TERBUKA NYA MATA BATIN

TERBUKA NYA MATA BATIN
46. Kita sedang di permainan kan


__ADS_3

Tak berselang lama Asti pun turun dari lantai atas dan melirik kearah teman-teman nya yang seketika berekspresi sangat aneh.


"kenapa kalian ? tegang amat !" ujar Asti berjalan bak model menuruni anak tangga.


"Ayo kita kekampus !" ujar Robi hingga teman-teman yang lain pun mengangguk dan keluar dari kontrakan mereka.


"jangan lupa tutup pintu ?" teriak Aliando kala Asti berjalan paling akhir.


"hmm" Asti pun menutup pintu rumah dan berjalan berdempetan dengan teman-teman nya.


Di kampus terlihat seorang pria sedang duduk di sebuah bangku di depan sebuah kelas yang mengarah ke tangga lantai dua kelas Rara dan teman-teman nya.


"Hay kak Dicky !" sapa seorang wanita seksi dengan mengunakan rok mini sepaha dan baju berenda di atas pusar dengan dihiasi sweater yang di biarkan terbuka tanpa di kancing, sehingga merespon langsung setiap lekuk tubuh wanita itu.


"Hay..." jawab Dicky kembali.


Wanita itu adalah Eliya, wanita cantik primadona kampus tahun ini, wanita ini sangat di hidang-hidangkan oleh kaum Adam, sehingga dia begitu pede dan percaya diri menggoda lelaki seperti Dicky terlebih dahulu.


"kakak sedang apa ?" tanya wanita itu sambil mendudukkan bokong nya di samping Dicky yang tengah membaca sebuah buku di tangan nya, sebenarnya Dicky tidak hobi dalam membaca, namun ia hanya bergaya saja, untuk memperlihatkan kepada Rara yang lewat nanti nya, supaya di cap sebagai cowok rajin.


"sedang membaca ! kamu lihat kan !" ujar Dicky, Dicky begitu ilfill dengan wanita sok cantik seperti eliya.


"ouh, baca apa kak ?" tanya eliya lagi, namun seketika Dicky tersenyum bahagia saat melihat Rara berserta teman-teman nya yang telah menampakkan batang hidung mereka di hadapan nya.


"kak !" eliya merasa kesal melihat pandangan mata Dicky yang mengarah kepada Rara dan teman-teman nya.

__ADS_1


Tanpa mempedulikan eliya yang masih duduk bengong memperhatikan nya, Dicky pun berdiri menghampiri Rara dan teman-teman nya yang hendak menapak anak tangga.


"Rara, tunggu !" panggil Dicky, hingga Rara terpaksa menghentikan langkahnya.


"ada apa yah kak ?" tanya Rara sambil menatap kearah Dicky, namun teman-teman nya pun melirik Rara sehingga Rara memberi kode supaya teman nya pergi terlebih dahulu.


Teman-teman Rara pun pergi meninggalkan Rara bersama Dicky dan eliya yang menatap kesal kearah nya.


"ada apa kak ?" tanya Rara lagi menatap kearah Dicky dengan senyum manis nya.


"ouh iya, Juwita sama Lala mau kemana ikut keatas bareng teman-teman kamu ?" tanya Dicky saat melihat Juwita dan Lala yang menaiki anak tangga bersama teman nya yang lain.


"ouh itu, kami mau mengadakan arisan di kelas, maka nya mereka keatas, mereka kan juga ikut arisan bareng kami." ujar Rara berbohong.


"ouh" terlihat Dicky mengangguk dan percaya begitu saja.


"udah dulu yah kak, teman-teman ku sudah pada nungguin... DAAAA..." Rara berlari menaiki anak tangga,ia tak ingin berurusan lebih lama dengan Dicky ataupun eliya.


"Rara.... nanti gue traktir yah !" teriak Dicky, Rara pun memutar kepalanya dan tersenyum mengangguk.


"yes..." Dicky sangat senang sekali saat mendapatkan jawaban dari Rara.


Di kelas teman-teman Rara sudah duduk berhadapan, Rara pun langsung bergabung hingga membuat lingkaran bulat yang sempurna.


"menurut Lo gimana Robi ?" ujar Juwita memulai percakapan.

__ADS_1


"seperti nya ada sesuatu yang ingin mempermainkan kita." ujar Robi menatap satu persatu teman-teman nya.


"maksud nya !" tanya teman-teman nya serentak.


"gue aneh aja, kok gue tidak merasa gangguan apapun setelah pak Yanto dan semua kasus tentang Ningsih dan Tiara selesai." ujar Robi hingga membuat teman-teman nya yang lain saling bertatapan.


"gue juga sama, tidak mendapati hal aneh lainnya." sambung Adrian lagi.


"gue juga sama." sambung Juwita.


"gue juga kayak nya." timpa Lala.


"kalau gue memang tidak pernah merasa kan apapun sih ! sebab iman gue terlalu besar ketimbang kalian semua, maka nya makhluk seperti itu takut terhadap gue,haha" ujar Aliando sombong.


"tapi Fika juga sama seperti Lo ! tidak pernah merasa kan dan melihat apapun ?" sela Adrian lagi.


"ta-tapi gue mimpi buruk malam tadi !" sambung Fika menatap teman-teman nya, ia masih membayangkan wajah seorang wanita yang sangat mirip dengan wajah nya.


"Lo mimpi buruk apa ?" tanya Aliando penasaran, hingga Fika terpaksa menceritakan semua nya.


"hah, kok seram gitu sih !" ucap Juwita bergidik ngeri.


"se-sedang kan gue, gue jadi terus-menerus di ganggu sekarang ini." ujar Asti dengan wajah pucat pasih ketakutan nya.


"gue juga !" sambung Sovia.

__ADS_1


"apa yang sebenarnya terjadi Robi ? kenapa hanya kami yang berada di lantai atas saja yang di ganggu, kenapa kalian tidak merasa kan apapun ?" tanya Rara menatap Robi mencari jawaban.


"menurut gue, kita memang sedang di permainkan ! tapi lebih jelas nya, gue akan ketemu dengan kiyai Ahmad untuk menanyakan lebih jelas nya." mereka pun setuju dengan ucapan Robi, sehingga Juwita dan Lala pun izin pamit kembali ke kelas mereka dan tak berselang lama dosen pembimbing pun masuk kekelas Rara dan teman-teman nya, hingga pelajaran pun di mulai.


__ADS_2