
"Lo yakin mau melakukan itu Dicky ?" tanya chelsy, sebenarnya ia juga takut kalau sesuatu terjadi terhadap mahasiswa baru seperti Rara.
"ah, kalian semua tenang saja, tidak akan terjadi apapun kok, kan kita bisa mengawasi nya lewat laptop gue." ujar Dicky lagi.
"hmm, gue nggak akan tanggung jawab jika terjadi sesuatu terhadap mahasiswa baru..." ucap chelsy lantang.
"yes..."
Rara sudah berdiri mematung dengan sebuah lampu senter di tangan nya, ia bersiap untuk memotong ilalang yang akan menjadi jalan menuju ke arah sungai.
"Setelah sampai di sana, Lo harus menceburkan diri Lo supaya tubuh Lo basah kuyup, dan itu adalah bukti bahwa Lo sudah berhasil dengan misi Lo..." ujar Dicky lagi.
"hmm baik kak..." Rara pasrah, ia tak ingin sahabat nya dalam bahaya jika lama-lama berada di tempat ini.
"iya sudah, 15 menit dari sekarang..." ujar Dicky dan Rara pun mengangguk dan berjalan perlahan melewati ilalang.
Saat ia sudah tenggelam di tengah rumput panjang itu, ia melihat sebuah makhluk besar berbulu lebat dengan mata merah menyala dan kuku panjang yang siap menghabisi siapapun yang ia lihat.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA
Teriakan Rara bergema hingga membuat teman-teman yang menunggu di kampus ikut mendengarkan teriakan wanita itu.
"Rara dalam bahaya, gue harus membantu nya..." ujar Robi bersiap untuk pergi menemui Rara.
"tenang,dia tidak kenapa-kenapa...dia hanya mencari perhatian orang lain saja... jika kamu pergi menemui nya, maka dia akan mengulangi langkah kaki nya dari awal..." Tutur Dicky tersenyum licik, sedang kan Robi dan teman-teman nya mengepal tangan erat kearah nya.
"ayo kita menonton nya di dalam, supaya tidak ada yang menggangu..." Dicky dan teman-teman nya pun berjalan kesebuah kelas di dekat aula.
Dicky dan para senior yang lain menikmati tontonan ketakutan Rara di balik laptop nya, Dicky tidak melihat apapun yang di lihat oleh Rara di sana.
"terus...maju terus..." ujar Dicky tersenyum bahagia.
"lemah banget nih cewek, nggak ada apapun juga..." lanjut teman Dicky yang lain.
Sedangkan rara berlari kencang menjauhi makhluk besar itu yang sedang mengejar nya hingga ia terjatuh di antara rumput ilalang yang panjang dan lebat,
kaki Rara tersandur di berbatu hingga seorang wanita berbaju merah menarik kaki nya menjauhi makhluk hitam besar tersebut.
HAAAAAAAAAAAAA
__ADS_1
Teriak Rara hingga ia kehilangan kesadaran nya.
DORR
seketika laptop Dicky meledak hingga kaca nya pecah seketika, sontak membuat Dicky dan teman-teman nya tersentak kaget.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA
teriak para senior hingga membuat para junior mereka tersentak kaget mendengar teriakkan senior
"a-ada apa itu ?" tanya Asti yang ketakutan.
"kak, apa yang terjadi...?" tanya Fika kepada Juwita dan Lala yang duduk bersama mereka.
"kakak juga nggak tahu, tunggu kakak periksa yah..."
Juwita dan Lala pun berjalan menemui teman-teman nya, terlihat kaca laptop berhamburan di atas lantai.
"apa yang terjadi ?" teriak Juwita.
"la-laptop Dicky, mendadak meledak..." jawab chelsy langsung hingga membuat Juwita dan Lala tersentak kaget dan menutup mulut mereka masing-masing.
"kenapa seperti itu ?" tanya Lala lirih.
"apa ? Rara dalam bahaya ?" teriak Juwita berlari kearah luar dengan di susul oleh Lala di belakang nya.
"ada apa kak ? ada apa ?" tanya teman-teman nya kaget melihat Juwita dan Lala terlihat panik.
"Rara, Rara dalam bahaya " jelas Juwita dengan ekspresi kekhawatiran yang sangat terpancar dari wajah nya.
"Rara !" teman-teman nya terbelalak mendengar jika terjadi sesuatu lagi terhadap Rara.
Dicky dan teman-teman nya berlari cepat kearah sungai mereka juga sama panik nya saat ini.
"ayo cepat, bisa mati anak orang kalau lama-lama seperti itu..." teriak Dicky hingga teman-teman Rara juga berlari kearah sungai saat ini.
"Rara....Rara...." teriak semua teman sambil memotong rerumputan itu.
"Rara...Rara...Lo dimana...Ra..." teriak teman-teman Rara tak kalah kencang.
__ADS_1
"di sini kan, Rara tadi ?" tanya Dicky, sebab ia memang memasang kamera pengawas menghadap kearah jalan lurus menuju sungai.
"iya, tadi Rara jatuh disini..." timpa chelsy lagi.
"kemana anak itu ?" ujar Dicky bingung.
"ayo kita cari di tempat lain...." sambung Juwita yang sudah sejajar dengan teman-teman Dicky.
"iya..."
Dicky dan teman-teman nya pun mencari ke sekeliling arah, hingga mereka sampai di sungai belakang sekolah.
"Rara....Rara..."
Dicky pun melihat beberapa gelembung di dalam air sungai, hingga ia menatap sejurus kearah tersebut, namun tiba-tiba kaki nya di tarik ke dalam sungai hingga membuat ia terjatuh dan tersungkur kesana.
"tolong...tolong..." teriak Dicky, hingga teman-teman yang lain melihat tubuh Dicky yang tercebur separuh kedalam sungai.
"Dicky, apa yang terjadi..." teman-teman Dicky pun menarik tangan Dicky keatas, sedang kan tangan pucat pasih menarik kaki nya kearah bawah.
"tolong....tolongin gue..." teriak Dicky lagi, dengan bersusah payah akhirnya teman-teman nya berhasil membawa Dicky kembali ke atas.
"kenapa Lo bisa jatuh seperti itu?" tanya teman-teman nya.
"Rara,Rara yang menarik kaki gue, dia-dia ada di dalam..." ucap Dicky hingga seketika tubuh seseorang mengapung keatas air dan itu adalah tubuh Rara yang sudah kehilangan kesadaran.
"Rara..."
"itu rara...."
"iya...kita harus bantu Rara..."
dengan memberanikan diri Robi pun melompat ke dalam sungai untuk membantu membawa Rara kembali keatas.
"Rara...sadar Ra..." Robi menepuk pelan pipi Rara namun rara tidak bergeming sedikitpun, hingga Robi mengendong tubuh Rara keluar dari sungai tersebut.
"tolong..." ujar Robi mengangkat tubuh Rara dengan di sambut oleh teman-teman yang lain, Robi pun melompat keatas dengan tubuh basah kuyup.
"Ra...Rara..." panggil Asti.
__ADS_1
"Ra.. Rara...bangun Ra...." panggil Fika lagi.
"iya sudah, ayo kita bawa Rara kembali ke kampus." ujar Adrian, hingga teman-teman wanita pun membopong tubuh Rara kembali ke kampus mereka.