TERBUKA NYA MATA BATIN

TERBUKA NYA MATA BATIN
49. Meringkuk ketakutan


__ADS_3

Setelah membawa Asti kembali ke kontrakan, mereka semua malah terbelalak kaget mendapati kontrakan yang sudah berantakan dan porak porandak, apa lagi di kamar Lala yang begitu banyak kertas tulisan nya yang sudah berhamburan.


"ada apa ini ?" ujar Adrian, sambil berlari memasuki rumah yang terbuka lebar.


"apa kontrakan kita ada perampok ?" tanya Rara melihat sekeliling yang sudah berantakan.


"mana mungkin ? apa yang mau di rampok di rumah mahasiswa seperti kita." ujar fika menyela.


"kak Lala ?" Robi tak sengaja melihat seorang wanita yang terbaring di sebuah kamar dan wanita itu adalah Lala yang masih kehilangan kesadaran.


Mereka pun membantu membopong tubuh Lala keluar dari kamar nya dan di baring kan di kursi ruangan tamu dan juga tubuh Asti yang masih melemah.


"ada apa ini ? apa yang sebenarnya terjadi ?" tanya Sovia melirik kesemua arah yang sudah sangat berantakan.


Tak berselang lama Lala pun sadar dari pingsan nya, dia pun duduk bersandar di senderan sofa sambil meminum air putih yang di berikan oleh teman nya.


"kakak nggak apa-apa ?" tanya Rara yang memberikan minuman di bibir Lala.


"kakak kenapa?" tanya teman-teman nya khawatir.


"kenapa kontrakan jadi berantakan seperti ini ?" tanya Adrian lagi.


Lala hanya diam, dia masih syok dengan pemandangan mengerikan yang langsung berhadapan dengan wajah nya, sehingga wanita itu hanya diam tanpa menjawab apapun.


"kak Lala mungkin masih syok, lebih baik kakak istirahat saja bersama Asti, biar kontrakan kami yang bersihkan." sela Robi berjalan mengambil sapu.


"Asti kenapa ?" tanya Lala lagi, melihat Asti yang masih terbaring di atas sofa.


"dia pingsan di kampus kak." jelas Sovia.


"kenapa ? apa dia sakit ?" tanya Lala lagi, meminta penjelasan.

__ADS_1


"tidak kak, mungkin Asti hanya kelelahan saja." ucap Rara, supaya semua nya menjadi cepat clear.


"gue bantu-bantu yang lain buat bersih-bersih yah !" Rara pun berdiri dan membantu teman-teman nya yang lain menata barang-barang.


Malam hari pun tiba, seorang wanita mengendap-endap memasuki kontrakan nya dengan di antar kan oleh seorang pria di depan halaman kontrakan nya, wanita itu sengaja berjalan mengendap-endap supaya tidak di ketahui oleh teman-temannya yang lain.


Setelah berhasil membuka pintu lebar-lebar, wanita itu pun melambaikan tangan ke arah kekasih nya yang duduk di atas bangku sepeda motor nya.


Namun saat lelaki itu menatap wanita yang mengendap-endap yang tak lain adalah Juwita, lelaki itu pun tidak sengaja melihat bayangan seseorang wanita yang berjalan memasuki sebuah kamar, rambut hitam panjang, dengan baju putih panjang.


"itu...!" tunjuk lelaki itu, hingga Juwita melirik kearah dalam kontrakan nya.


"apa !" lirih Juwita, memutar kepalanya kearah kekasih nya.


"ada yang lewat !" ujar lelaki itu lagi.


"Juwita pun memandang kesemua kamar, dan ternyata semua kamar teman-teman nya, tertutup rapat-rapat.


Juwita memasuki kamar nya dan menghidupkan skala lampu dan menutup pintu kamar nya lagi.


"aduh... capek nya !" lirih Juwita sambil membaringkan tubuhnya.


CKLEK


Mendadak lampu kamar nya mati, dia pun terperanjat dan berdiri kearah tombol lampu itu.


CKLEK


Namun saat dia berdiri, lampu itu pun menyalah lagi, Juwita pun menarik nafas lega dan kembali membaringkan tubuhnya di atas kasur.


CKLEK

__ADS_1


Lampu nya pun mati lagi,sesaat Juwita mau mengenakan selimut, hingga Juwita harus meraba dan berdiri kearah tombol lampu lagi.


CKLEK


Seperti awal, lampu nya pun hidup lagi saat Juwita ingin menekan tombol nya.


"aah, bikin rese aja nih lampu !" kesal Juwita.


CKLEK


Tiba-tiba lampu itu mati lagi, Juwita sangat kesal dan berdiri dari tempat tidur nya.


"apaan nih lampu, bikin kesal saja."


CKLEK


Setelah berhasil menekan tombol lampu seketika di hadapan Juwita sudah berdiri seorang wanita berambut panjang dengan baju putih panjang memperlihatkan mata putih bulat dan menyeringai kearah Juwita.


HAAAAAAAAAAAAA AAAAA AAAAA AAAAA


Juwita berteriak histeris, hingga mengundang seluruh penghuni kontrakan.


"kenapa ? kenapa ?"


Semua teman-teman nya pun satu persatu masuk, melihat Juwita yang meringkuk dengan nafas naik turun di atas kasur.


"mama...papa...huh..huh" Juwita sangat ketakutan dan memeluk siapapun yang berada di sekitar nya.


"kak, kakak nggak apa-apa?" ternyata yang di peluknya adalah Robi, sehingga Robi melepas cepat dekapan Juwita.


"ta-tadi a-ada se-setan..." lirih Juwita ketakutan, hingga membuat teman-teman nya yang lain ikut ketakutan, apa lagi Lala yang juga di ganggu habis-habisan pagi tadi.

__ADS_1


__ADS_2