TERBUKA NYA MATA BATIN

TERBUKA NYA MATA BATIN
18. Chelsy


__ADS_3

"Ra...Rara...bangun Ra..." Asti meletakkan minyak angin di hidung Rara sambil menepuk pelan wajah Rara hingga seketika Rara menggeliat dan tersadar dari pingsan nya.


"kasih dia minum.." ujar Juwita khawatir sambil membantu mendudukkan bokong Rara dan menyandarkan kepalan Rara di tubuh nya yang menjadi penyangga.


Asti pun membantu Rara meminum air putih dan dan memasang minyak angin lagi di kepala Rara.


"Ra...apa yang Lo rasain ?" tanya Robi yang berdiri di sisi Rara.


"iya ra, apa yang Lo rasain? kenapa Lo bisa tenggelam seperti itu?" tanya Adrian lagi.


"Ke-kepala gue sakit..." lirih Rara memijit kecil kening nya.


"hmm, Rafi Lo bubarin jurit malam ini, minta anak-anak yang lain untuk pulang ke kediaman masing-masing " pinta Dicky sambil melirik kearah Rafi yang mengangguk dan berjalan keluar.


"Rara, ayo gue bantu Lo keruangan ganti?" ujar Dicky sambil mendekati Rara.


"ti-tidak apa-apa kak, Rara bisa di bantu oleh teman-teman Rara saja..." ujar Rara sambil melirik teman-teman nya dan mereka pun langsung membantu membopong tubuh Rara keluar.


"hmm, hati-hati..." teriak Dicky dan kembali menundukkan bokong nya di samping chelsy.


"iya udah, ayo kita cabut juga..." ajak Dicky sambil berjalan menarik kaki nya yang masih sakit, karena di tarik ke sungai tadi.


"kaki Lo kenapa dic? tanya chelsy sambil membantu Dicky berjalan.


"kaki gue masih sakit dan berat rasa nya..." jelas Dicky sambil berusaha berjalan.


"iya udah, gue bantu yah..." chelsy pun membopong tubuh Dicky keluar kelas.


Rafi sudah berada di ambang pintu saat ini menunggu Dicky dan juga chelsy.


"eh tunggu-tunggu,gue mau ajak Rara ikut pulang bareng kita rasa nya ?" ujar Dicky hingga membuat chelsy dan Rafi tersenyum simpul kearah nya.


"tapi ? apa gue nggak kelihatan modus yah ?" tanya nya lagi.

__ADS_1


"emang Lo mau modus kan ?" tanya Rafi lagi.


"aah apaan sih Lo..."


"hmm iya udah, ayo ajak Rara sekalian ke mobil gue..." sambung Rafi hingga membuat Dicky mengangguk.


"Rara...Rara..." panggil Dicky saat Rara keluar bersama teman-teman wanita nya setelah berganti pakaian.


"eeh iya kak, ada apa ?" jawab Rara sambil berjalan kearah Dicky dan teman nya yang tersenyum menggoda.


"eeh, Lo bareng gue yah pulang nya, soal nya gue khawatir sama Lo, atas kejadian tadi...Lo mau kan ?" tanya Dicky, hingga membuat teman-teman Rara melirik kearah Rara.


"maaf kak, bagaimana kakak mau antar kami ? toh kontrak kami berada di belakang kampus." sambung Fika lagi hingga membuat Rafi dan chelsy terkekeh menertawakan Dicky yang sangat malu saat ini.


"ouh begitu yah, gue kira rumah kalian dimana, hehe" ucap nya canggung.


"Hey..ayo kita pulang !" tiba-tiba,Robi,Adrian dan Aliando sudah berdiri di samping mereka dan mengajak mereka untuk pulang ke kontrakan bersama.


"ayo..."


"hahaha, kasihan... hahaha" tawa chelsy mengejek Dicky.


"nggak lucu..." ujar Dicky resah sambil menarik kaki nya meninggal kan chelsy dan Rafi,


dan tentu nya, Rafi dan chelsy ikut mengikuti nya kearah parkiran.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang memotong jalanan, sehingga mobil mewah tersebut berhenti di sebuah perumahan elit di kota tersebut.


"gue cabut dulu yah..." ujar chelsy menatap Dicky.


"sayang, aku pulang dulu yah..." ucap chelsy lagi sambil mencium kedua pipi kekasih nya.


"Dicky, jagain cowok gue yah ? awas jangan sampai kenapa-kenapa." pinta chelsy hingga membuat Dicky mengangguk dan chelsy pun turun dari mobil tersebut.

__ADS_1


"DAAAA"


Ujar chelsy melambai dan masuk kedalam rumah nya.


Rumah chelsy sangat besar dan luas, namun hanya ia saja yang menepati rumah sebesar itu malam ini, sebab kedua orang tua nya sibuk bekerja di luar kota dan sangat jarang pulang ke rumah mereka untuk menemani anak nya.


Saat chelsy menapaki anak tangga menuju kamar nya di lantai atas, tiba-tiba ia merasa kan ada seseorang yang lewat di belakang nya, hingga chelsy melirik kearah belakang namun tidak ada siapapun di sana, rumah ini hanya di huni oleh dirinya seorang diri sehingga tidak mungkin ada orang lain yang lewat begitu saja di rumah itu,


karena bergidik ngeri chelsy cepat-cepat melangkahi anak tangga dan langsung menuju ke kamar nya di lantai atas.


TOK TOK TOK


Terdengar suara ketukan dari luar pintu, chelsy sangat ketakutan tapi dia juga penasaran.


"apa papa dan mama sudah pulang yah ?" tanya nya melangkah kan kaki kearah pintu.


TOK TOK TOK TOK TOK TOK TOK TOK TOK


Suara ketukan itu berubah menjadi gedoran keras, hingga chelsy terperanjat dan ketakutan saat ini.


chelsy mencoba berjalan dan meraih ganggang pintu,namun tiba-tiba sesuatu terjatuh di atas lemari pakaian nya.


BRAK


Chelsy terperanjat, ia sagat kaget, jantung nya berdetak hebat, apa lagi suara gedoran masih berbunyi saat ini.


Chelsy pun mencoba mengabaikan suara ketukan pintu itu hingga ia berjalan meraih sebuah kotak yang terjatuh dari atas lemari pakaian nya.


ia perlahan membuka kota tersebut, karena setahu nya, dia tak pernah menyimpan kota apa pun di atas lemari itu, saat chelsy membuat tutup nya, tiba-tiba ia sangat terkejut hingga menjatuhkan diri di atas lantai, seorang anak kecil merangkak keluar dari kotak tersebut, ia sangat mengerikan dengan bola mata putih bulat yang hampir keluar dari rongga nya.


HAAAAAAAAAAAAA AAAAA


Teriak menggema chelsy dari kamar nya, seketika pintu kamar nya tiba-tiba terbuka lebar hingga memperlihatkan seorang wanita yang mengenakan pakaian berwarna merah berdiri dengan tersenyum simpul dengan kepala yang di patah-patah kan kearah chelsy.

__ADS_1


"TO-LONG...."


__ADS_2