
"Kelompok selanjutnya !" ujar buk dosen.
Rara dan teman-teman nya pun berjalan kembali ke kursi masing-masing di bagian depan, setelah menyelesaikan tugas kelompok mereka, hanya Asti yang duduk sendirian di kursi bagian belakang dengan di temani sebuah kursi kosong di sebelah nya.
Asti mengambil buku dan pena di tas kecil nya, namun tiba-tiba ia mendengar suara kursi yang di pindah kan, hingga Asti melirik kearah kursi di sebelah nya, namun benar saja, kursi itu sudah berpindah jauh dari jangkauan Asti, Asti kembali menjadi takut, dan menatap kedua tangan nya, yang mulai merengang bergidik ngeri.
Asti berusaha untuk tidak mempedulikan nya, ia pun mengeluarkan buku dan makalah kerja kelompok nya dan membaca sekilas, namun saat tatapan nya beralih ke arah makalah, seketika sudut mata nya, ia menangkap seorang wanita yang mengenakan baju putih panjang dengan rambut panjang lebat sedang terduduk di kursi kosong yang menjauh tadi.
Asti pun menghentikan bacaan nya, dan perlahan melirik kearah sebelah nya, namun ternyata tidak ada siapapun di sebelah nya, semua nya kosong, Asti pun kembali melanjutkan bacaan nya dan beranggapan bahwa itu hanya halusinasi nya saja, namun setelah ia beralih kearah makalah lagi seketika rambut panjang menutupi kedua mata nya dan tergujur lebab di antara wajah nya.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA AAAAA
Asti kembali berteriak histeris, hingga membuat pandangan mata tertuju semua kearah nya.
"kamu kenapa lagi ?" tanya buk dosen menatap kearah Asti.
"a-anu buk ! a-ada i-itu ! " gugup Asti.
"aneh..." ucap teman sekelas nya.
"stress kali buk !" ucap eliya sang primadona.
"sekali lagi kamu bikin ribut ! saya keluarin dari sini !" ujar dosen itu geram.
__ADS_1
"lanjut kan !" ujar buk dosen meminta anggota kerja kelompok yang tampil untuk melanjutkan isi makalah mereka.
Jam pelajaran pertama pun selesai, dosen pembimbing pun keluar dari kelas mereka dan mereka menunggu kedatangan dosen berikut nya lagi.
"Lo kenapa tadi ? kok jadi aneh gitu ?" tanya Rara yang duduk bersama teman-teman nya berhadapan dengan Asti yang berwaja pucat pasih karena ketakutan.
"ta-tadi, gue beneran lihat setan ! seram !" ujar Asti sambil memandang ke semua arah, ia takut jika setan itu masih berada di sekitar nya.
"setan ? lirih Sovia lagi.
"iya gue nggak bohong, gue lihat setan di toilet sekolah dan setan itu ikuti gue hingga ke sini ! dia seram banget, rambut nya panjang dengan pakaian putih panjang nya..." jelas Asti lagi.
"aneh, kok gue nggak melihat apapun yah ?" ujar Rara memandang kearah Robi, memberi kode kepada Robi apa Robi melihat apa yang di lihat oleh Asti.
"jangan tunjuk-tunjuk ah" protes Sovia karena dia trauma melihat yang seperti itu.
"ngeri tau" sambung adrian ikut protes.
"kalian kok bisa lihat setan yah ? kenapa gue sama Fika nggak bisa lihat apapun ?" ujar Aliando merasa aneh.
"iya, kok kita nggak bisa yah !" ujar Fika ikut merasa aneh.
"mana gue tau ! Lo pikir gue dukun apa ? atau peramal yang bisa tau semuanya." ujar Robi menatap kearah dua sahabat nya, meskipun dia juga merasa aneh dengan hal itu.
__ADS_1
"darah murni...". seketika suara bisikan terdengar di telinga Robi, hingga lelaki itu melirik kearah asal suara, namun tidak ada siapapun di sebelah nya.
"darah murni ?" lirih Robi hingga teman-teman nya menatap kearah nya.
"maksud nya ?" tanya Aliando aneh.
"entah, tadi seperti nya ada yang membisikkan sesuatu di telinga gue." ucap Robi melirik mencari siapa yang berbicara dengan nya, namun seketika pandangan mata nya mengarah ke pintu kelas yang terbuka lebar, memperlihatkan seorang lelaki dengan seragam SMA berjalan dengan darah segar mengalir deras di kepala nya.
"Bima ?" batin Robi, hingga memikirkan maksud dari bisikan Bima, yang mengatakan bahwa Aliando dan Fika memiliki darah murni.
"maksud nya ?" lirih Robi bingung.
"guys, seperti nya jam kedua kita nggak belajar deh ! soal nya dosen chat gue, kata nya beliau sedang ada urusan mendadak." ujar Adrian, sang kosma kelas.
"horeee...." teriak gembira semua orang, termasuk Asti yang tak kalah gembira nya.
"yes ! akhirnya gue bisa istirahat juga !" ujar Asti menyandarkan tubuhnya di kursi nya dan bernafas lega.
"Jam berapa lagi, dosen berikut nya masuk ?" tanya Robi kepada Adrian.
"dua jam lagi kayak nya ! setelah istirahat." tambah Adrian, sehingga teman-teman nya pun mengangguk.
"ya udah, kita ke kantin yu !" ajak Rara, sebab perut nya sudah lapar saat ini.
__ADS_1
"ayo..."