TERBUKA NYA MATA BATIN

TERBUKA NYA MATA BATIN
47 Aneh


__ADS_3

"kyai apa yang sebenarnya terjadi terhadap kami kyai ?" tanya Robi saat seusai melaksanakan sholat isya.


Kyai Ahmad pun terlihat berfokus dan berzikir dengan tasbih kayu di tangan nya.


"astaghfirullah." ujar kyai Ahmad menatap panik kearah Robi.


"ada apa kyai ?" tanya Robi lagi, ia sangat khawatir dengan ekspresi wajah kyai.


"teman mu ! teman mu telah membuat suatu perjanjian dengan 'mereka' sehingga hal itu bisa langsung membuat teman-teman mu yang lainnya yang berada di sekitar nya, bisa langsung terbuka mata batin mereka,tanpa harus melakukan ritual pembuka mata batin terlebih dahulu." jelas kyai Ahmad, hingga seketika membuat Robi bergidik mendengar nya.


"maksud kyai, semua ini karena ulah Rara ?" tanya Robi dan terlihat lelaki yang mengenakan baju jubah putih dan peci putih mengangguk mengiyakan.


"bagaimana cara nya kyai, untuk melepaskan semua nya dan menutup kembali mata batin teman-teman ku ?" tanya Robi lagi, sebab dia tak ingin melihat hari-hari teman-teman nya penuh hal mistis seperti itu.


"itu semua atas seizin Allah, selalu dekat kan diri terhadap Allah, insyaallah tidak akan ada yang berani menganggu bahkan menggoda sekali pun." ucap kyai Ahmad, terlihat Robi mengangguk kearah kyai.

__ADS_1


"selalu pantau wanita yang bernama Rara itu, sebab daya tarik jiwa nya membuat 'mereka' sangat menyukai nya, hingga tak jarang 'mereka' akan menyakiti nya dan memanfaatkan nya." ujar kyai Ahmad lagi dan Robi pun mengangguk mengiyakan ucapan lelaki itu.


"terima kasih kyai."


"minta lah pada teman-teman mu, untuk tidak menjauhi semua perintah sang pencipta, supaya mereka selalu di lindungi dari segala marabahaya dan tipu daya muslihat iblis dan jin terkutuk." tambah kyai lagi.


"iya kyai..."


*****


Keesokan paginya mereka pun kekampus seperti mana biasanya, kecuali Juwita dan Lala yang lembur Kelas hari ini.


"ada yang mau bertanya ?" tanya dosen tersebut, namun seketika asti yang duduk di bagian belakang tiba-tiba angkat tangan, hingga dosen pembimbing pun melirik kearah nya.


"iya, apa pertanyaan nya ?" ujar dosen pembimbing sambil menunggu pertanyaan dari Asti.

__ADS_1


Asti sangat bingung, ia bahkan tidak mendengar apapun yang dosen terangkan barusan, tapi aneh nya tangan nya seperti di paksa untuk naik dan terjulur ke atas.


"ti-tidak ada buk, saya tidak mau bertanya." ujar Asti sambil menarik tangan nya kebawah, namun tetap saja tangan nya seperti mati rasa dan tetap menunjuk keatas.


"maksud nya ?" tanya dosen lagi.


"buk, saya... aw..." Asti berusaha sekuat tenaga menurunkan tangan nya.


"kamu bermain-main yah ? saya bisa membuat nilai kamu D loh, kalau kamu permainan kan saya seperti itu !." geram dosen dengan perbuatan Asti yang seperti bermain-main.


"bukan seperti itu buk, tangan saya seketika mati rasa." teman-teman sekelas pun melirik kearah Asti yang bersusah-payah menurunkan tangan nya, namun tiba-tiba mulut nya seketika terangkat dengan sendirinya, tanpa ia kendalikan.


"apa sajakah manfaat manajemen bagi suatu organisasi buk ?" ujar Asti dan seketika tangan nya pun menjadi lemah dan bisa di kondisikan.


"apa yang terjadi dengan gue..." lirih nya aneh, namun dosen pembimbing menjelaskan apa yang di tanyakan oleh Asti.

__ADS_1


Robi dan teman-teman nya yang lain, menatap ketakutan kearah Asti, Asti pun menaiki alis nya, minta penjelasan, namun teman-teman nya pun diam dan kembali melirik kearah dosen yang mengajar.


"aneh..." lirih asti dengan sikap teman-teman nya.


__ADS_2