
Tepat jam 1 siang, acara resepsi pernikahan Kaisar dan juga Syahla pun selesai. Selepas makan siang, keduanya langsung menuju ke kamar hotel yang sudah dipesan oleh Kaisar sebelumnya.
Presidential Suite Room yang dipesan oleh Kaisar kali ini lengkap dengan tatanan romantis yang disiapkan khusus untuk pengantin baru yang akan menghabiskan malam pertama mereka.
Syahla sangat terkesan dengan keromantisan Kaisar. Namun dia tidak mau melupakan apa yang sudah ia katakan dengan Kaisar satu di pelaminan.
"Syahla, mau mas bantu buka gaunnya lagi?" tawar Kaisar yang langsung dijawab Syahla dengan gelenan kepalanya.
"Gak perlu mas! Syahla bisa sendiri kok!" jawab Syahla.
"Okey, masih ada waktu untuk mandi dan mengganti gaunnya. Selepas itu kita sholat dzuhur berjamaah yaa!" tawar Kaisar lagi yang langsung mencetak senyuman di wajah cantik Syahla.
"Siap!" balas Syahla.
Ia pun langsung meraih goodie bagi yang berisi pakaian yang sudah disiapkan oleh ibunya dan membawanya ke kamar mandi.
Selepas keduanya mandi dan berganti pakaian, Kaisar pun langsung mengimani sholat dzuhur untuk pertama kalinya. Keduanya benar-benar khusyu' menjalaninya sampai salam terakhir dan juga doa.
Ada perasaan damai dalam relung hati Syahla saat mendengar doa yang dipanjatnya oleh Kaisar dan di Aamiin kan olehnya.
__ADS_1
Ungkapan rasa syukur Kaisar yang telah berhasil mempersunting Syahla menjadi istrinya yang dilanjutkan dengan doa harapan yang sangat tulus membuat Syahla semakin yakin jika Kaisar adalah imam yang tepat untuk membimbingnya menjadi istri yang baik.
Setelah berdoa, Kaisar pun berbalik dan mengulurkan tangannya ke arah Syahla. Syahla pun langsung menerima uluran tangan Kaisar dan mencium punggung tangan suaminya.
"Syahla!" panggil Kaisar sambil mengusap kepala istrinya. "Mas sangat bahagia bisa bersanding denganmu! Semoga kamu tetap tangguh untuk menghadapi masalah yang ada dalam rumah tangga kita ya!"
"Aamiin!" balas Syahla sambil memandang ke arah Kaisar yang tengah menatapnya secara intens.
Kini kedua netra mereka beradu membuat getaran indah di dalam relung hati mereka masing-masing.
"Mas memang sebelumnya bukanlah orang yang baik, Syahla."
Kaisar memulai untuk menceritakan dirinya kepada Syahla sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Syahla di pelaminan.
"Bu Ina adalah sahabat mama yang selalu menemani mama saat terkena kanker otak stadium akhir! Dulu aku salut dengan kebaikan bu Ina dalam merawat mama sampai mama menghembuskan nafas terakhirnya!"
"Tapi satu hal yang membuat aku kecewa adalah satu bulan selepas mama meninggal dunia, Papa memutuskan untuk menikahi bu Ina dan mulai dari situ aku kecewa berat dan ikut dalam balap liar untuk melampiaskan semua kekecewaanku!"
"Lama kelamaan aku meninggalkan sholat lima waktu yang dulunya rutin aku kerjakan dan melewatkan puasa Ramadhan begitu saja."
"Tapi aku sama sekali tidak mau bersentuhan dengan wanita mana pun! Karena bagiku semua wanita adalah sama saja seperti bu Ina. Dan selama ini hanya ada satu wanita yang menurutku baik, yai tu mama!"
__ADS_1
"Tapi semuanya berubah Syahla, saat aku bertemu denganmu untuk yang pertama kalinya. Bahkan aku langsung jatuh cinta saat itu!"
"Aku mulai malu saat melihatmu dan Syauqi melaksanakan sholat tepat waktu. Mulai dari situ aku bertekad untuk kembali untuk menjalankan ajaran agama yang sudah lama aku tinggalkan!"
"Aku sadar! Aku bukanlah orang yang baik. Aku banyak berbuat keonaran di atas muka bumi hanya karena rasa kecewa ku yang tidak beralasan!"
"Dan yang paling membuatku merasa malu adalah, Allah masih memberikan kesempatan emas untuk seorang pendosa seperti aku dan memilihkan satu bidadari yang diturunkan khusus dari surga sebagai pendamping hidupku!"
Kaisar menundukkan pandangannya dari Syahla dan menutupi wajahnya sendiri. Tangan Syahla pun tergerak untuk menyingkirkan tangan Kaisar yang menutupi wajahnya.
"Terima kasih atas semua Cerita mu, Mas! Syahla siap untuk mengarungi bahtera rumah tangga dengan Mas Kaisar!" ucap Syahla membuat mata Kaisar berbinar sempurna.
"Syahla gak menyesal menyandang status sebagai istri dari Kaisar Afkara, mantan anak jalanan yang sering berbuat onar?" tanya Kaisar.
Syahla pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Insya Allah, Syahla tidak akan menyesal, Mas!"
"Alhamdulillaaaah!" ucap Kaisar yang langsung tersungkur bersujud sebagai rasa syukurnya membuat Syahla sangat terharu melihatnya.
'Ternyata benar kata ayah, Mas Kaisar orang yang baik dan tepat untuk menjadi imam Syahla. Meski statusnya adalah mantan preman, ia kini justru tampak semakin mendekat kepada Tuhannya.'
💞💞💞
__ADS_1
Sambil menunggu cerita selanjutnya, mampir yuk ke Novel bestie aku