Taqdir Cinta

Taqdir Cinta
Tentang Taqdir


__ADS_3

๐ŸŒนTentang taqdir๐ŸŒน


...๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท...


...*A**pabila kita bertemu dengan kesulitan , ketahuilah bahwa Allah sedang mendidik kita tentang arti Sabar*...


... Dan jika kita bertemu dengan kesenangan , ketahuilah bahwa Allah sedang mengajarkan kepada kita tentang arti Syukur...


...๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท...


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Menikah bukan mencari pasangan yang siap membahagiakanmu, tapi yang siap kau bahagiakan.


Menikah bukan mencari pasangan yang siap menghadiahimu kemewahan, tapi yang siap diajak bersama menjadi partner menuju kesuksesan raih Ridho Allah


Menikah bukan masalah mencari pasangan yang tampan atau cantik, tapi bagaimana caranya agar engkau bisa menjadi pribadi terbaik dengan hati yang tampan atau cantik.


Menikah itu bukan sebuah ajang gengsi yang membuat kita memilih yang paling pintar, tampan atau cantik dan kaya, tapi sebuah niat mulia untuk meraih mimpi bersama.


Kalau kamu masih belum bertemu dengan jodohmu.


Periksalah kembali niat di hatimu.


Mungkin, masih ada niat duniawi yang terselip, sehingga Allah masih tak mempertemukanmu dengan jodoh yang kau tunggu


Perbaikilah niat itu, agar engau bertemu jodoh terbaik dunia akhirat.


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Tak pernah kubayangkan


Memikirkan hal yang tidak diperlukan


Di atas tepi daratan


Terus mencari pengharapan


Di dalam kesunyian ini


Hati merasa sepi


Tiada yang perlu kutangisi


Semua pasti akan kulalui


Kala insan berharap emas


Namun hanya kutipan di secarik kertas


Basah diterpa hujan deras


Hancur,robek,raib tak berbekas


Bagai sepucuk surat tak terbalas


Menggali mimpi yang tertimbun


Direlung kalbu nan rimbun


Banyak waktu yang telah ku lalui


Dalam sebuah ruang yang tak pernah terkunci


Akuโ€ฆ selalu sendiri disini


Bersama kertas dan pena yang menemani


Aku adalah detak detik jam yang semakin

__ADS_1


Bertambah nilainya dan kembali lagi ke satu


Lalu dua dan berlanjut seterusnya


Dan engkau ibarat angka tiga belas


Yang tak kunjung ada dalam perjalananku,


Kalau jarum jam kembali ke angka satu setelah angka dua belah


Bengituhlah diri mu yang tak mungkin ada dalah hidupku.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Begitulah gambaran hati dari seorang Khairul, yang masih mengharapkan seorang Khairunisa, tapi di sisi lain ia merasa Nisa tak mungkin iya gapai, ibarat sebuah kemustahilan.


Bagi Khairul Nisa saat ini bagai angka tiga belas di dalam jam dingding yang mustahil ada, begitulah Nisa Khairul merasa harapan nya untuk bisa bersama Nisa seakan sirna.


Selain Nisa tak lama lagi akan menikah dengan Rahmat, dirinya sendiripun sudah menyerahkan urusan pernikahan ya pada Guru yang sangat di hormati nya itu, bahkan gurunya sudah menyiapkan calon istri untuknya.


Khairul pun yakin kedatangan ustadz soleh hari ini untuk membahas pernikahan putri tercinta mereka siapa lagi kalau bukan Khairunisa.


Khairul mencoba untuk belajar mengikhlaskan, karna dia tau semua yang bakal terjadi itu sudah menjadi garisan taqdir, dia hanya menjalankan apa yang sudah menjadi ketetapan Tuhan.


Khairul tau Takdir atau lebih lengkapnya Qodho dan Qodar memiliki unsur ikatan kesinambungan. Qodar berarti ketika Allah telah menetapkan sesuatu akan terjadi pada waktunya dan Qodho adalah tibanya masa ketika ketentuan yang telah ditetapkan terjadi.


Oleh karenanya, Qodar yakni suatu ketetapan Allah berlaku terhadap segala sesuatu sejak zaman azali serta Qodho adalah pelaksanaan Qodar ketika terjadi.


Rasul SAW berkata:


ุฃูŽู†ู’ ุชูุคู’ู…ูู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูู‡ู ูˆูŽูƒูุชูุจูู‡ู ูˆูŽุฑูุณูู„ูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ูˆูŽุชูุคู’ู…ูู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู‚ูŽุฏูŽุฑู ุฎูŽูŠู’ุฑูู‡ู ูˆูŽุดูŽุฑู‘ูู‡ู


Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir, dan kamu beriman kepada qadar yang baik maupun yang buruk. (HR. Muslim no. 8)


Semua yang terjadi di dunia ini sudah menjadi ketetapan dari Allah SWT seperti adanya pergantian siang dan malam, adanya alam yang indah, sebaliknya adanya hal-hal yang ditetapkan seperti bencana alam, musibah dan lain sebagainya.


Begitu pula adanya perbedaan keadaan manusia, Allah menciptakan manusia dengan bermacam ragam, ada wujud yang sempurna atau kurang sempurna.


Adapun Allah mengatur setiap kebutuhan manusia dan menempatkan kondisi manusia dalam berbagai macam hal yang berbeda.


Hadits di atas menyebutkan takdir baik maupun buruk, oleh karena itu, manusia senantiasa mampu menyiapkan diri dan mental untuk menyambut bukan hanya suatu ketetapan yang diberikan kepada manusia dalam keadaan baik saja, namun juga manusia mampu mempersiapkan dalam keaadaan buruk juga.


Manusia akan lebih mudah menerima jika dirinya diberi keadaan takdir yang baik seperti mendapatkan rezeki yang melimpah dan lain sebagainya. Namun, manusia akan susah menerima takdir baginya dalam keadaan buruk atau sebagai musibah dan cobaan.


Karenanya sering kali manusia frustasi dan menempatkan prasangka buruk kepada takdir yang telah Allah berikan kepadanya.


Sejatinya manusia mampu membuat rencana yang hebat. Mampu merencanakan untuk mencapai kepentingan dan tujuannya dengan detail dan rinci.


Akan tetapi, sebagus-bagusnya rencana manusia ketika Allah tidak meridhoi rencana itu terjadi manusia mampu berbuat apa. Mau tidak mau kita harus menerima apapun yang terjadi dalam hidup kita baik ataupun buruk.


Sehingga kita seringkali tidak menerima keadaan dan seringkali menyalahkan takdir Allah yang salah terhadap dirinya. Manusia mulai merasa bahwa nikmat yang diberikan Allah adalah suatu ketidak adilan.


Musibah bisa saja menimpa kepada siapa saja terserah kehendak Allah. Misalnya, ketika seorang pedagang yang berjualan dari siang sampai malam, dirinya telah bekerja keras serta mempunyai perhitungan bahwa ketika hari itu akan sangat ramai, namun karena hujan lebat seharian alhasil pelanggan yang datang hanya sebanyak hitungan jari.


Hal yang terjadi adalah pedagang tersebut tidak bisa menolak dari takdir yang demikian. Takdir yang demikian seringkali membuat kita jauh akan syukur kepada Allah.


Adapula perencanaan manusia yang telah merencanakan dan mempersiapkan tentang jodoh. Pada suatu hari, ada sepasang calon pengantin yang telah saling mengenal dengan cara taโ€™aruf sehingga mendapatkan keinginan yang sama yakni melangsungkan ke jenjang pernikahan.


Keduanya telah merencanaka dengan matang apa saja yang diperlukan untuk melangsungkan pernikahannya. Undangan telah dicetak dan disebar luaskan, gedung pernikahan telah dipersiapkan, kedua belah pihak keluarga telah saling mempersiapkan kostum dan hari pelaksanaan dengan matang.


Semua hal tersebut menurut renananya akan berjalan dengan sangat lancar dan baik, tidak akan ada suatu hal yang mampu menghentikan rencana mulia mereka. Akan tetapi pada hari berlangsungnya akad pernikahan, mempelai pria mengalami musibah kecelakaan dengan satu mobil rombongannya menuju lokasi pernikahan.


Allah pun berkehendak lain, kecelakaan tersebut mengakibatkan meninggal dunia calon mempelai suaminya.


Hal-hal di atas seringkali membuat manusia akan merasa bahwa dunia tidak adil, takdir Allah tidak bagus dan merasa garis hidupnya tidak jelas.


Namun akan tiba saatnya manusia akan menyadari apa yang telah direncanakan oleh Allah adalah suatu hal yang terbaik bagi hidupnya.


Tidak sedikit juga di antara banyak manusia yang memiliki hati yang tangguh dengan mampu menerima dan selalu bersyukur dengan semua apa yang telah Allah tetapkan.


Kebanyakan muslim ketika ditanyai apa yang mereka cari dalam hidup ini?

__ADS_1


Mereka selalu menjawab mencari ridho Allah, karena mereka ingin mendapat ridho dari Allah.


Akan tetapi hal yang sebenarnya bahwa ridho Allah bukan untuk diminta dan dicari tetapi untuk mereka lakukan. Karena subjek utama ridho Allah adalah diri mereka sendiri yang harus ridho kepada Allah bahwa kemudian Allah ridho adalah hal yang otomatis. Karena tidak mungkin kalau mereka ridho dengan takdir Allah lalu Allah tidak meridhoi.


Rumus sederhana di puncak firman-firman Allah dengan siapa yang dipanggil Allah untuk memasuki hilir kemesraan cinta dengan Allah.


Siapa yang kompatibel terhadap cinta Allah, karena unsur kompatibelnya adalah Rodhiatan Mardiyah. Hal ini sesuai dengan firman Allah:


ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูŽุชูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู ุงู„ู’ู…ูุทู’ู…ูŽุฆูู†ู‘ูŽุฉู


Wahai jiwa yang tenang!


ุงุฑู’ุฌูุนููŠ ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ุฑูŽุจู‘ููƒู ุฑูŽุงุถููŠูŽุฉู‹ ู…ู‘ูŽุฑู’ุถููŠู‘ูŽุฉู‹


Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. (Q.S.al-Fajr [89]: 27-28)


Dari dalil di atas menyebutkan bahwa semua manusia di muka bumi ini bisa jadi Allah meridhoi dan menerima amalan kita bisa jadi tidak, kecuali beberapa orang yang dijamin masuk surga oleh Allah seperti Rasulullah. Selain itu, semua manusia di dunia ini kedudukannya sama di mata Allah.


Oleh karena itu, kita tidak usah sibuk mencari ridho Allah, akan tetapi kitalah yang harus terus menerus ridho kepada Allah karena rumusnya adalah Rodhiatan Mardiyah bukan terbalik Mardiyatan Rodhiah.


Jadi kitalah yang harus memastikan setiap saat ridho kepada apapun saja yang Allah tentukan untuk kita, jika kita ridho dan terus ridho efeknya pasti diridhoi oleh Allah.


Hal yang disebut kita ridho kepada Allah adalah ridho kepada setiap aplikasi Allah dalam hidup kita. Misalnya jantung kita berdetak menandakan bahwa Allah mempunyai urusan dengan jantung kita dan kita harus ridho dengan nikmat demikian.


Sebagaimana pohon, binatang dan alam itu adalah 100% ekspresi dari ridho. Oleh karena itu, temukanlah ridho karena manusia adalah makhluk yang diberi akal untuk mengambil jalan dari kehidupan maka setiap hari manusia harus menemukan yang mana saja dari perilaku kita hari ini yang diridhoi Allah dan mana saja yang tidak dirihoi.


Termasuk yang mana perilaku kita yang mencerminkan ridho kepada Allah dan mana yang tidak itulah ukuran hidup.


Seharusnya kita ridho berlangsung di setiap saat dalam hidup kita. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak berdiri di fakta hidupnya, tidak berdiri di kenyataan hidupnya mereka berdiri di harapannya saja. Maka yang akan terjadi adalah akan selalu merasa kurang apa yang di dapat dari hidupnya.


Namun jika kita ikhlas berpijak ditempat dan momentum yang Allah beri serta dengan meridhoi apa yang telah Allah karuniai kita sampai saat ini dengan posisi dan keadaan bagaimanapun.


Maka ridho Allah akan menyertai keikhlasan kita untuk melangsungkan kehidupan kita.


Kesimpulan pada pembahasan Rodhiatan Mardiyatan adalah ketika umat muslim di dunia ini telah mengaplikasikan ridho untuk diridhoi, maka akan terciptanya hati yang senantiasa ikhlas kepada setiap ketentuan yang Alah berikan.


Serta kita menjadi hamba Allah yang insyaAllah dimuliakan Allahkarena mendapatkan ridho Allah.


Badha Dzuhur sepulang dari masjid Khairul menemui Guru Sayuti seperti permintan guru Sayuti tadi pagi, alangkah terkejutya Khairul saat iya mengucapkan salam, dia melihat sudah bayak yang berkumpul disanah.


Selain ada Guru Sayuti di situh pun sudah ada Ustadz soleh, ada juga Rahmat, dan beberapa orang yang Khairul sendiri tidak kenal.


Bersambung.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


NB:


Jangan mengejek seorang yg tertimpa musibah dalam rumah tangganya dengan menyebutnya sebagai seorang yg berkepribadian lemah. Nabi Nuh As, padahal disisi Allah adalah seorang pilihan, tapi istrinya adalah seorang wanita pendosa.


Jangan mencela seorang yg terusir dari komunitasnya dengan menyebutnya sebagai seorang yg tak berharga. Nabi Ibrahim As. juga seorang yg terusir dari komunitasnya, tapi disisi Allah adalah seorang kekasih-Nya.


Jangan (langsung) mencaci seorang narapidana dengan menyebutnya bahwa dia seorang yg zalim dan durjana. Nabi Yusuf (As) juga pernah di penjara, tapi disisi Allah dia adalah seorang yg sangat jujur.


Jangan mengolok seorang yg bangkrut dengan menyebutnya bahwa dia seorang yg bodoh dan gagal. Nabi Ayyub (As) juga pernah mengalami bangkrut, tapi disisi Allah dia adalah seorang Nabi


Jangan mencaci seorang yg berprofesi rendah dengan menyebutnya sebagai seorang yg rendah martabatnya. Sayyidina Luqman adalah seorang tukang kayu, penjahit dan penggembala, tapi disisi Allah adalah seorang yg bijak.


Jangan mencela seorang yang di jelekkan oleh masyarakat dengan menyebutnya sebagai seorang yg buruk. Nabi Muhammad (saw) di sebut sebagai penyihir dan gila, tapi disisi Allah adalah seorang kekasih sejati.


Jangan pernah mencaci, mencela, mengolok ataupun merendahkan harga diri siapapun, dan jadilah pribadi yg berbaik sangka pada orang lain.


Biarkan makhluk menjadi urusan Penciptanya. Ada yg mengatakan: โ€œTak ada seorangpun yg mendalami perihal orang lain, niscaya dia pasti tenggelam.โ€


โ€ŽRenungkanlah, karena itu semua adalah kenyataan


Mudah-mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang sholeh...


Aamiiiiiin.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ

__ADS_1


MAAF BAYAK TYPO


TERIMA KASIH


__ADS_2