
Seorang wanita cantik primadona kampus, sedang berbalas pesan dengan sahabat nya malam ini, namun seketika ia melihat bayangan seseorang yang melintas di pintu kamar nya yang terbuka.
"siapa yah ?" ujar wanita itu, sambil meletakkan handphone nya di atas kasur dan berjalan keluar rumah, untuk mengecek siapa yang lewat di depan kamar nya tadi.
"mama ? papa ?" panggil wanita itu, perlahan keluar dari kamar nya dan melirik ke semua arah, namun tidak ada jawaban dari orang tua nya.
"apa tadi hanya perasaan ku saja yah ?" lirih wanita itu, sambil berjalan menuju dapur rumah nya, untuk mengambil segelas minuman air putih.
Namun saat dia menuangkan air kedalam gelas, air putih yang berada di teko tersebut seketika berubah menjadi merah menyala dan memenuhi gelas wanita itu.
"hah kok berwarna merah yah ? apa mama sengaja buat sirup yah ?" wanita itu tidak berpikir macam-macam, dia pun meletakkan gelas minuman itu di bibir nya dan bersiap meminum nya, namun saat gelas itu menempel di bibir nya wanita itu pun langsung membuang air merah tersebut, hingga berserakan di lantai dapur.
UWEKKKK UWEKKKK UWEKKKK
Wanita itu muntah-muntah, sebab air itu berbau darah yang sangat busuk.
UWEKKKK UWEKKKK UWEKKKK
Eliya sang primadona kampus pun memuntahkan semua isi perut nya di lantai dapur rumah nya, namun seketika bukan muntah sisa makanan yang keluar dari mulut nya, namun yang keluar adalah belatung dan makhluk menjijikkan yang lainnya.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA AAAAA
Eliya berteriak ketakutan dan menjauhi ulat menjijikkan yang menggeliat di atas lantai, namun saat berlari seketika eliya merasa ada sesuatu yang bergerak-gerak di hidung nya, hingga wanita itu pun menarik sesuatu yang bergerak itu dan ternyata seekor ular bulu besar keluar dari sela hidung nya, hingga membuat eliya membuang asal makhluk itu.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA
__ADS_1
Eliya sangat ketakutan, apa lagi di hadapan nya sudah berdiri seorang pria yang mengenakan seragam SMA dengan darah bercucur deras membasahi lantai dapur rumah eliya.
"MAMAAAAAA, PAPAAAAAA HAAAAAAAAAAAAA AAAAA AAAAA"
Teriakan nyaring eliya pun membangun kan anggota keluarga nya, sehingga keluarga nya pun berlari menghampiri eliya, sedang kan lelaki yang memakai seragam SMA tersenyum menyeringai dengan tatapan tajam kearah eliya.
****
KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING KRING
Bunyi dering bel waktu pun berbunyi nyaring, entah sejak kapan Asti sudah kembali ke kamar nya saat ini, wanita itu tertidur pulas sendirian di kamar nya dengan bel yang berdering keras di samping nya, Asti menggeliat, ia sangat malas membuka mata nya, meskipun bel sudah berdering keras sejak tadi.
Dengan mata tertutup, asti pun meraih bel waktu untuk mematikan nya, namun seketika sebuah tangan pucat pasih, memindahkan keberadaan jam dering tersebut.
KRING KRING KRING KRING KRING KRING
BRAK
Asti seketika di dorong kearah dinding hingga kepala nya terasa sakit dan ia pun terbangun dari tidurnya, Asti memandang ke semua arah dan bergidik.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA AAAAA
Asti berteriak kencang, ia syok mendapati dirinya sudah ada di kamar nya, Rara dan sovia pun berlari menghampiri Asti di kamar nya dan membuka cepat pintu kamar Asti yang tidak terkunci itu.
"Lo kenapa ?" tanya Rara dengan pakaian rapi nya.
__ADS_1
"kok gue bisa ada di sini yah ?" tanya Asti bingung, bukan kah semalam dia tidur bersama teman-teman nya.
"apa Lo lupa ? bukan kah Lo sendiri yang meminta untuk tidur di kamar Lo ! kata Lo kamar gue sempit dan panas." ujar Rara mengingat sesuatu yang terjadi malam tadi.
...FLASH BACK...
Waktu telah menunjukkan pukul jam 2 malam, Asti pun seketika terbelalak dan duduk di atas kasur kamar Rara, sedang kan teman-teman nya masih tertidur pulas, hanya Rara yang terbangun dan melihat sejurus kearah Asti yang duduk diam, suara lantunan ayat suci Al-Qur'an terdengar merdu.
"pasti itu suara Robi, sebab sudah menjadi kebiasaan nya, bangun tahajud dan mengaji tengah malam.". batin Rara meresapi setiap lantunan tersebut.
"kenapa Lo nggak tidur ?" tanya Rara mengucek kedua matanya dan mendudukkan bokong nya bersebelahan dengan Asti.
"panas..." lirih Asti dengan tatapan mata kosong.
Asti pun berdiri dan berjalan kearah pintu dan menarik ganggang pintu kamar Rara.
"Lo mau kemana ?" tanya Rara karena Asti tidak menjawab apapun pertanyaan nya.
"Lo mau kembali ke kamar Lo yah ?" Asti pun mengangguk membelakangi Rara
"apa Lo sudah nggak takut lagi ?" tanya Rara dan Asti pun mengangguk cepat hingga Rara tidak merasakan apapun dan mengizinkan Asti keluar dari kamar nya.
"iya sudah..." Rara pun menutup pintu kamar nya setelah Asti keluar dari kamar nya tersebut.
...FLASH BACK ON...
__ADS_1
"udah ah, Lo mandi sana ! kita tunggu di bawah yah ?" Rara dan Sovia pun keluar dari kamar Asti, dan Asti terlihat kebingungan dengan ucapan Rara.
"masa sih ! kok gue merasa nggak keluar dari kamar Rara ?" lirih Asti menggaruk kepalanya yang tidak gatal.