TERBUKA NYA MATA BATIN

TERBUKA NYA MATA BATIN
19. Teror di kontrakan


__ADS_3

Rara dan teman-teman nya sudah sampai di kontrakan mereka, terlihat ibu nya Rara sedang duduk di sofa ruang tamu menunggu kedatangan anak nya.


"assalamualaikum..." ucap mereka, hingga ibu nya Rara pun berdiri dan berjalan kearah Rara dan anak-anak nya.


"ibu kok ada di sini ?" tanya Rara bingung.


"iya, bagaimana ibu nggak di sini, kamu aja kabur dari rumah sakit ! bikin ibu sama bapak khawatir saja..." jawab ibu nya menatap Putri nya itu.


"terus bapak kemana ?" tanya Rara melirik mencari keberadaan ayah nya.


"bapak mu sudah pulang, dia masih banyak pekerjaan di kebun..." jelas ibu Rara hingga membuat Rara mengangguk.


"hmm, Tante kita ke atas dulu yah.." ujar Fika, sambil menatap anak tangga bersama Asti dan juga Sovia.


"Tante, kita juga istirahat yah..!" ucap Juwita dan di jawab anggukan oleh ibu nya Rara hingga semua teman-teman Rara masuk ke kamar mereka.


"kamu masih mau disini atau pulang bareng ibu ?" tanya ibu nya lagi.


"Rara masih mau di sini ibu, jangan paksa Rara !" ujar Rara sambil berjalan meninggalkan ibu nya


"baik lah, kalau kamu mau di sini, ibu juga akan tinggal di sini jagain kamu hingga kesehatan mu benar-benar pulih..." seru ibu nya lagi.

__ADS_1


"seterah ibu..."


Rara pun masuk ke dalam kamar nya dengan di buntuti oleh ibu nya yang akan menginap di dalam kamar Rara.


Malam ini perut Sovia tiba-tiba mules, ia pun keluar kamar dan terlihat semua pintu kamar di sekitar kamar nya tertutup rapat, Sovia tidak menggubris nya sebab kalau malam-malam memang seperti itu, semua teman-teman nya pasti tidur mengunci pintu kamar masing-masing.


Sovia berjalan kearah dapur yang berada di samping kamar nya, sebab kamar nya memang berada di posisi paling ujung, berdampingan dengan dapur di lantai atas dan kamar mandi berada di dalam dapur tersebut.


Sovia langsung memasuki kamar mandi tersebut dan menuntaskan pekerjaan nya di dalam sana, setelah ia menyelesaikan pekerjaan nya, tiba-tiba ketukan pintu toilet terdengar, Sovia pun bergegas memasang celana nya seketika.


"iya... tunggu..." ucap Sovia sambil membuka pintu kamar mandi, namun setelah pintu tersebut terbuka lebar, Sovia melirik kesemua arah, mencari siapa yang mengetuk pintu tadi nya,


ternyata tidak ada siapapun di depan kamar mandi, hingga membuat Sovia bergidik takut dan berlari kencang menuju kamar nya dengan mengunci pintu dari arah dalam dan menutup tubuh nya dengan selimut nya rapat-rapat.


TOK TOK TOK


"Adrian..." terdengar suara lirih seseorang di kamar seorang lelaki yang bernama Adrian.


"kak Lala ? ngapain dia manggil gue di jam segini ?" Adrian pun keluar dan membuka pintu nya, namun ia tidak melihat keberadaan Lala di mana pun.


"kak ? kakak Lala... ngapain kakak manggilin Adrian..."ujar Adrian namun tidak ada siapapun di luar.

__ADS_1


"kak, jangan bercanda dong..." teriak Adrian, hingga ia melihat pintu kamar Lala yang tiba-tiba terbuka lebar, memperlihatkan seorang wanita yang tertidur pulas di atas kasur lantai nya.


"ngapain kak Lala manggil gue..." ujar Adrian bingung sambil memutar badan memasuki kamar nya,


namun saat ia ingin memasuki kamar nya, tiba-tiba ia mendengar suara cipratan air dari kamar mandi, hingga membuat Adrian berjalan perlahan menuju kearah kamar mandi untuk memastikan siapa yang mandi malam-malam seperti ini.


saat Adrian sampai di depan kamar mandi, tiba-tiba pintu itu terbuka lebar dan memperlihatkan Lala yang sedang melilit handuk di rambut nya, karena Lala baru selesai keramas.


"ka-kak Lala ?" Adrian membulat kan mata nya saat melihat Lala keluar dari kamar mandi.


"kenapa Lo lihatin gue seperti itu?" tanya Lala kaget.


"ka-kak, bu-bukan nya kakak ada di kamar yah ?" tanya Adrian gelagapan namun Lala menatap bingung kearah Adrian.


"maksud nya ?" tanya Lala lagi


"ta-tadi pintu kamar kakak, tiba-tiba terbuka dan ada seseorang di dalam sana !" jelas Adrian dengan wajah yang seketika berubah pucat pasih.


"aah Lo ngaco aja, mana ada orang di kamar gue..." Lala pun berjalan menuju kamar nya yang seketika sudah tertutup seperti semula saat Lala meninggalkan nya.


"tu kan ! tidak ada apa-apa?" ujar Lala membuka lebar-lebar pintu nya, hingga membuat Adrian memeriksa sekeliling arah dan ternyata memang tidak ada siapapun.

__ADS_1


"ta-tapi tadi kakak ngapain manggil Adrian ?" tanya Adrian lagi dan terlihat ekspresi bingung terpancar lagi di wajah Lala.


"ngapain gue manggil-manggil Lo malam-malam begini ? kayak nggak ada pekerjaan saja.. haaah...udah yah, gue masuk dulu..." Lala pun pergi meninggalkan Adrian yang masih mematung di depan kamar nya hingga membuat Adrian memilih kembali ke dalam kamar nya dan mengunci lekat pintu kamar nya itu.


__ADS_2