
Pagi ini Rara sudah siap-siap untuk berangkat ke kampus, ia pun melirik kearah cermin untuk memperbaiki penampilan nya, namun tiba-tiba ia melihat ada sesosok perempuan berpakaian merah dengan wajah mengerikan sudah berdiri pas di belakang nya.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA
Teriak Rara seketika sambil menutup wajah nya dengan tangan nya, sontak teriakan itu mengundang semua teman-teman nya untuk berdatangan ke kamar Rara.
"Ra...Lo kenapa...Ra....?" tanya teman-teman nya yang satu persatu berdatangan kedalam kamar nya.
"Lo kenapa Ra...?"
"Ra... ada apa....?"panik teman-teman nya seketika.
"i-itu itu di sana ada cewek berpakaian merah..." ujar Rara sambil menunjuk kearah cermin nya, namun tidak ada siapapun di sana.
"di sini ra ?" tanya Sovia lagi.
"iya, tadi ada di sana..." jelas rara sambil membuka tutup wajah nya.
teman-teman nya pun saling bertatap satu sama lain.
"fiks, kita sedang di teror saat ini..." ujar Adrian lagi.
"terus apa yang harus kita lakukan ?" tanya Asti tak kalah panik nya.
"ayo kita secepat ke kampus, kita cari tahu yang sebenarnya terjadi..." ajak Robi, hingga teman-teman nya pun mengangguk dan berjalan keluar satu persatu di dalam kamar Rara.
Rara berjalan paling akhir, sebab ia harus membawa beberapa barang untuk ke kampus, saat Rara menapaki kaki kearah pintu tiba-tiba tubuh nya di tarik kearah lemari pakaian nya.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA
__ADS_1
Teriak Rara seketika hingga teman-teman nya pun menatap kearah nya dan berlari kencang kearah nya yang sedang tersandung di depan lemari pakaian.
"Ra Lo kenapa ra ?" ujar teman-teman nya sambil mendekati Rara yang sudah terduduk bersandar di lemari pakaian nya.
"Ra ada apa..." tanya yang lain.
AAAAAAAAAAAAH HAAAAAAAAAAAAA
Tubuh Rara seketika tegang dengan tangan mengepal keras, teman-teman nya pun Bingung apa yang terjadi dengan Rara.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA
Teriakan Rara menggema di rumah itu, mata Rara mendadak putih bulat dan melotot ke semua arah.
"Rara...Rara....kamu kenapa Ra..."
"Ra...Rara..."
"sadar Ra...Ra....Rara...." panik teman-teman nya.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAH
Teriakan Rara menggema lagi hingga seketika tubuh nya terangkat kearah atap loteng kamar nya, dengan telentang, teman-teman nya ketakutan dan sangat panik atas apa yang terjadi dengan Rara.
"kenapa Rara bisa seperti itu ? " tanya Asti panik.
"apa yang harus kita lakukan...?" timpa Sovia lagi tak kalah takut nya.
"Adrian tolong ambilkan air putih kebawah...?" pinta Robi hingga Adrian berlari kearah dapur.
__ADS_1
"kalian tolong bantu turun kan tubuh Rara..."
Aliando dan Asti memegang kedua kaki Rara yang terbaring melayang, Fika dan robi membantu menurunkan tangannya yang melayang, sehingga Sovia membantu memegang pinggul nya di tengah-tengah.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA
Teriakan Rara masih bergema mata putih nya seakan ingin keluar dari rongga nya, teman-teman nya bersusah payah menahan bobot tubuh Rara yang seketika menjadi sangat berat.
"Robi ini air nya...!" Adrian pun memberikan segelas air putih kepada Robi.
"tolong bantu turun kan Rara..." pinta Robi pada Adrian hingga Adrian pun berjalan menuju tangan kanan Rara dan mengambil alih membantu menurunkan tubuh Rara.
Robi membaca doa-doa yang ia hafal di kitab suci Al-Qur'an.
"bismillahirrahmanirrahim" Robi pun mehempas air yang sudah ia beri doa di wajah Rara, hingga Rara mulai perlahan tenang dan perlahan turun dari melayang nya.
"Fika, tolong bantu beri Rara minum...!" ujar Robi.
Fika pun memasukan air putih yang sudah di beri doa kedalam mulut Rara.
"Ra..minum dulu yah..." air itu pun mengalir di dalam tenggorokan wanita itu.
Rara sudah mulai tenang namun Rara masih belum sadar dari pingsan karena kesurupan yang ia alami.
"apa yang terjadi ?" tanya Adrian.
"Rara seperti nya kemasukan arwah wanita itu." ujar Robi menjawab.
"maksud nya ?" sela Aliando lagi.
__ADS_1
"seperti nya wanita itu ingin memberi tahu sesuatu kepada Rara..." jawab Robi lagi.
"tapi, kenapa Rara belum juga siuman ?" khawatir Adrian lagi.