
Malam ini ibu inah terbaring di bawah ranjang Rara dengan menggelar sehelai tikar di sana, sedang kan bapak nya masih di kampung, beliau tidak ikut ke kota bersama ibu inah.
Rara melirik sekilas ke pintu ruangan nya, seperti ada sesuatu di sana, ganggang pintu terlihat di permainan kan oleh seseorang, hingga seketika pintu itu pun terbuka hingga menampakkan seorang perempuan berbaju merah dengan pita merah melirik tajam kearah Rara, hingga mata nya melotot dan membuat bola mata nya sedikit keluar, menampakkan bola mata bulat dengan putih yang begitu besar.
Sontak Rara ketakutan, hingga ia menutup kembali wajah nya dengan selimut rumah sakit yang dia kenakan,
wanita itu memang sangat menakutkan, apa lagi ia tersenyum mengembang memperlihatkan sela mulut nya yang sedikit robek.
Rara sangat ketakutan, hingga ia membekap tubuh nya kembali di dalam selimut,
hingga ia merasa sudah sangat kehabisan nafas karena berlama-lama berada di dalam selimut,
Rara pun memberanikan diri untuk membuka tutup tubuh nya, guna menghirup sedikit oksigen di sekitar nya,
__ADS_1
Saat ia mulai membuka nya, ia malah di kaget kan dengan kehadiran wanita itu yang berada tepat di depan wajah nya, dengan bola mata yang bergelingding di atas selimut nya.
"AAAAAAAAAAAH"
"IBU... TOLONG... AAAAAAAAH...."
Teriak rara sontak membangun kan ibu inah yang sedang tertidur pulas di bawah ranjang nya.
"ibu, ibu ada ada setan buk..." ujar rara sambil terus menutup tubuh nya erat.
"mana sayang, tidak ada apa-apa?" ujar ibu inah lagi.
"ada ibu, wajah nya seram ibu..." ujar Rara lagi dengan suara yang sedikit parau, karena air mata nya yang sudah mengalir saat ini.
__ADS_1
ibu nya merasa Rara sangat depresi berat hingga ia berbicara ngaur seperti itu, apa lagi, dua Minggu yang lalu Rara malah melakukan percobaan bunuh diri.
"nak tenang,nak... tidak ada apa-apa, percaya lah sama ibu, Rara pasti hanya bermimpi buruk saja..." ucap buk Inah menenangkan anak nya, buk Inah sangat menyayangi Rara, karena dia adalah anak tunggal mereka, yang sangat susah payah buk Inah pertahanan, buk Inah mengidap penyakit kanker rahim, saat Rara bernaung di rahim nya, hingga saat Rara lahir buk Inah juga kehilangan rahim nya saat itu juga,
setelah operasi Caesar yang di lakukan untuk membantu kelahiran dan keselamatan Rara dan ibu nya, buk Inah juga harus secepatnya melakukan pengangkatan rahim, hari itu juga, hingga Rara kecil harus di rawat oleh nenek nya saat itu, sedang kan buk Inah beberapa Minggu terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.
"Rara, badan kamu panas sekali nak..." ujar buk Inah khawatir, peluh dingin membasahi pelipis Rara, ia sangat gemetar karena begitu syok, seumur umur baru kali ini dia melihat sosok semengerikan itu.
"ibu, Rara mau pulang, Rara nggak mau disini Rara takut buk..."ucap Rara sambil memeluk erat tubuh ibu nya, ia menangis ketakutan ia tak menyangka akan bertemu makhluk menakutkan setelah ia gegabah membuka mata batin nya.
"sayang kamu masih sakit, badan kamu juga panas, Rara pasti mimpi buruk, maka nya seperti itu, Rara yang tenang yah, ada ibu di sini menemani Rara..." ujar buk Inah, membalas pelukan anak nya.
"Rara yang tenang yah nak, setelah Rara sembuh kita pasti pulang..." tambah nya lagi.
__ADS_1