TERBUKA NYA MATA BATIN

TERBUKA NYA MATA BATIN
29. Mengungkap misteri


__ADS_3

Juwita masih di kampus saat ini, ia sekilas mendengar cerita Dicky dan sahabat nya mengenai teror.


"apa benar yah ? semenjak jurik kemarin, mereka di teror seperti itu ?"


Saat termenung memikirkan pembicaraan Dicky dan sahabat nya, tiba-tiba Juwita melihat sahabatnya Lala sedang berjalan melewati nya.


"lala...mau kemana Lo la..." Lala terus saja berjalan tanpa mempedulikan panggilan Juwita.


"Lala...La...Lo mau kemana ?" panggil Juwita lagi sambil berjalan mengikuti Lala yang berjalan menaiki anak tangga ke gedung lantai atas kampus.


"ngapain di sana la...ayo kita pulang ! Udah sore nih nanti keburu gelap... ayo..." panggil Juwita lagi, sambil terus mengekori Lala di belakang nya.


"la...ayo kita pulang..." ujar Juwita saat melihat Lala berhenti di atas anak tangga,namun seketika Lala melanjutkan lagi langkah nya, hingga Juwita terpaksa harus mengikuti nya lagi.


"la... ngapain Lo di sana..."


Lala sedang berdiri di bibir pembatas gedung saat ini dan mulai memanjat pembatas bangunan itu.


"la...apa yang Lo lakuin !, bahaya la...! jangan bercanda seperti itu...!" teriak Juwita, namun Lala tak menggubris nya, Lala berdiri di tiang besi pembatas dan langsung melayangkan tubuh nya terjun dari atas kebawah.


HAAAAAAAAAAAAA AAAAA


Juwita syok melihat Lala yang melompat seperti itu, Juwita pun gemetar sambil terbujur lemah di lantai gedung atas, ia tak berani mengecek ke bawah melihat kondisi sahabat nya, Juwita gemetaran hingga seorang pria datang menemui nya di lantai atas.


"dek, ngapain di sini ?" tanya seorang pria yang tak lain seorang penjaga kampus, sambil berlari kearah Juwita.


"pak...pak tolong teman saya pak... tolong teman saya... hiks hiks hiks" tangis Juwita pecah, ia tak menyangka akan menyaksikan kematian mengerikan sahabat nya di depan mata kepala nya sendiri.


"maksud kamu apa dek..." tanya penjaga kampus bingung.


"pak, teman saya pak ! teman saya lompat dari sana..." tunjuk Juwita kearah pembatas bangunan, hingga pria tua itu pun berlari kearah pembatas itu dan melirik ke semua arah di bawah gedung.

__ADS_1


tidak ada apapun di bawah, tidak ada orang terjatuh seperti yang di ucapkan oleh Juwita.


"mana teman nya dek ? tidak ada apapun di sini..." ujar lelaki itu melirik ke semua arah, hingga membuat Juwita berdiri dari duduknya dan berlari kearah pria itu sambil melirik kearah bawah gedung dan benar saja tidak ada mayat atau siapapun di sana, kosong bahkan mahasiswa pun sudah pada pulang.


"pak, tadi saya melihat teman saya kesini pak...di lompat di sini...!" jelas Juwita lagi sambil menatap kearah pengawas itu.


"adek halusinasi kali, mana ada orang di sekitar sini..." ujar Lelaki itu lagi.


"ada pak... saya nggak bohong, saya melihat teman saya ke sini dan melompat di pembatas ini..." tambah Juwita lagi hingga membuat lelaki itu mengerutkan keningnya kearah Juwita.


"tapi bukti nya tidak ada apapun kan ? kamu mungkin salah lihat dek, ayo kita turun ! nggak baik di sini lama-lama apa lagi sudah mau magrib seperti ini..." tambah lelaki itu sambil menuntun Juwita turun, Juwita pun mengikuti Lelaki itu sambil sesekali melirik kearah belakang, ia sangat yakin apa yang dia lihat tadi benar adalah Lala.


Juwita sudah sampai di kontrakan saat ini, terlihat semua teman-teman nya sedang duduk di ruangan tamu dan begitu pula dengan Lala yang duduk di sana.


"wita, Lo kemana aja, gue cari lo dari tadi ?" ucap Lala menatap Juwita, sedang kan Juwita langsung berlari dan memeluk erat tubuh Lala dan menangis terisak-isak, sahabat-sahabat nya memandang aneh kearah Juwita yang tiba-tiba itu.


"kenapa ? kenapa Lo nangis seperti itu ?" tanya Lala merasa aneh.


"gue nggak apa-apa, kenapa emang nya ?" tanya Lala lagi.


"ta-tadi, gue lihat Lo " ujar Juwita sambil menatap lekat kearah Lala.


"Lo lompat dari gedung lantai atas kampus..." tambah Juwita lagi hingga membuat teman-teman nya terbelalak mendengar nya.


"serius ?" tanya Adrian menyela.


"Lo salah lihat mungkin, orang gue dari tadi nyariin Lo, gue kira Lo udah pulang duluan, hingga gue juga langsung pulang setelah keliling mencari keberadaan Lo..." tambah Lala.


"gue nggak bohong la... bahkan penjaga kampus juga melihat gue berteriak dan menangis di atas gedung, karena Lo lompat kebawah..." jelas Juwita.


"tapi, apa benar ada orang yang lompat kebawah ?" tanya Robi lagi.

__ADS_1


"itu yang jadi masalah nya, gue lihat betul Lala lompat kebawah, namun saat gue dan penjaga kampus cek, tidak ada siapapun di sana, bahkan hanya gue, mahasiswa satu-satunya yang masih di kampus..." tambah Juwita lagi, hingga membuat teman-teman nya saling bertatapan.


"seperti nya, apa yang di alami kak Juwita, sama seperti yang kalian alami itu..." sela Aliando.


"kalian juga mengalami hal yang sama ?" tanya Juwita, seketika Rara, Sovia, Adrian dan Robi pun mengangguk kearah nya.


"seperti nya,ini ada kaitannya dengan jurik malam itu...kita harus cari tahu apa penyebabnya, kenapa kalian bisa di teror seperti itu..." tambah Aliando, sehingga mereka pun mengangguk kearah nya.


"kita akan cari tahu besok pagi..." ujar Adrian.


"iya.."


"tapi sepertinya bukan hanya kita yang mengalami hal itu !" tambah Juwita lagi.


"maksud kakak ?" tanya mereka serentak.


"maksud Lo apa wita ?" ujar Lala menatap Juwita.


"gue dengar tadi di kelas, kata nya chelsy, Dicky dan Rafi juga mengalami hal yang serupa, bahkan Chelsy sampai berteriak kencang tadi di dalam kelas, kata nya dia di teror oleh 'mereka'." jelas Juwita hingga membuat semua orang kaget mendengar nya.


"serius kak ?" tanya Rara.


"iya, bahkan Lo juga dengar kan la, chelsy teriak tadi di kelas ?" tanya chelsy lagi sambil melirik lala.


"iya, tapi gue kira dia kenapa..." ujar Lala menggaruk kepalanya.


"dia kan memang sering berteriak,jadi gue nggak peduliin soal nya..." tambah nya lagi.


"waktu itu gue mendengar mereka membahas hal yang sama, mereka juga di ganggu dan di teror..." jelas Juwita lagi.


"seperti nya memang karena jurik malam itu..." ujar Adrian

__ADS_1


"lebih baik besok kita temui mereka bertiga, kita bisa mendapat kan beberapa info supaya kita bisa mengungkap tuntas, kenapa kita bisa di teror seperti ini.." sela Juwita dan teman-teman nya pun mengangguk setuju.


__ADS_2