Taqdir Cinta

Taqdir Cinta
Kabar yang tak teduga


__ADS_3

...💐💐💐...


...3.Āli 'Imrān : 145...


...وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ...


...Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.


...


...💐💐💐...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Rasulullah berpesan, “Perbanyaklah kalian dalam mengingat penghancur segala kelezatan dunia, yaitu kematian.” (HR at-Tirmidzi).


Sayangnya, kenikmatan dan gemerlap dunia seringkali melalaikan manusia dari mengingat mati. Mereka tergoda dengan kenikmatan duniawi sehingga menjalani hidupnya hanya untuk menuruti segala hawa nafsu dan membawanya semakin jauh dari tujuan diciptakannya, yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Malam itu Khairul dan Rosid bertemu di rumah Nissa kebetulan saat irul menemui guru Sayuti Rosid pun sedang berada si rumah calon istrinya karna ada berkas yang harus di antar untuk perlengkapan pernikahan mereka.


Guru Sayuti pun menasehati kedua muridnya itu ,guru Sayuti bercerita tentang taqdir.


Memahami takdir Allah harus dengan ilmu yang benar tentang hakikat, sebab boleh jadi kita akan tergelincir pada sifat zindiq.


Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Sirrul-Asrar menegaskan.


“Karena itu, seseorang tidak boleh berlindung pada rahasia takdir untuk meninggalkan amal saleh.


Seperti alasan.


“Kalaupun aku di zaman azali sudah ditakdirkan menderita maka tidaklah ada manfaatnya beramal saleh.


Dan, jika aku memang ditakdirkan bahagia maka tidaklah membahayakan bagiku untuk melakukan amal buruk.”


“Sesungguhnya kebanyakan dari rahasia itu diketahui tapi tidak perlu dibahas seperti rahasia takdir.


Seperti Iblis, ketika ia mengelak untuk tidak menghormati Adam, ia berkelit pada hakikat takdir.


(Ketika ia ditanya mengapa engkau tidak menghormati Adam.


Ia menjawab, “Inikah takdir-Mu Ya Allah?”).


Dengan begitu ia kufur dan diusir dari surga.


Sebaliknya, Nabi Adam AS selalu menimpakan kesalahan pada dirinya, maka mereka bahagia dan diberi rahmat .


(tidak mempermasalahkan takdir Allah SWT).


Hal yang wajib bagi semua Muslim adalah jangan berpikir tentang hakikat takdir, agar ia tidak tergoda dan terpeleset menjadi zindik.


Justru yang wajib bagi seorang Muslim dan mukmin adalah yakin bahwa Allah SWT adalah Maha Bijaksana.


Segala sesuatu yang terjadi dan terlihat oleh manusia di muka bumi ini, seperti kekufuran, kemunafikan, kefasikan, dan sebagainya, adalah perwujudan dari ke-Maha Kuasa-an Allah dan Hikmah-Nya.


Dalam hal ini terdapat rahasia luar biasa yang tidak dapat diketahui, kecuali oleh Nabi Muhammad SAW.


Dalam sebuah hikayat diceritakan bahwa sebagian ahli makrifat bermunajat kepada Allah SWT.


“Ya Allah, Engkau telah menakdirkan, Engkau menghendaki dan Engkau telah menciptakan maksiat dalam diriku.”


tiba-tiba datanglah suara gaib, “Hai hamba-Ku, semua yang kau sebutkan itu adalah syarat ketuhanan, lalu mana syarat kehambaanmu?”


Maka sang ahli makrifat itu menarik kembali ucapannya.

__ADS_1


“Aku salah, aku telah berdosa dan aku telah berbuat zalim pada diriku.”


Maka datanglah jawaban dari suara gaib, “Aku telah mngempuni. Aku telah memaafkan dan Aku telah merahmati.”


Maka yang wajib bagi semua mukmin adalah berpandangan bahwa amal yang baik adalah atas taufik Allah ,


dan amal yang buruk adalah dari dirinya, sehingga ia termasuk ke dalam hamba-hamba Allah yang disinggung dalam Al-Qur’an.


“Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya dirinya sendiri, mereka mengingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah.”


(QS. Ali ‘Imrân [3]: 135)


Jika seorang hamba menganggap bahwa perbuatan maksiat berasal dari dirinya, maka ia termasuk orang yang beruntung dan selamat.


Ketimbang menganggap bahwa dosa adalah dari Allah SWT, meskipun secara hakiki memang Allah SWT penciptanya.


Dalam azdkar imam An-Nawawi mengutip perkataan imam ghojali


فصل : قال الغزالي : فإن قيل : فما فائدة الدعاء مع أن القضاء لا مرد له ؟ فاعلم أن من جملة القضاء : رد البلاء بالدعاء ، فالدعاء سبب لرد البلاء ووجودالرحمة ، كما أن الترس سبب لدفع السلاح ، والماء سبب لخروج النبات من الأرض ، فكما أن الترس يدفع السهم فيتدافعان ، فكذلك الدعاء والبلاء ، وليس من شرط الاعتراف بالقضاء أن لا يحمل السلاح ، وقد قال الله تعالى : (وليأخذوا حذرهم وأسلحتهم) [ النساء 102 ] فقدر الله تعالى الأمر ، وقدر سببه.


Artinya.


“Fasal, Imam Al-Ghazali mengatakan, bila ada pertanyaan, ‘Apa faedah doa di saat yang sama ketentuan (qadha) Allah tak bisa ditolak?’


ketahuilah, kata Imam Al-Ghazali, tolak bala melalui doa merupakan bagian dari qadha secara global.


Doa menjadi sebab tolak bala dan sebab turunnya rahmat-Nya sebagaimana perisai menjadi sebab penolak senjata dan air menjadi sebab tumbuhnya tanaman di tanah.


Ilustrasinya seperti perisai yang menolak anak panah sehingga keduanya saling berlawanan sebagaimana doa dan bala.


Secara sengaja mengosongkan tangan kosong tanpa senjata bukan menjadi syarat atas pengakuan qadha.


Allah berfirman.


“Hendaklah mereka waspada dan siapkan senjata,’ (An-Nisa ayat 102).


(Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar).


Imam ghojali dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin menjelaskan:


“Perlu kita pahami, termasuk bagian dari pada Qadha Allah Swt bahwasannya doa itu juga merupakan sarana pencegahan musibah.


Doa itu juga salah satu faktor yang menentukan terhindarnya hal buruk yang tidak kita inginkan serta terwujudnya rahmat pada seseorang.


Tak ubahnya seperti perisai yang merupakan faktor penghalang terkena anak panah.


Atau air yang menjadi faktor tumbuhnya tanaman.


Al-Quran telah menjelaskan keseimbangan antara usaha dan doa, bahwa keduanya sama-sama dapat menjadi faktor terhindarnya musibah dan terwujudnya rahmat.


Allah swt berfirman:


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ خُذُواْ حِذۡرَكُمۡ فَٱنفِرُواْ ثُبَاتٍ أَوِ ٱنفِرُواْ جَمِيعٗا


“Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!”.


Artinya doa dan usaha adalah dua hal yang sama-sama diperintahkan untuk dikerjakan.


Kita tidak diajarkan misalnya setelah menabur benih di tanah, lau tidak menyiramnya lagi, kemudian berkata.


“jika memang qadha Allah tanaman ini tumbuh, maka pasti ia tumbuh. Jika memang qadha Allah menentukan ia tidak tumbuh, maka ia tidak akan tumbuh”.


Qadha merupakan korelasi positif antara sebab dan akibat. Sesuatu yang ditakdirkan sebagai kebaikan, maka ia ditakdirkan dengan suatu sebab. Begitu juga sebaliknya, sesuatu yang ditakdirkan berupa keburukan, maka ia juga ditakdirkan karena suatu sebab.


Sungguh tidak akan muncul kontradiksi antar qadha & qadar dengan usaha & doa dalam pikiran mereka yang sanggup berpikir dengan baik”.


Doa itu tak ubahnya seperti obat. Orang yang sakit tidak boleh meninggalkan obatnya karena berkeyakinan bahwa penyakitnya tetap akan sembuh jika memang Allah mentakdirkan demikian.

__ADS_1


Sama halnya umat islam tidak boleh malas berdoa karena telah lebih dulu berkeyakinan segalanya telah ditakdirkan oleh Allah Swt.


Muslim sejati adalah mereka yang melakukan yang terbaik dalam sebab (berusaha dan berdoa), setelah itu baru menyerahkan hasilnya kepada Allah swt.


“Rosid pun minta ijin pulang karna sudah malam.


Begitu juga irul dia pun ijin pulang kepada gurunya dia ga bisa pulang larut malam karna istrinya sedang mengandung.”


Nissa hanya bisa memandang kepergian kedua laki-laki itu, laki-laki yang selalu ia sebut dalam doanya.


Khairul adalah laki-laki yang ia inginkan tapi taqdir berkata lain nissa berharap Rosid adalah jawaban dari doa-doanya selama ini.


Nissa selalu berdoa


Wahai Allah, bahwasanya aku mohon pilihan oleh-Mu


dengan ilmu-Mu, dan mohon kepastian-Mu


dengan kekuasaan-Mu,


serta mohon kepada-Mu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung,


karena Engkaulah Dzat yang berkuasa,


sedang aku tiada kuasa, dan Engkaulah Dzat Yang Maha Mengetahui, sedang aku tiada mengetahui,


dan Engkaulah Dzat yang mengetahui yang ghoib.


Wahai Allah, Engkau lebih mengetahui urusan habamu ini.


jika baik bagiku, untuk duniaku, akhiratku, penghidupanku, dan akibat urusanku untuk masa sekarang maupun besoknya, maka kuasakanlah bagiku dan permudahkanlah untukku,


kemudian berkahilah dalam urusan itu bagiku. Namun jikalau adanya, Engkau ketahui bahwa urusan itu menjadi buruk bagiku, untuk duniaku, akhiratku, penghidupanku, dan akibatnya persoalanku pada masa sekarang maupun besoknya,


maka hindarkanlah aku dari padanya, lalu tetapkanlah bagiku kepada kebaikan, bagaimanapun adanya kemudian ridhoilah aku dengan kebaikan itu.


Sampai di rumahnnya Khairul di sambut oleh istrinya, Sopy mencium tangan Khairul. dan Khairul pun membalasnya dengan mengecup kening nya istrinya.


Tak lama kemudian hp nya berbunyi, Khairul pun mengangkat telpon dari Rosid, tapi bukan suaranya Rosid yang terdengar .


Setelah mengucapkan salam sang penelpon pun mengabarkan pada Khairul bahwa telah terjadi kecelakaan di km91, dan pengemudi tidak sadarkan diri sekarang sedang di bawa ke rumah sakit.


“Dia menemukan hp di tas pengemudi dan bingung mau mengabari siapa dia melihat di panggilan terakhir ada nama Khairul, dia pun menelpon Khairul.”


Khairul yang mendapat kabar itu langsung mengabari keluarga Rosid dan ustad soleh dia pun mengabari gurunya.


Khairul pun meminta ijin kepada istri dan keluarganya, untuk pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan sahabatnya itu.


Khairul pun membawa mobilnya dan mampir di rumah ustadz soleh menjemput gurunya,


Mereka berangkat bersama-sama ke rumah sakit.


Di perjalan tak henti-hentinya mereka berdoa untuk kesalahan Rosid terutama Nissa, terlihat kecemasan dalam diri nissa.


“Pikiran ninsa melanyang entah kemana, dia tak tau apa yang terjadi dengan tunaganya itu padahal pernikahan mereka tingal menghitung hari saja.


Nissa hanya bisa berdoa untuk keselamatan calon imam nya itu.


Dia tau Alloh tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuan hambanya.


Nisa hanya bisa bersabar dan bertawakal atas semua yang menimpanya, karna dia tau akan ada hikmah di balik musibah.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


SEMONGA BERMANFAAT


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2