
Asti sedang terlelap dalam tidur nya, namun seketika dia merasa kan seseorang yang tengah menarik perlahan selimut nya, Asti pun menarik kembali selimut nya keatas dan membalut tubuh nya kembali, namun lagi-lagi seseorang menarik lagi selimut Asti, hingga wanita itu menjadi kedinginan dan menarik kembali selimut nya dan memasang seperti semula,
Seketika sebuah tangan pucat pasih, terus saja mengengam erat selimut Asti dan selimut wanita itu pun di buang sebarang arah, hingga membuat Asti merasa kesal dengan perbuatan yang menggangu tidur nya.
"sudah dong bercanda nya ! gue ngantuk tau !" lirih Asti, ia merasa bahwa yang iseng terhadap nya adalah teman-teman nya sendiri.
Asti pun membuka kedua matanya, namun saat ia ingin mendudukkan bokong nya dari tidur nya, wanita itu pun terbelalak kaget melihat seorang wanita bergelantungan di atas nya, dengan rambut hitam panjang dan dengan kaki bergerak-gerak di atas wajah Asti, hingga sontak membuat Asti kembali menutup wajah nya dengan bantal nya.
"ahh apa itu ?" lirih Asti dari dalam bantal nya.
Perlahan Asti mencoba membuka wajah nya dan melirik sekilas kearah seseorang yang bergelantung tadi, namun Asti dapat bernafas lega setelah mengetahui makhluk itu sudah tidak ada di atap loteng kamar nya dan sudah tidak ada hal aneh yang bergelantung seperti tadi.
"hah, pasti halusinasi gue aja !" ujar Asti sambil memungut selimut nya di lantai.
Asti pun kembali mengenakan selimut lagi dan membaringkan tubuhnya di atas kasur, namun saat dia mulai terlentang di atas kasur, tiba-tiba sebuah sosok terbaring sejajar dengan wajah nya, dengan wajah pucat pasih tersenyum lirih kearah Asti.
__ADS_1
HAAAAAAAAAAAAA
Asti berteriak ketakutan, sambil berlari kearah lemari pakaian nya, namun tiba-tiba sosok tersebut sudah duduk di sebelah nya dan menatap kearah asti, Asti sangat ketakutan saat berhadapan dengan wanita menakutkan itu, wajah wanita itu pucat pasih dengan senyum menyeringai, sangat menakutkan.
"mau kah kau menjadi teman ku !" ucap wanita itu menatap lekat kearah Asti, namun Asti bergigir ketakutan dengan dada naik turun dan pernafasan yang memburu.
"mau kah kau menjadi teman ku?". tanya wanita yang mengenakan baju putih panjang itu lagi, sambil mengulurkan tangannya berjabat tangan dengan Asti, Asti pun menatap tangan nya yang pucat pasih tanpa ada darah yang mengalir sedikit pun.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA AAAAA AAAAA
"hihihi hihihi hihihi" wanita itu tertawa menyeringai dan menghilang di sebalik dinding.
"Asti ada apa ?" teriak rara, Sovia dan Fika yang membuka kasar pintu kamar Asti, terlihat Asti tengah duduk meringkuk di belakang pintu.
"Asti kenapa ?" ujar Rara lagi.
__ADS_1
"Lo kenapa ?" tanya Sovia lagi, Asti pun menunjuk kearah lemari pakaian nya.
"i-itu, se-setan..." lirih nya gemetaran dan wajah yang di tutup rapat-rapat.
Rara, Sovia dan Fika pun melirik kearah yang di tunjukkan oleh Asti, namun tidak ada apapun di sana.
"tidak ada apa-apa?" lirih Rara dan teman-teman nya celingak-celinguk, kesemua arah kamar Asti.
Asti pun melihat kearah sosok tadi, namun ya benar saja, tidak ada apapun di sana.
"ta-tadi ada..." ucap asti lagi dengan wajah pucat pasih ketakutan nya.
"iya sudah ! Lo tenang yah !" ujar Rara, sebab nafas Asti sangat memburu saat ini.
"hmm, gimana kalau malam ini kita tidur bareng aja, biar nggak ada hal aneh-aneh lagi !" sarang Sovia, sebab dia juga merasa kan ketakutan, setelah mendengar teriakkan Fika dan asti malam ini.
__ADS_1
"hmm iya udah, ayo !" mereka pun tidur bersama di kamar Rara malam ini dan terlelap dalam tidur pulas masing-masing, setelah mendapat hal aneh semalaman.