TERBUKA NYA MATA BATIN

TERBUKA NYA MATA BATIN
36. Kepergian Ningsih


__ADS_3

Aliando, Adrian dan Sovia, mengedap endap di sebuah rumah yang sangat gelap, hingga mereka tanpa sadar memasuki sebuah ruangan di rumah tersebut, hingga mereka bertiga tersentak kaget melihat seorang wanita tengah di pasung di rumah itu.


"Tiara ?" ucap wanita itu kala melihat Sovia yang berdiri bersama dua sahabat nya di dalam kamar wanita itu di pasung.


"Tiara, kamu kemana nak ? ibu menunggu mu..." lirih wanita itu tersenyum manis kearah Sovia, dan sontak membuat Sovia melirik kearah sahabat nya begitu pula dengan Adrian dan Aliando yang saling bertatapan aneh.


"sayang, ibu menunggu mu nak ! ayo sini." panggil wanita itu menatap kearah Sovia dengan mata berkaca-kaca.


"jangan tinggalin ibu lagi nak, ibu tak bisa hidup tanpa kamu nak.!" tutur nya lagi.


"ayo sini nak !" panggil wanita itu lagi, dan sontak membuat Sovia bergidik ngeri dan Sovia menjadi pusing seketika dan menangis histeris hingga mendekat kearah wanita itu.


"Sovia apa yang Lo lakukan ?" teriak Adrian yang melihat Sovia langsung memeluk tubuh wanita yang di pasung di atas ranjang di kamar nya.


"sayang ibu kangen sama kamu nak !" tutur wanita itu dengan air mata yang mengalir deras di pelupuk mata nya.


"apa yang Sovia lakukan ?" tanya Aliando lagi,namun Adrian ikut mendekati Sovia dan di susul oleh Aliando yang ikut mengekori Adrian.


"ibu, Tiara juga rindu sama ibu..." ucap Sovia, dan seketika membuat Adrian dan Aliando bergidik mendengar suara Sovia yang berubah seketika.


"Bu, maaf kan Tiara, yang telah meninggal kan ibu." ujar Sovia lagi sambil memeluk erat tubuh wanita yang lemah di atas ranjang.

__ADS_1


"jangan tinggalin ibu lagi yah nak ?" ucap ibu nya mencium rambut sovia yang kemasukan arwah Tiara anak nya.


"buk, Tiara sudah tidak ada dan Tiara tidak bisa tenang jika ibu tidak mengikhlaskan kepergian Tiara." ujar Sovia menatap mata wanita tua yang terbaring lemah.


"maksud kamu apa nak ? jangan berbicara seperti itu ?" teriak ibu nya tak terima dengan penjelasan Sovia.


"Tiara sudah meninggal, dan yang menyebabkan kematian Tiara adalah bapak." jelas Sovia dengan mata yang berubah memerah tajam.


"bapak orang jahat ibu, bapak harus menerima ganjaran dari perlakuan nya." Sovia yang kemasukan Tiara pun menjauhi ibu nya dan meraih sebuah pisau di kamar ibu nya dan berlari keluar entah keman.


"Tiara akan membuat bapak menyesali semua perbuatan nya ibu."


"Kak Ningsih kenapa ?" tanya Tiara, sebab Ningsih adalah sahabat dekat Tiara, meskipun usia mereka sangat jauh yang Tiara masih berusia sekitar 5 tahun saat ini.


"kakak hamil Tiara !" lirih Ningsih sambil mengelus perut nya yang masih rata dengan air mata yang mengalir deras.


"hah, hamil ? siapa yang hamili kakak ? " tanya Tiara dengan kaget nya.


"bapak kamu tiara! bapak kamu yang memperkosa kakak." teriak Ningsih histeris menatap tajam kearah Tiara kecil.


"hah, kakak jangan asal bicara seperti itu, bapak tidak mungkin melakukan itu." ujar Tiara tak terima Ningsih menuduh ayah nya seperti itu.

__ADS_1


"haha, kamu sama seperti ayah mu Tiara, kamu juga harus menderita seperti diri ku Tiara."Ningsih pun menarik tangan Tiara dan mencebur kan wajah Tiara di dalam sungai di belakang sekolah hingga Tiara berteriak kencang meminta pertolongan, namun Ningsih melakukan hal itu saat siang hari, hingga membuat semua orang yang berada di kampus mendengar teriakkan Tiara, dan berlari kearah asal suara.


"Ningsih apa yang kamu lakukan ?" teriak Yanto selaku ayah nya Tiara.


"Ningsih lepaskan Tiara !" teriak Lelaki lain, namun tiba-tiba Ningsih menangis histeris melihat Tiara yang hampir kehabisan nafas karena ulah nya, dan dengan cepat Ningsih melepaskan cengkraman nya dan melepas kan Tiara yang hampir mati karena ulah nya.


"dasar wanita gila." ujar Yanto menendang perut Ningsih hingga wanita itu meringis kesakitan sambil memegang perut nya yang sangat sakit.


"ayo bawa wanita ini, kita beri pelajaran supaya dia jera dan tidak berulah lagi." ujar salah satu mahasiswa.


dan tanpa berlama-lama mereka pun membawa Ningsih kedalam sebuah ruangan di perpustakaan kampus dan melakukan pemerkosaan beramai-ramai di dalam sana, hingga membuat darah segar mengalir deras di sela kaki jenjang Ningsih.


Ningsih di tinggal sendiri di dalam perpustakaan tersebut, hingga membuat Ningsih perlahan pergi dari tempat itu dengan berjalan tertatih-tatih meninggalkan perpustakaan itu.


Ningsih tak tau ia harus kemana, hingga ia memilih untuk menetap di rumah Andi sahabat nya, dan untungnya Andi menerima atas kehadiran nya tersebut.


malam hari nya Ningsih terlelap di dalam kamar di rumah Andi, namun seketika seorang pria mengendap-endap dan membekap mulut Ningsih hingga membawa Ningsih pergi dari rumah Andi, Ningsih kembali di perkosa beramai-ramai oleh pak Yanto dan teman-teman nya, hingga membuat Ningsih keguguran karena ulah mereka, Ningsih berusaha melarikan diri namun keburu di ketahui oleh mereka, hingga Ningsih di kejar oleh serombongan orang dan Ningsih berlari kearah sungai sambil memegang perut nya yang sangat sakit, karena keguguran yang ia alami, namun nasib malang tetap menimpa Ningsih, Ningsih di temukan dan di bakar hidup-hidup di dekat sungai di belakang kampus, hingga tanpa sadar apa yang mereka lakukan di ketahui oleh Tiara anak pak Yanto sahabat nya Ningsih.


hingga Tiara berniat menyusul kepergian Ningsih, Tiara merasa kepergian Ningsih karena ulah nya, kalau dia tidak berteriak kencang hingga membuat ayah nya geram terhadap Ningsih, mungkin Ningsih tidak akan meninggal.


...FLASH BACK ON...

__ADS_1


__ADS_2