
Robi dan teman-teman nya sudah berada di dalam labor kimia saat ini, mereka berusaha mencari petunjuk di sekitar sana,
terlihat begitu banyak bahan-bahan ilmiah laboratorium di dalam.
mereka pun mencari di sekitar arah hingga mereka semua tersentak kaget dengan suara ketukan di suatu tempat, hingga seketika berubah menjadi gedoran keras dari balik sebuah ruangan di dalam labor.
TOK TOK TOK TOK TOK TOK TOK TOK
Suara itu terus menerus bergema seperti ada sesuatu yang mengendor pintu dari dalam sebuah ruangan di laboratorium tersebut, Robi dan teman-teman nya pun berjalan menuju pintu tersebut, ketukan masih terus berlangsung dari dalam, mereka semua beradu pandang sekilas, hingga mereka menatap intel kearah pintu yang bertulis besar di depan nya.
DI LARANG MASUK, KECUALI PENGURUS YANG BERTUGAS.
"Lo...yakin mau masuk ?" tanya Fika sambil menatap Robi yang sangat serius menatap pintu tersebut.
"mungkin ada sesuatu di dalam sana..." ujar Robi sambil berfokus dengan pintu yang tiba-tiba berhenti suara ketukan nya, Robi pun memegang gagang pintu dan ingin menarik nya namun tiba-tiba seseorang mengagetkan mereka semua dari arah belakang, dan sontak semua pandangan mengarah ke belakang.
WOIIIIII
Sebuah teriakan seseorang dengan mengenakan baju putih panjang berlenggak lenggok di belakang mereka.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA
Teriak mereka semua, hingga membuat orang yang menyamar menjadi hantu itu terkekeh geli melihat ketakutan junior nya itu.
HAHAHA HAHAHA
"kak..kak Dicky..." teriak Robi dan teman-teman nya yang melihat Dicky terkekeh geli melihat aksi mereka, hingga penyamaran nya terbongkar seketika.
"hahaha cemeng kalian semua ! gitu aja takut...huuu" Dicky pun keluar dari ruangan itu meninggal Robi dan teman-teman nya, hingga ketukan di pintu ruangan di dalam laboratorium itu kembali berbunyi.
TOK TOK TOK TOK TOK TOK
"Alah, palingan ini juga kerjaan para senior..." ujar teman sekelompok mereka.
__ADS_1
"iya, palingan mereka yang berusaha menakuti kita lagi..." tambah yang lain.
hingga Robi perlahan membuka pintu ruangan itu dengan seketika memperlihatkan seorang anak kecil mematung dengan bola mata putih bulat yang keluar dari dalam rongga mata nya,
Robi dan teman-teman nya sok-sokan tak menggubris, hingga Rafi yang berniat ingin mengerjai mereka dan berdiri di belakang mereka terbelalak melihat pemandangan yang diacuhkan oleh Robi beserta teman-temannya.
"ha...hantu...." teriak Rafi, hingga membuat Robi berserta teman nya tersentak melihat Rafi yang berlari kencang keluar ruangan labor dengan bersusah payah, mengenakan baju gamis putih penyamaran nya.
"hantu !" ujar mereka menatap kearah anak kecil itu, hingga mata anak kecil itu keluar dan bergelingding di lantai laboratorium, baru lah mereka mempercayai bahwa yang mereka lihat adalah hantu.
HAAAAAAAAAAAAA
Mereka pun berlari meninggalkan Laboratorium itu sambil berteriak kencang dan bersusah payah menuruni anak tangga secara berdempetan, karena mereka ketakutan berada di belakang dan hampir saja beberapa di antara mereka terjatuh menapaki anak tangga.
Di tempat lain terlihat Adrian dan teman-teman nya mengatur pernafasan, karena mereka sangat ngos-ngosan berlari kencang.
"gue capek banget guys..."ujar Asti sambil menarik nafas panjang.
"gue juga.." sambung Rara lagi.
"teman-teman... lihat itu ?" tunjuk Adrian seketika sambil menyodorkan lampu senter kearah panah di depan suatu ruangan.
"seperti nya ini petunjuk selanjutnya..." ujar nya dan di jawab anggukan oleh teman-temannya yang lain.
"mendingan kita lanjut saja mencari petunjuk nya, toh kita juga sudah sampai sejauh ini..." sambung Adrian lagi.
"tapi gue takut, sumpah..." ucap asti.
"kita sudah bersusah-payah, masa kita harus mundur setelah sejauh ini..." ujar Adrian di jawab anggukan oleh Aliando.
"gue setuju, lagian kita hanya mencari kain merah saja, setelah itu semua nya selesai kan..." tambah Aliando lagi.
"bukan kah setelah itu kita masih di minta mencari kertas yang beredar lagi yah ?" tanya Rara, seperti nya begitu instruksi para senior tadi.
__ADS_1
"udah, kita cari kain merah aja, jika masih kuat dan sanggup baru kita pikirkan lagi, untuk mencari nya atau tidak..." sambung Aliando, hingga membuat teman-teman nya mengangguk mengiyakan.
"ayo kita masuk ?" ajak Adrian.
"iya, kita cek terlebih dahulu..." sela Aliando.
Mereka pun memasuki sebuah kelas saat ini, sambil mengendap-endap melirik kesemua arah dengan percayaan minum di tangan Adrian.
Terlihat setelah mereka memasuki kelas, Dicky dan chelsy diam-diam membuntuti mereka hingga Dicky memberi kode untuk chelsy juga ikut masuk ke kelas itu secara diam-diam.
BRAK
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA
Chelsy diam-diam membuang sebuah kursi hingga membuat Rara dan teman-teman nya terperanjat kaget mendengar suara tiba-tiba seperti itu, sehingga sontak membuat mereka berteriak kencang.
Chelsy pun mengedap keluar dan tertawa terbahak-bahak melihat ketakutan junior nya, hingga dia dan Dicky pergi dari tempat itu.
"haha cemeng banget mahasiswa baru itu, hahaha gitu aja takut..." tawa Dicky.
"huf huf huf " deru pernafasan mereka terdengar di sekitar kelas tersebut, mereka sangat syok mendengar suara tiba-tiba tersebut sehingga membuat jantung mereka berdetak kencang saat ini.
"untung gue nggak jantungan, kalau seperti ini terus bisa-bisa gue serangan jantung..." ujar Aliando menarik nafas panjang.
"udah, ayo kita lanjut..."
Mereka pun mencari ke semua arah, hingga seorang lelaki di kelompok mereka berteriak girang, karena menemukan secarik kertas.
"woi lihat, gue menemukan ini..." teriak nya, hingga teman-teman mendekat kearah nya.
"wah, hebal Lo bro..." puji teman yang lain.
Lelaki itu pun membuka kertas tersebut yang bertuliskan, SELAMAT KALIAN BERHASIL.
__ADS_1
"yeeee akhirnya..." teriak Asti.
"ayo kita keluar,kita cari yang lain..." ajak Adrian hingga teman-teman nya pun mengangguk dan pergi mengikuti langkah kaki nya keluar kelas.