TERBUKA NYA MATA BATIN

TERBUKA NYA MATA BATIN
31. Penampakan


__ADS_3

Seorang wanita berlari ke arah sungai, wanita itu menangis tersedu-sedu dengan darah segar yang mengalir deras di sela paha nya, wanita yang mengenakan baju berwarna putih dengan pita putih di rambut nya.


TOLONG TOLONG TOLONG


Teriak wanita itu, sambil terus berlari dengan memegang perut nya yang sangat sakit,


darah segar mengalir deras membasahi jalanan setiap langkah kaki wanita itu, bahkan baju putih yang di kenakan nya sudah penuh dengan noda merah karena warna darah nya.


Rara terbangun dari pingsan nya, ia pun melirik kesemua arah, teman-teman nya pun mengucap syukur atas sadar nya Rara.


"Ra, Lo nggak apa-apa kan ?" tanya Asti yang duduk di atas kasur Rara, sedang kan Rara sudah di baring kan oleh teman-temannya di atas kasur nya.


"Ra, apa yang Lo rasakan ?" tanya Fika lagi.


"ke-kepala gue sakit..." ucap Rara memegang kepala nya yang sangat pusing saat ini.


"Sovia tolong ambil minyak angin buat Rara ?" pinta Fika, Sovia pun mencari minyak angin di sekitar kamar Rara.


"ini..!" ucap Sovia setelah mendapat kan nya.


Fika pun langsung memasang minyak angin di tubuh Rara.


*****

__ADS_1


Dicky sedang mengetik sesuatu di laptop nya, tiba-tiba flashdisk nya terjatuh di lantai kamar nya, Dicky pun langsung menunduk dan mengambil flashdisk itu, namun saat Dicky meraih flashdisk nya, ia malah sontak di kaget kan dengan kaki seorang yang putih pasih dengan darah segar yang mengalir deras hingga membasahi tangan Dicky yang sedang menggenggam flashdisk saat ini.


HAAAAAAAAAAAAA AAAAA


Teriak Dicky sambil membuang muka membelakangi wanita itu, Dicky pun melirik kembali dengan ekor mata nya ternyata wanita itu sudah tidak ada di tempat itu, Dicky pun bernafas lega dan kembali melirik tangan nya yang sempat terkena noda darah, ternyata tidak ada apapun di tangan nya saat ini.


"huf, mungkin hanya halusinasi gue aja..."


Dicky pun kembali memasang flashdisk nya dan mengetik sesuatu di laptop itu, namun tiba-tiba sepasang tangan sudah berada tepat di tangan nya, tangan putih pasih dengan kuku hitam panjang yang menancap di keyboard nya.


HAAAAAAAAAAAAA AAAAA


Teriak Dicky lagi sambil menarik tangan nya menjauh dari laptop nya tersebut.


TOK TOK TOK


"aah, a-pa lagi itu ?"


Dicky ketakutan, ia takut untuk membuka pintu yang di ketuk dari luar.


TOK TOK TOK


"Dicky, ini gue sama chelsy...buka pintu nya...

__ADS_1


TOK TOK TOK


Dicky pun berjalan keluar untuk membuka pintu, karena dia sudah memastikan kalau itu benar suara sahabat nya.


Pintu rumah Dicky berdinding kaca, hingga langsung merespon dari arah dalam, Dicky melihat dua sahabat nya dan seorang wanita berbaju merah berdiri di antara dua teman nya.


"aaahhhh..." Dicky pun mundur kebelakang, ia kembali melirik ulang, ternyata hanya dua sahabat nya saja yang berada di sana, Dicky pun mengucek kedua matanya dan kembali melihat dan ternyata benar hanya dua sahabat nya saja.


"kenapa Lo... ? cepat buka pintu nya...? " teriak Rafi, Dicky pun perlahan berjalan kearah pintu, ia gemetar dan memutar ganggang pintu itu.


"Lo kenapa ? sakit ?" tanya chelsy saat melihat wajah Dicky yang pucat pasih.


"ka-kalian cuma berdua aja kan ?" tanya Dicky melirik ke sekitar luar rumah nya.


"iya, hanya kita berdua aja, kenapa emang ?" tanya Rafi lagi.


"ta-tadi gue lihat kalian bertiga.." tambah Dicky lagi.


"aaah bertiga ? hanya kami berdua aja yang kesini kok..." sela chelsy.


"terus cewek tadi ?" ujar Dicky bingung.


"cewek yang mana ? ngaco kali Lo, maka nya jangan kelamaan jomblo, menghayal Lo kan ! hahaha" tawa Rafi dan chelsy.

__ADS_1


__ADS_2