
Pagi ini Lala sedang sendirian di rumah, sedang kan Juwita, sedang kencan bersama pacar baru nya, dan anak-anak lainnya sedang menuntut ilmu di universitas di depan kontrakan mereka.
Lala pun membuka satu persatu buku diary nya, Lala memang memiliki hobi menulis dan bergambar, hingga dia begitu banyak memiliki karya novel, komik bahkan lukisan lainnya.
Saat sedang asyik menulis, seketika gorden kamar nya pun berhembus angin, hingga sontak membuat Lala terperanjat, sebab jendela kamar nya yang terbuka dengan sendirinya.
Lala pun berjalan dan menutup kembali jendela kamar nya, setelah menutup dan mengunci nya, Lala pun kembali dengan buku diary di atas meja belajar nya.
BRAK
WUUUUSSSSSSSSSSSS
Seketika jendela dan gorden nya pun terbuka lagi dan angin berhembusan lagi, Lala pun berjalan dan mengunci nya lagi,namun ia pun terperanjat kaget setelah melihat seorang wanita berjalan kearah jendela nya yang bergoder berwarna putih.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA AAAAAAAAAAAAH HAAAAAAAAAAAAAAAA.
Wanita itu berteriak kencang hingga membuat Lala menutup keras kedua telinga nya yang sudah mengeluarkan darah segar di sela nya.
BRAK
BRAK
BRAK
Semua barang-barang di kamar lala pun berterbangan dan berjatuhan porak-porandakan,Lala menutup mata dan telinga nya menggigil ketakutan dengan dada naik turun dan nafas yang ngos-ngosan.
"tolong.....tolong....tolong...." teriak Lala dengan tubuh meringkuk ketakutan.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAA AAAAA AAAAA
Wanita yang mengenakan baju putih panjang, dengan rambut panjang lebar berteriak kencang di depan wajah Lala dengan mulut ternganga bulat dan robek seketika.
Lala yang melihat itu pun langsung syok dan jatuh di atas lantai dengan tidak sadar diri lagi, karena ketakutan hebat yang ia alami.
******
Di kampus, Asti sedang duduk di bangku nya dia sangat ketakutan dan merasa aneh dengan dirinya sendiri, Rara dan teman-teman nya pun membawa Asti ke kantin, sekalian menikmati makan siang.
"Lo kenapa tadi ? kayak orang begok aja !" ujar Aliando mengejek Asti.
"iya ! aneh tau ?" sambung Fika.
"Lo kenapa, kok tadi berani-berani nya, mainin dosen kayak buk Fifia.?" tanya Adrian lagi.
"iya, cari mati nih anak !" sambung Aliando.
__ADS_1
"gue bingung, gue nggak mainin buk fifia kok ? hanya saja tangan gue aja yang tiba-tiba naik dan terangkat." jelas Asti.
"loh, kok bisa !" ujar Fika tak percaya.
"beneran....gue nggak bohong, gue aja merasa aneh, kenapa bisa seperti itu !" ujar Asti lagi, merasa aneh dengan dirinya.
Mereka semua pun saling berpandangan hingga tatapan mereka berakhir kearah Robi yang terlihat tegang.
"Lo kenapa ? sakit ?" tanya teman-teman nya.
"gue nggak apa-apa, hanya saja tubuh gue kayak nggak enak gimana gitu, apa lagi setelah gue lihat seorang wanita yang mengengam tangan Asti tadi." jelas Robi hingga membuat teman-teman nya pun terbelalak.
"maksud nya ?" tanya Asti bingung.
"gue rasa itu memang buka di lakukan Asti dengan sengaja, tapi itu adalah pekerjaan nya se..."
BRAK
Belum sempat Robi menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba seorang wanita pun menumpahkan makanan nya di tubuh Robi, hingga pakaian yang ia kenakan pun menjadi basah kuyup.
"aw...aw..." Robi mengibas-ngibaskan pakaian nya, sebab makanan yang wanita itu tumpah kan sangat panas dan berasap.
"sorry, sorry gue nggak sengaja." ucap seorang wanita yang mengenakan kacamata dengan rambut kuncir dua.
Fika yang geram langsung saja melayangkan tamparan nya di wajah wanita itu, hingga wanita itu mengerang memegang wajah nya bekas tamparan Fika.
"Lo punya mata nggak sih ! Lo sengaja kan, tumpahin makanan itu ke pakaian Robi ! maksud apa?" tanya Fika kesal dengan membusungkan dada menghadang wanita itu.
"maaf, maaf aku benar-benar tak sengaja." ujar wanita itu merasa bersalah.
Teman-teman Fika yang lain menatap kearah Fika dan wanita itu secara seksama, Fika tidak biasa nya berlaku kasar seperti itu, terhadap orang lain.
"Fika, udah dong ! gue juga udah maafin dia kok, mungkin ini memang ketidak kesengajaan saja." ucap Robi mengibas-ngibaskan pakaian nya.
"gue ketoilet dulu yah !" Robi pun berjalan meninggalkan teman-teman nya untuk membersihkan pakaian yang kotor.
"eeh culun, pergi Lo !" usir Fika dengan tatapan matanya yang tajam, hingga wanita itu pun menurut dan pergi dari kantin itu.
"udah dong, fik." tenang teman-teman nya.
"heran gue, masih ada aja cewek yang seperti dia !" ucap Fika mendudukkan bokong nya kesal.
Tak berselang lama jam pelajaran berikutnya pun dimulai, Robi sudah bergabung dengan teman-teman nya di kantin.
"ayo kita masuk !" ajak Adrian, hingga teman-teman nya pun berjalan meninggalkan kantin, kecuali Asti.
__ADS_1
"Lo kenapa ? kok bengong aja, ayo !" ujar Adrian saat melihat Asti tidak bergerak dari duduk nya.
"hmm, emang pelajaran ini berapa jam ?" tanya Asti menatap teman-teman nya.
"tiga jam." jawab Adrian, Asti pun terbelalak dan menyeringai kearah teman-teman nya.
Asti dan berusaha mencari ide supaya dia bisa bolos, sebab ia tak sanggup berlama-lama di kelas.
"kalian masuk dulu aja yah, gue mau ke UKS terlebih dahulu." ujar Asti beralasan.
"kenapa Lo ke UKS ?" tanya Adrian lagi.
"hehe, gue nggak enak badan." ujar Asti berbohong.
"alasan Lo, ayo masuk." Aliando pun menarik tangan Asti, karena dia kiat kali di bohongin dengan alasan receh asti.
"stop ! gue beneran nggak enak badan guys, dan gue juga lagi dapet sekarang, gue...hehe gue tembus ! celana jeans gue juga kotor. " ujar Asti berbohong lagi, supaya teman lelaki nya tidak memaksa nya lagi.
"hah..." teman cowok nya pun saling bertatapan dengan perasaan tak enak setelah mendengar ucapan Asti.
"ouh, iya udah sana !" Aliando pun melepas cengkraman tangan nya dan membiarkan Asti pergi, Asti bersorak gembira karena telah berhasil membohongi teman-teman nya.
Teman-teman nya pun pergi meninggalkan Asti seorang diri di kantin dan Asti pun berjalan menuju UKS untuk tidur di sana.
"ah dari pada belajar, mending gue tidur aja ! hehe." Asti sangat bahagia karena tidak ada yang menggangu nya di UKS dan dia tidak perlu susah payah berpikir lagi.
"akhirnya gue bisa bermimpi indah." ujar asti Setelah memasuki UKS dan membaringkan tubuhnya di ranjang UKS hingga menutup kedua matanya.
Hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks
Sesaat Asti mulai terlelap ia malah mendengarkan suara tangisan di sekitar nya, Asti pun membuka mata nya dan melirik di ranjang sebelah nya yang berjarak sehelai kain berwarna putih, sehingga dia bisa melihat bayangan seseorang yang menangis tersebut.
Hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks
Tangisnya makin lama makin keras, hingga Asti tak tahan untuk menegur wanita yang menangis itu.
rambut wanita itu sangat panjang, terlihat dari bayangan kain putih itu.
"siapa yah !" lirih Asti merasa tidur nya terganggu, perlahan namun pasti, layar pembatas ranjang itu pun terbuka dengan sendirinya, hingga perlahan memperlihatkan ujung kaki putih pucat dengan baju panjang berwarna putih dan seketika sampai lah gorden pembatas itu keatas, seorang wanita dengan rambut panjang, mata putih bulat melotot kearah Asti.
HAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAH AAAAAAAAAAAAH HAAAAAAAAAAAAAAAA
Asti berteriak kencang dan lari menaiki anak tangga dan masuk kedalam kelas nya, semua tatapan mengarah ke arah nya, karena semua orang kaget suara nyaring wanita itu.
"se-setannnnn" asti pun pingsan saat sampai di ambang pintu kelas nya, hingga semua teman yang melihat berhamburan kearah nya.
__ADS_1