Terjebak Cinta Anak Ustadz

Terjebak Cinta Anak Ustadz
Dag Dig Dug


__ADS_3


Syahla kini mengatur debaran jantungnya yang mulai bertalu-talu saat hendak masuk ke dalam kamar Kaisar. Entah mengapa saat tangan Kaisar membuka handle pintu kamarnya membuat bulu kuduk Syahla mulai meremang.


Terlebih saat pintu kamar Kaisar mulai terbuka dan menyebarkan aroma kamar Kaisar yang maskulin memperlihatkan si empunya kamar.


“Ayo sayang, masuk ke dalam!” ajak Kaisar sambil menarik tangan Syahla yang terpaku di pintu kamar.



Desain Macho kamar Kaisar dan hawa dingin yang berasal dari AC yang ada di kamarnya membuat Syahla mulai membayangkan yang tidak-tidak. Apalagi saat matanya tertuju ke tempat tidur Kaisar.


“Mas, Syahla duluan atau Mas Kaisar duluan yang mau mandi? Biar Syahla siapin airnya!” tanya Syahla mengalihkan rasa gugupnya.


“Syahla dulu deh, nanti Mas nyusul. Oh iya, baju Syahla udah mas siapkan di walk in closet arah ke kamar mandi!” Kaisar menunjukkan tangannya.


Syahla pun berjalan dan mengecek pakaiannya. Betapa terkejutnya Syahla saat melihat semua barang yang ada di dalamnya baru dan masih berlabel.


“Ini punya Syahla?” tanya Syahla sambil membuka pintu kacanya. Tangannya mulai bergerak dari hanger yang sat uke hanger yang lain sampai terhenti di kumpulan pakaian dinas seorang istri yang dikenal dengan sebutan lingerie.


“Iya sayang, Syahla suka gak?” tanya Kaisar yang kini sudah berdiri di belakang Syahla.


“Trus barang yang dibawain Syauqi sama Mirza mana?” tanya Syahla sambil berbalik.


Posisi Syahla kali ini tidak disia-siakan oleh Kaisar yang langsung mengunci tubuh istrinya.


“Mereka Cuma membawakan seragam kerja sayang!” jawab Kaisar dimana tangannya sudah mulai membuka jilbab istrinya.


“Mas, Syahla bisa buka jilbab sendiri kok!” ucap Syahla yang tidak tahan dengan tatapan Kaisar yang tidak lepas ke arahnya.


“Tapi ini jadi hobi baru Mas, Gak tau kenapa kalo bukain jilbab istri itu desirannya bikin rasa lelah Mas hilang seketika!” balas Kaisar sambil menyisir rambut Syahla dengan jemarinya.


“Istri Mas ini makin hari makin cantik aja sih!” puji Kaisar membuat Syahla semakin salah tingkah.


Syahla pun mendorong tubuh suaminya dan meraih bathrobe yang sudah disediakan untuknya.


“Ini punya Syahla kan?” tanya Syahla yang langsung dijawab Kaisar dengan anggukan kepalanya.

__ADS_1


“Syahla mandi dulu yaa!” Syahla pun langsung menjauh dari Kaisar dan masuk ke dalam pintu kamar mandi.


 Setelah masuk ke dalam kamar mandi, Syahla pun mencoba mengunci pintu kamar mandinya. Sayangnya ia sama sekali tidak paham cara mengunci pintu tersebut.


“Hemm! Kenapa aku tidak pernah tahu cara mengunci pintu kamar mandi orang-orang kaya ini!” gumam Syahla yang akhirnya memutuskan untuk hanya menutupnya saja.


Ia pun kemudian meletakkan bathrobe miliknya dan melepaskan bajunya satu persatu. Selepas itu Syahla memilih untuk mandi di bawah shower dari pada berendam di dalam bathtub.


Semua peralatan mandi untuk Syahla benar-benar sudah disiapkan Kaisar dengan lengkap. Hal ini tentunya membuat Syahla semakin bersyukur memiliki suami seperti Kaisar. Bahkan jika ia menikah dengan Gus Faris, belum tentu ia merasa sebahagia ini.


Tiba-tiba saja pintu kamar mandi terbuka tepat saat Syahla tengah mematikan air shower yang mengguyur tubuhnya dan hendak memakai shampoo di kepalanya. Kaisar yang hanya mengenakan celana pendeknya pun langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam dan memeluk Syahla dari belakang.


Deg!


Tubuh Syahla terpaku saat tangan Kaisar melingkar memeluk pinggangnya. Ya, Syahla tahu betul jika itu tangan Kaisar karena terlihat dari cincin yang melingkar di jarinya.


“Ma-mas!” panggil Syahla dengan suara yang tercekat.


“Maaf yaa, Mas udah gak sabar puasa lima hari!” bisik Kaisar membuat tubuh Syahla semakin meremang. “Apalagi ngeliat istri Mas yang semakin menggoda seperti ini.”


“Ta-tapi, Mas …”


“Kenapa tidak mandi di bathtub, sayang?” tanya Kaisar saat melepaskan pagutannya.


“Emm, lama!” balas Syahla sambil memalingkan wajahnya dan mendorong tubuh Kaisar.


“Jangan gini dong, Mas! Syahla malu!” gerutu Syahla sambil menutupi Sebagian tubuh indahnya dengan kedua tangannya.


“Tapi mas suka, sayang!” balas Kaisar yang langsung menggendong tubuh Syahla ala koala dan berpindah ke dalam bath tub yang belum terisi air.


Kaisar pun masuk ke dalam bathtub Bersama istrinya dan kemudian menyalakan air untuk mengisi bathtub.


“Syahla marah?” tanya Kaisar dan Syahla langsung menggelengkan kepalanya.


“Enggak, cumaaa … emmm … gak pernah kebayang aja sebelumnya!” jawab Syahla membuat Kaisar tersenyum gemas mendengarnya.


“Jelas gak mungkin terbayang dong sayang, Mas sendiri gak pernah ngebayangin loh!” balas Kaisar sambil terus memandangi Syahla tanpa mengedipkan matanya.

__ADS_1


“Emmm, mas!”panggil Syahla.


“Iya sayang …”


“Kita mandinya cepetan yuk kayak waktu di hotel. Kan kita belum sholat isya!”


“Waktunya masih panjang, sayang.”


Haciim! Tiba-tiba Syahla memalingkan wajahnya dan bersin.


“Tapi Syahla udah dingin, nanti kalau masuk angin gimana?” tanya Syahla yang langsung berkilah.


Kaisar pun menghela nafasnya panjang, ia sendiri tidak tega jika harus memaksakan kehendaknya sendiri. Terlebih jemari Syahla sudah mulai mengeriput karena lama di air.


“Okey, kita mandi aja ya sayang!” balas Kaisar. “Mas juga gak mau Syahla kedinginan!”


Keduanya pun akhirnya mandi bersama tanpa melakukan hal yang sudah sangat dirindukan oleh Kaisar. Selepas mandi, Syahla langsung mengenakan bathrobenya dan keluar lebih dulu dari kamar mandi.


“Hair dryernya udah di meja rias ya sayang!” teriak Kaisar.


“Iya mas!” jawab Syahla yang langsung melangkahkan kakinya menuju meja rias.


‘Alhamdulillaah, aku selamat kali ini! Untung aja aku tadi bisa berkilah, coba kalo enggak!’ gumam Syahla dalam hati.


‘Sekarang aku harus cepet-cepet ngeringin rambut, terus pergi tidur deh!’


‘Yaa Allaah, maafkan Syahla malam ini. Bukannya Syahla tidak mau melayani suami, tapi Syahla dag dig dug tidak karuan kayak hampir mau mati. Jantungnya berdetak kencang terus gak ada spasi!’ batin Syahla sambil terus mengeringkan rambutnya.


Tak lama kemudian Kaisar keluar dari kamar mandi membuat jantung Syahla kembali bertalu-talu.


‘Yaaah, Mas Kaisar cepet banget sih keluar dari kamar mandinya!’


Namun, baru saja Kaisar hendak mendekati istrinya, ponselnya berdering dan tampak panggilan penting dari manajer rumah sakit.


“Sayang, mas angkat telpon dulu ya!” pamit Kaisar sambil mengencangkan bathrobe dan berjalan ke balkon kamarnya.


“Alhamdulillaaaah!” ucap Syahla pelan. “Terima kasih yaa Allaah sudah mendengarkan doa Syahla malam ini!”

__ADS_1


Syahla pun langsung mengganti bathrobe dengan piyama dan segera naik ke atas tempat tidur. Setelah membaca doa sebelum tidur, Syahla cepat-cepat menutup matanya dan merapatkan selimutnya.


 


__ADS_2