TERBUKA NYA MATA BATIN

TERBUKA NYA MATA BATIN
21. Kaget Rafi dan Robi


__ADS_3

Pagi ini Rafi sudah selesai dengan penampilan nya, dia pun berjalan menemui keluarga nya yang sedang duduk di meja makan dengan menikmati sarapan pagi itu.


setelah selesai Rafi pun berjalan menuju mobil yang terparkir di depan rumah, saat ia mendekati mobil, seketika Rafi tanpa sengaja melihat seorang wanita yang mengenakan baju merah dan berambut merah panjang berdiri di belakang pohon di depan rumah nya.


sontak membuat Rafi berjalan perlahan menuju wanita itu namun saat Rafi berjalan mendekat, terlihat sebuah tangan menepuk pundak nya hingga membuat Rafi terkaget.


"sia..pa..." lirih Rafi memutar kepala melihat kearah belakang, namun ia malah melihat sosok seorang wanita yang ia lihat di pohon tadi tepat di depan wajah nya, dengan wajah yang hancur dan bola mata putih yang bergelingding terjatuh.


HAAAAAAAAAAAAA AAAAA


Teriak Rafi bergema pagi itu hingga membuat seluruh keluarga nya berlari keluar mengecek kearah nya.


"ada apa sayang ?" tanya ibu nya, namun bukan nya menjawab Rafi malah berlari masuk kedalam mobil nya dan melajukan mobil tersebut dengan kecepatan penuh.


Sedangkan di kontrakan terlihat Robi, tengah mencuci tangan nya di wastafel dan ia pun memutar wastafel untuk menutup nya, setelah itu Robi pun berjalan pergi meninggalkan dapur kontrakan nya itu, namun tiba-tiba wastafel tersebut berputar dengan sendirinya, hingga bunyi derai air kembali terdengar di telinga Robi.

__ADS_1


"Perasaan sudah gue tutup !" seru Robi sambil kembali menutup wastafel tersebut, setelah itu ia pun berjalan pergi meninggalkan dapur namun lagi-lagi ia mendengar bunyi deru air lagi, hingga Robi memutar tubuh nya dan tersentak kaget melihat seorang anak kecil tengah memainkan putaran wastafel tersebut, wajah nya pucat pasih dengan mata hitam di bawah kantung mata nya, anak itu pun menyeringai kearah Robi, hingga membuat Robi seketika berteriak kencang saking kaget nya.


HAAAAAAAAAAAAA AAAAA


PLAK


Robi dengan keras nya melempar sebuah benda yang berada di sekitar nya hingga benda itu terbentur keras di dinding wastafel, dan anak kecil itu entah sudah hilang kemana karena lempar Robi barusan.


"hufff...ngagetin aja..." kesal Robi sambil menarik nafas panjang, Robi adalah anak indigo, jadi dia sudah terbiasa dengan hal seperti itu, namun jika ia di kaget kan dia juga akan reflek berteriak kencang.


Tanpa sadar teriakan Robi mengundang kedatangan semua penghuni kontrakan, sehingga mereka berlarian kearah Robi yang masih mematung di pintu dapur.


"Lo kenapa, teriak-teriak gitu ?" tanya Adrian lagi, ia tak kalah panik nya setelah mendengar Robi berteriak kencang.


"ada apa ini ? Robi kenapa kamu berteriak ? apa terjadi sesuatu ?" tanya ibu nya Rara sambil mendekati Robi yang diam membisu memperhatikan kepanikan semua orang.

__ADS_1


"ah, tidak ada apa-apa, tadi hanya ada kucing..." bohong Robi tersenyum manis.


"terus kenapa sampai ada bunyi lemparan segala ?" sela Fika yang menatap sejurus kearah Robi dan benda yang sudah melayang di lantai dapur.


"astaga...Robi..." histeris Fika, ternya yang Robi lempar adalah sarapan pagi nya, hingga membuat makanan nya tumpah di lantai dapur.


"aah Robi...." teriak Fika geram.


"ssst sorry, gue reflek tadi..." ujar Robi memperlihatkan Gigi rapi nya, hingga Fika dengan keras nya menjambak rambut Robi, ia tak terima makanan nya terbuang begitu saja.


"aw aw sorry, sorry... nanti gue ganti kok...gue janji..." ucap Robi sambil meringis menahan kesakitan yang di lakukan oleh Fika.


"hmm gue mau ganti nya dua kali lipat..." lirih Fika melotot kearah Robi.


"i-iya nanti gue ganti..." ujar Robi lagi.

__ADS_1


"lebih Seram dari setan...." lirih Robi, tanpa sadar Fika mendengar ucapan nya sekilas.


"apa Lo bilang ?" ujar Fika sambil memukul-mukul tubuh Robi.


__ADS_2