengan benci yang amat besar. Usahlah jua mencintai seseorang dengan cinta yang amat dahsyat.


Umar bin Khattab RA pernah menasihati Aslam soal membenci dan mencintai yang ideal. Berkatalah Umar,


“Wahai Aslam janganlah cintamu menjadikan dirimu bergantung dan janganlah kebencianmu mengakibatkan kehancuran.”

__ADS_1


Aslam lantas bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Umar menjawab,


“Jika kamu jatuh cinta, maka jangan sampai cinta membuatmu tergantung sebagaimana bayi bergantung pada apa yang dicintainya.


Dan jika kamu membenci, maka jangan sampai kebencianmu itu menjadikanmu ingin merusak dan membinasakan temanmu.”


Nasihatilah istrimu karena Dia semata. Gunakanlah akal sehat dan kendalikan perasaan dan emosi agar baik segalanya.


Wanita berada dalam kebaikan dan keburukan sehingga ia tidak akan bisa lurus pada satu keadaan. Luruskan dengan nasihat yang amat baik nan makruf.


“Terima kasih akang, mudah-mudahan akang bisa sabar menghadapi kekurangan Halimah.


Halimah bukanlah wanita sesabar Siti Sarah,


Halimah bukanlah wanita setegar Asiyah binti Muzahim istri Firaun,


Halimah bukanlah wanita sesuci Maryam


Halimah bukanlah wanita secantik Zulaikha


Halimah bukanlah wanita setabah Siti Hajar


Halimah bukanlah wanita seteguh Masyithah


Halimah bukanlah wanita sebaik Khadijah


Halimahbukanlah wanita selembut Fatimah


Halimah bukanlah wanita secerdas Aisyah


Dan Halimah juga bukanlah wanita seberani Robi’ah.


Halimah hanya wanita biasa, wanita akhir jaman yang yang bercita-cita menjadi wanita shalihah dan berusaha untuk terus memperbaiki diri.


Bimbinglah Halimah untuk bisa menjadi istri shalihah yang akang harapkan, tuntunlah Halimah menuju jalan lurus, ridhoi lah Halimah, sehingga Alloh meri’dhoi Halimah.” Ucap Halimah penuh harap kepada laki-laki yang sekarang menjadi suaminya itu.


Jawab Hidayat pada istrinya.


Halimah pun sudah bisa berdamai dengan keadaan, kelembutan, dan kehangatan suaminya, membantu dia sehingga memudahkan untuk beradaptasi.


“Boleh akang melihat wajah cantik istri akang, dari tadi ko nunduk terus?” tanya Hidayat sambil tersenyum ke arah istrinya.


“Maaf akang Halimah malu, Halimah belum pernah sedekat ini sama laki-laki, Halimah pun ga tau harus bersikap seperti apa sama akang” jawab Halimah yang masih tetap menunduk, terlihat rona merah di wajah cantiknya.


“Beruntung sekali akang, bisa menikahi wanita secantik Halimah” ucap Hidayat sambil mendekatkan wajahnya di wajah istrinya.


Tubuh Hidayat bergetar hebat, jantung ya berpaacu dengan begitu cepat, darahnya berdesir hebat, ada perasan yang belum pernah iya rasakan sebelumya, saat pandang ya terkunci dengan pandangan istri cantik nya itu.


Tak jauh berbeda dengan suaminya Halimah pun merasakan hal yang sama, dia pun merasa heran dengan apa yang dia rasakan, mungkin kan ini yang di nama kan madu pernikahan, tapi mereka belum melakukan apapun.


Ada perasan takut yang menyelimuti Halimah, apakah malam ini akan menjadi akhir dari penantian ya, akhir dari penjaganya selama ini, dia sudah menjaga kesucian dari mahkota kewanitaannya.


Sekarang dia sudah menjadi seorang istri dari laki-laki yang tadi siang mengikrarkan janji suci, dan mengambil alih tanggung jawab atas dirinya dari ayahnya.


Akankah suaminya itu meminta hak ya malam ini, seperti yang sering terdengar dalam sebuah pernikahan?, apakah yang harus iya lakukan paada malam pertama pernikanya itu?.


“kenapa melamun sayang” terdengar suara lembut suaminya berbisik di telinganya sehingga iya tersadar dari lamunanya.


“Ga apa-apa akang, Halimah bingung apa yang harus Halimah lakukan, ini pertama kali Halimah begitu dekat dengan seorang laki-laki” ucap Halimah pada suaminya.


“Ga apa-apa nanti juga bakal terbiasa kan akang sudah menjadi suaminmu, insyaallah kita mendapatkan pahala, karna kita tidak lagi bermaksiat yang di larang agama, bukankah pernikahan itu menghalalkan yang tadinya haram, seperti sekarang kita halal berduan di kamar, bahkan melakukan lebih dari itu” bisik Hidayat menggoda istrinya.


“Idih akang emang kita mau ngapain” jawab Halimah sambil memukul dada bidang suaminya itu, dia pun menyembuyiman wajah ya di balik telapak tangan ya.


“Mau melakukan apa yang dilakukan pasangan pengantin baru” ucap Hidayat sambil tersenyum sambil mengedipkan matanya.


“Idih akang teryata mesum,” jawab halimah sambil menjauh dari suaminya dia merebahkan diri ya di ranjang dan menutup wajahnya pake bantal.

__ADS_1


Hidayat pun menggeleng-ngelenkan kepanya melihat tingkah istrinya yang malu-malu, tapi dia bersyukur kini istrinya sudah bisa menerima kehadiran ya.


Hidayat pun ikut merebahkan dirinya di samping istrinya, dia memberanikan diri memeluk istrinya dari samping, “boleh akang memeluk istri cantik akang” tanya Hidayat pada istrinya.


Halimah hanya bisa mengaguk wajahnya masih iya tutup dengan bantal, tapi kini ada perasan aneh yang belum pernah iya rasakan saat laki-laki yang bersetatus suaminya itu memeluk erat tubuhnya.


Kalau dia boleh jujur ada perasan nyaman saat dia berada dalam dekapan suaminya itu, perlahan dia lepaskan bantal yang menutupi wajahnya, dia menyembunyikan wajahnya di bawah ketiak suaminya.


Diapun merasakan kehangatan pelukan suaminya itu, ingin rasanya dia berlama-lama dalam pelukan suaminya.


Hidayat pun berbisik di telinganya istrinya “boleh akang melakukan sekaran” tanya Hidayat lembut.


“Akang berhak atas Halimah termasuk tubuh Halimah, jiwa dan raga Halimah sudah Halimah serahkan saat akang mengikrarkan janji suci akang” jawab Halimah pelan.


Tak lupa Hidayat pun membaca doa


بِسْمِ اللهِ العِلِيِّ العَظِيْمِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنْ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ صُلْبِيْ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنِيْ


Bismillâhil ‘aliyyil ‘azhîm. Allâhummaj‘alhu dzurriyyatan thayyibah in qaddarta an takhruja min shulbî. Allâhumma jannibnis syaithâna wa jannibis syaithâna mâ razaqtanî.


“Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tuhanku, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku. Tuhanku, jauhkan aku dari setan, dan jauhkan setan dari benih janin yang Kauanugerahkan padaku."


Hidayatpun menarik selimut untuk menutupi tubuh nya dan tubuh istrinya, dia melepaskan satu persatu pakaiyan yang melekat di tubuk istrinya, begitu juga yang ada padanya.


Dia pun membisikan kata-kata cinta yang membuat istrinya malu bahagia, karna baru pertama kali mendapatkan perlakuan istimewa dari seorang lelaki.


Hidayat pun mencium kening istrinya, dan merekah pun menghabiskan malam panjang yang menjadi dambaan setiap pengantin yang biasa di sebut malam pertama.


Mereka berdua terbuai dengan kenikmatan madu pernikahan, walau terlihat kecangungan, tapi mereka melakukan dan berhasil melewati, semuanya walau ada drama-drama panjang yang melelahkan.


Halimah pun merasakan kenikmatan madu pernikahan walau di awal-awal dia sangat tersiksa, tapi dia hanya menahan rasa sakit, demi kepuasan sang suami, air matanya pun sempat membasahi pipi mulus ya.


Hidayat yang melihat air mata istrinya sempat tak tega, dia takut menyakiti istrinya, tapi itu tak berlangsung lama setelah iya mendapatkan mahkota istrinya semuanya pun berubah, terlihat senyum kepuasan yang tersunging di wajah cantik istrinya.


Malam itu menjadi malah kebahagian bagi mereka berdua, Meraka sampai lupa dengan detak jarum jam yang terus berdetak, meninggalkan waktu yang terus berpacu. Mereka terbuai dengan nikmat ya surga dunia. Hingga lelah membawa mereka tidur begitu nyeyaknya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


......☘☘☘...


.........


......Ilmu yang bermanfaat itu adalah ilmu yang menambah rasa takutmu kepada Allah, ilmu yang menambah penglihatan mata hatimu terhadap keaiban dirimu, ilmu yang menambahkan ibadahmu kepada Allah, ilmu yang mengurangkan cintamu kepada dunia, ilmu yang membukakan pandangan mata hatimu terhadap kebinasaan-kebinasaan segala amalmu sehingga kamu dapat memelihara dirimu daripadanya, dan ilmu yang menampakkan kepada kamu segala tipu daya syaitan....


.........


......Imam Al-Ghazali رحمه الله تعالى,...


.........


......Bidayatul Hidayah...


.........


......☘☘☘...


.........


Maaf jika ada kata-kata yang kurang pantas di abaikan saja.


Ambil manaa yang menurut pembaca pantas untuk do baca.


Sekali lagi ana yang doif meminta maaf atas kekhilapan tulisa ana.


TERIMA KASIH.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2