
"sayang, kamu kenapa ?" tanya chelsy saat melihat Rafi berjalan tertatih-tatih.
"aku nggak tau, tiba-tiba jadi lebam seperti ini..." Rafi pun menarik celana jens nya dan memperlihatkan sebuah cakaran berwarna biru lebam di kaki nya.
"sayang kamu ke rumah sakit aja, kamu periksa kaki mu terlebih dahulu ? nanti tambah parah loh..." khawatir chelsy.
"tapi kamu ?" tanya Rafi, soal nya mereka sudah berada di parkiran dan bersiap untuk pulang.
"aku pulang sendiri aja..." jawab chelsy langsung.
"nggak apa-apa sayang ?" ujar Rafi merasa tak enak.
"tak apa-apa, kamu periksa dulu kaki mu, nanti infeksi loh..." tambah chelsy hingga Rafi pun mengangguk.
Chelsy pun berjalan kearah jalan raya dan menghentikan sebuah mini bus di sana, bus pun berhenti di hadapan chelsy, hingga chelsy langsung masuk ke dalam bus tersebut dan memilih duduk di bangku paling belakang.
chelsy melirik kearah jendela bus, memandang kepadatan kota, hingga dia tertidur di dalam bus tersebut.
seketika chelsy melihat semua penumpang bus berubah menjadi makhluk mengerikan yang ingin menyakiti nya, mereka semua berpenampilan seperti zombie seperti di tv tv, kepala mereka di patah-patah kan dengan mata putih bulat dan tangan yang siap ingin mencekik leher chelsy,
chelsy terbangun dari tidurnya dan berteriak kencang di dalam bus sambil menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan, hingga membuat semua penumpang bus menatap aneh kearah nya, chelsy pun perlahan membuka tangan nya dan kembali melirik kearah penumpang yang lain dan menarik nafas laga.
__ADS_1
"huff, hanya mimpi ternyata..."lirih nya.
Ditempat lain terlihat ibu Rara sedang memasak di dapur kontrakan, beliau pun mendapat panggilan telepon dari seseorang hingga ia langsung menerima panggilan tersebut.
"assalamualaikum..." suara di sebalik telepon.
"waalaikumsalam, ini siapa yah ?" tanya ibu Rara, sebab ini adalah nomor baru yang tak tersimpan di kontak handphone jadul nya.
"buk, kami dari pihak rumah sakit, kami ingin memberi tahu bahwa suami ibu sedang di rumah sakit saat ini, beliau terkena gigitan ular saat di kebun..." jelas seorang wanita di sebalik telepon hingga membuat ibu nya Rara sangat kaget.
"ibuk,kami harap ibuk langsung ke rumah sakit sekarang juga..." tambah nya lagi.
Ibu nya Rara pun mematikan api kompor dan bergegas mengambil tas nya di kamar Rara dan berlari turun dan keluar dari kontrakan itu.
"buk, kalau rara pulang, tolong kasih tau, kalau saya sudah pulang kampung yah...? " ucap ibu Rara kepada seorang wanita pemilik kontrakan.
"kenapa buk, kata nya mau tinggal di sini jagain Rara ?" tanya pemilik kontrakan heran, sebab beberapa hari yang lalu ibu nya Rara meminta izin untuk tinggal di sini hingga kondisi Rara benar-benar pulih.
"suami saya, di gigit ular di kebun dan saya harus ke rumah sakit segera, suami saya sudah di bawa ke rumah sakit oleh tetangga sekitar..." jelas ibu Rara.
"astaghfirullah, ya sudah buk, nanti saya kasih tau sama Rara..." jawab ibuk pemilik kontrakan
__ADS_1
"terima kasih yah buk, nanti kasih tahu saja rara, kalau ayah nya sudah baikan saya pasti akan kesini lagi ! saya permisi dulu yah buk, assalamualaikum..."
"waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh..."
Ibu Rara pun pergi meninggalkan kontrakan itu.
Tak berselang lama Sarah dan teman-teman nya pun pulang ke kontrakan, hanya Juwita dan Lala saja yang masih di kampus.
"Rara...Rara..." panggil ibu pemilik kontrakan.
"iya buk, ada apa ? " tanya Rara kepada wanita itu.
"ibu mu sudah pulang tadi, kata nya ayah mu di gigit ular dan dibawa ke rumah sakit, tapi kamu tenang saja, ayah mu sudah di bawa ke rumah sakit saat ini..." jelas ibu pemilik kontrakan, hingga Rara seketika kaget mendengar nya.
"kenapa ibu nggak nunggu Rara pulang ? Rara kan juga mau pulang kampung buat jengukin bapak..." sebal Rara.
"mungkin tujuan ibu Lo baik, supaya Lo nggak usah khawatir terhadap bokap Lo.." sambung Adrian.
"iya, kata ibu nya nak Rara, beliau akan ke sini lagi kalau kondisi ayah nya nak Rara sudah baikan..." sambung wanita pemilik kontrakan lagi.
"iya buk, terima kasih..."
__ADS_1