
“Ck, ganggu aja sih!” gerutu Kaisar sambil merapikan kaosnya yang sedikit berantakan. “Mas bukain pintu dulu ya sayang!”
Kaisar pun langsung meninggalkan Syahla dan berjalan menuju pintu kamarnya. Setelah membuka pintu, tampak adik laki-lakinya berdiri di depan pintu sambil nyengir kuda.
“Mirza gak ganggu kan Mas?” tanya Mirza tanpa rasa bersalah.
“Ganggu banget kamu mah!” balas Kaisar sambil memperlihatkan wajah kesalnya.
“Maaf deh! Itu loh Mirza Cuma mau bilang kalo Mas Kaisar ditunggu Gus Faris di bawah!” ucap Mirza sambil menunjuk ke lantai bawah.
Tampak Gus Faris duduk di sana dan melambaikan tangannya kea rah Kaisar.
“Hai Afkara! Aku datang di waktu yang tepat kan?” tanya Gus Faris.
Kaisar menghela nafasnya panjang. “Iyaaa!” pekik Kaisar.
“Ya udah, mas minta tolong ya Mirza, bilang sama bibik buat bikin minuman buat Gus Faris yaa. Mas ganti celana panjang dulu!”
“Siap Mas!”
__ADS_1
Kaisar pun menutup pintu kamarnya kembali dan Mirza langsung menuruni anak tangga untuk meminta tolong bibik membuatkan minuman.
“Ada Gus Faris tuh di bawah. Mau ikut nemuin gak?” tawar Kaisar.
Syahla langsung menggelengkan kepalanya. “Mas Kaisar aja ya. Kan Gus Faris nyariinnya Mas Kaisar. Syahla mau scroll HP aja di kamar sambil istirahat.”
“Oke deh. Tapi jangan tidur yaa cantik! Gak baik tidur sore hari kayak gini!” tutur Kaisar mengingatkan istrinya.
“Siap mas!” balas Syahla sambil menyandarkan tubuhnya di sofa empuk dan menikmati kudapan.
Sedangkan Kaisar yang sudah menggannti celananya dengan celana panjang pun keluar dari kamarnya untuk menemui Gus Faris yang sengaja datang ke Mansionnya.
“Waaah, ada apa nih gerangan sampai datang sore hari gini. Memang di pesantren lagi gak ada kegiatan ya?” tanya Kaisar sambil menuruni anak tangga.
“Pasti karena cewek nih. Iya kan?” tanya Kaisar yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Gus Faris.
“Ya udah, kita ngobrol di taman aja yuk. Biar enak!” ajak Kaisar.
Mereka berdua pun langsung menuju ke taman. Sesampainya di sana, Gus Faris pun menceritakan tentang rencana keluarganya yang akan menjodohkannya dengan Sarah.
Kebimbangan Gus Faris kali ini adalah ia masih takut jika bayangan Syahla masih terus menari di pelupuk matanya saat ia memandang Sarah. Padahal Sarah dan Syahla sangat berbeda.
__ADS_1
“Begini deh Gus Faris. Sekarang aku tanya satu hal. Jika saat ini, tiba-tiba aku mati dan meninggalkan Syahla dengan status janda. Kira-kira Gus Faris tetap memilih perjodohan dengan Sarah atau kembali untuk mengejar cinta Syahla?” tanya Kaisar.
“Aku akan melanjutkan perjodohanku dengan Sarah, karena aku tidak mungkin lagi mendapatkan cinta dari Syahla!” balas Gus Faris.
“Wow! It’s a great answer! Kalau begitu, jangan khawatir Gus! Aku yakin kau telah menjadikan Syahla sebagai masa lalumu dan Sarah adalah masa depanmu. Berjuanglah untuk move on dan berubah untuk menjadi lebih baik lagi. Insya Allah, ridhoNya akan mengiringmu dalam setiap Langkah!” tukas Kaisar membuat mata Gus Faris berkaca-kaca.
Ia pun langsung memeluk Kaisar dengan sangat erat. “Aku kini benar-benar sudah menemukan sahalabat lamaku! Terima kasih banyak Afkara. Semoga kita bisa melangkah bersama untuk menggapai ridhoNya. Kali ini aku semakin mantap untuk meminang putri dari Ustadz Bakri.”
“Aamiin. Alhamdulillah kalau begitu. Aku sangat senang mendengarnya.”
“Afkara, kau mau kan untuk menjadi saksi di pernikahanku nanti?”
“Insya Allah siap!” balas Kaisar.
“Baiklah kalau begitu. Sudah hampir adzan maghrib. Aku pamit dulu ya. Terima kasih banyak untuk semuanya.”
“Oke, sama-sama. Hati hati di jalan yaa!” ucap Kaisar.
Gus Faris pun langsung menganggukkan kepalanya, “Titip salam untuk Syahla ya. Assalamu’alaikum!”
“Wa’alaikumussalam!” balas Kaisar.
__ADS_1
💞💞💞