TERBUKA NYA MATA BATIN

TERBUKA NYA MATA BATIN
06. Teror


__ADS_3

Pagi ini Rara dan teman-teman nya berjalan menuju kampus, kebetulan kontrakan mereka berada di belakang kampus, hanya melewati jalan setapak yang berukuran 2 meter, mereka sudah bisa sampai menuju pintu belakang kampus, hingga tidak perlu melewati pagar besar di jalan utama masuk universitas itu lagi.


"Ra, kalau Lo masih sakit mending nggak usah ngampus aja, ntar gue izinin deh..."ujar Aliando, dia adalah ketua kelas kelompok mereka saat melakukan orientasi kampus atau ospek saat ini.


"thanks Al, gue nggak apa-apa kok..."jawab rara tersenyum manis.


"benar Ra, kalau Lo masih sakit mending istirahat di kost aja, ntar gue temani deh..."tambah Asti sambil membujuk rara, Asti memang tidak suka di kerjain oleh senior nya di kampus, maka nya dia mengajak Rara untuk bolos saat ini.


"udah gak apa-apa, thank kalian semua udah khawatir terhadap gue, gue serius nggak apa-apa kok..."


Rara tak ingin berada di kosan sendirian, bisa-bisa makhluk menjijikkan itu jadi lebih leluasa menyakiti nya, lebih baik dia ikut ospek saja walau pun dia tahu akan sangat kelelahan di kerjain oleh senior-senior nya,


Rara berusaha menahan walau pun tubuh nya sangat remuk saat ini, karena di bentur beberapa kali oleh makhluk semalaman.


Mereka pun berjalan berurutan dengan teman-teman nya, mengingat jalan yang mereka lalui hanya 2 meter jadi tidak bisa berjalan berdempetan,


Rara memilih berjalan di tengah karena dia masih syok dan sangat ketakutan meski siang bolong seperti ini, rara masih saja porno dengan kehadiran 'mereka' yang rasa nya selalu setia mengawasi gerak-gerik nya.


Mereka satu kelompok saat melakukan ospek, sehingga mereka langsung saja menuju ruangan kelas mereka yang sudah di siap kan, sedang kan Robi dan Fika langsung menuju mushola, karena ada beberapa tugas yang akan mereka kerjakan di sana dengan para senior.


"apa itu ?". ujar Rara sesaat sambil melihat seseorang yang sedang duduk sambil menunduk kan kepala nya di bangku bagian belakang kelas, rambut nya sangat panjang dan hitam, ia mengenakan baju berwarna merah dengan pita merah di atas kepala nya, tubuh nya terlihat kaku seperti tidak ada kehidupan sama sekali, ia melirik sekilas kearah rara, mata nya sangat hitam di area kantung mata nya, dan tiba-tiba saja dia tersenyum simpul kearah Rara hingga membuat Rara beralih pandang dari wanita itu.


"apa dia mahasiswa baru juga yang sama dengan kami ?". batin Rara, mencoba positif thinking, meski ia merasa kan hal yang berbeda dengan wanita itu.

__ADS_1


"al, apa ada mahasiswa baru yang mengenakan baju berbeda dengan kita ? "tanya rara kepada sahabat nya Aliando yang menjadi ketua ospek, sebab pagi ini mereka di wajib kan mengenakan seragam putih hitam saat mengikuti masa orientasi kampus.


"tidak ada ra... ada apa ya kan kita semua di wajib kan pakaian seragam putih hitam ?" tanya Aliando lagi, hingga membuat Rara menggeleng cepat dan secepat nya mendudukkan bokong nya di antara Asti dan Sovia.


"Lo kenapa ? kayak lihat setan aja ?" tanya Sovia sambil tertawa meledek nya, sedang kan rara hanya diam, memang betul yang dia lihat adalah setan.


Rara berusaha memfokuskan pikiran nya, hingga kaki nya tanpa sengaja menginjak sesuatu yang lengket, lembek dan seperti berair, rara pun melirik kearah kaki nya, dan ia sangat kaget hingga rara berteriak kencang di dalam kelas itu, hingga membuat semua orang tersentak karena suara nya yang bergema seketika.


" usus manusia !" ya, yang rara injak saat ini adalah usus manusia, sangat menjijikkan.


UWEKKKK


UWEKKKK


Perut nya sangat mual dan berputar seketika, rara sangat jijik dengan apa yang ia lihat saat ini.


"kalau masih sakit mending Lo bolos aja, kan gue siap temani Lo di kosan, Lo ngeyel banget jadi orang..."cercah Asti.


"Ra, wajah Lo pucat, mending ke UKS aja deh ? kalian berdua, mending temani Rara ke UKS dari pada pingsan lagi di kelas..."ujar Adrian lagi dengan ekspresi khawatir nya.


"kamu sakit Ra ? sakit apa? apa benar kamu sempat pingsan ?" tanya seorang pria yang bernama Dicky, dia adalah senior mereka dan bertugas untuk memantau jalan nya ospek.


"nggak kak, rara nggak apa-apa, rara ke UKS dulu yah..."rara pun berjalan dengan di temani sahabat nya, Asti dan Sovia menuju ruangan UKS.

__ADS_1


Sesampainya di UKS Rara langsung membaringkan tubuh nya di atas ranjang yang tersedia di sana.


"Lo kenapa, kok aneh gitu sih ?" tanya Asti heran dan rara hanya menggeleng kepala kearah nya, Rara tak ingin teman-teman nya ketakutan sama seperti nya.


Tak berselang lama seorang wanita mengenakan seragam PMI pun masuk kedalam ruangan UKS, terlihat dia membawa beberapa obat-obatan di tangan nya, sekilas wajah wanita tersebut terlihat mirip dengan wajah wanita yang mengenakan baju merah di kelas tadi, dan ia terlihat menyeringai dengan kepala yang di patah-patah kan,


Rara sangat kaget dan ketakutan, apa lagi saat ini ia menjulurkan tangannya ingin meraih leher rara, hingga reflek rara mendorong kasar tubuh nya dan berlari pergi menjauh dari ruangan UKS tersebut, rara sangat ketakutan, karena dia melihat wanita yang di kelas tadi berusaha mengejar nya sekuat tenaga dengan senyuman mengembang nya


rara tak tahu harus pergi kemana, semua nya tampak mengerikan, ada serombongan pocong dengan wajah hancur lebur dan berdarah-darah, ada makhluk seperti kuntilanak dan ada suara tangisan dimana-mana, suara cekikikan, suara tangis bayi dan suara aneh lain nya, Rara mencoba menutupi kedua telinga dan mata nya,


Rara tak ingin melihat dan mendengar hal yang mengerikan itu, rara berteriak kencang tapi mereka malah semakin mendekati nya dan ada juga yang tengah menggapai tubuh nya ingin menyakiti rara,


mereka sangat menakutkan, rara tak ingin ada di sini, Rara pun berlari kencang entah kemana lagi arah nya.


"aku selalu ada di sisi mu..."


"aku selalu ada di sisi mu..."


Ra....Ra......Ra....Ra*.....


Siapa itu, apakah itu Bima ? suara Bima, dimana dia, rara sangat takut membuka mata nya, rara takut bukan Bima yang berada di sisi nya, tapi malah makhluk lain, tapi ia ingin sekali memeluk Bima dan menumpahkan rasa ketakutan nya kepada Bima.


"Bima...dimana kamu Bim..."tangis rara pecah dia sangat syok dan ketakutan, rara seperti sedang di teror oleh makhluk lain saat ini, dada nya sangat sesak, napas nya ngos-ngosan seperti tengah berlari puluhan kilo saja, rara merasa tubuh nya seperti di sedot atau seperti sedang mabuk perjalanan, dia ingin mual dan ingin menumpahkan semua isi perut nya, karena perut nya seperti di kocok-kocok saat ini.

__ADS_1


"Rara..." lirih seseorang hingga Rara berusaha membuka mata nya dan melihat Bima yang sudah mematung di depan nya.


"ayo kita pergi..." ujar Bima tersenyum manis, Rara tidak bisa berpikir jernih, dia bahkan lupa kalau Bima sudah tidak ada di dunia ini, hingga membuat Rara mengangguk dan berjalan entah kemana bersama Bima.


__ADS_2