Terjebak Cinta Anak Ustadz

Terjebak Cinta Anak Ustadz
At Kaisar's Mansion


__ADS_3


Syahla kini turun dari motor Kaisar dengan raut wajah yang cukup terkejut karena kali ini Kaisar membawanya pulang ke Mansionnya.


“Kita pulang ke sini, Mas?” tanya Syahla sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


Ini bukan yang pertama kalinya Syahla datang berkunjung. Namun baru kali ini Syahla memperhatikan Mansion Kaisar yang penuh dengan bunga yang menyerbakkan aroma yang sangat harum.


“Iya dong. Kan ini rumah Syahla juga!” balas Kaisar. “Nanti kalo mas udah sukses, Mas baru akan belikan rumah pribadi untuk keluarga kecil kita!” balas Kaisar sambil merengkuh pinggang istrinya dan mengajaknya masuk ke dalam.


“Bukan itu, Mas! Barang-barang Syahla kan …”


“Udah dipindahin ke sini, sayang. Tadi Syauqi yang bawain ke sini dibantu sama Mirza!” balas Kaisar.


“Oh yaa?” balas Syahla yang terdengar sedikit tidak percaya.


Saat keduanya mulai melangkah masuk ke dalam Mansion, Syahla langsung disambut hanya dengan Bu Ina, mama mertuanya.


“Alhamdulillaah, menantu mama udah sampai!” Bu Ina langsung menggandeng tangan Syahla dan mengajaknya menuju ruang makan.


“Mama sengaja loh masak besar mala mini buat menyambut kedatangan kamu, sayang!” ucap Bu Ina.


“Masyaa Allaah mama! Kenapa harus repot begini sih? Syahla kan jadi gak enak sama mama!” balas Syahla.


“Loooh, mama gak repot sayang. Ini kebahagiaan mama tersendiri yang udah menantikan anak menantu tinggal di sini. Ayo, ayo kalian semua duduk. Mama mau panggil papa dulu!”


Bu Ina pun langsung bergegas meninggalkan ruang makan dan menuju ke kamar untuk memanggil suaminya. Sedangkan Mirza mendengar abangnya pulang pun langsung keluar dari kamarnya dan bergabung ke ruang makan.


“Assalamua’alaikum Kak Syahla!” sapa Mirza.


“Wa’alaikumussalam!” jawab Syahla.


“Mama dari tadi bolak balik dari ruang makan ke ruang tamu loh buat nungguin kakak datang!”


“Masyaa Allaah, kakak jadi terharu banget dengernya. Kok Mas Kaisar gak bilang sih?” tanya Syahla yang langsung memandang ke arah suaminya.


“Tadinya mas mau bilang, sayang!” balas Kaisar sambil membalik piring makannya dan siap untuk mengambil nasi.


“Tapi, mas terlena sama pelukan kamu waktu di jalan tadi!” balas Kaisar yang membuat Syahla langsung mendaratkan cubitannya ke pinggang Kaisar.


“Ngomongnya jangan ngaco deh Mas! Ada Mirza tuh looo!” bisik Syahla.


“Waaah, Mirza dengernya jadi pingin pacaran deh. Sayangnya gak dibolehin sama papa mama!” timpal Mirza.

__ADS_1


“Hush! Pacaran itu nanti kalo udah nikah!” timpal Kaisar sambil menggosok pinggangnya yang terasa sakit karena cubitan Syahla.


“Tuh, kan! Gara-gara Mas Kaisar sih!” gerutu Syahla sambil menyendokkan nasi dan lauk ke piring suaminya.


“Diih, biarin aja! Toh ini masih wajar, sayang!” balas Kaisar sambil mendaratkan kecupan singkatnya di pipi Syahla.


Cup!


Syahla langsung membeliakkan matanya dan menatap tajam ke arah suaminya.


“Maas!” panggil Syahla dengan nada protes.


“Hemmm! Kayaknya papa telat gabung nih sampe ada yang gak sabar pingin mesra-mesraan di kamar!” celetuk Pak Andika membuat pipi Syahla langsung merona.


Syahla langsung menundukkan kepalanya karena malu sambil menyendokkan nasi ke dalam piringnya.


“Papa nih! Mantu mama jangan diledekin gini dong!” protes Bu Ina sambil mendekap Syahla dan mengusap lengannya berkali-kali.


“Udah, Syahla jangan risau sayang, habis ini kamu habiskan waktu sama mama aja! Kebetulan mama mau buat puding tiga lapis. Kamu bisa bantu kan?” tanya Bu Ina.


Tawaran dari mama mertuanya membuat Syahla girang bukan main. “Bisa banget mama!” jawab Syahla dengan mata berbinar.


“Okey, selepas makan malam, kamu bisa mandi dan setelah itu bantuin mama ya!”


Sedangkan Kaisar dan Pak Andika langsung melayangkan tatapan protesnya ke arah Bu Ina.


“Mamaaaaa?!!” panggil Pak Andika dan Kaisar bersamaan.


Bu Ina sama sekali tidak menjawab panggilan mereka, namun ia mengedipkan salah satu matanya dan membuat keduanya langsung paham.


‘Ooooh, jadi mama hanya berusaha agar Syahla bisa makan malam dengan nyaman?’ gumam Kaisar dalam hati. ‘Waaah, jitu bener nih cara mama kali ini! Aku jadi makin sayang sama mama!’


Keluarga Pak Andika kini makan malam Bersama dengan suasana yang sangat hangat. Syahla yang awalnya canggung juga bisa membaur dengan baik.


Kaisar sendiri tidak lagi meledek istrinya, sedangkan Mirza juga merasa sangat senang memiliki seorang kakak perempuan yang tentunya menjadi idamannya sejak lama.


Mirza terus saja menceritakan jika ia sangat senang berteman dengan Syauqi yang ternyata satu reel dengannya. Mereka berdua sama-sama menyukai olahraga futsal. Dari hobi yang sama membuat obrolan mereka jadi menyambung dan langsung terlihat akrab.


Selepas makan malam, Kaisar langsung mengajak Syahla menuju ke kamar.


“Kita ke kamar duluan yuk, sayang!” ajak Kaisar sambil menggandeng tangan istrinya.


“Syahla cuci piring dulu ya Mas!” balas Syahla yang sudah terbiasa mencuci piringnya selepas makan.

__ADS_1


“Jangan, Kak! Biar Mirza aja nanti yang cuci piring!” balas Mirza yang langsung mengambil piring di atas meja.


“Waaah, adik Mas Kaisar nih emang pinter deh!” puji Kaisar. “Tuh, piringnya udah mau dicuci sama Mirza!”


“Ya udah, Ma, Pa, Syahla ke kamar dulu yaa. Nanti habis selesai mandi, Syahla langsung bantu Mama!” pamit Syahla.


“Gak usah bantuin mama deh, sayang! Mama bikin pudingnya besok aja. Mama tahu, Syahla pasti capek banget kan, apalagi baru pulang kerja!” balas Bu Ina membuat Kaisar merekahkan senyumannya.


“Lagi pula mama juga udah ngantuk kalo kenyang begini!” balas Bu Ina sambil menutupi mulutnya yang menguap lebar. 


“Oooh, gituu! Ya udah met istirahat ya, mama, papa, Mirza!” ucap Syahla.


“Selamat istirahat juga, Syahla!” balas Pak Andika dan Bu Ina beriringan.


“Selamat begadang ka Syahla!” balas Mirza yang langsung mendapat tatapan tajam dari kedua orang tuanya.


“Astaghfirullah Mirza!” tegur Pak Andika.


“Maaf Pa, maksud Mirza bukan itu!” belum lagi Mirza mengelak, telinganya sudah menjadi santapan tangan kanan Pak Andika.


“Siapa yang ngajarin kamu kayak gini coba? Gak boleh kayak gitu, Mirza!” Pak Andika langsung membawa putranya masuk ke dapur.


“Maaf paa! Mirza Cuma bercanda!” ucap Mirza sambil menundukkan kepalanya.


“Tidak boleh diulangi yaa!” tegas Pak Andika.


“Mirza janji gak akan ulangi!” jawab Mirza.


“Kamu ini masih bau kencur, bercandanya kayak orang tua! Ya udah, bantuin mama cuci piring dulu trus istirahat!”


“Iya papa!” balas Mirza dengan taat.


Pak Andika pun meninggalkan dapur dan kembali ke ruang makan. “Maaf ya sayang, papa harus tegas dengan Mirza. Papa gak mau Syahla jadi gak nyaman tinggal di sini!”


“Gak masalah paa. Mama justru dukung sikap papa tadi! Insya Allah Mirza akan nurut dang bisa ngerti Batasan dia saat bercanda. Mama juga sempet kaget tadi! Bisa-bisanya dia nyeletuk begitu!”


☘️☘️☘️


Nah, kira-kira Syahla bakalan istirahat atau bergadang seperti apa yang dikatakan Mirza yaa? Penasaran kaaan? Yuuuk jangan lupa tinggalkan jejak kalian semua dengan like, comment, vote, gift, dan rate bintang 5.


Sambil menunggu cerita selanjutnya, mampir yuk ke Novel bestie aku


__ADS_1


__ADS_2