TERBUKA NYA MATA BATIN

TERBUKA NYA MATA BATIN
42. Mimpi buruk


__ADS_3

Seorang anak kecil perempuan yang berusia sekitar 7 tahun, sedang berjalan di sebuah rumah mewah, besar dalam kegelapan malam, rumah itu sangat gelap dan hanya memiliki percayaan minum dari lilin-lilin besar di setiap sudut ruangan nya.


Dia terus saja berjalan sendirian di antara sunyi nya malam, tidak ada siapapun di sekitar nya, hanya diri nya seorang diri yang berada di rumah besar tersebut.


Rumah tersebut terlihat seperti rumah mewah zaman dahulu, yang penuh dengan patung-patung dan lukisan arsitektur tulisan aneh, entah tulisan apa itu yang melekat di setiap dinding-dinding rumah tersebut.


Ada begitu banyak ruangan di rumah itu, semua ruangan terbuka lebar-lebar sehingga anak kecil yang berjalan itu langsung bisa melihat semua isi di dalam ruangan kosong itu.


OWEKKK OWEKKK OWEKKK OWEKKK OWEKKK OWEKKK OWEKKK OWEKKK


Tangisan bayi terdengar nyaring di sebuah ruangan yang penuh dengan perabotan alat-alat bayi dan perlengkapan kebutuhan bayi.


Anak kecil itu pun berjalan masuk kedalam ruangan tersebut.


BRAK


Pintu kamar itu tiba-tiba tertutup rapat-rapat setelah anak itu memasuki kamar itu, hingga anak perempuan 7 tahun itu terperanjat kaget dan melirik kearah pintu yang sudah tertutup rapat.


KRING KRING KRING KRING KRING KRING


Suara tangis bayi seketika hilang dan berubah menjadi suara deringan dari bel Waktu yang menunjukkan pukul 12 tengah malam.

__ADS_1


Anak kecil itu pun berjalan kearah bel yang masih berdering di atas meja yang penuh dengan peralatan bedak-bedak bayi dan alat mandi bayi lain nya, yang berjajar rapi di atas meja.


Perlahan anak kecil itu mendekat dan setelah sampai di depan bel waktu itu, tiba-tiba saja bel itu berhenti sendiri nya, hingga anak itu menghentikan langkah kaki nya.


"hahahaha hahaha hahaha"


Suara tawa anak-anak terdengar di telinga bocah 7 tahun ini, hingga membuat anak kecil ini melirik mencari asal suara, namun ia seperti melihat bayangan seseorang berlari-lari mengitari tubuh nya dengan tertawa melengking, hingga anak kecil itu menutup telinga nya sebab telinga nya sangat sakit mendengar suara anak itu.


"hah hah" anak itu menarik nafas panjang, setelah suara itu menghilang, namun ia malah melirik ke sebuah bok bayi yang bergerak sendiri seperti di ayun-ayunkan hingga bok itu bergerak dengan kecepatan yang sangat cepat.


Bocah 7 tahun itu memberanikan diri mendekati bok bayi yang tertutup dengan kain putih di sekeliling nya.


HAAAAAAAAAAAAA AAAAA


Anak wanita 7 tahun itu pun berjalan cepat kearah bok bayi dan membuka cepat penutup bok tersebut.


"hah hah hah" anak itu sangat kaget dan memundurkan tubuhnya saat mendapati yang berada di dalam bok itu hanya sebuah boneka yang tersenyum kearah nya.


Namun dengan secepat nya anak itu berlari menuju pintu dan mengedor-ngedor pintu dengan sangat ketakutan, hingga tanpa sadar anak itu merasakan ada sesuatu yang berada di belakang nya, anak itu pun melirik kearah belakang tubuh nya yang masih menatap kearah pintu, anak itu memutar perlahan kepala nya hingga ?


HAAAAAAAAAAAAA AAAAA

__ADS_1


Anak itu berteriak kaget melihat seseorang yang sama seperti wajah nya tengah berdiri tersenyum dengan darah segar mengalir deras di sekujur tubuh nya.


HAAAAAAAAAAAAA AAAAA AAAAA


"Fika ! Fik! Lo nggak apa-apa fik!" ujar teman-teman Fika khawatir setelah mendengar teriakkan keras dari kamar wanita itu.


"Fika, Fika..." panggil teman-teman nya lagi, Fika pun menggeliat dan membuka mata nya dengan peluh dingin yang bercucuran membasahi tubuh nya.


"minum dulu !" Rara pun memberikan segelas air putih kepada Fika, hingga Fika meneguk nya hingga ludes.


"Lo kenapa ?" tanya Rara khawatir sambil menatap wajah Fika yang sudah pucat pasih.


Fika hanya menggeleng kepala nya dan menarik nafas yang panjang.


"Lo mimpi buruk ?" tanya Sovia yang sudah berada di kamar Fika juga,


Fika pun mengangguk mengiyakan ucapan sovia.


Hanya Sovia dan Rara yang berlari menghampiri kamar Fika setelah mendengar teriakkan wanita itu, sedang kan yang lain, mungkin mereka sangat terlelap dalam tidur masing-masing.


HAAAAAAAAAAAAA AAAAA AAAAA

__ADS_1


Rara, Sovia dan Fika pun seketika terbelalak dan saling memandang setelah mendengar suara teriakan tiba-tiba dari kamar sebelah mereka, yakni kamar Asti.


__ADS_2