TERBUKA NYA MATA BATIN

TERBUKA NYA MATA BATIN
28. Cerita setan


__ADS_3

Seorang lelaki yang bernama Robi sedang terlelap di dalam tidur nya, dia tidak kekampus hari ini, sebab kelas mereka memang tidak ada mata pelajaran hari ini.


KRISSSSSSSSSSSSS


Bunyi derai air mengalir deras, membangun kan tidur lelaki ini.


"siapa sih, yang menghidup air nggak di matiin seperti itu ?" kesal Robi karena tidur nya terganggu.


Robi pun membuka pintu, namun dia sontak kaget melihat seorang pria mengenakan seragam SMA berlalu lalang di depan pintu kamar nya.


"astaghfirullah" ujar nya kaget sambil mengelus dada nya.


"Bima..." lirih Robi.


lelaki yang mengenakan seragam SMA pun berjalan kearah lantai atas, hingga Robi mengundurkan niat nya untuk mematikan keran air, namun ia malah membututi seorang pria mengenakan seragam SMA kelantai atas.


Lelaki itu berdiri mematung di sebuah kamar di lantai atas, yang tak lain adalah kamar Rara, Robi mengendap-endap mengikuti lelaki itu hingga Robi pun sudah ikut berdiri di depan kamar Rara.


tiba-tiba lelaki itu menghilang di pandangan Robi, saat pintu kamar Rara tiba-tiba terbuka.


Rara keluar dari kamar nya, ia sangat kaget melihat Robi yang sudah berdiri mematung di depan pintu kamar nya itu.


" astaghfirullah, ngagetin aja..." ucap nya sambil mengelus dada nya yang berdebar kencang.


"ngapain Lo berdiri di sini ?" tanya Rara sambil menatap Robi yang seketika aneh, mencuri pandang kearah dalam kamar Rara.


"kenapa?" tanya Rara aneh, melihat Robi yang menyapu bersih pandangan nya di kamar Rara.


"aah sorry..." Robi pun bergegas pergi dan turun dari lantai atas.


"aneh..." lirih Rara sambil berjalan kembali memasuki kamar nya.


HAAAAAAAAAAAAA AAAAA


Robi yang sudah berada di lantai bawah pun bergegas berlari kembali ke lantai atas setelah mendengar suara tiba-tiba dari sahabat nya Rara.


"ada apa Ra...ada apa... ?" khawatir Robi mendobrak pintu kamar Rara.


"i-itu..." Rara menunjuk kearah lantai kamar nya yang sudah penuh dengan noda darah di sana.

__ADS_1


'TOLONG'


Robi terdiam membisu begitu pula dengan Rara, mereka sangat syok dengan tulisan berdarah di lantai,


Robi kembali mengingat saat ia bertemu dengan arwah Bima yang masih bergentayangan.


"Rara, ayo kita keluar, ada beberapa hal yang ingin gue ceritain sama Lo..." tiba-tiba Robi mengajak Rara pergi dari kamar nya dan Rara pun mengangguk cepat, sebab ia sangat takut berada di kamar yang di penuhi dengan noda darah.


Rara dan Robi sudah duduk di ruangan tamu dilantai bawah, mereka sangat takut dan syok saat ini.


"Ra, beberapa hari yang lalu gue ketemu sama arwah Bima..." ujar Robi memulai cerita, terlihat Rara terbelalak kaget mendengar nya.


"seperti nya, arwah bima belum tenang saat ini..." tambah Robi lagi.


"ada suatu hal yang belum ia tuntas kan di sini, sehingga dia beberapa kali menemui gue ..." terang Robi lagi, terlihat Rara sangat kaget dan syok mendengar ucapan Robi.


"tapi, kenapa gue nggak pernah bertemu dengan nya ?" tanya Rara seketika.


"itu karena, hanya seorang yang mata batin nya telah terbuka yang bisa melihat 'mereka'..." jawab Robi lagi.


"tapi mata batin gue juga sudah terbuka kok, gue sudah meminta bantuan dukun itu untuk membuka mata batin gue, sehingga gue bisa melihat makhluk yang lain, terkecuali Bima.." Robi tampak kaget atas panutan Rara, ia tak menyangka Rara meminta bantuan seorang dukun seperti itu.


"itu sangat berbahaya, untuk Lo..." tambah Robi lagi.


"tapi itu sudah terlanjur Robi, gue sebenernya sangat menyesali perbuatan gue itu, gue selalu di teror oleh'mereka' dan gue tidak nyaman dengan hidup gue, tapi mau bagaimana lagi, gue tidak bisa menutup nya kembali, gue sudah terlanjur terjebak di dalam lumpur hitam itu." terang Rara.


Robi mengusap wajah nya kasar, ia syok dan tak menyangka Rara berbuat sejauh itu.


"woi ngapain serius amat...lagi bahas apa sih ?" tiba-tiba teman-teman mereka berdatangan satu persatu, etah mereka dari mana sehingga terlihat mereka semua berkeringat saat ini.


Robi dan Rara hanya diam tak menjawab pertanyaan teman nya, hingga mereka memandang aneh kearah Rara dan Robi.


"tegang amat sih..." ujar Aliando.


"kalian Kenapa sih ? lagi bahas apa ?" tanya Asti lagi.


"iya, bagi-bagi donk cerita nya..." tambah Adrian.


"kita lagi cerita horor..PUAS..." ujar rara menatap teman-teman nya.

__ADS_1


"eh eh eh tunggu ! kalian lagi cerita setan yah ?" tanya sovia, Rara dan Robi pun mengangguk mengiyakan.


"gue juga mau cerita donk..." sambungnya mendudukkan bokong nya di samping Robi dan Rara.


"gue merasa aneh beberapa hari setelah kita ikut jurik malam itu, gue merasa di teror dan di ganggu..." jelas Sovia hingga teman-teman nya menatap sejurus kearah nya.


"seorang anak kecil yang wajah nya seram banget..." tambah Sovia, hingga membuat teman nya terbelalak.


"Lo nggak bohong kan ?" tanya Asti yang masih berdiri di samping nya.


"sumpah, gue nggak bohong, gue lihat dengan mata kepala gue sendiri..." ujar Sovia bersumpah di hadapan teman-temannya.


"iya, gue percaya..." jawab Robi seketika, hingga membuat teman-teman nya menatap kearah Robi.


"gue juga pernah melihat nya..." ujar Robi langsung hingga membuat teman nya tersentak ketakutan.


"tu kan, gue nggak bohong..." tambah Sovia lagi.


"gu-gue juga pernah..." sela Adrian lagi hingga membuat teman nya juga ikut melirik ke arah nya.


"waktu itu gue melihat seorang wanita yang mengenakan baju berwarna merah dengan pita merah di rambut nya,wajah nya sangat seram dan hangus..." tambah Adrian, hingga teman-teman nya tambah kaget dan ketakutan.


"masa sih...Lo serius kan ?" tanya Aliando tak percaya.


"iya gue serius..." tambah Adrian.


"iya, gue percaya apa yang di kata kan oleh Adrian..." sela Rara lagi.


"sebab gue selalu di teror oleh wanita itu..." sambung Rara dan teman-teman nya pun menatap kearah Rara.


"tapi gue merasa aneh, Robi bisa melihat 'mereka' karena dia memang anak indigo saat lahir, tapi kalian bertiga kenapa bisa melihat juga ?" tanya Asti Langsung hingga membuat tiga orang itu bersitatap.


"karena mata batin gue juga sudah terbuka, sama seperti Robi..." ucap Rara menjelaskan, terlihat teman-teman nya sontak kaget, hingga Rara menceritakan perihal ia yang meminta bantuan dukun untuk membuka mata batin nya, hingga ia sering di teror oleh makhluk tak kasat mata.


"tapi Adrian dan Sovia, kenapa bisa ?" tanya Asti lagi.


"iya, gue juga aneh, setelah ikut jurik, gue tiba-tiba bisa melihat 'mereka'" ujar Adrian.


"gue juga..." tambah Sovia.

__ADS_1


__ADS_2