TERBUKA NYA MATA BATIN

TERBUKA NYA MATA BATIN
41. Lebih seram dari setan


__ADS_3

Rara dan teman-teman nya pun berjalan menuju ke kantin kampus, yang berada di sebelah perpustakaan.


Namun mereka melihat sekilas kearah Dicky yang sedang membawa begitu banyak buku paket dengan di temani oleh chelsy dan Rafi sahabat nya.


"awwww" seketika buku yang di bawa oleh Dicky pun terjatuh, sontak membuat Rara berlari membantu memungguti buku-buku tersebut, hal itu tentu nya membuat Dicky senang, karena di bantu oleh wanita pujaan nya itu.


"kakak nggak apa-apa?" tanya Rara sambil memungut buku-buku, hal itu membuat Rafi dan chelsy yang melihat pun tersenyum bahagia karena hal itu.


"ehm ehmm" sindir Rafi sambil berjalan bersama kekasih nya chelsy.


"kami pergi dulu yah ! selamat berpacaran !" canda Rafi hingga membuat Rara tersenyum malu dan memberikan cepat buku-buku ketangan Dicky.


"terima kasih yah." ucap Dicky tersenyum manis dan di balas anggukan oleh Rara dan berjalan mengajak teman-teman nya pergi meninggalkan Dicky.


"cie cie...." ujar Adrian menggoda Rara.


"apaan sih !" Rara berusahalah bersikap biasa-biasa saja, meskipun sebenarnya dia baper akan hal itu.

__ADS_1


Tanpa mereka ketahui ada dua orang memandang penuh kebencian kearah Rara.


"Lo lihat ! wanita itu goda-goda gebetan Lo..." ujar seorang wanita, kepada wanita cantik primadona kampus.


"awas Lo yah ! wanita ganjen...." ujar eliya menatap tajam kearah Rara.


Jam pelajaran berikutnya pun selesai, mereka pun keluar dari kelas mereka dan berjalan pulang kembali ke kontrakan.


"guys, seperti nya ada barang gue yang ke tinggalan kayak nya di kelas ! gue ambil dulu yah ?" Rara pun berlari kembali masuk ke dalam kelas nya dan mengambil sebuah makalah yang tinggal di atas meja.


"untung masih ada !" lirih Rara dan berjalan keluar kelas, namun saat Rara sampai di ambang pintu, dua orang wanita pun langsung menghadang kepergian Rara.


"eh wanita ganjen ! jangan dekat-dekat dengan kak Dicky yah ! karena kak Dicky itu hanya milik gue ! Lo... jauhi kak Dicky sekarang juga, atau gue nggak akan segan-segan menghabisi Lo..." tutur eliya berlagak pinggang.


"Lo dengar kan ? cewek aneh !" sambung wanita di sebelah eliya.


"gue nggak dekatin kak Dicky kok ?" jawab Rara menatap dua wanita di depan nya ini.

__ADS_1


"kalau Lo nggak deketin dia ! apa maksud Lo bantuin dia beresin buku-buku nya tadi ?" ujar eliya menatap tajam kearah Rara.


"gue hanya menolong aja, gue nggak punya maksud lain, jadi plis jangan hadang kepergian gue !" ucap Rara sambil berjalan menjauhi mereka.


"awas Lo yah !" ucap eliya sinis dengan tangan mengepal erat.


"kok lama amat sih?" tanya Fika saat Rara sudah turun dari anak tangga.


"iya, soal nya di dalam gue di ganggu." ujar Rara memperbaiki penampilan nya.


"hah, Lo di ganggu setan yah ?" tanya Asti melotot kearah Rara.


"iya, bahkan lebih seram dari setan." ucap Rara menatap teman-teman nya.


"hah, makhluk apa itu lebih seram dari setan ?" tanya Sovia tak kalah takut.


"nenek sihir..." ujar Rara menghina eliya dan teman nya.

__ADS_1


Namun saat Rara berbicara asal kepada teman-teman nya, Robi malah menangkap sesuatu sosok yang tak lain adalah Bima, lelaki yang mengenakan seragam SMA dengan darah bercucur deras, menatap tajam dengan mata merah menyala.


"apa yang terjadi ?". ucap batin Robi.


__ADS_2