TERBUKA NYA MATA BATIN

TERBUKA NYA MATA BATIN
23. Tolong !


__ADS_3

Robi sedang memasukkan buku kedalam tas, tiba-tiba ia tak sengaja melihat seorang pria lewat di depan kelas nya dengan menggunakan seragam SMA lengkap.


"aneh ? kok ada anak SMA di sini yah ?" lirih Robi tanpa menggubris nya.


Robi pun berjalan keluar bersama Adrian dan Aliando, saat berada di pintu kelas Robi masih saja melihat anak SMA itu berjalan lurus melewati lorong kelas, karena penasaran Robi pun berencana untuk menyusul lelaki itu.


"kalian ke kantin dulu yah, gue ada urusan soal nya..." Robi pun berlari meninggalkan kan teman-teman nya yang melirik tercengang kearah nya.


"kenapa dia ?" tanya Aliando.


"ntah lah, ayo kita ke kantin..." Aliando dan Adrian pun berjalan menuju kantin.


Robi terus berlari mengejar Lelaki itu hingga lelaki itu berjalan kearah belakang kampus, karena merasa aneh dan penasaran,. Robi tetap saja membututi nya hingga kearah sungai, seketika langkah kaki lelaki itu terhenti saat sampai di pinggiran sungai, lelaki itu pun memutar kepalanya melirik kearah Robi yang sudah berdiri di depan nya.


wajah lelaki itu pucat pasih dengan darah segar bercucuran membasahi seragam sekolah nya, isi kepala nya bercucuran keluar, hingga membuat Robi ingin muntah karena mereka jijik.


"kamu siapa ?" tanya Robi sambil menahan rasa mual yang melanda nya, namun seketika tubuh lelaki itu menjadi bersih tanpa noda darah lagi dan memperlihatkan seorang lelaki tampan dengan berwajah pucat pasih.


Robi menutup mulutnya kaget, ternya lelaki ini adalah sahabat SMA nya di kampung.


"bi-bima.." tutur Robi kaget.


"a-apa yang terjadi dengan mu Bima ? kenapa kamu masih berkeliaran di sini ?" tanya Robi sok, ia tak menyangka sahabat nya masih berkeliaran di dunia yang tak seharusnya ia berada.


"tolong..." lirih nya menatap sendu kearah Robi, sedang kan Robi masih mematung tak menyangka itu adalah Bima sahabat nya.


"kenapa Bima ? apa yang terjadi dengan mu ? bukan kah lelaki yang menyebabkan kematian mu sudah mendapatkan hukuman di sel tahanan ? kenapa kamu masih berkeliaran di dunia ini ?" tanya Robi Lagi.


"tolong..." ujar Bima lirih lagi.

__ADS_1


"tolong kenapa Bima ? kamu kenapa ?" tanya Robi namun seketika Robi terbelalak kaget mendengar suara seseorang di belakang nya.


"woi, ngapain kamu di situ..." teriak kan seseorang membuat Robi melirik keasal suara, ternya yang berteriak adalah penjaga kampus, Robi pun kembali menatap kearah Bima berada tadi, namun Bima sudah tidak ada di tempat nya.


"eh pak..hehe " Robi mengeruk kepala yang tidak gatal.


"apa yang kamu lakukan disini ? dan kamu bicara dengan siapa tadi ?" tanya lelaki penjaga sekolah itu lagi.


"aah, saya saya..." karena tak ada alasan yang harus di ucapkan, Robi pun memilih berlari meninggalkan bapak penjaga kampus itu dari pada berbohong nanti nya.


"dasar aneh..." lirih lelaki itu.


Ditempat lain, Rara, Sovia, Asti dan Fika sedang berjalan menuju kantin, tiba-tiba langkah kaki mereka terhenti, setelah mendengar seseorang memanggil mereka.


"woi... tunggu..." panggil seorang pria sambil mendekat kearah mereka.


"hai kak..." sapa 4 orang wanita itu kepada seorang pria yang sudah berdiri di depan mereka.


"eeh, Rara baik-baik saja kak..." jawab Rara.


"sekarang kamu mau kemana ?" tanya Dicky lagi.


" kak Dicky, kita mau kekantin kak.." jawab Rara tersenyum manis.


"kamu mau makan yah ? makan nya bareng aku yah ?" pinta lelaki itu seketika, hingga membuat Rara melirik teman-teman nya.


"maksud kakak ?" tanya Rara.


"bukan nya kakak, selalu bersama dua sahabat kakak itu yah ? kenapa sekarang mau ajak Rara ?" tanya Asti menyela.

__ADS_1


"hmm, gue bosan, terus menerus bareng mereka..." jawab Dicky.


"ouh...terus sekarang kakak mau ajak Rara ?" tanya Fika lagi.


"iya, saya mau ajak Rara..." tambah Dicky sambil menatap Rara.


"kamu mau kan Ra ?" tanya Dicky tersenyum manis kearah Rara.


"ehm ehmm, kakak boleh membawa Rara, tapi ada satu syarat kak ?" ujar Asti tersenyum penuh arti, sedang kan rara menatap curiga kearah nya.


"apa syarat nya ?" tanya Dicky.


"kakak harus traktir kami terlebih dahulu, soal nya kami yang lebih dulu mengajak Rara..." tambah Asti, hingga membuat Fika dan Sovia mengangguk kearah Dicky.


"kalian apa-apa sih..." tutur Rara merasa tak enak.


"bagaimana kak ? kami mau nya makan di cafe mahal dan mewah kak..." tambah Fika tersenyum kearah Dicky.


"betul kak, kami sudah lama nggak pernah makan di cafe..." tambah Sovia lagi.


"bagaimana yah ?" Dicky menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia bingung mau menuruti perintah teman Rara ini.


"hmm lain kali aja deh..." jawab nya, sebab ia memang sedang tidak memiliki banyak uang saat ini.


"iya sudah, ayo Ra.. kita kekantin ! kak Dicky juga udah izinin tuh... pasti kak Dicky lagi kere saat ini..." mereka berempat pun memutar badan berjalan meninggalkan Dicky.


"dadada kak..." ucap teman Rara melambaikan tangan.


"sialan kalian..." geram Dicky di hina teman-teman Rara.

__ADS_1


"coba aja, bokap nggak blok kartu debit gue, pasti udah gue bikin mereka itu terpana-pana..."


__ADS_2