Taqdir Cinta

Taqdir Cinta
Doa Khairunnisa


__ADS_3

🌸 Doa Khairunnisa 🌸


......☘☘☘...


.........


......Al-Baqarah : 186...


.........


......وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ...


.........


......Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran....


.........


......☘☘☘...


.........


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Jika seorang berada disamping kekasihnya, maka ia akan selalu tersenyum senang, sesuatu yang pahit terasa manis. Begitu juga seorang Waliyullah (kekasih Allah) jika turun kepadanya bala, mereka sentiasa tersenyum dan merasa aman kerana sesuatu yang buruk tersebut datangnya dari Sang Kekasih Pencipta Alam Semesta.


Habib Ali Al-Masyhur bin Hafidz Rahimahullah Taala.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sekitar bada Asyar Khairul sampai di kediaman gurunya, dia di sambut hangat oleh keluarga gurunya, dia di persilahkan untuk istirahat, Khairul belum bisa menemui gurunya itu. karna kebetulan gurunya lagi mengisi acara pengajian.


Khairul langsung bergegas ke kamar yang telah di sedikan oleh keluarga gurunya, dia ingin beristirahat, karna dia tadi di perjalanan telah menjamak dan qosor, sholat dhuhur dengan asyar di waktu dzuhur.


Shalat Jamak dan Qashar adalah shalat yang dilakukan dalam menunaikan shalat fardhu ruba’iyah ( berjumlah empat rakaat).


Shalat ini terutama dilakukan jika seseorang dalam keadaan safar (musafir).


Orang yang sedang dalam perjalanan jauh diperbolehkan memendekkan (meringkas) shalat atau yang lebih dikenal dengan cara meng-qashar shalat, atau dengan cara mengumpulkan dua shalat dalam satu waktu.


Ada perbedaan dikalangan ulama mengenai apakah mengqashar shalat merupakan ‘azimah (kemutlakan) yang tidak boleh ditinggalkan atau hanya sebuah rukhsah (keringanan) yang menjadi pilihan antara mengqashar atau menyempurnakan shalat.


Menurut Imam Hanafi, mengqashar shalat adalah ‘azimah, sedangkan Imam Syafi’I serta Imam Mazhab yang lainnya berijtihad bahwa qashar shalat sifatnya rukhsah, mengerjakan shalat bisa dengan cara qashar atau dengan cara menyempurnakan.


Dalam Al-Qur’an surah An-Nisa’ :


وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الأرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا (١٠١)


Artinya : dan apabila kamu bepergian di muka bumi, Maka tidaklah mengapa kamu men-qashar[343] sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.


Syarat Syarat Qashar Shalat:


Menempuh jarak minimal 80,5 Kilometer


Bepergian untuk tujuan yang bersifat mubah


Qashar shalat ketika sudah melewati tapal batas kota


Tidak boleh bermakmum pada orang yang mukim (tidak qashar shalat).


Syarat Jamak Takdim:


Tertib, misalnya shalat dhuhur dahulu,kemudian ashar. Dan maghrib dahulu kemudian Isya’


Niat jamak pada shalat yang pertama, misalnya Dhuhur.


Berurutan (muwalat), antara dua shalat yang dijamak tanpa diselingi dengan aktifitas shalat sunat, langsung bangkit untuk shalat kedua.


Syarat Jamak Takhir:


Cara Shalat Jamak dan Qashar


Shalat Jamak dilakukan diawal waktu dinamakan jamak takdim seperti melaksanakan shalat dhuhur dan ashar, berarti pelaksanaannya dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur, akan tetapi bila pelaksanaannya dilakukan pada waktu shalat ashar, atau shalat maghrib dengan shalat isya’pada waktu isya’ dinamakan shalat jamak takhir.


Shalat Qashar dilakukan dengan cara meringkas shalat yang berjumlah 4 rakaat seperti shalat dhuhur dan ashar dalam satu waktu.


Niat Shalat Jamak dan Qashar:

__ADS_1


Shalat Dhuhur Jamak Takdim dengan Shalat Ashar


(shalat dilakukan waktu shalat dhuhur)


Niat Shalat Dhuhur Jamak Takdim dengan Shalat Ashar


اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا مَعَ العَصْرِ مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى


Niat Shalat Ashar Jamak Takdim dengan Shalat Dhuhur


اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا مَعَ الظهر مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى


Shalat Dhuhur Jamak Takhir dengan Shalat Ashar


(shalat dilakukan waktu shalat ashar).


Niat Shalat Dhuhur Jamak Takhir dengan Shalat Ashar


اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا مَعَ العَصْرِ مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى


Niat Shalat Ashar Jamak Takhir dengan Shalat Dhuhur


اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا مَعَ الظُّهْرِ مَأْمُوْمًا \ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى


Shalat Dhuhur Jamak Takdim Serta Qashar Dengan Shalat Ashar.


Dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur, masing-masing dua rakaat


Niat Shalat Dhuhur Qashar taqdim dhuhur dan ashar


اُصَلِّى فَرْضَ اْلظُهْرِ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى


Niat Shalat Ashar Qashar taqdim dhuhur dan ashar (dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur)


اُصَلِّى فَرْضَ اْلعَصْرِ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلظُهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى


Shalat Dhuhur Jamak Takhir Serta Qashar Dengan Shalat Ashar


Dilaksanakan pada waktu shalat ashar


Niat Shalat Dhuhur Qashar Takhir Dhuhur dan Ashar.


Niat Shalat Ashar Qashar Takhir Dhuhur dan Ashar


اُصَلِّى فَرْضَ اْلعَصْرِ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلظُهْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى


Shalat Maghrib Jamak Takdim Dengan Shalat Isya


Dilaksanakan pada waktu shalat maghrib


Niat Shalat Maghrib Jamak Taqdim


اُصَلِّى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعِشَاءِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ مَأْمُوْمًا\ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى


Niat Shalat Isya Jamak Taqdim


اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلمَغْرِبِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى


Shalat Maghrib Jamak Takhir Maghrib Dengan Shalat Isya


Dilaksanakan pada waktu shalat isya’


Niat Shalat Jamak Takhir Maghrib


اُصَلِّى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى


Niat Shalat Jamak Takhir Isya


اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ مَجْمُوْعًا مَعَ اْلمَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍمَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى


Shalat Maghrib Jamak Takdim Serta Qashar Dengan Shalat Isya


Dilaksanakan pada waktu shalat Maghrib


Niat Shalat Maghrib


اُصَلِّى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعِشَاءِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ مَأْمُوْمًا\ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى


Niat Shalat Isya’

__ADS_1


اُصَلِّى فَرْضَ العِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا مَعَ المَغْرِبِ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى


Niat Shalat Maghrib Jamak Takhir Maghrib Qashar dan Isya.


Dilaksanakan pada waktu shalat isya’


Niat Shalat Maghrib


اُصَلِّى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ مَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى


Niat Shalat Jamak Takhir Qashar Isya’.


اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ قَصْرَا مَجْمُوْعًا مَعَ اْلمَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍمَأْمُوْمًا \ اِمَامٌا لِلّهِ تَعَالَى


Niat jamak takhir diwaktu shalat yang pertama.


Masih dalam perjalanan tempat datangnya waktu shalat yang kedua.


Saat ingin memasuki kamar dia terpaku, mendengar ucapan salam sari seorang wanita yang begitu iya kenal, khairul bagai patung kakinya terasa kaku, lidahnya terkunci tak mampu berucap, saat iya menoleh, kearah suara salam, hati ya begitu bergetar.


Ada rasa yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata,


Melihat sosok wanita pujan hati, yang sangat iya rindukan berdiri di depan ya.


Andai iya mengikuti naluri perasan ya. Ingin iya berlari memeluk pujaan hatinya, tapi akal sehat ya menahan, dia tau, gejolak perasan ya itu lahir dari napsu dan bisikan syaitan musuhnya yang nyata.


Khairul tau Nafsu merupakan bagian dari makhluk Allah. Dengan berbekal nafsu pula manusia dapat menjalankan kehidupannya secara wajar sebagai makhluk hidup yang hidup di alam dunia.


Berbagai kebutuhan penting manusia, seperti makan, minum, tidur, menikah, dan lain sebagainya, melibatkan nafsu di dalamnya. Karena itu, secara alamiah nafsu bukanlah hal yang mutlak buruk. Namun demikian, nafsu memiliki kecederungan-kecenderungan untuk menyimpang.


Kerena itu, dalam Islam terkandung anjuran kuat untuk mengendalikan nafsu. Memang manusia tak diperintahkan untuk memusnahkannya, namun nafsu harus memegang kuasa penuh atasnya agar selamat dari jebakan dan godaan-godaannya yang menjerumuskan.


Khairul pun cepat-cepat menundukan pandangan ya saat tak sengaja pandaanganya, bertemu dengan pandangan Nisa, begitu pula Nisa dia pun menundukan pandangan ya, nisa hanya bisa tersenyum di balik cadarnya.


Tak bisa di pungkiri ada perasan bahagia saat Nisa melihat sosok laki-laki yang selalu ada dalam hatinya itu, walaupun selama ini dia hanya bisa memendam cinta dalam doa, tapi perasaan itu ada.


Nisa haya wanita biasa yang punya rasa dan punya cinta. Nisa selalu terlihat sangat tangguh. Tapi kenyataannya, Nisa adalah sosok yang diciptakan memiliki perasaan mudah tersentuh dan rapuh. Untuk urusan hati, Nisa sangat mudah tersakiti.


Meski mudah tersentuh, rapuh dan tersakiti, rupanya Nisa tak selemah atau serapuh itu. Patah hati atau putus cinta yang dialami Nisa justru menguatkan perasaannya.


Nisa tau cintanya pada Khairul bertepuk sebelah tangan, dia tak ingin berlama-lama dalam ketidak pastikan.


Dia ingin bahagia walau bukan dengan orang yang dia cintai, Nisa hanya berdoa untuk ke bahagia laki-laki yang telah meluluh lantakan perasan ya itu.


Saat Khairul hadir dalam benakya Nisa selalu memanjatkan doa.


Yaa Allah, sekiranya telah Engkau catatkan ia milikku, tercipta buatku, satukanlah hatinya dengan hatiku, titipkanlah kebahagiaan antara kami, agar kemesraan itu abadi.


Yaa Allah Yaa Rabbku yang Maha Mengasihani, seringkanlah kami melayari hidup ini, ketepian yang sejahtera dan abadi, maka jodohkanlah kami.


Tetapi Yaa Allah, sekiranya telah Engkau taqdirkan ia bukan milikku, bawalah dia jauh daripada pandanganku, luputkanlah ia dari ingatanku, dan periharalah aku dari kekecewaan.


Yaa Allah Yaa Rabbku yang Maha Rahman, berikanlah aku kekuatan menolak bayangannya jauh ke langit, hilang bersama senja yang merah, agar ku sentiasa tenang, walaupun tanpa bersama dengannya.


Yaa Allah, pasrahkanlah aku dengan taqdir-Mu, sesungguhnya apa yang telah Engkau taqdirkan adalah yang terbaik untukku, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang terbaik buat hamba-Mu ini.


Yaa Allah, cukuplah Engkau yang menjadi pemeliharaku di Dunia dan Akhirat, dengarkanlah rintihan daripada hamba-Mu yang daif ini.


Jangan Engkau biarkan aku sendirian di Dunia ini maupun di Akhirat, jangan menjuruskan aku ke arah kamaksiatan dan kemungkaran.


Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang Beriman, agar aku dan ia sama-sama dapat membina kesejahteraan hidup ke jalan yang Engkau Ridhai.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


NB:


Kita bahkan tidak sedar bahawa apa yang kita tulis, apa yang kita komen, apa yang kita “posting” dan apa yang kita “share” di media sosial juga akan diminta untuk pertanggungjawabannya.


Bila postingan atau yang kita “share” adalah dakwah, hal-hal positif, menyeru kebaikan, maka pasti akan diberikan ganjaran pahala, kerana menjadi sebab hidayahnya kepada orang lain.


Dan begitu pula sebaliknya, bila postingan kita hal-hal yang dilarang agama, maka kita akan di adzab kerana perbuatan kita.


Oleh yang demikian, gunakanlah sosial mediamu dengan bijak. Jadikanlah ia sarana dakwah. Kerana dakwah tidak hanya di dunia nyata, di dunia maya pun juga!


‎كل من كان سبباً في خير كُتب له أجر عمل الخير في حياته وبعد مماته ومن كان سببا في شر كُتب له آثام ذلك الشر في حياته وبعد مماته.


Setiap siapapun yang menjadi sebab di dalam kebaikan maka di catat baginya pahala amal kebaikan di masa hidup dan matinya, dan siapa yang menjadi sebab di dalam keburukan maka di catat baginya dosa keburukan tersebut di masa hidup dan matinya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2