
Rara,Asti,Adrian, Aliando dan teman-teman yang lain sudah berada di dalam sebuah ruangan belajar di dalam perpustakaan, mereka ingin mencari petunjuk lain di dalam ruangan ini, ada begitu banyak rak-rak buku di perpustakaan ini dan meja-meja yang di guna kan untuk mahasiswa belajar di dalam perpustakaan.
Mereka berpencar meraba di sekitar arah, memang ruangan ini tidak terlalu besar hanya berukuran sekitar 3*3 meter saja.
Saat ini Rara sedang mencari di sekitar ujung ruangan itu dengan percayaan minum yang berada di senter yang di genggam oleh Adrian, Adrian berada di depan untuk memberikan percayaan kepada teman-teman nya yang sibuk mencari petunjuk.
Seketika Rara menatap sebuah kolong meja dan memasukan tangan nya ke dalam, hingga ia merasa meraba sesuatu saat ini, hingga ia menarik tangan nya keluar beserta apa yang ia raba tadi, seketika Rara terbelalak dan berteriak histeris dengan menjatuhkan tubuh nya di lantai ruangan itu.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA
Teriak Rara bergema, ia menarik rambut seorang wanita di dalam kolong meja, hingga wanita itu melotot kearah nya dengan mata putih bulat yang hampir keluar.
Semua teman kelompok nya pun bergegas menuju Rara yang berteriak di atas lantai sambil terus menggeser bokong nya menjauh dari meja tersebut dengan wajah yang tertutup rapat dengan tangan nya.
"Rara, Lo kenapa ?" teriak Asti sambil mendekati Rara yang masih histeris.
"a-ada wanita di dalam sana..." lirih Rara, hingga membuat Aliando mengecek ketempat itu, ternyata kosong tidak ada apapun.
__ADS_1
"mana ? tidak ada apapun ?" ujar Aliando sambil mengangkat bahu nya.
"a-ada ta-tadi ada seorang wanita di sana..." ujar Rara meyakinkan.
"sudah, jangan ngarang deh, kalian lihat kan suasana nya sudah horor, jangan di tambah kesan horor nya donk..." protes Aliando, karena dia memang tidak melihat apapun sedari tadi, hanya Rara dan Adrian yang sempat melihat itu.
"udah, ayo kita cari lagi ! ingat waktu kita tidak banyak lagi ! gue nggak mau kelompok kita kalah dengan kelompok nya Robi..." tutur Aliando, hingga membuat teman-teman yang lain kembali mencari petunjuk yang telah di sebarkan
Sedang kan rara, Asti dan Adrian masih berada di tempat Rara yang terduduk simpul di atas lantai.
Adrian sangat mengkhawatirkan Rara, takut nya Rara malah berbuat nekad seperti tempo hari karena mendapatkan teror insiden aneh seperti ini.
Rara pun mengangguk dan berdiri dari duduknya sambil berusah berjalan dan ikut mencari petunjuk bersama teman-teman yang lain.
"hei...hei...gue menemukan sesuatu lihat ini... ?" teriak salah seorang teman kelompok mereka dengan mengangkat secarik bendera berwarna putih keatas, teman-teman nya pun berdatangan dan tersenyum bahagia karena mereka telah menemukan bendera berwarna putih di sana.
"syukurlah...tinggal berwarna merah lagi, setelah itu kita bisa mencari kertas petunjuk yang lain..." ujar Aliando dan di jawab anggukan oleh teman-temannya.
__ADS_1
"udah ya ? kita ketempat lain aja yah...gue merinding soal nya..." sela Asti sambil memegang tekuk leher nya yang mengema.
"iya ayo, gue juga..." ujar teman-teman yang lain.
Mereka pun berjalan keluar dengan Adrian yang menyenter dari belakang, hingga tanpa sadar Adrian terdiam, ia merasa ada sesuatu yang mengikuti nya dari belakang,
dan sesuatu itu seperti menggenggam pundak nya saat ini.
hingga Adrian memberikan diri untuk melirik ke belakang, namun tidak ada apa pun, Adrian pun menyorot senternya ke semua sudut, hingga ia melihat sesuatu bergelantungan di atap ruangan dengan kaki terjulur kebawah dan darah segar menetes di sela kaki nya.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA
Teriak Adrian sambil berlari keluar ruangan, teman-teman nya yang masih berada di ambang pintu pun kaget karena senter pencahayaan mereka di bawa lari oleh Adrian yang ketakutan.
"Hantu....." teriak Adrian lagi, hingga teman-teman nya pun ikut berteriak kencang karena ulah nya, apalagi mereka sudah berada dalam kegelapan saat ini tanpa pencahayaan lagi.
"hantu...."
__ADS_1