
"i-itu..." lirih Juwita yang bersembunyi di salah satu kursi di ruangan lantai dua itu.
"ssstttt"
Seorang pria yang tak lain adalah pak penjaga kampus sedang mengedap-endap mengecek kesemua arah, hingga dia pergi meninggalkan ruangan kelas yang di huni oleh Juwita dan Lala.
"haah hampir saja..." lirih Lala bernafas lega.
namun siapa sangka seketika sebuah kapak melayang kearah belakang Juwita dan Lala bersembunyi dan hampir mengenai kepala mereka.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA
Mereka pun berlari menghindari lelaki yang telah menemukan mereka itu, Lala dan Juwita berlari kencang menyusuri anak tangga untuk turun kelantai bawah, namun saat turun seketika kaki Lala seperti ada yang menarik, hingga Lala melirik kearah pergelangan kaki nya, sudah ada anak kecil yang bergelantungan di sana.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA
teriak Lala, hingga membuat Juwita yang sudah sampai di bawah tangga melirik kearah suara Lala yang menarik kaki nya menjauh dari lelaki yang berada di atas anak tangga.
"Juwita, tolongin gue wita..." tangis Lala pecah, ia bersusah-payah mengangkat kaki nya yang sedang di genggam oleh seorang anak kecil.
"hahaha mau lari kemana kamu..." lelaki itu tertawa puas saat melihat kepanikan Lala dan Juwita.
Juwita pun langsung kembali keatas dan menarik tangan Lala kebawah, hingga tubuh mereka berdua bergelingding di atas anak tangga.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA
Teriak keras mereka berdua, terdengar seketika di tempat Dicky dan teman-teman nya bercerita dengan lelaki asing.
"itu suara siapa ?" tanya Dicky kala mendengar suara teriakan seseorang.
__ADS_1
"ayo kita lihat kesana, pasti mereka dalam bahaya." ujar lelaki yang bernama Andi berlari keluar dengan diikuti oleh Dicky dan teman-teman nya berlari kearah asal suara.
****
Robi, Fika dan Asti sedang berada di laboratorium, tiba-tiba Robi melihat seseorang masuk kedalam sebuah ruangan khusus di dalam labor itu.
"Lo mau kemana ?" tanya Fika, kala melihat Robi berjalan kearah pintu di dalam ruangan itu, Robi hanya diam tanpa menjawab pertanyaan sahabat nya.
kaki nya pun melangkah memasuki ruangan itu hingga membuat Asti dan Fika mengikuti nya dari arah belakang.
KRIKKK
Bunyi deru pintu yang berkarat.
Robi pun melangkah kaki nya masuk kedalam ruangan itu.
pintu pun tertutup kala Robi telah memasuki ruangan itu.
"Robi, Robi...buka pintu nya, jangan bercanda seperti itu Robi..." teriak Fika dan Asti saat melihat Robi yang terkunci di dalam ruangan itu.
"sumpah gue nggak tau, pintu nya tertutup sendiri..."
Robi berusaha sekuat tenaga membuka pintu itu dengan memutar ganggang pintu terus menerus.
"nggak bisa..." ujar Robi lagi.
"Robi...Robi...kita takut..." ujar Fika dan Asti.
Di dalam ruangan Robi merasa ada seseorang di samping nya, hingga Robi perlahan melirik kearah orang tersebut.
__ADS_1
"hah hah hah" nafas Robi memburu cepat kala melihat seorang anak kecil yang mengenakan baju putih dengan rambut tergurai panjang tengah menatap tajam kearah nya, dengan mata putih bulat yang hampir keluar dari rongga nya.
"a-apa yang kamu inginkan..." ujar Robi sambil membuang muka dari wanita itu, dia sangat ketakutan menatap wajah mengerikan itu.
anak kecil itu pun menggenggam tangan Robi, sangat dingin.
...FLASH BACK...
"apa yang kamu lakukan Tiara ?" tanya seorang lelaki muda kepada anak kecil yang berusia sekitar 5 tahun itu.
"bapak jahat, bapak telah mencelakakan teman Tiara..." teriak anak kecil itu sambil berlari kelantai atas gedung universitas ternama itu.
"kamu mau kemana nak..?." teriak lelaki itu yang tak lain adalah ayah nya memanggil anak kecil itu lagi.
"Tiara benci sama bapak, bapak jahat..." ujar anak kecil itu lagi.
"nak, kamu salah paham, bukan bapak yang menyakiti nya..." jelas ayah anak itu.
"Tiara lihat dengan mata kepala Tiara sendiri, bapak juga ikut menyakiti kakak itu." tambah anak itu saat sudah berada di gedung lantai atas kampus.
"kalau bapak mendekat kearah Tiara, Tiara akan lompat kebawah..." gertak anak itu lagi.
"jangan nak, jangan, bapak minta maaf nak, bapak khilaf..."
"Tiara benci bapak... HAAAAAAAAAAAAA AAAAA"
anak itu pun melayang kan tubuh nya dari atap gedung kampus itu, hingga tubuh nya bersimpah darah seketika.
...FLASH BACK ON...
__ADS_1