Taqdir Cinta

Taqdir Cinta
Puisi cinta


__ADS_3

...๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒป...


...โ€œKaya (yang sebenarnya) bukan dengan banyaknya harta, tapi kaya yang sebenarnya adalah kaya hati.โ€ (HR. Muttafaq Alaih)...


...๐ŸŒป๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒป...


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Kalau dengan segelas air bisa melepaskan kita dari dahaga,


Kenapa kita harus minta air satu danau yang mungkin saja bisa menenggelamkan kita.


Terkadang kita merasa kurang dengan apa yang ada pada kita ,


Padahal sesuatu yang bayak itu belum tentu menyelamatkan kita.


Belajarlah merasa cukup dengan apa yang ada pada kita,


Karna kadar cukup itu bukan pada ukuran.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Khairul baru sampai rumahnya, tapi tidak ada jawaban salam yang ia dengar, dia baru ingat istri dan keluarganya hari ini sedang membantu kakanya.


Malam ini rencananya akan di adakan syururan wali mah wakiroh di rumah kang syarip, dia baru menempati rumah yang baru .


Sudah menjadi kebiasaan di masyarakat kita akan melakukan selamatan tasyakuran saat menempati rumah baru bahwa selamatan (walimahan) yang diadakan ketika seseorang menempati rumah baru.


menurut perspektif fiqih dikenal dengan istilah โ€œ Walimah Wakรฎrohโ€.


Hal ini sesuai dengan keterangan:


ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุจูŽู†ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฏูŽุงุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู ุงุดู’ุชูŽุฑูŽุงู‡ูŽุง ููŽุฃูŽุทู’ุนูŽู…ูŽ ู‚ููŠู„ูŽ


ุงู„ู’ูˆูŽูƒููŠุฑูŽุฉู ุฃูŽูŠู’ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ูˆูŽูƒู’ุฑู


Ketika seseorang telah selesai membangun rumah atau membeli rumah, kemudian ia memberi jamuan makanan kepada orang lain, maka itu disebut thoโ€™รขmul wakiroh


Hukum mengadakan acara walimah sebagaimana dalam diskripsi diatas menurut ulamaโ€™ madzhab Syรขfiโ€™I terjadi perbedaan pendapat.


Versi pertama menghukumi sunnah. Sedang menurut versi ke-dua menghukumi wajib.


Hal ini sesuai dengan keterangan:


ุงุฎู’ุชูŽู„ูŽููŽ ุงู„ู’ููู‚ูŽู‡ูŽุงุกู ูููŠ ุญููƒู’ู…ู ููุนู’ู„ ุงู„ู’ูˆูŽูƒููŠุฑูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฏู‘ูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง : ููŽู‚ูŽุงู„ ุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ูŽุฉู : ุงู„ู’ูˆูŽูƒููŠุฑูŽุฉู ูƒูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู’ูˆูŽู„ุงูŽุฆูู…ู ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ูˆูŽู„ููŠู…ูŽุฉู ุงู„ู’ุนูุฑู’ุณู ู…ูุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ูŽุฉูŒุŒ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽุชู’ ุจููˆูŽุงุฌูุจูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุฐู’ู‡ูŽุจู ูˆูŽุจูู‡ู ู‚ูŽุทูŽุนูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ู’ู‡ููˆุฑูุŒ ุงู‡ู€ู€


Pakar ulamaโ€™ fiqh masih terjadi perbeadaan pendapat tentang hukum mengadakan acara walimah wakiroh dan menghadiri undangannya.


Ulamaโ€™ Syรขfiโ€™iyyah berkata, Walimah Wakirah hukumnya sama seperti walimah-walimah lainya, selain Walimatul โ€˜Urs, yaitu sunnah bukan wajib menurut pendapat madzhab.


Pendapat ini didukung oleh jumhurul ulamaโ€™ .


Al-Mausuโ€™ah al-Fiqhiyyah al-Kuawtiyyah,


Sedang menurut versi kedua yang menghukumi wajib adalah sebagaimana keterangan:


ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠู…ูŽุฉู ู„ูู„ู’ุจูู†ูŽุงุกู : ู‡ููŠูŽ ู…ูุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ูŽุฉูŒ ุŒ ูƒูŽุจูŽู‚ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ูˆูŽู„ุงูŽุฆูู…ู ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุชูู‚ูŽุงู…ู ู„ูุญูุฏููˆุซู ุณูุฑููˆุฑู ุฃูŽูˆู ุงู†ู’ุฏูููŽุงุนู ุดูŽุฑู‘ู ุŒ ูˆูŽุชูุณูŽู…ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠู…ูŽุฉู ู„ูู„ู’ุจูู†ูŽุงุกู ( ูˆูŽูƒููŠุฑูŽุฉูŒ ) -ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ- ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ุจูŽุนู’ุถู ุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ูŽุฉู ู‚ูŽูˆู’ู„ุงู‹ ุจููˆูุฌููˆุจูู‡ูŽุง ุ› ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ : ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู’ูˆูŽู„ุงูŽุฆูู…ู ูˆูŽู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุงู„ู’ูˆูŽูƒููŠุฑูŽุฉู : ูˆูŽู„ุงูŽ ุฃูุฑูŽุฎู‘ูุตู ูููŠ ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ูŽุง . ุงู‡ู€ู€


Mengadakan acara Walimah Lil Binaโ€™ hukumnya sangat dianjurkan oleh agama (mustahabbah), sebagaimana walimah-walimah lainnya.


Walimah Lil Binaโ€™ adalah walimah yang diadakan karena mendapatkan kebahagian yang baru atau terhindar dari kejelekan (malapetaka).


Walimah lil Binaโ€™ juga disebut dengan Walimah Wakirahโ€ฆ Sebagian ulamaโ€™ madzhab Syรขfiโ€™I mengutarakan satu pendapat yang menghukumi wajib, karena imam Syรขfiโ€™I setelah menyebutkan beberapa walimah, kemudian ia berkata, termasuk walimah adalah Walimah Wakirah, dan saya (imam Syรขfiโ€™i) tidak memberikan rukhsoh (tidak memberikan kemurahan) untuk meninggalkannya.


Al-Mausuโ€™ah al-Fiqhiyyah al-Kuawtiyyah.


Sedangkan agar rumah atau tempat yang baru dihuni mendapatkan keberkahan dan aman dari gangguan jin, sebagian ulama menganjurkan kita untuk melakukan amalan sebagai berikut.




Membaca Surat Al-Fatihah 3 kali




Kemudian membaca Surat Al-Muโ€™minun ayat 28-29 sebagai berikut:




ููŽุฅูุฐูŽุง ุงุณู’ุชูŽูˆูŽูŠู’ุชูŽ ุฃูŽู†ุชูŽ ูˆูŽู…ูŽู† ู…ู‘ูŽุนูŽูƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ููู„ู’ูƒู ููŽู‚ูู„ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู†ูŽุฌู‘ูŽุงู†ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู

__ADS_1


ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ * ูˆูŽู‚ูู„ ุฑู‘ูŽุจู‘ู ุฃูŽู†ุฒูู„ู’ู†ููŠ ู…ูู†ุฒูŽู„ุงู‹ ู…ู‘ูุจูŽุงุฑูŽูƒู‹ุง ูˆูŽุฃูŽู†ุชูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูู†ุฒูู„ููŠู†ูŽ *


Artinya, โ€œBila kau dan pengikutmu sudah di atas kapal, maka katakanlah, โ€˜Segala puji bagi Allah yang menyelamatkan kami dari kaum aniaya.โ€™ Katakanlah, โ€˜Tuhanku, tempatkan aku di tempat yang berkah karena Engkau sebaik-baik pemberi tempat.โ€™โ€


Kemudian membaca doa sebagai berikut sebanyak 3 kali:


ุงูŽู„ู„ู‡ู… ูŠูŽุง ู…ูŽู†ู’ ููŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑูŽ ู„ูู…ููˆู’ุณูŽู‰ ุจู’ู†ู ุนูู…ู’ุฑูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู†ูŽุฌู‘ูŽู‰ ูŠููˆู’ู†ูุณูŽ ู…ูู†ู’ ุจูŽุทู’ู†ู ุงู„ู’ุญููˆู’ุชู ูˆูŽุณูŽูŠู‘ูŽุฑูŽ ุงู„ู’ููู„ู’ูƒูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูู…ู ุจูุนูŽุฏูŽุฏู ู‚ูŽุทู’ุฑู ุงู„ู’ุจูุญูŽุงุฑู ูˆูŽุฐูŽุฑู‘ูŽุงุชู ุงู„ุฑู‘ูู…ูŽุงู„ู ูŠูŽุง ุฎุงูŽู„ูู‚ูŽ ุฃูŽุตู’ู†ูŽุงูู ุนูŽุฌูŽุงุฆูุจู ุงู„ู’ู…ูŽุฎูู„ููˆู’ู‚ูŽุงุชู ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ูƒูููŽุงูŠูŽุฉูŽ ูŠูŽุง ูƒูŽุงูููŠูŽ ู…ูŽู†ู’ ุงูุณู’ุชูŽูƒู’ููŽุงู‡ู ูŠูŽุง ู…ูุฌููŠู’ุจูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽุนูŽุงู‡ู ูŠูŽุง ู…ูู‚ููŠู’ู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุฌูŽุงู‡ู ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุงูููŠู’ ู„ูŽุง ูƒูŽุงูููŠูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงููƒู’ููู†ููŠู’ ุดูŽุฑู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽุฎุงูŽูู ูˆูŽุฃูŽุญู’ุฐูŽุฑู ูˆูŽุงู…ู’ู„ูŽุฃู’ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ููŠู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑุงู‹ ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉู‹ ูˆูŽุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠู‘ููƒูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ููƒูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’.


โ€œYa Allah yang membelah lautan untuk Musa bin โ€˜Imran, dan menyelamatkan Yunus dari perut ikan besar, yang menjalankan perahu kepada siapapun yang dikehendaki. Engkau mengetahui jumlah tetesan air laut dan satuan-satuan kerikil.


Wahai zat yang menciptakan beberapa macam keajaiban makhluk-makhluk. Aku memohon kepada-Mu kecukupan, wahai zat yang mencukupi hamba yang memintakan kecukupan kepada-Nya. Wahai zat yang mengabulkan hamba yang berdoa kepada-Nya, yang mengampuni hamba yang mengharap rahmat-Nya, Engkau maha mencukupi. Tiada yang mencukupi selain-Mu.


Cukupilah aku dari keburukan sesuatu yang kukhawatirkan, penuhilah tempatku ini dengan kebaikan dan keberkahan.


Shalawat salam semoga tercurah kepada nabi dan utusan-Mu, junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, dan kepada para keluarga serta sahabatnya.


Amalan di atas dibaca setiap pagi dan sore selama tiga hari berturut-turut.


Amalan ini dikutip dari Kitab Al-Wasaโ€™ilis Syafiโ€™ah karya Syekh Al-Habib Muhammad bin Ali Khirid Al-Alawi Al-Husaini At-Tarimi


Khairul pun langsung masuk rumahnya, dia ingin beristirahat sebentar sebelum menyusul ke rumah baru kakanya.


Saat memasukin kamarnya dia liat ada secarik kertas bertuliskan "untuk suamiku tercinta, imam ku yang ku puja".


Khairul pun membuka kertas dan ia mulai membaca puisi yang di tulis istrinya.


Belum lama kita bersama


Meretas jalan mengayuh bahtera


Terpatri indah di bingkai rasa


Tertulis kisah romansa cinta


Bagiku tak perlu sosok tampan seorang arjuna


Karena Tuhan memberiku Khairul sang pengasih penuh cinta


Tempatku berbagi kisah bersulang kesah


Rengkuh bersama tak ingin terpisah


Khairu engkau imamku nan bijaksana


Caramu mencintaiku amatlah berbeda


Pengertianmu bagiku rayuan manja


Perhatianmu terselip dalam setiap kejujuran kata


Khairul suamiku ter sayang


Sungguh kau telah membuatku mabuk kepayang


Mereguk candumu membawaku terbang melayang


Jaminlah rasamu untukku selamanya tak akan hilang


Khairul engkau suami ku yang ku puja


Kehadiranmu dalam hidupku anugrah sang pencipta


Memberi warna nan bahagia


Bimbinglah diriku menuju surga


Khairul tersenyum membaca puisi yang di tulis istrinya itu,dia hanya manusia biasa yang pasti tersentuh dengan bujuk rayu kata-kata cinta apalagi dari wanita yang telah halal baginya.


Khairul mengambil bolpoin dan mulai menulis puisi balasan di balik kertas puisi dari istrinya.


Syukur ku tak henti terucap,


Akan terwujudnya satu harap,


Hidup denganmu di satu atap,


*Dalam terang maupun gela**p*


Tuhan menitipkan seorang wanita,


Bersamamu ku lewati suka dan cita,


Hatinmu penuh kasih dan cinta,


Hingga tak sanggup kata menuliskan cerita


Kaulah, wanita titipan terindah,

__ADS_1


Seorang istri yang amat Sholehah,


Pelengkap bahagiaku di dunia,


Pelindungku dari api neraka


Untukmu wahai wanita Titipan,


Tetap tegar tetaplah bertahan,


Denganku jalani nikmat kehidupan,


*Hingga nanti kembali pada Tuha**n*


Pada-Nya kupanjatkan doโ€™a,


Lewat kedua tangan ternganga,


Semoga hidup selalu bahagia,


Hingga akhir ajal memisahkan kita


Khairul pun tersenyum dan melipat kembali dan tak lupa menuliskan kata balasan di depan kata-kata yang di tulis istrinya.


Kini dia terbuai dengan pikiran ya sendiri ,dia tak mengerti dengan dirinya sendiri, dia tak tahu dengan perasan ya di masih berkelana dengan pikiran ya sendiri .


sampai dia mengingat kata cinta dari dua imam terkemuka yaintuh .


Menurut Ibnu Athoillah perasaan itu (cinta) tidak akan bisa dikeluarkan, diusir dari dalam hati, kecuali jika kamu memiliki 2 hal.


Pertama, rasa cinta kepada Allah yang luar biasa, yang menggetarkan hatimu.


Sehingga ketika yang ada di hatimu adalah Allah, yang lain dengan sendirinya menjadi kecil dan terusir.


Kedua, rasa rindu kepada Allah yang dahsyat sampai hatimu merasa merana.


Jika kau merasa merana karena rindu kepada Allah, kau tidak mungkin merana karena rindu kepada yang lain. Jika kau sudah sibuk memikirkan Allah, kau tidak akan sibuk memikirkan yang lain.


Kemudian Imam Al-Ghazali juga terkenal akan munajatnya kepada Allah SWT.


Cinta dalam pandangan beliau adalah satu sifat khas bagi makhluk hidup yang berperasaan.


Cinta tak akan ada pada kayu, batu, dan makhluk yang mati. Manusia memiliki segala sesuatu yang sesuai dengan tabiatnya, lalu cenderung mencintainya.


Tak mungkin ada cinta sebelum sesuatu itu dikenal atau dilihat.


Menurutnya ada empat hal yang bisa dipahami tentang cinta.


Pertama, yang dicintai oleh manusia adalah dirinya sendiri.


cinta diri,ini berarti ingin terus hidup, dan tidak mau rusak atau binasa.


Ia suka keabadian dan kesempurnaan wujud dirinya, dan ini merupakan tabiat yang ditentukan oleh Allah SWT alias sunnatullah.


Manusia suka keselamatan dirinya, harta bendanya, anak istrinya, kaum kerabatnya. Itu semua merupakan kelengkapan bagi wujud dirinya sendiri.


Kedua, manusia mudah tertarik hatinya oleh perbuatan orang baik dari orang lain.


Ini juga merupakan suatu tabiat yang tak dapat diubah.


Karena itu, manusia kadang kadang cinta kepada seseorang yang tidak ada hubungan famili dengan dia.


Ia cinta kepada dokter yang menyembuhkan penyakitnya. Dan hal ini, apabila kita tinjau lebih dalam, akan kembali pada sebab yang pertama, yaitu cinta kepada diri sendiri.


Ketiga, manusia mencinta sesuatu karena memang zat tercinta itu sendiri.


Inilah cinta sejati yang dapat dipercaya.


Cinta semacam ini antara lain seperti cinta terhadap keindahan, kebagusan dan kecantikan.


Semua itu merupakan nikmat tersendiri.


Keempat, manusia yang terbatas pandanganya dalam ruang lingkup materi, mengira bahwa keindahan itu hanya pada; muka yang manis, kulit putih kunig atau kemerah-merahan, badan langsing dan lainya.


Bagi manusia yang mempunyai pandangan yang jauh, indah itu mempunyai pengertian yang lebih lengkap, yaitu segala sifat-sifat kesempurnaan yang melekat pada benda atau makluk itu.


Kuda yang bagus dan indah adalah kuda yang memiliki sifat sifat yang lengkap, seperti rupanya, bentuk badanya, kecepatan larinya dan tenaganya.


Keindahan dan kecantikan itu bukan pada bentu materinya, tetapi karena sifat-sifat yang melekat pada materi tersebut, yang secara inderawi tidak dapat dilihat atau dirasa, tetapi secara rohani ia benar-benar menumbuhkan rasa cinta yang dalam.


Sifat-sifat itu antara lain; kebijaksanaan, kecerdasan, keberanian, kemurahan hati, ketaqwaan, rendah hati.


Cinta kepada orang yang bersifat seperti itu disebut cinta sejati.


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


**TERIMA KASIH

__ADS_1


MOHON DUKUNGANNYA**


__ADS_2