TERBUKA NYA MATA BATIN

TERBUKA NYA MATA BATIN
34. Perpustakaan


__ADS_3

"pak Yanto ?" panggil Rara dan sahabat nya, saat melihat lelaki itu sedang berjalan kearah belakang kampus.


"itu pak Yanto kan ?" tanya Adrian lagi.


"iya itu pak Yanto..." mereka pun berlari mengikuti pak Yanto yang sudah berada di rerumputan ilalang, Lelaki itu berjalan lurus memasuki ilalang tersebut.


Dengan tangan yang mengibas-ngibaskan, Rara dan teman-teman nya pun mengikuti pria itu, hingga dia berhenti di sebuah sungai dan berdiri mematung menatap kearah sungai yang mengalir deras tersebut.


"pak Yanto... "panggil Rara yang berdiri bersama teman-teman nya di belakang lelaki itu.


"pak..." lirih teman-teman Rara lagi, namun lelaki itu tetap tidak bergeming.


"kenapa pak Yanto diam aja yah ?" tanya Aliando yang merasa aneh.


"pak..." panggil mereka lagi.


"pak Yanto..." pak Yanto pun seketika memutar tubuh nya dan menatap lekat satu persatu mahasiswa baru yang memanggil nya.


"pak...bapak tidak apa-apa kan ?" tanya Rara, dengan memberanikan diri.


"pak..."


"kamu..." pak Yanto menunjuk kearah Rara hingga semua teman-teman Rara pun menatap kearah nya.


"ini semua gara-gara kamu !" teriak lelaki itu menunjuk kearah Rara yang berdiri bersama teman-teman nya.


"pak, maksud bapak apa ? kenapa bapak menuduh Rara seperti itu ?" tanya Juwita memberanikan diri.


"karena wanita itu Ningsih kembali bergentayangan seperti ini..." ujar lelaki itu sambil berjalan mendekat kearah Rara dan teman-teman nya.

__ADS_1


"dari pada ada yang mati nanti nya, lebih baik kamu yang Mati terlebih dahulu, hahaha" lelaki itu mendekati Rara dan teman-teman nya, namun Rara dan teman-teman nya pun berlari meninggalkan bapak penjaga kampus karena mereka sangat ketakutan, apa lagi di tangan lelaki itu sudah ada sebuah kapak yang akan siap ia layangkan kapan saja.


"apa, apa yang sebenarnya terjadi ?" tanya Adrian sela mereka melarikan diri.


"gue juga nggak tau..."


"mau kemana kalian, hahaha..." lelaki itu tertawa terbahak-bahak melihat Rara dan teman-teman nya berlarian menghindar dari nya.


Karena panik di kejar oleh lelaki itu, mereka pun menjadi berpencar untuk menyelamatkan diri masing-masing.


Rara berlari kearah perpustakaan, ia berlari kencang dan bersembunyi di dalam sebuah ruangan perpustakaan sendirian.


Sedangkan lala dan Juwita berlari kearah lantai dua di salah satu ruangan kelas dan bersembunyi di sana.


Robi, Fika dan Asti berlari kearah laboratorium dan bersembunyi di dalam sebuah ruangan di sana.


Aliando dan Adrian, Sovia bersembunyi di sebuah rumah, yang mereka yakini adalah rumah sang penjaga tersebut, saking panik nya mereka malah memilih menyembuhkan diri di rumah Lelaki itu.


Rara di dalam perpustakaan sendirian, dia sangat ketakutan dan menyandarkan diri di belakang pintu yang sudah ia tutup rapat, dada nya naik turun, nafas nya pun berderu keras.


" ya Allah, bantu rara ya Allah..." doa Rara di sela kepanikan nya.


Rara terduduk di belakang pintu itu, ia mengatur pernafasan nya dan seketika ia melihat ada seseorang perempuan yang sedang duduk di dalam perpustakaan tersebut,


Rara pun mendekati nya dengan perlahan berjalan kearah wanita itu, rambut wanita itu tergerai panjang, dia mengenakan pakaian berwarna putih selutut.


"kak..." panggil Rara, Rara merasa senang sekaligus takut,


senang karena dia di dalam perpustakaan tidak sendirian dan takut kalau-kalau lelaki tua itu menemukan nya.

__ADS_1


"kak, Rara boleh gabung sama kakak ?" tanya Rara, sambil mendudukkan bokong nya di samping wanita itu yang sedang duduk berhadapan dengan meja belajar di dalam ruangan perpustakaan.


"hah hah hah" napas Rara memburu seketika, ia menjadi merinding berada di sebelah wanita ini, ruangan perpustakaan pun mendadak dingin.


"kak, kakak nggak kedinginan yah? , baju kakak pendek soal nya..." ucap Rara sambil menatap wanita yang rambut nya tergerai menutup wajah nya, namun wanita itu hanya diam tanpa bergeming.


"Kak, kalau kakak kedinginan, kakak bisa pakai jaket Rara kok..." Rara pun melepaskan jaket yang ia kenakan dan memberikan kepada wanita itu.


"ini kak !"ucap Rara memberikan nya, namun seketika wanita itu memutar kepalanya menatap kearah Rara yang sontak membuat Rara terperanjat kaget.


HAAAAAAAAAAAAA AAAAA


Teriak Rara sambil berlari kearah pintu meninggalkan seorang wanita yang berwajah hangus dengan senyum menyeringai dan mata putih bulat menatap tajam kearah nya.


HAAAAAAAAAAAAA AAAAA


Teriak Rara lagi, sambil menutup wajah nya, kala melihat wanita itu mendekat kearah nya.


"jangan mendekat, jangan dekati aku...pergi..." cercah Rara sambil menunduk kan kepala nya ketakutan.


hihihi hihihi hihihi


hihihi hihihi hihihi


Rara Tambah ketakutan kala mendengar suara wanita itu, Rara pun kembali menutup kepala nya dan enggan membuka nya.


"Rara..." panggil seseorang dan seperti nya bukan suara perempuan, tapi sudah berubah menjadi suara lelaki yang Rara kenal.


perlahan namun pasti, Rara pun melirik kearah asal suara yang memanggil nya, seketika ia terperanjat kaget kala melihat seorang pria dengan menggunakan seragam SMA tengah berdiri tersenyum kearah nya.

__ADS_1


"bi-bima !" panggil Rara dan berdiri memeluk Bima.


__ADS_2