
"Ayah gak lagi bercanda kan?" tanya Syahla.
"Gak lah, buat apa juga ayah bercanda!"
"Ayah kenal gak siapa Kaisar Afkara yang sebenarnya?"
"Ayah lebih dulu mengenal anak itu sebelum kalian berdua bertemu dengannya. Dia adalah santri ayah beberapa tahun yang lalu!"
"Bahkan dia juga lulus sebagai santri putra yang berprestasi!" jawab Ustadz Rizqi dengan mantap.
"Oh yaa? Alhamdulillah, Ibu turut senang mendengarnya! Kamu tetap akan mendapatkan imam yang Sholih, nak!" timpal Bu Aminah.
"Tapi yaah..."
Belum sampai Syahla mengutamakan ucapannya, Syauqi sudah lebih dahulu memotongnya.
"Syauqi juga setuju kalau Kak Syahla memang menikah dengan Mas Kaisar. Ayah tau gak, suara Mas Kaisar itu merdu banget loh Yah waktu ngaji. Syauqi aja sampai jatuh cinta loh denger suaranya!"
"Huuuh!" Syahla menghela nafasnya panjang.
"Tapi Syahla gak mungkin menikah sama Mas Kaisar!" tegas Syahla dengan mantap.
"Kenapa?" tanya Ustadz Rizqi, Bu Aminah, dan juga Syauqi bersamaan.
"Karena Mas Kaisar itu sekarang jadi bosnya Syahla!" jawab Syahla.
"Maksudnya?" tanya Ustadz Rizqi.
"Jadi hari ini Pak Andika, pemilik Rumah Sakit Ibnu Sina memperkenalkan putranya yang akan menjabat sebagai wakil direktur. Dan Syahla juga baru tau kalo Mas Kaisar itu ternyata anaknya Pak Andika."
Penjelasan Syahla kali ini membuat Bu Aminah dan Syauqi sama-sama tersenyum dan saling melemparkan pandangannya.
"Waaah, bagus dong itu kak! Tapi kenapa waktu itu dia gak mau dibawa ke rumah sakit yaa. Padahal kan itu rumah sakit punya dia juga!" celetuk Syauqi membuat semuanya terdiam.
Akhirnya Ustadz Rizqi pun memulai ceritanya tentang Kaisar yang beberapa tahun belakangan ini menjadi joki balap liar dan berkumpul bersama anak jalanan sebagai pelampiasan rasa kecewanya karena papanya menikah lagi.
Cerita Ustadz Rizqi kali ini justru membuat Syahla sedikit bergidik ngeri mengingat ia akan menikahi seorang laki-laki yang bahasa kasarnya adalah mantan preman.
"Ayah yakin mau nikahin Syahla sama Mas Kaisar?" tanya Syahla sambil menelan ludahnya kasar.
"Insya Allaah pilihan ayah tidak salah nak! Sekarang jika Syahla disuruh memilih, Syahla lebih suka mantan preman atau mantan ustadz?"
"Tentu saja Syahla pilih mantan preman Yah!" balas Syahla.
"Okey, pilihan kamu kali ini akan ayah sampaikan kepada Pak Andika. Mulai besok ayah dan ibu akan sibuk mengurus acara pernikahan kamu!"
"Jadi, Syahla dan Syauqi ayah harap bisa membantu mempersiapkan acara pernikahan Syahla yang sangat mendadak ini!"
__ADS_1
"Ayah hanya menghindari fitnah yang menyebar di tetangga kita semua!" jelas Ustadz Rizqi.
"Siap ayah!" jawab Syauqi dengan sangat antusias.
Kemudian ia menoleh ke arah Syahla dan menepuk bahu kakaknya cukup keras.
"Kak! kok diem aja sih!"
"Eh, iya. Siap ayah! Kalo gituh Syahla cuci piring dulu ke belakang."
Syahla langsung merapikan piring bekas makan ayah, Ibu, dan Syauqi kemudian membawanya ke belakang.
Sedangkan Syauqi justru mengekori kakak nya ke dapur.
"Kak, menurut aku ini yang namanya kebaikan yang kita lakukan, dibalas oleh Allah seratus sampai tujuh ratus kali lipat!" tutur Syauqi sambil membantu kakaknya mencuci piring.
"Aku sampe shock loh kak. Kebayang gak sih kak, diputusin sama anak pemilik pondok pesantren, trus dipinang sama anak pemilik rumah sakit islam terbesar!"
"Masyaa Allaah kaaak, nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan. Udah gitu mantan tunangan kakak yang wajahnya sangar dan mengerikan, kini digantikan sama mas Kaisar yang cakep abis kayak boyband korea!" celoteh Syauqi panjang lebar.
"Astaghfirullah Syauqi, gak boleh ngomong begitu. Itu namanya body shaming tauk. Allah gak suka loh sama orang yang menghina ciptaan-Nya!" tutur Syahla mengingatkan adiknya.
"Astaghfirullah, ampuni Syauqi Ya Allaah! Syauqi janji gak akan ulangi lagi."
"Ya udah deh. Kakak mau ke kamar dulu!" ucap Syahla sambil mengeringkan tangannya dengan lap yang digantung di dekat tempat cuci piring.
"Mana ada begitu, ngaco banget deh kamu!" balas Syahla yang langsung menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya.
Sesampainya di kamar, Syahla langsung membasuh dirinya dengan air wudhu. Kemudian ia meraih mukena nya untuk melaksanakan sholat sunnah istikharah sebelum ia tidur.
Ia benar-benar minta kepada Allah untuk diberi kemantapan dalam hatinya dan dipilihkan lelaki yang baik untuknya.
Sedangkan di sisi lain, Kaisar yang baru selesai sholat isya di musholla Mansionnya langsung di dekati oleh Papanya yang baru saja tiba di rumah.
"Baru pulang ya pa?" tanya Kaisar sambil menyalami papanya dan mencium punggung tangan papanya.
"Iya, dan papa pulang membawa kabar gembira untukmu!" jawab Pak Andika membuat Kaisar terkekeh pelan dibuatnya,.
"Memangnya papa tahu kabar apa yang bikin Kaisar gembira?" tanya Kaisar sedikit meremehkan papanya.
"Tentu saja papa tahu. Kamu kan anak papa!" balas Pak Andika dengan bangganya.
Kaisar lalu membuka pecinya dan meletakkannya di atas sajadah. "Okey, sekarang katakan pada Kaisar kabar apa yang papa bawa!"
Pak Andika menghela nafasnya panjang. "Minggu depan kamu akan menikah dengan Syahla, Kai!"
Kabar singkat dari Pak Andika kini membuat Kaisar membeliak kan matanya dengan sempurna.
"Please deh papa! Jangan ngeprank aku kayak gini!"
__ADS_1
"Papa tuh serius loh Mas!" timpal Mirza yang tiba-tiba ikut nimbrung dari kamarnya. Kemudian ia langsung memperlihatkan ponselnya ke arah Kaisar.
"Nih, model undangannya Mas Kasar tinggal pilih sendiri!" tutur Mirza.
Kaisar langsung memandang ke arah papanya dengan seksama.
"Pa, ini serius gak sih?" tanya Kaisar yang benar-benar dipenuhi rasa penasaran.
Pak Andika pun menjawabnya dengan anggukan kepalanya. Kemudian ia menceritakan jika sore tadi ia sengaja berkunjung ke rumah Syahla yang ternyata adalah rumah Ustadz Rizqi, ustadz yang sangat diidolakan oleh Kaisar saat belajar di pondok pesantren.
Ustadz Rizqi pun menceritakan masalah yang terjadi selepas Kaisar meninggalkan rumahnya.
Akhirnya Pak Andika saat itu juga langsung meminang Syahla untuk Kaisar dan pinangan Pak Andika langsung diterima oleh Ustadz Rizqi tanpa pikir panjang lagi.
"Alhamdulillah!" ucap Kaisar yang langsung menghadap ke arah kiblat dan sujud syukur.
"Terima kasih sudah mengirimkan bidadari dari surga Mu Ya Allaah!" ucap Kaisar membuat papa, mama, dan juga Mirza yang melihatnya pun ikut terharu.
Tepat saat Kaisar tengah bersujud, ponsel Pak Andika berdentang dan tampak ada pesan masuk dari Ustadz Rizqi.
💌 Ustadz Rizqi
Assalamu'alaikum Pak Andika, Alhamdulillah Syahla setuju untuk menikah dengan Kaisar minggu depan. Semoga semua hajat dan niat baik kita semua diberi kelancaran oleh Allah. Aamiin.
Pak Andika pun langsung memperlihatkan pesan dari Ustadz Rizqi kepada putranya.
"See, Papa gak bohong kan?" tanya Pak Andika.
Kaisar pun menganggukkan kepalanya dan langsung memeluk papanya dengan sangat erat.
"Alhamdulillah papa! Terima kasih banyak untuk semua kebaikan papa! Maafkan Kaisar yang selama ini selalu membuat papa kecewa."
"Papa sudah memaafkan semua kesalahan kamu, nak!"
Kaisar pun sangat lega mendengarnya.
Kemudian ia menyalami mama tirinya dan meminta maaf jika selama ini terlalu sering menyakiti hati mamanya.
Bu Ina pun langsung terharu mendengar permintaan maaf dari Kaisar. Perlahan tangannya terulur mengusap kepala Kaisar untuk yang pertama kalinya.
"Mama juga sudah memaafkan Kaisar jauh-jauh hari, nak!" ucap bu Ina membuat suasana semakin mengharukan biru.
Kemudian Kaisar beralih menghadap ke arah Mirza dan langsung memeluknya.
"Maafin Mas Kaisar ya dek!" tutur Kaisar membuat Mirza membalas pelukannya dengan sangat erat.
"Terima kasih banyak, mas. Terima kasih sudah menganggap adek!" balas Mirza dengan perasaan yang sangat bahagia.
Kini keluarga Pak Andika benar-benar merasakan kehangatan Keluarga yang utuh. Mereka berempat saling bercengkerama sampai tengah malam tiba.
__ADS_1