
Beberapa hari pun berlalu, akhirnya kasus Tiara dan Ningsih pun akhirnya terungkap, pak Yanto pun juga menyerahkan diri ke jeruji besi dan di hukum selama 15 tahun di penjara.
Kehidupan Rara dan teman-teman nya kembali tenang meskipun ada bermacam godaan tak terduga dari makhluk usil yang sering kali menggangu mereka.
Rara masi saja syok dan tak menyangka bahwa kekasihnya Bima, melukai nya hingga dia harus di rawat Beberapa hari di rumah sakit karena luka yang begitu dalam di perut nya, dan beruntung nya Rara tidak kehilangan nyawa nya atas insiden itu.
"kenapa Bima menyakiti ku ?" lirih Rara dengan air mata yang mengalir deras.
Bima adalah lelaki yang sangat ia cinta, karena Bima ! dia rela menggelami begitu banyak hal aneh dan hidup dengan gangguan 'mereka' sehingga hal itu membuat teman-teman nya juga mengalami hal yang serupa.
****
season 2
KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING
Suara alarm di samping nya tak di ubris oleh seorang wanita yang bernama Asti, saking nyenyak nya dia tertidur.
"mmmmmmmmmm" dia malah menggeliat dan menutup telinga nya dengan bantal yang ia gunakan dan kembali terlelap dengan alarm yang masih berbunyi keras.
Sahabat nya yang risih dengan suara itu pun berlarian kearah kamar nya dan mematikan alarm tersebut.
"woi, bangun woi ! berisik tau ?" ujar Fika menarik selimut yang melekat di tubuh Asti.
__ADS_1
"aah, ganggu aja !" ujar Asti menarik kembali selimut nya.
"bangun Asti, kelompok kita tampil hari ini loh !" ucap Rara sambil menarik dan membuang ke lantai selimut yang menutupi tubuh Asti.
"aah, kalian ke kampus aja ! gue mau libur !" tutur nya dengan membenamkan wajahnya di bantal empuk nya.
Sovia tak kalah diam, dia pun mengambil segelas air dan memarcik kan ke wajah wanita cantik itu.
"aah ganggu aja, kalau kalian mau kuliah sana ! Jangan ganggu tidur gue dong !" protes Asti, karena tidur nya di ganggu.
"bangun.... bangun woi... bangun....."Fika menarik kaki Asti supaya turun dari kasur nya.
"bangun Asti, sudah jam delapan ini loh ! Lo mau kita di hukum nanti nya gara-gara Lo ?" ujar Rara sambil membantu Fika menarik kaki Asti.
"bangun....bangun..." panggil teman-teman nya lagi, namun Asti masih enggan membuka kedua matanya.
"guys, tunggu-tunggu ! kalian lihat ini, gue lagi sakit guys, plis izinin gue izin yah ? gue libur aja yah ? kalian aja yang melanjutkan kerja kelompok kita ?" ujar Asti memohon sambil meletakkan tangan Fika di kening nya.
"alasan Lo ! ayo bangun....tiap hari seperti ini terus Lo Asti ! susah banget kalau mau sekolah !" Fika pun menarik kaki Asti keras dengan di bantu oleh Rara dan Sovia, mereka membawa Asti keluar menuju kamar mandi dengan di tarik di atas lantai.
"sakit woi....sakit... kepala gue sakit...mama.... tolong..." teriak Asti menggema kencang, hingga membuat Adrian yang berada di lantai bawah pun berlari keatas melihat apa yang terjadi di atas sana.
"ada apa ini ?" tanya Adrian yang melihat Asti di tarik-tarik di atas lantai dengan kaki nya di pegang oleh Rara dan Sovia kaki kanannya, Fika kaki kiri nya, hingga kepala nya menyentuh lantai dan terbentur-bentur.
__ADS_1
"susah banget nih anak setiap mau berangkat kuliah ? apa lagi hari ini kelompok kita yang akan tampil pagi, bisa telat nanti nya !" ujar Rara, ia sangat kewalahan menghadapi Asti yang sangat pemalas kalau masalah sekolah.
"tunggu gue ambil air, biar di mandiin di sini sekalian tuh orang !" Adrian pun berlari kearah kamar mandi di lantai atas bersebelahan dengan kamar Sovia, dia pun membawa seember air dan menyirami asti yang mengenakan baju piyama tidur nya hingga basah kuyup.
"byurrrrrr..." ujar teman-teman nya dan tertawa terbahak-bahak, melihat Asti yang sudah basah kuyup.
"rasain Lo, maka nya jadi orang jangan ngebo aja kerjaan nya !" ujar Adrian tertawa melihat Asti yang ternganga di atas lantai dengan tubuh basah kuyup.
"oh my God " ujar Asti mendirikan tubuh nya dan mengibas-ngibaskan baju yang telah basah kuyup.
"HAAAAAAAAAAAAA " teriak Asti menggema hingga seluruh teman kontrakan nya pun berlari kearah nya.
"ada apa ini ?" tanya Robi khawatir, dia pikir teman-teman nya diganggu makhluk halus.
"ada apa ?" tanya Aliando, Juwita dan Lala tak kalah kaget.
"nih anak ! minta di mandiin, hahaha" tawa Adrian hingga di ikuti oleh Rara,Fika dan Sovia yang menertawakan Asti yang kesal karena di sirami oleh teman-temannya.
"kalian semua.... menyebalkan !" Asti pun berjalan kesal kearah kamar mandi, sehingga membuat semua orang tertawa terbahak-bahak, karena dia tidak membawa sabun mandi bahkan handuk, sehingga Asti berteriak lagi dari dalam kamar mandi meminta bantuan teman-teman nya.
"woi, ambilin sabun sama handuk gue dong ! sekalian sama odol nya juga ?" pinta asti, namun diam-diam teman nya pun berjalan pergi meninggalkan nya, hingga Asti terus berteriak kencang dari dalam kamar mandi.
Karena kelelahan berteriak namun tidak di pedulikan, Asti pun membuka sedikit pintu kamar mandi, hingga memperlihatkan separuh kepala nya, namun Asti malah terbelalak, karena tidak ada seorang pun yang berada di lantai atas.
__ADS_1
"aaaaaaaah rese banget sih kalian ! nyesal gue punya teman kayak Dajjal seperti kalian !" tutur Asti sambil berlari dengan baju yang basah kuyup kembali ke kamar nya.