TERBUKA NYA MATA BATIN

TERBUKA NYA MATA BATIN
08. Koma


__ADS_3

Kepala ku sangat sakit dan begitu berat, aku menggeliat dan membuka mata ku perlahan demi perlahan, dan berusaha mengumpulkan kesadaran ku, yang perlahan-lahan pulih,


aku melirik ke semua arah, semua nya dominasi berwarna putih, aku mengucek kedua mata ku, berusaha berpikir sedang di mana aku saat ini ? ku lirik sebuah jarum infus terpasang di punggung tangan kanan ku dan sebuah kantung oksigen berada di hidung ku, sudah bisa di pastikan dimana aku saat ini.


tak berselang lama datang lah seorang wanita berlari sambil menangis mendekati ku, dia adalah wanita yang sangat aku sayangi, ibu ku, dia datang menemui ku.


"Alhamdulillah ya Allah, anak ku akhirnya sadar juga..."ucap nya syukur sambil menatap kearah ku.


"sayang, bagaimana perasaan mu ?"tanya ibu, sedang kan aku menatap bingung kearah nya.


"sayang, kamu dengar ibu kan nak ?"tanya ibu ku lagi, aku pun mengangguk, karena pendengaran ku memang masih berfungsi saat ini.


"syukurlah, nak apa yang sebenarnya terjadi terhadap mu, kenapa kamu bisa nekat bunuh diri seperti itu, apa kamu tahu, bunuh diri adalah suatu dosa besar nak, roh mu tidak akan di terima di sisi Allah.


jika kamu ada masalah, kenapa kamu tidak ceritakan saja kepada ibu, kenapa kamu malah mengakhiri hidup mu seperti itu...?" ujar ibu ku,


aku hanya diam menatap nya yang sudah mendudukkan tubuh di kursi samping ranjang ku, air mata nya mengalir deras di pelupuk matanya, kulihat mata ibu ku sangat bengkak, apa ibu menangisi ku selama ini.


"maksud ibu apa ? bunuh diri, kapan aku bunuh diri, ibu ngaco aja,...". ujar batin ku bingung.

__ADS_1


"syukur nya, ada teman mu yang menyelamatkan mu, kalau tidak ibu tidak tahu apa yang akan terjadi terhadap kamu setelah itu nak..."ujar ibu ku menangis tersedu-sedu.


"memang aku kenapa...?". tanya batin ku lagi, entah mengapa aku seperti orang yang kehilangan separuh ingatanku, aku tidak mengingat apapun, yang ku tahu aku dan teman-teman ku hanya pergi ke kampus mengikuti masa orientasi kampus.


"apa kamu tidak mengingat sesuatu nak, kamu berteriak-teriak di kampus, hingga kamu menceburkan diri ke sungai belakang kampus dan itu mengakibatkan kamu koma selama dua Minggu.." ujar ibu menjelaskan, aku membelalakkan kedua mata ku.


"apa ? aku koma selama dua Minggu? apa ini mimpi, koma apa nya, ?.." Batin ku tak percaya dengan ucapan ibu.


"ibu nggak suka, kamu berbuat seperti itu lagi nak, kamu nggak kasihan sama ibu sama bapak, kamu malah memilih mengakhiri hidup mu, hanya karena putus cinta dari pada memikirkan perasaan ibu sama bapak terlebih dahulu..." tambah ibu ku lagi, aku tambah bingung, putus cinta apa nya, kok ibu jadi ngaur seperti ini.


"kalau kamu masih berbuat seperti itu, mending kamu nggak usah kuliah lagi nak, kamu ikut ibu sama bapak pulang saja ke kampung, ibu sama bapak bisa jagain kamu di kampung, dari pada disini kamu malah bikin ibu sama bapak khawatir seperti ini, istighfar nak, apa yang kamu lakukan itu dosa besar..."cercah ibu ku,


"kenapa kamu diam saja nak, atau jangan-jangan kamu bisu yah, karena kebanyakan meminum air sungai..."


ibu ku pun berjalan menuju tombol merah di dalam ruangan ku, entah apa yang dia lakukan aku hanya mengamati nya saja, tak berselang lama seorang suster pun masuk kedalam ruangan ku dengan membawa berbagai macam alat medis, yang tak ku tahu apa-apa saja nama nya.


"Alhamdulillah akhirnya dek Rara sudah sadar juga..."ujar nya memeriksa tubuh ku dan melepaskan kantong plastik oksigen di hidung ku.


"kenapa anak saya tidak bisa bicara dok, apa dia bisu karena kebanyakan minum air sungai...?" tanya ibu ku,

__ADS_1


aku hanya menggeleng kan kepala melihat kelakuan ibu, itu suster buk, bukan dokter, tidak bisa kah ibu membedakan.


"tidak, dia tidak bisu buk, mana ada orang minum air sungai bisa bisu,


dia pasti masih syok, maka nya dia diam saja, nanti perlahan-lahan ibuk ajak saja anak nya berbicara, nanti juga ia akan menjawab..." terang suster itu,


" ibu sih aneh-aneh saja, maka nya belajar biologi di sekolah biar bisa tahu, kalau meminum air sungai tidak ada sangkut pautnya dengan kebisuan.


tapi kenapa aku hanya diam saja ? kan ibu jadi kelihatan kulot seperti itu, aaah...".


aku menepuk jidat ku, aku sama idiot nya dengan ibuk.


"nak, kepala mu sakit juga yah ?" tanya ibu seketika, aku melotot kearah ibu, maksud ibu apa.


"dokter, kepala anak saya sakit, dia kelihatan terbentur di bebatuan maka nya jadi seperti ini..." sambung ibu, suster itu pun kembali memeriksa ku, rasa nya aku ingin tertawa keras, ibu kenapa jadi begini sih, kayak komedian saja.


"tidak, ada apa-apa buk, mungkin kepala nya cuma berat karena dia kan hanya terbaring di ranjang selama dua minggu..." sambung suster itu, hingga aku mulai meyakini bahwa aku memang koma selama itu.


"ouh gitu yah dokter, kirain kepala nya juga terbentur, sebab dia pakai tepuk-tepuk kepala segala sih, HM iya udah terima kasih yah dokter..." ujar ibu ku menyambut tangan wanita itu dan di balas oleh suster tersebut.

__ADS_1


"iya sama-sama buk..."


__ADS_2