TERBUKA NYA MATA BATIN

TERBUKA NYA MATA BATIN
13. Kelompok Robi


__ADS_3

Terlihat di tempat lain, Dicky dan Rafi sedang membawa ember dan beberapa sapu ke lantai atas, entah apa yang akan mereka lakukan di sana.


Sedangkan Rara dan teman-teman nya masih sibuk mencari keberadaan petunjuk yang akan membawa mereka kepada kemenangan.


"hey guys, lihat itu..." lampu senter Adrian pun mengarah ke suatu pintu di dalam perpustakaan yang sudah berdiri sebuah gambar panah di atas nya.


"Seperti nya itu petunjuk nya..." sambung Adrian lagi hingga membuat teman-teman nya mengangguk bahagia.


"ayo kita masuk ?" ajak Adrian hingga mereka perlahan-lahan memasuki suatu ruangan di dalam perpustakaan itu, Rara seketika terdiam di depan pintu,ia merasa sesuatu yang sedang mengawasi dan mengikuti gerak gerik mereka, sedang kan teman-teman nya sudah masuk kedalam ruangan itu.


"hey, kenapa Lo bengong aja...ayo masuk..." panggil Adrian hingga Rara mengangguk dan berjalan menuju ruangan itu, terlihat setelah Rara memasuki ruangan itu seketika seorang wanita mengenakan pakaian berwarna merah berdiri mematung di ambang pintu.


Sedangkan di lorong lain terlihat Robi, Fika, Sovia dan teman-teman kelompok mereka berjalan mencari keberadaan petunjuk yang telah di sebarkan oleh senior mereka.


Mereka masih berpacu dengan dua senter di tangan Robi dan Sovia saat ini.

__ADS_1


"Seperti nya kita harus mencari di lantai atas !" ucap Robi hingga membuat teman-teman nya mengikuti langkah kaki nya menaiki anak tangga satu persatu ke lantai dua yang sempat di lewati Dicky dan Rafi tadi.


"kalian jalan duluan saja, biar gue yang memantau di belakang..." pinta Robi, hingga satu persatu teman-teman nya mendahului nya menapaki anak tangga, sehingga Robi berada di belakang dengan berbekal sebuah senter di tangan nya, sedang kan di depan ada Sovia yang menggenggam senter lainnya.


"kita mau kemana? ke kanan atau ke kiri ?" tanya Sovia sambil melirik kearah jalan karena dia sudah berada di lantai atas saat ini, ada dua jalan yang mengarah ke kelas-kelas dan anak tangga ini pas di antara tengah-tengah ruangan kelas di jurusan tersebut.


"ke kanan aja kayak nya..." sambung Fika di belakang nya, hingga Sovia menyorot senternya kearah kanan sehingga tanpa sengaja ia mengarahkan senternya ke suatu kelas yang terlihat bayangan seorang anak kecil yang berdiri di depan papan tulis sambil menatap kearah mereka.


HAAAAAAAAAAAAA....


Teriak Sovia sontak membuat teman-teman nya kaget, sehingga Robi yang berada di belakang berlari kearah Sovia yang berteriak.


"i-itu di sana..." tunjuk Sovia dengan tangan kanan nya.


"ada apa ?" Robi pun merespon senter nya kearah yang di tunjukkan oleh Sovia.

__ADS_1


"nggak ada apa-apa..." lirih Robi sambil menyorot.


"ta-tadi a-ada se-setan..." ucap Sovia gemetar.


"dimana ? nggak ada...Lo halusinasi kali..." ujar Robi, tak menggubris ucapan sovia.


"gue nggak halu, disana beneran ada bayangan anak kecil..." tunjuk sovia meyakinkan.


"dimana ? tidak ada anak kecil di sekitar sini..." ujar Robi lagi.


"benar, gue nggak bohong..." tutur Sovia lagi.


"hanya perasaan Lo aja kali..." sela Fika di samping Sovia.


"beneran tadi ada..." jelas Sovia lagi.

__ADS_1


"hmm, udah-udah, sekarang kita lanjut aja yah, mencari petunjuk nya, supaya kita bisa pulang secepat nya..." ucap teman kelompok mereka yang lain.


"iya ayo..."


__ADS_2