Taqdir Cinta

Taqdir Cinta
Suara Hati Khairunisa


__ADS_3

...🌻🌸🌼🌺🌻...


...25.Al-Furqān : 29...


...لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا...


...sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur'an) ketika (Al-Qur'an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia"...


...🌻🌺🌼🌸🌻...


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Belajarlah untuk bisa menempatkan diri.


Karna banyak yang datang karna butuh.


Tapi lupa bagaimana cara menghargai.


Carilah tempat dimana kamu dihargai.


Bukan hanya di butuhkan semata.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


Dengan seribu kebimbangan ku rasa.


Tak bisakah ku putuskan sesuatu yang dapat menghentikan segudang tanda tanya .


Dan kerisauan hati ini yang ada.


Aku tau,Aku sadar dengan segala kekuarangan yang ku punya.


Yang membuat ku tak bercahaya dengan senyuman .


Yang membuat ku redup ditengah waktu yang berjalan.


tak bisa ku jelaskan keinginan ku yang sesungguh nya.


terlalu lemah kah aku dalam memenuhi kesabaran menjalani taqdinya.


Hingga aku selalu risau dan bertanya menuntut jawaban.


Kapan semua ini kan berakhir indah.


🌹🌹🌹


Begitulah gambaran Suara Hati Nisa, sebagai manusia biasa Nisa pun ingin merasakan Indahnya Cinta.


Tapi sebagai wanita yang beriman Nissa hanya ingin mencintai dan dicintai, dalam satu ikatan suci yang diridhoi ilahi robbi.


Nisa Tak ingin lagi berharap kepada makhlukNya, dia tak ingin menggantungkan cintanya, dia hanya ingin menyerahkannya kepada sang pemilik cinta itu sendiri.


Biarlah waktu yang akan menjawab, biarlah takdir yang akan menuntunnya menuju jodoh yang diridhoi.


Bukan tidak tahu sebenarnya Nisa pun tahu kalau dari dulu hingga sekarang Rahmat masih mengharapkan dirinya.


Hanya saja Entah mengapa, Dari dulu hingga sekarang tak sedikitpun, Ada Cinta Untuknya.


Padahal di mata Nisa Rahmat termasuk seorang pria yang sempurna, walaupun banyak wanita yang menginginkan nya dia tak pernah berpaling dari prinsipnya.


Rahmat adalah seorang laki-laki yang punya prinsip, Nisa tahu itu, karena dia mengenal betul siapa Rahmat.


Dia masih kerabatnya nya, juga teman masa kecilnya.


Nisa pun tidak tahu dengan apa yang ada didalam hatinya, dia begitu kuat memegang prinsipnya, tapi seolah hatinya begitu lemah dihadapan Khairul.


Hanya Irul yang bisa membuka hatinya, yang selama ini terkunci, kalau ada yang mengatakan cinta itu tak butuh alasan untuk mencintai, maka ia pun meyakini itu karena dia tak tahu mengapa hatinya bisa mencintai Khairul.Dan dia pun tak punya alasan kenapa harus jatuh cinta kepada Khairul.


Kalau memang ada yang mengatakan cinta itu buta, mungkin saja itu ada benarnya, karena bagi Nisa cintanya kepada Khairul pun itu buta, sudah sekian lama dia berusaha untuk menghilangkan perasaannya, tapi hatinya tak merelakan, nama Khairul untuk pergi.


Tak sepantasnya Nisa memiliki perasaan yang begitu terhadap Khairul, karna Khairul bukanlah kekasih halalnya.


Yang Semestinya ia cintai, kalaulah dia bisa memilih tak ingin dia mencintai seorang laki-laki yang halal baginya, yaitu laki-laki yang Allah takdirkan untuknya.


Tapi Nisa tak bisa menguasai hatinya sendiri Dia hanya bisa menjaga hati agar tidak keluar dari kehendak ilahi robbi.

__ADS_1


Nisa pun pernah menyerah akan cintanya, dia pernah berpasrah diri akan cintanya tapi Tuhan berkehendak lain laki-laki yang ia kira akan menjadi suaminya telah pergi Sebelum menjadi suaminya.


Jika boleh menyerah, Nisa pun lelah tapi syariat melarangnya, ikhtiar itu suatu keharusan, Berdoa adalah suatu kebutuhan, dan bertawakal adalah bentuk kepasrahan.


Dia yakin takdir Allah adalah yang terbaik untuknya, jika pun ia tidak mendapat jodoh di dunia dia yakin Allah Maha Adil.


Allah berjanji bahwa setiap Insan itu dilahirkan dengan jodohnya, maka Nisa yakin Allah akan menjodohkannya.


Jika pun tidak di dunia maka ia yakin dia akan berjodoh di akhirat kelak.


Al-Qur’an menyatakan bahwa Allah menciptakan makhluk berpasang-pasangan, tak terkecuali manusia sebagai makhluk termulia ciptaan Allah.


Dengan kata lain, berpasangan merupakan fitrah seluruh makhluk di muka bumi untuk memastikan lestarinya keturunan guna memerankan diri sebagai pengelola bumi (khalifah).


dorongan berpasangan sudah lahir sejak kecil. Hal ini karena mendambakan pasangan merupakan fitrah manusia sebelum dewasa, dan dorongan yang sulit dibendung setelah dewasa. Karena itu, agama mensyariatkan dijalinnya pertemuan antara pria dan wanita dalam ikatan suci yang dinamakan pernikahan.


Hal ini untuk menghindari dorongan ke arah hubungan terlarang antara pria dan wanita. Dorongan tersebut diarahkan dalam sebuah pertemuan sehingga terlaksananya “perkawinan”.


Beralihlah kerisauan pria dan wanita menjadi ketenteraman atau sakinah dalam istilah Al-Qur’an Surat Ar-Rum ayat 21.


30.Ar-Rūm : 21


وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.


💮💮💮💮💮💮💮💮💮


Hari itu Khairul akan menemui Rahmat mereka berjanji untuk ketemu setelah pertemuan di acara pernikahannya Alfiana.


Rahmat pun merasa kagum kepada Khairul walaupun di dalam hatinya ada terbesit rasa iri karena Khairul selalu diperhatikan oleh Nisa.


Tapi hal itu tidak mengurangi rasa kagum Rahmat kepada Khairul dia banyak mendengar Khairul dari Hafiz dan setelah dia melihat sendiri Khairul dia pun semakin mengagumi sosok Hairun.


Khairul merasa senang, dia bisa berteman dengan rahmat apa lagi selain kerabatnya Ustad Sholeh Rahmat pun seorang yang berpendidikan dan lulusan dari alumni Mesir juga Maroko.


Itu sudah menjadi jaminan bagaimana keilmuan seorang Rahmat karena Al Azhar Kairo adalah universitas tertua di dunia tentu memiliki nilai plus tersendiri bagi para mahasiswa yang yang menempuh pendidikan di sana.


Khairul pun tak meragukan kapasitas dari seorang Rahmat, dia pun teringat akan kata-kata gurunya, bahwa bertemanlah dengan orang-orang yang akan mengantarkan kita dan mendekatkan kita kepada Allah.


Aturan bergaul, baik dengan sesama jenis, lawan jenis, keluarga, kerabat, rekan dan lainnya dalam agama islam tentu saja sudah diatur oleh Allah baik melalui kalam Nya, maupun melalui sabda Rosululloh SAW berupa hadits – haditsnya yang sahih.


Salah satu anjuran untuk berteman diantaranya adalah:


Bertemanlah dengan orang yang akan selalu membangkitkan keimanan kita kepada Allah


Bertemanlah dengan orang yang perkataannya, tindakannya, akan selalu mengingatkan kita kepada Allah.


Hal ini sesuai dengan isi yang terkandung dalam kitab Alhikam karangan lil alim al alamah walhibrul Bahril Fuhaamah,yang berbunyi :


“laa tashab man la yunhiduka haalahu,walaa bidzaalika alallohi maqoolahu”


“ janganlah kamu berteman(dalam hal ini bukan hanya berteman, bisa juga memilih suami, memilih sahabat, memilih rekan kerja, tempat bekerja, atau kolega)yang tidak dapat membangkitkan atau meningkatkan keimanan kita kepada Allah dan janganlah pula memilih teman/sahabat/suami kolega,dan lain-lain yang perkataannya tidak selalu mengingatkan mu kepada Allah.”


Jelas sekali makna yang terkandung dalam kitab Alhikam tersebut, karena memang, teman, atau teman hidup adalah merupakan orang yang akan berjalan beriringan bersama kita, selayaknya teman, kita akan selalu bersama-sama, nah dengan demikian, suka duka pun akan kita rasakan bersam-sama.


Tetapi apalah artinya teman jika hanya yang dia berikan hanya manis di dunia saja, teman yang baik adalah teman yang akan mengantarkan kebahagiaan terhadap kita bukan hanya di dunia saja, namun juga akan menghantarkan kita ke dalam kebahagiaan yang kekal yaitu di akhirat, di dalam syurga!.


Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan d1ak seorang teman dalam sabda beliau :


مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة


“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya.


Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”


(HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)


Jelas sekali makna dari hadits di atas yang menjelaskan bahwa jika kita berteman dan bergaul dengan orang yang baik, perkataannya selalu mengingatkan kita ke dalam kebaikan, perkataannya tidak mengandung sesuatu yang tidak bermanfaat seperti bergunjing, ghibah, fitnah, dan penuh madharat, perkataan dan tindakannya selalu meningkatkan kita untuk selalu ingat kepada Allah dan meningkatkan iman kita kepada Allah.


Jelasnya kita harus berteman dengan orang yang sholeh, insya Allah kita akan terbawa sholeh, misalnya dengan orang yang selalu sholat awal waktu,berjamaah, berpuasa sunat,dan amal sholeh lainnya, insya Allah kita juga lambat laun akan sedikit-sedikit terbawa olehnya.


Sebaliknya, jika kita berteman dengan orang yang tidak baik, walaupun hanya sepele, namun karena dijalankan setiap saat, maka lambat laun juga kita akan terbawa oleh pergaulan yang tidak baik, begitu pula dengan istri/suami.


Sama hal nya dengan tempat bekerja, apabila tempat bekerja kita mendukung ke arah kebaikan, maka kita akan terbiasa mengikuti kebaikan ,namun apabila tempat bekerja kita kurang dalam menerapkan kebiasaan baik, maka dengan tidak terasa kita juga terbawa kebiasaan ynag kurang baik pula.


Rasulullah pernah bersabda, “Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.”

__ADS_1


(HR Abu Daud dan Tirmidzi)


Jika kita sedang mencari seorang teman yang bisa membersamai kita dalam urusan agama dan dunia, maka perhatikanlah lima hal berikut:



Akal



Bergaul dengan orang bodoh hanya akan berakhir pada kemalangan dan terputusnya hubungan. Musuh yang pandai lebih baik daripada teman yang bodoh.


Ali bin Abi Thalib r.a., pernah berkata:


Jangan engkau bergaul dengan orang bodoh


Hendaknya kau betul-betul menghindarinya


Betapa banyak orang bodoh yang menghancurkan si penyabar ketika ia menginginkannya


Seseorang diukur dengan orang lain di mana orang itu mengikutinya


Seperti sepasang sandal yang sama di mana sandal itu menyerupainya


Sesuatu dari yang lain mempunyai ukuran dan kemiripan


Hati yang satu menjadi petunjuk bagi hati yang lain ketika berjumpa.


2 . Akhlak yang Baik


Orang yang buruk akhlaknya adalah orang yang tidak bisa menahan diri ketika muncul marah dan syahwat. Sudah seharusnya kita tidak bergaul dengan orang yang seperti ini.


Alqamah al-Atharidi berkata dalam wasiatnya kepada sang putra.


“Wahai anakku, jika engkau ingin bergaul dengan manusia, bergaulah dengan orang yang jika kau layani, dia menjagamu, dan jika kau temani dia membaguskanmu.


Bersahabatlah dengan orang yang jika kau ulurkan tanganmu untuk kebaikan ia juga mengulurkannya, jika melihat kebaikanmu ia mengingatnya, dan jika melihat keburukanmu ia meluruskannya.


Bersahabatlah dengan orang yang jika kau ungkapkan sesuatu, ia membenarkan ucapanmu itu, jika kau mengusahakan sesuatu ia membantu dan menolongmu, serta jika kalian berselisih dalam persoalan dia mengalah padamu.”



Baik dan saleh



Temukanlah mereka yang baik dan saleh, yaitu mereka yang takut kepada Allah karena mereka tak akan terus berbuat maksiat besar.


Hindarilah bergaul dengan orang-orang fasik, karena mereka akan selalu berubah-ubah sikap sesuai dengan kepentingannya.


Bergaul dengan orang fasik juga dikhawatirkan akan membuat kita toleran dan meremehkan maksiat. Allah Swt berfirman, “Jangan engkau ikuti orang yang Kami lalaikan hatinya dari berzikir kepada Kami dan mengikutiku hawa nafsunya. Orang itu telah betul-betul melampaui batas.”


(QS Al Kahfi [18}: 28).


4.Tidak Tamak terhadap Dunia


Manusia cenderung meniru orang-orang di sekelilingnya. Jika kita bergaul dengan mereka yang tamak, kita bisa menjadi lebih tamak.


Bergaul dengan jenis orang yang demikian dapat diibaratkan sebagai racun yang membunuh.



Jujur



Pembohong dapat diibaratkan sebagai sebuah fatamorgana. Kita bisa tertipu olehnya. Mereka bisa membuat dekat yang jauh, membuat jauh yang dekat.


Kedua adalah memperhatikan hak-hak persahabatan ketika kita sudah menemukan orang yang demikian untuk dijadikan sahabat.


Sebagaimana Rasulullah berkata bahwa tidaklah dua orang bersahabat melainkan yang paling dicintai Allah adalah yang paling mengasihi temannya.


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


MAAF KALAU TULISAN KERAJANG DOSA INI KURANG BERKENAN DI HATI PARA PEMBACA.


KERANJANG DOSA HANYA MEMBERANIKAN DIRI MENULIS KARNA KEUTAMAN MENYAMPAIKAN.

__ADS_1


DAN TULISAN INI SEJATINYA ,DAH KHUSUSNYA UNTUK MENASEHATI KERANJANG DOSA PRIBADI


TERIMA KASIH✌✌✌


__ADS_2