
Kaisar masuk ke dalam kamar dan mendapati istrinya sudah memejamkan matanya di dalam selimut.
Ia paham betul jika Syahla pasti merasa sangat lelah. Akhirnya Kaisar pun melepaskan bathrobenya dan langsung memakai celana pendeknya.
Kemudian Kaisar naik ke atas tempat tidur dan masuk ke dalam selimut bersama dengan Syahla. Perlahan Kaisar mendekati Syahla yang tengah membelakanginya dan melingkarkan tangannya di pinggang Syahla.
Syahla yang tadinya sudah tenggelam dalam mimpinya, seketika terjaga karena pelukan Kaisar dari belakang dan juga hembusan nafas suaminya yang menyapu tengkuk lehernya.
“Sayang, mau dapet pahala segunung uhud gak?” tanya Kaisar dengan berbisik dan tentunya membuat Syahla meremang.
“Kita kan belum malam pertama, sayang!” bisik Kaisar lagi dan kali ini suaranya dibuat semelas mungkin.
“Emangnya sayang gak pingin ngerasain ada yang gerak-gerak di dalam perut?” lanjut Kaisar lagi membuat Syahla lama-lama tidak tega mendengarnya.
Namun Syahla terlalu malu untuk berbalik dan menyatakan dirinya siap untuk melayani suaminya. Syahla hanya berusaha diam dan pura-pura tidur karena tidak tahu lagi harus bagaimana.
Jika malam-malam sebelumnya mereka memang selalu tidur dengan saling berpelukan, malam ini entah kenapa tubuh Syahla seperti sangat kaku untuk digerakkan.
“Maaf yaa kalo malam ini mamas harus ganggu waktu istirahatnya!” ucap Kaisar yang langsung mendaratkan ciumannya di tengkuk leher Syahla.
Tidak hanya itu, tangan nakal Kaisar juga mulai bergerilya masuk menyusup ke dalam baju piyama yang dikenakan Syahla dan terus bergerak menyapu punggung istrinya.
Ctak! Pengait br4 milik Syahla pun terlepas membuat isinya langsung terasa bebas di dalam sana.
“Maaaaas!” protes Syahla yang langsung berbalik menghadap ke arah suaminya.
“Mas kangen sayaaang!” ucap Kaisar sambil membelai rambut panjang istrinya.
“Malam ini kita jalan-jalan ke surga yuk!” ajak Kaisar yang mulai menarik tengkuk leher istrinya dan mendaratkan ciumannya.
Syahla kini sudah tidak bisa mengelak lagi. Rasa kantuk yang tadi menyerangnya pun sudah sirna. Bahkan rasa malu yang sedari tadi berselimut dalam dirinya juga seakan hilang begitu saja dan berganti dengan rasa addict akan sentuhan Kaisar.
Keduanya kini saling memagut satu sama lain membuat Kaisar semakin berapi-api untuk mengambil haknya yang tertunda beberapa hari ini. Perlahan Kaisar mengabsen leher jenjang Syahla sambil membuka kancing piyamanya satu per satu.
Syahla sendiri menahan suara d354hannya saat Kaisar mulai melepaskan pakaian miliknya dan juga br4nya.
__ADS_1
“Maaaas!” kedua tangan Syahla langsung menyilang di depan dadanya.
“Jangan ditutupin dong sayang! Ini kan punya Mas juga!” ucap Kaisar menyingkirkan tangan Syahla yang menghalangi pemandangannya dan langsung mengubah posisinya dengan mengunci tubuh Syahla di bawahnya.
“I will do it, slowly!” Kaisar kini beralih untuk mengabsen dua titik sensitive Syahla yang sangat ia inginkan dari kemarin.
Syahla sendiri sudah tidak bisa menahan suaranya yang kini mulai memenuhi kamar Kaisar. Kaisar dan Syahla sama-sama tengah dimabuk asmara.
Penyatuan mereka yang kedua kalinya pun akhirnya terjadi setelah tertunda beberapa malam karena Syahla datang bulan. Meski ini bukan yang pertama kalinya, selaput dara milik Syahla pun kembali mengeluarkan bercak darah yang tertinggal di selimut Kaisar.
“Maaf Sayang! Apa aku terlalu kasar?” tanya Kaisar merasa khawatir saat melihat bercak darah Syahla untuk yang kedua kalinya.
Jika saat di hotel, Kaisar gembira bukan main saat melihat bercak darah yang tertinggal. Namun, kali ini berbeda. Kaisar sangat risau saat permainan mereka yang kedua juga masih meninggalkan bercak darah meski hanya sedikit.
Syahla tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
“Gak kasar kok, Mas. I really enjoy it!” balas Syahla membuat mata Kaisar langsung berbinar sempurna.
Kaisar yang tadinya sudah sangat lemas karena pelepasan pertamanya, kini justru ON kembali. Ia pun langsung merengkuh tubuh Syahla dan berbisik mesra.
Syahla terkesiap dan menelan ludahnya kasar. “Haaaah? Serius mas?” tanya Syahla dengan tatapan tidak percaya.
“Berkali lipat rius, sayang!” balas Kaisar yang langsung memulai permainan kedua mereka.
Mau tidak mau Syahla pun mengikuti keinginan suaminya. Lelah? Tentu saja tidak karena rasa lelah yang mereka berdua rasakan kini berganti dengan kenikmatan tiada tara.
Akhirnya penyatuan kedua mereka pun terjadi. Selepas itu Syahla langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia mengingat perkataan dosennya saat kuliah.
“Jika lepas berhubungan dengan suami, jangan langsung tidur dengan keadaan junub sampai pagi tiba. Lebih baik jika langsung mandi dan bersuci agar kelak anak – anak yang dikandungnya menjadi anak yang cerdas dan taat!” ucap dosen psikologi yang masih terngiang jelas di telinga Syahla.
Dan kini Syahla pun mempraktekkan apa yang diajarkan oleh dosen psikologinya itu. Sedangkan Kaisar hanya memperhatikan istrinya dan kemudian mengikuti Syahla ke kamar mandi.
“Kok langsung mandi, sayang?” tanya Kaisar sambil menyusul istrinya masuk ke dalam bathtub yang sudah terisi air hangat.
Syahla pun langsung menyampaikan apa yang diajarkan oleh dosen psikologinya kepada Kaisar.
“Emmm, Syahla mau tau gak apa yang diajarkan sama dosen psikologi Mas waktu kuliah? Gak jauh beda sih sama dosennya Syahla!” balas Kaisar.
__ADS_1
“Emang apa yang diajarin sama dosen psikologi Mas?”
“Katanya, Kalau pengantin baru masih mau ngelakuin lagi penyatuan yang ketiga, lakuin aja! Jangan ditunda-tunda!” jawab Kaisar membuat Syahla membeliakkan matanya.
“Idiiiih Mas Kaisar nih ngarang banget deh! Mana ada dosen bilang begitu? Itu pasti dosen gadungan deh!” protes Syahla sambil memanyunkan bibirnya.
“Adaa sayaaang! Udah gitu ganteng banget lagi dosennya. Namanya Kaisar Afkara!” timpal Kaisar sambil terkekeh pelan.
“Gak papa kan kalau kita lanjutin yang ke tiga di sini? Kan yang tadi sempat tertunda!” pinta Kaisar yang langsung dijawab Syahla dengan gelengan kepalanya.
“Maaaaas, ini udah malem looh! Besok Mas Kaisar juga harus berangkat pagi!” balas Syahla.
“Gak papa, Mas bakal semangat banget kerjanya kalo malam ini di full charge sama istri!”
Kaisar kembali memulai permainan ketiganya dan kali ini di dalam bathtub. Sedangkan Syahla yang awalnya menolak pun hanya bisa pasrah karena ternyata tubuhnya justru menginginkan untuk memenuhi keinginan Kaisar.
Akhirnya mandi panjang mereka berdua pun usai juga. Kaisar langsung mengenakan bathrobenya, begitu juga dengan Syahla.
Kemudian mereka sama-sama mengambil air wudhu untuk melakukan sholat isya yang memang belum mereka jalankan. Suara Kaisar terdengar semakin merdu di telinga Syahla saat menjadi imam, dan membuat Syahla semakin mengagumi suaminya.
Selepas sholat isya, Syahla pun langsung menyalami suaminya dan Kaisar mencium kening Syahla dengan begitu hangat.
“Terima kasih ya untuk malam ini, sayang!” ucap Kaisar yang tampak sangat Bahagia.
“Iya mas. Udah yuk, kita bobok. Udah jam dua malem tuh!” ajak Syahla sambil menunjuk ke arah jam dinding di kamar Kaisar.
“Oke sayang!” Kaisar pun langsung berdiri melipat sajadahnya, sedangkan Syahla juga langsung melipat mukenanya dan keduanya sama-sama naik ke atas tempat tidur.
“Have a nice dream, sayang!” ucap Kaisar sambil memeluk Syahla.
Syahla yang sudah sangat mengantuk pun hanya menjawab dengan deheman singkat dan membalas pelukan Kaisar.
“Mas berharap cepet punya baby di perut Syahla!” gumam Kaisar.
Tak berapa lama mata Kaisar pun terpejam dan menyusul istrinya yang lebih dulu ke alam mimpi.
__ADS_1